
Keanu mengumpat merasa kesal dengan dirinya sendiri. Kenapa rasanya sulit sekali mengungkapkan perasaannya kepada Bella. Saat dirinya yakin untuk ingin mengungkapkan perasaannya, tetapi saat berhadapan langsung dengan Bella tiba-tiba saja lidahnya menjadi kaku. Kini Keanu merasa sangat frustrasi menahan perasaannya kepada Bella.
Hari Sabtu Keanu sengaja tidak datang ke kantor. Niatnya ingin mengajak jalan-jalan Bella. Setelah mandi Keanu merasa heran saat Bella terlihat sedang bersiap-siap untuk pergi. Padahal dirinya belum memberitahukan kepada Bella jika ingin mengajaknya pergi.
”Eh, Mas kau sudah selesai mandi? Kebetulan sekali, aku mau minta izin,” ucap Bella sambil menyapukan blush on ke area tulang pipinya.
“Kau mau ke mana berdandan se-rapi itu?” tanya Keanu.
“Aku ada janji,” jawab Bella.
“Dengan siapa?” Keanu bertanya lagi.
“Azka,” jawab Bella singkat.
“Apa pria itu lagi? Batalkan sekarang juga,” perintah Keanu.
“Tidak bisa,” tolak Bella.
“Kenapa?” tanya Keanu.
“Aku sudah janji. Aku tidak mau mengingkari janji,” jawab Bella.
“Janji apa?” tanya Keanu yang menahan rasa kesalnya.
“Issh, kau terlalu banyak bertanya. Sudah seperti wartawan saja.” Bella berbalik menatap Keanu.
“Aku ini suamimu. Jelas aku harus tahu detailnya,” ucap Keanu. “Sekarang katakan apa yang kau janjikan kepada Azka?” tanya Keanu.
“Azka sudah mau membantuku. Jadi untuk imbalannya dia mengajakku kencan,” jelas Bella.
“Apa, kencan? Apa dia kehilangan akal sehat? Bagaimana bisa dia mengajak kencan istri kakaknya sendiri.” Nada bicara Keanu terdengar sangat kesal.
Bella terkikik geli melihat Keanu merasa kesal. Tidak salah memilih Azka untuk memanasi Keanu.
“Kenapa? Cemburu?” ledek Bella.
Keanu terdiam, ia ingin mengatakan 'iya aku cemburu', tetapi kenapa sangat sulit. Suaranya seperti tertahan di tenggorokan.
“Jangan percaya diri! Kalau kau ingin mencari pria lain setidaknya cari pria yang baik, bukan seperti Azka yang selalu bergonta-ganti pasangan,” ucap Keanu.
“Dia baik kok.” Bella membela Azka.
“Baik dari mana. Pria yang suka berganti-ganti pasangan setiap harinya dibilang baik.” Keanu menggerutu, tetapi masih bisa didengar oleh Bella.
“Sudahlah aku mau lanjut siap-siap. Sebentar lagi Azka akan datang.” Bella kembali menatap cermin melihat pantulan dirinya.
Dari cermin Bella memerhatikan Keanu. Suaminya nampak biasa saja. Mungkinkah suaminya memang tidak mencintainya. Namun, tanpa Bella ketahui Keanu ingin sekali melampiaskan amarahnya. Hanya saja ia terlalu malu untuk mengungkapkan kekesalannya.
“Mas,” panggil Bella.
“Ada apa?” sahut Keanu tanpa melihat ke arah Bella.
“Apa kau rela aku mencari pria lain?” Bella terlihat kecewa.
“Terserah jika itu bisa membuatmu bahagia,” ucap Keanu.
Dalam hatinya Keanu sangat tidak rela. Keanu mendesah merasa kecewa dengan dirinya sendiri. Kenapa lidahnya bertolak belakang dengan hatinya.
”Baiklah kalau begitu.” Bella kembali bersiap-siap, tetapi tidak bersemangat seperti awalnya.
Bella melamun, tetapi klakson mobil Azka terdengar membuat lamunannya menjadi buyar.
“Dia sudah datang. Tapi aku belum siap. Ini semua gara-gara dirimu,” ucap Bella.
“Kenapa marah padaku? Kau sendiri yang terlalu lama berdandan,” ucap Keanu. “Sudah jangan berdandan lagi atau kau bisa membuat Azka besar kepala.” Keanu merasa kesal Bella sengaja berdandan sangat cantik demi pergi bersama Azka.
“Sudah sana kalau mau pergi. Tapi ingat jangan pulang lebih dari jam 7 malam,” lanjut Keanu.
“Kalau begitu jangan pulang sekalian!” Keanu keluar kamar dengan menutup pintu sangat keras menimbulkan suara yang nyaring.
“Dia sebenarnya kenapa sih? Tidak peduli, tapi kesal. Aneh.” Bella bertanya kepada dirinya sendiri. “Mas kenapa kau membuatku merasa bingung.”
Bella berjalan menuruni anak tangga sambil mencari sosok suaminya. Sampai di lantai dasar Bella melihat Keanu sedang duduk sendiri di ruang tengah sambil menonton televisi. Bella melangkah menghampiri Keanu. Namun, langkahnya terhenti saat Azka memanggilnya.
