
Hadiah untuk kelulusannya, Bella meminta kepada Keanu hanya waktu luang. Karena waktu luang Keanu bak sesuatu yang sangat sulit Bella dapatkan. Keajaiban seolah terjadi saat Keanu mau meluangkan waktu untuknya.
“Jadi kita mau ke mana?” Keanu bertanya sambil mengendari mobilnya.
“Ke pusat perbelanjaan saja. Kita nonton, belanja, dan makan,” jawab Bella antusias.
“Apa tidak ada kegiatan lain selain makan?” ucap Keanu setengah mengejek Bella.
“Makan itu kebutuhan utama kita,” ucap Bella.
“Kau banyak makan, tapi tidak gemuk. Aku seperti memeluk tulang tanpa daging,” ejek Keanu.
“Kau jahat sekali.” Bela mengerucutkan bibirnya karena ejekkan Keanu.
Perjalanan mereka cukup lambat karena terjebak kemacetan. Jika biasanya Keanu maupun Bella malas sekali dengan kemacetan, kini dalam hati mereka berharap kemacetan itu tidak akan pernah berakhir.
Saat kemacetan mulai hilang laju mobil yang Keanu kendarai mulai lancar. Mereka pun sampai di salah satu pusat perbelanjaan elite. Keanu berputar-putar mencari tempat untuk memikirkan mobilnya. Setelah menemukannya Keanu segera memarkirkan mobilnya.
“Hei, apa yang ingin kau lakukan? Kenapa kau membuka pakaianmu?” Bella merasa gugup saat Keanu tiba-tiba saja membuka jas dan dasi yang dikenakannya.
“Apa kau pikir aku tidak merasa sesak sepanjang hari memakai pakaian seperti ini?” tanya balik Keanu.
“Oh.” Gara-gara kejadian di kantor ayahnya, Bella masih saja berpikir Keanu akan kembali menciumnya.
“Kenapa? Apa kau pikir aku akan melanjutkan apa yang kita lakukan di kantor papa tadi?” goda Keanu.
Bella terperanjat saat Keanu tahu apa yang sedang dirinya pikirkan.
“Ti-dak,” gagap Bella.
“Benarkah?” Keanu menatap Bella dengan tatapan nakalnya.
“Kenapa kau menatapku seperti itu?” Bella tergagap karena merasa gugup.
Kegugupan Bella makin bertambah saat Keanu kembali mendekatkan wajahnya. Semakin dekat, dan semakin dekat. Bella memejamkan matanya saat bibir mereka hampir bersentuhan, tetapi ia tidak merasakan apapun. Bella membuka matanya saat mendengar suara Keanu di telinganya.
“Ini yang pertama untukku. Jadi ... aku tidak melakukannya di dalam mobil,” bisik Keanu.
“Hah, apa? Yang pertama?” Bella mengerutkan keningnya tidak terlalu mengerti dengan perkataan Keanu.
Keanu menarik diri menjauhkan dirinya dari Bella. Ia menggulung lengan tangannya sampai batas siku. Setelah itu ia juga sedikit mengacak-acak rambutnya agar terlihat sedikit nakal. Penampilan Keanu sudah tidak lagi terlihat seperti CEO, melainkan seperti pria nakal.
Bibir Bella melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman saat melihat penampilan Keanu saat itu.
“Kenapa kau melihatku seperti itu?” tanya Keanu.
“Kau sangat tampan. Sekarang aku merasa pergi bersama pria yang satu umur denganku,” puji Bella.
“Tentu saja. Aku ini awet muda.” Keanu membanggakan dirinya yang membuat Bella memutar bola mata.
“Hei, kau belum menjawab pertanyaan dariku,” ucap Bella.
“Pertanyaan yang mana?” tanya Keanu.
“Apa kau benar-benar masih perjaka?” Bella bertanya dengan sedikit keraguan.
“Kenapa kau ingin tahu?” tanya Keanu.
“Hanya ingin tahu saja,” jawab Bella.
“Kau mau membahas masalah ini atau kita pergi nonton sekarang?” tanya Keanu.
“Kita nonton sekarang saja.” Bella memilih diam saat melihat ekspresi wajah Keanu.
“Kalau begitu ayo turun!” ajak Keanu masih dengan ekspresi kesal.
“Iya.” Bella membuka pintu lalu turun terlebih dahulu.
Bella berjalan ke dekat Keanu lalu melingkarkan tangannya ke lengan pria yang berstatus suaminya. Keduanya masuk ke salah satu pusat perbelanjaan. Tempat yang pertama mereka tuju adalah bioskop. Bukan film romantis yang akan mereka tonton, tetapi film animasi dengan tokoh berbentuk kotak seperti spons yang berwarna kuning.
Puas mengocok perut mereka dengan film animasi, kedua keluar dari bioskop. Mereka kembali melangkah mengelilingi bagian dalam dari pusat perbelanjaan tersebut.
