I Love You

I Love You
Chapter 60



Rumah kediaman Prayoga terlihat begitu ramai. Mobil-mobil datang silih berganti. Sangat ramai. Terlihat ada bendera kuning menghiasi pagar rumah itu. Ada duka yang mendalam di sana. Prayoga meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit setelah mengalami serangan jantung. Sampai detik itu Bella sama sekali belum tahu apa penyebab ayahnya terkena serangan jantung. Pasalnya ayahnya dalam keadaan baik-baik saja sebelumnya.


Sudah satu jam Bella duduk dengan tatapan kosong di samping jenazah ayahnya menunggu sampai waktu pemakan tiba. Air matanya tidak berhenti mengalir. Bella sangat terpukul dengan kepergian ayahnya yang tiba-tiba.


"Bella, jangan seperti." Felicia mengusap lengan menantunya.


Akan tetapi kesedihan Bella terlalu besar. Hingga apapun yang Felicia perbuat tidak akan berpengaruh untuk Bella.


"Permisi, Bu. Kami harus segera membawa bapak Prayoga ke pemakanan," ucap Rangga.


"Jangan," larang Bella. "Aku masih ingin bersama papa," ucap Bella.


"Bella ... jangan seperti ini, Nak. Kasihan papamu jika kita menunda pemakaman lebih lama lagi. Ikhlaskan papamu agar beliau tenang di sana," bujuk Felicia.


Bella terdiam sejenak sebelum akhirnya menganggukan kepalanya. Bella berdiri dibantu oleh Felicia dan juga Anna. Dengan tatapan kosong Bella memandangi keranda ayahnya membiarkan Keanu dan beberapa orang lainnya membawa ayahnya pergi.


"Pa ...," panggil Bella dengan suaranya yang lirih.


"Sabar, Nak," ucap Felicia.


Mobil jenazah yang membawa jenazah Prayoga sudah melaju. Diikuti beberapa mobil pribadi dimana di dalam satu mobil itu ada Bella. Sepanjang perjalanan ke pemakaman Bella tetap diam membisu. Meskipun terlihat tegar, tetapi air matanya yang mengalir menunjukan kesedihan yang mendalam.


Salah satu pemakanan elit menjadi tempat peristirahatan terakhir untuk Prayoga. Bella turun dari mobil, ia berjalan menuju tempat ayahnya dimakamkan dengan didampingi oleh Anna dan juga Felicia.


Semakin dekat dengan pemakaman sang ayah, Bella merasa kehilangan daya. Bella mulai kehilangan keseimbangan akan tubuhnya karena kakinya sudah tidak mampu menopang tubuhnya.


"Bella!" ucap Anna dan Felicia bersamaan.


Beruntung ada sahabat dan mertua di sisinya yang menjaganya.


"Sabar, Bella." Anna mengusap pundak Bella mencoba memberikan dukungan pada sang sahabat.


Bella menganggukan kepalanya mencoba untuk tegar. Setelah menarik napasnya dalam-dalam Bella kembali berjalan dengan mengenggam erat tangan sahabat dan ibu mertuanya.


Bella sudah mencoba untuk tegar, tetapi dinding pertahanannya runtuh. Saat melihat jenazah ayahnya mulai dimasukan ke liang lahat Bella kembali menangis.


"Bella ...." Felicia membawa Bella masuk ke pelukannya membiarkan Bella mengeluarkan rasa sedihnya.


****


Setelah pemakan selesai Bella kembali ke rumah bersama keluarganya. Sampai malam tiba Bella masih mengurung diri di dalam kamar. Tidak satupun orang yang ingin Bella temui, termasuk juga suami dan mertuanya.


Keanu masuk ke kamar untuk membujuk Bella untuk makan. Ketika masuk Keanu masih melihat Bella berdiri di dekat jendela, menatap ke langit dengan pandangan kosong. Hati Keanu terasa teriris melihat kondisi Bella.


"Bel, aku bawa makanan untukmu," ucap Keanu.


"Aku tidak ingin makan," tolak Bella.


"Kumohon makanlah! sudah dari tadi pagi kamu belum makan apapun," bujuk Keanu.


"Tidak, Mas," tolak Bella.


Keanu mengela napas dan berjalan ke arah Bella setelah meletakkan makanan ke atas meja.


"Bel .... tolong jangan seperti ini." Keanu memeluk Bella dari belakang.


"Aku ingin sendiri, Mas. Tolong tinggalkan aku sendiri," ucap Bella tanpa melihat ke arah Keanu.


"Bel —" Ucapan Keanu langsung dipotong oleh Bella.


"Please," mohon Bella.


"Oke ...." Keanu melepaskan pelukannya. "Tapi kumohon makanlah. Jangan menyiksa dirimu sendiri. Aku tidak ingin kau sakit." Keanu memilih pergi memberikan waktu kepada Bella untuk sendiri.