“Bella, kau sudah siap?” tanya Azka.
”Eh, iya sudah. Maaf membuatmu lama menunggu,” ucap Bella.
“Tidak apa-apa. Aku akan setia menunggumu.” Azka sengaja mengeraskan suara agar Keanu bisa mendengarnya.
Bella mendapatkan isyarat dari Azka. Mengerti dengan isyarat itu Bella menanggapi ucapan Azka.
“Ummm, kamu manis sekali,” ucap Bella dengan suaranya yang dibuat manja.
Bella dan Azka masih berdiri di tempat yang sama menunggu reaksi Keanu. Namun, beberapa saat menunggu tidak ada reaksi apapun. Keanu terlihat asik dengan acara di televisi.
“Azka, bisa kita pergi sekarang?” tanya Bella.
“Tentu saja,” jawab Azka.
Pandangan Bella mengarah pada Keanu yang duduk membelakangi dirinya. Bella sangat berharap Keanu berbalik dan mencegahnya pergi. Namun, itu hanya sekedar harapan membuatnya merasa kecewa.
“Mas, aku pergi dulu,” pamit Bella.
Bella berjalan ke arah Azka sambil menahan sesak dalam dadanya. Azka melihat kekecewaan di wajah Bella. Kasihan sekali kakak iparnya.
“Dasar bodoh! Sampai kapan pria itu menyembunyikan perasaannya. Tapi biarkan saja, akan aku berikan dia sedikit pelajaran,” ucap Azka dalam hatinya.
“Ayo, Bella kita pergi. Akan aku pastikan kau tidak akan melupakan hari ini.” Azka menggandeng tangan Bella membawanya pergi.
Azka membuka pintu mobil untuk Bella. Setelah itu Azka berjalan memutar ke sisi lain dan masuk ke mobil duduk di kursi kemudi.
“Siap untuk bersenang-senang, Kakak ipar?” Azka berseru sebelum melajukan mobilnya.
Di dalam rumah, Keanu menahan amarahnya dengan menggenggam erat telapak tangannya. Ia ingin menahan Bella, tetapi tidak bisa. Ada sesuatu yang menahannya. Keanu membiarkan Bella pergi bersama Azka. Namun, saat ia melihat mobil Azka pergi, Keanu merasa sangat menyesal.
“Ck, payah.” Keanu mengambil kunci mobil lalu pergi menyusul Azka dan Bella.
Keanu memutuskan untuk mengikuti Azka. Tidak akan dia biarkan istrinya pergi hanya berdua dengan pria lain meskipun itu sepupunya sendiri. Apalagi yang Keanu tahu Azka itu pintar menarik hati wanita.
“Sial, tahu begini aku tidak akan membiarkan Bella pergi.” Keanu merasa sangat frustrasi. Ia takut Bella akan jatuh hati pada Azka.
Perlahan tapi pasti. Pandangan Keanu tidak lepas dari mobil Azka. Ia tetap menjaga jarak dengan mobil Azka agar sepupunya itu tidak tahu jika ia sedang diikuti.
Namun, sepertinya Keanu lupa, ia dan Azka tumbuh bersama. Azka sangat mengenal baik sifat Keanu. Dari semenjak membawa Bella keluar dari rumah Azka yakin Keanu akan mengikutinya dan tebakkannya benar. Azka terus memerhatikan kaca spion mobil dan melihat mobil Keanu tidak jauh dari mobilnya.
”Ayo kakak sepupu sampai kapan kau akan terus diam dan memendam perasaanmu.” Azka tertawa di dalam hatinya.
Azka kembali berkonsentrasi mengemudi. Ia memanggil Bella untuk mengatakan jika Keanu mengikuti mereka. Beberapa kali Azka memanggil Bella, tetapi tidak ada sahutan. Azka melihat ke arah Bella, ternyata Bella sedang melamun.
“Ck, pantas saja tidak menyahut,” gumam Azka.
Azka menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal lalu mengela napas. Ia merasa heran kepada Bella dan Keanu, sama-sama cinta, tetapi sulit mengakui perasaan masing-masing.
“Ck, kenapa aku berada di situasi yang sulit seperti ini. Ini semua gara-gara kakak sepupu yang gengsinya kelewat itu,” gerutu Azka.
Azka memutuskan untuk tidak mengganggu Bella. Biarkan saja Bella tidak mengetahui jika Keanu sedang mengikutinya.
“Ini pasti akan seru. Lihat saja kakak sepupu, kau sudah mempersulit diriku dan aku akan membalasnya. Jika aku tidak bisa menyatukan kalian berdua jangan sebut aku Azka,” batin Azka.
Azka menambah laju kecepatan mobilnya. Ia ingin membuat kakaknya kalang kabut mengejarnya. Namun, sepertinya Keanu tidak ingin menyerah begitu saja. Saat melihat Azka menambah laju kecepatan mobilnya, Keanu juga ikut menancap gas. Ia tidak ingin sampai kehilangan jejak Azka.
”Dasar kakak sepupu.” Azka melipat bibirnya untuk menahan tawanya saat Keanu berusaha keras mengejar mobilnya. “Ayo, kakak, kita sedikit bermain-main.”