“Kita mau ke mana lagi?” tanya Keanu.
“Mau belanja atau makan dulu ya?” pikir Bella. “Menurutmu lebih baik makan atau belanja?” tanya Bella.
“Kalau kau tanya pendapatku, maka aku akan menjawab lebih baik kita pulang,” jawab Keanu membuat Bella memberengut.
“Jangan tunjukan ekspresi wajah seperti itu,” suruh Keanu.
Daripada meminta pendapat Keanu lagi Bella berjalan sesuka hatinya sambil terus merangkul lengan Keanu. Saat akan masuk ke sebuah butik langkah mereka terhenti saat ada suara yang memanggil Bella.
“Bella.”
Bella dan Keanu menoleh ke asal suara. Keduanya melihat Anna dan kekasihnya berdiri tidak jauh dari mereka.
“Anna, kau di sini juga?” Bella dan Anna saling mencium pipi satu sama lain.
“Senang sekali bisa bertemu dengan kalian di sini,” ucap Anna.
“Ya, aku meminta waktu suamiku sebagai hadiah atas kelulusanku,” ucap Bella.
“Bagaimana kalau kalian ikut kami,” usul Beni.
“Ke mana?” tanya Bella.
“Aku ada vila di puncak. Kami ingin menghabiskan waktu bersama di sana. Kami mengajak yang lain juga, tapi mereka sibuk dengan acara mereka sendiri. Kalau kalian bisa ikut kami tidak akan membatalkannya,” jelas Beni.
Sebenarnya Bella ingin sekali ikut, tetapi ia tahu Keanu pasti akan mementingkan pekerjaannya dan juga pastinya Amel.
“Emm ... bagaimana ya? Mas Keanu ... dia —” Sebelum Bella menyelesaikan ucapannya Keanu lebih dulu memotongnya.
“Tentu saja. Itu juga kalau kalian tidak keberatan kami akan merepotkan,” potong Keanu.
“Kami akan senang hati direpotkan oleh kalian,” ucap Beni. “Iya, 'kan, Sayang?”
“Tentu saja,” imbuh Anna.
“Tapi ... permisi sebentar.” Bella menarik Keanu menjauh dari Anna dan Beni. “Kau yakin mau ikut? Bagaimana dengan pekerjaanmu?” tanya Bella.
“Ada Rangga. Aku bisa cuti satu atau dua hari,” jawab Keanu. “Aku juga ingin bersantai sebentar.”
“Apa yang kalian bicarakan?” tanya Anna tiba-tiba.
“Tidak ada,” jawab Keanu. “Dia hanya belum meminta izin dari papanya,” kilah Keanu.
“Ck, ya ampun Bella. Kau ini pergi dengan suamimu? Kenapa harus takut ayahmu tidak akan mengizinkannya,” ucap Anna.
“Baiklah, bisa kita berangkat sekarang?” tanya Keanu.
“Bisa, tapi kita akan belanja dulu untuk acara barbeque nanti,” jawab Anna.
“Setuju, ayo kita pergi sekarang,” seru Keanu.
Bella melongo melihat Keanu sangat antusias untuk liburan. Ada apa ini? Tumben sekali.
“Bella, ayo!” Anna menarik Bella.
“Iya,” ucap Bella.
Keempat orang itu berjalan bersama ke supermarket yang ada di dalam pusat perbelanjaan itu. Mereka mengambil banyak makanan dan minuman serta beberapa barang-barang yang mereka perlukan. Tidak terasa dua keranjang sudah terisi penuh. Mereka lalu membawa dua keranjang ke kasir.
“Biar saya yang bayar semua,” ucap Keanu.
“Eits, gini-gini saya juga punya uang,” ucap Beni.
Begitulah pria, tidak ingin terlihat rendah di mata para wanita, apalagi wanita yang mereka cintai.
“Baiklah, kita bagi dua saja,” usul Keanu yang langsung dianggukki setuju oleh Beni.
Setelah membayar semua belanjaan, mereka melangkah ke tempat mobil mereka terparkir. Saat baru keluar dari super market, Bella tidak sengaja menabrak seseorang.
“Maaf, aku tidak sengaja ....” Mata Bella membulat melihat siapa yang bertabrakan dengan dirinya. “Amel.”
Keterkejutan bukan hanya dirasakan oleh Bella, melainkan juga Keanu. Waktu seolah berhenti berputar saat enam pasang mata itu bertemu.
“Bella, kau tidak apa-apa?” tanya Anna.
“Tidak.” Bella memutus pandangannya dengan Amel, begitu juga dengan Keanu.
“Kalau begitu apa yang kita tunggu. Ayo kita pergi.” Pandangan Anna mengarah pada Amel. “Mba, maaf ya teman saya tidak sengaja.”
Setelah mengatakan kalimat itu, Anna menarik Bella dan Keanu, mengajak mereka pergi meninggalkan tempat itu sekaligus meninggalkan Amel yang sedang menahan amarahnya.