Keanu keluar dari kamar dan menutup pintu perlahan. Saat akan pergi Keanu melihat ibunya sedang berjalan mendekat ke tempatnya berdiri.


"Loh, Keanu mana Bella?" tanya Felicia.


"Dia sudah mau makan?" Felicia disambut gelengan kepala Keanu.


"Aku sudah membujuknya. Tetapi dia tetap tidak ingin makan." Keanu menjawab dengan wajah yang tertunduk.


"Ini tidak benar. Sudah seharian ini dia tidak makan apapun," ucap Felicia.


"Biar Mami yang coba untuk membujuk Bella," ucap Felicia.


"Jangan, Mam. Sebaiknya kita beri Bella waktu untuk sendiri," larang Keanu.


Sebenarnya Felicia takut jika terjadi sesuatu dengan menantunya, tetapi mungkin benar kata Keanu, Bella membutuhkan waktu untuk sendiri. Meninggalnya Prayoga merupakan sebuah pukulan besar bagi Bella.


"Ya sudah. Mami sama papi pamit dulu. Jaga diri kalian baik-baik," ucap Felicia.


"Ya, Mam." Keanu menganggukkan kepalanya. "Ayo aku akan mengantar kalian sampai teras," imbuh Keanu.


"Baiklah, ayo." Felicia mengusap lengan Keanu seraya menganggukkan kepalanya.


Keanu bersama Felicia melangkah menjauh dari depan kamar Bella. Setelah itu mereka melangkah bersama ke teras depan rumah.


"Kami pulang ya. Jaga dirimu dan terus berikan dukungan pada Bella. Istrimu pasti sangat sulit melewati ini," pesan Kenzo.


"Itu pasti, Pi," ucap Keanu.


"Ya sudah kami pulang dulu. Besok Mami akan datang lagi," pamit Felicia yang langsung dianggukki oleh Keanu.


Ketiganya kembali melangkah ke dekat mobil. Keanu membuka pintu mobil untuk ibunya dan kembali menutupnya ketika ibunya sudah berada di dalamnya. Setelah mobil kedua orang tuanya melaju Keanu melambaikan tangannya.


Mobil kedua orang tuanya sudah menjauh dari pandangannya. Keanu kembali ke dalam rumah. Segera ia pergi ke kamar untuk melihat keadaan Bella. Keanu merasa sangat khawatir dengan keadaan istrinya.


Tiba di depan kamar Keanu tidak menunda untuk membuka pintu. Betapa terkejutnya melihat Bella duduk di lantai dekat tempat tidur. Keanu juga melihat Bella menangis sampai sesegukan.


"Sayang, kamu kenapa?" Keanu berjalan cepat untuk menghampiri Bella. "Ayo berdirilah," ucap Keanu.


"Jangan menyentuhku!" larang Bella.


Bella menjerit serta mendorong Keanu menjauh. Apa yang dilakukan oleh Bella jelas membuat Keanu terkejut dan bingung.


Apa yang terjadi dengan Bella?


"Bella, kamu kenapa?" Keanu ingin menghampiri Bella, tetapi dicegah oleh Bella.


"Jangan mendekat!" larang Bella. "Jangan berani menyentuhku!" larang Bella.


"Tapi kenapa?" tanya Keanu tidak mengerti.


"Aku jijik denganmu! Jangan pernah berani menyentuhku!" teriak Bella.


"Bella, tolong! Jelaskan apa yang terjadi! Kenapa kamu jadi seperti ini?" pinta Keanu.


Bella tidak menjawab. Ia meraih ponselnya yang ada di tempat tidur. Terlihat Bella sedang mencari sesuatu di dalam ponsel miliknya. Setelah menemukannya, Bella menunjukan kepada Keanu.


"Apa ini, Mas?" Bella bicara dengan nada suaranya yang tinggi. "Jadi selama ini kau sudah mengkhianatiku?" imbuhhya.


Mata Keanu membulat sempurna melihat video malam panasnya dengan Amel. Jangankan Bella, Keanu yang melihatnya juga merasa jijik.


"Bella, tolong dengarkan penjelasanku dulu," mohon Keanu.


"Jelaskan apa? Kau mengatakan tidak akan pernah kembali pada wanita itu. Tapi ini apa?" bentak Bella. "Jika kau memang masih mencintai wanita ini kenapa mau memeberikan aku harapan dan kebahagiaan?" Bella menangis sejadi-jadinya. Ada kemarahan, kekecewaan, dan kesedihan yang sedang dirasakannya.


"Bel, aku tahu kamu marah dan kecewa melihat video tadi. Tapi aku bersumpah tidak ada niatan sedikitpun aku untuk mengkhianatimu atau bahkan untuk kembali padanya," ucap Keanu. "Bel, tolong dengarkan penjelasanku. Aku mohon!" pinta Keanu.


"Tidak! Sekarang tolong kamu pergi, tinggalkan aku sendiri!" usir Bella.