
Di dalam perjalanan.
"Bagaimana jika nanti James bertemu kita?". Tanya Rosemary.
"Memangnya kenapa? tidakkah mungkin kita tak bertemu dengannya disana. Kita saja merayakan festival ini di istananya". Balas Hans.
"Bukan begitu, kira kira apa yang akan ia lakukan ketika bertemu kita nanti". Ucap Rosemary penasaran.
"Aku rasa, ia akan menjaga tingkah lakunya nanti putri, aku yakin itu". Ujar Hans.
"Semoga saja apa yang kau katakan itu benar". Balas Rosemary.
"Mengapa kau terlihat gelisah? kau tak perlu khawatir cintaku. James tidak akan berani macam macam jika ada aku". Ucap Hans.
"Iya cintaku, aku tidak akan gelisah lagi". Balas gurau Rosemary.
"(tersenyum) nah itu bagus". Ucap Hans tersenyum.
...****************...
Sesampainya di istana Endonie, Hans dan Rosemary menunggu keluarga mereka di taman istana, sebelum akhirnya memasuki Aula istana untuk menyaksikan Festival. Benar saja, saat sedang menunggu di taman bersama Hans, Rosemary tiba-tiba dihampiri James yang sudah mengetahui kehadirannya.
"Hai putri Rosemary, aku tahu kau pasti datang hahaha". Kata James menyapa.
"Jika pangeran Hans tak mengajakku, mungkin aku tak akan datang". Jawab Rosemary.
"(melirik Hans) baik, baik. Maukah kau ku ajak berkeliling istana ini?". Tawar James.
"Boleh, tapi aku harus bersamanya". Jawab Hans tegas.
"Mohon maaf ksatria pangeran tak diajak". Balas James.
"Aku disini yang bertanggung jawab atas keselamatan putri Rosemary, karena aku yang mengajaknya kemari, jika ada apa-apa dengannya aku harus bertanggung jawab. Untuk itu aku harus waspada". Jelas Hans.
"Sudahlah, jangan berkelahi. Begini, pangeran James, saat ini aku sedang menunggu anggota keluargaku. Jadi, aku akan tetap duduk disini saja". Ucap Rosemary.
"Padahal aku hanya ingin mengajakmu berjalan jalan. Tapi, ya sudahlah tak apa. Jika membutuhkan sesuatu panggil saja aku". Ucap James dengan nada kecewa.
"Maaf ya, lain kali saja". Balas Rosemary.
"(tersenyum) iya tidak apa apa putri". Ucap James.
Tak lama kemudian datanglah Auraline dan Royland. Rosemary yang mengetahui itu pun segera mengajak Hans untuk menghampiri kedua kakak mereka.
"Itu mereka (menunjukk kereta kuda yang ditumpangi Auraline dan Royland) ayo kita kesanaa". Kata Rosemary bersemangat.
"Baiklah, baiklah pelan-pelan jangan terburu-buru, gaun mu panjang nanti terinjak. Lantainya juga terlihat licin". Ucap Hans menasehati.
"(menarik tangan Hans sambil berlari) tidak apa-apa, aku sudah terbiasa". Jawab Rosemary.
Benar saja, saat menginjak lantai halaman istana yang licin membuat Rosemary terpeleset dan hampir jatuh kebelakang.
"Eh eh (crittt suara sepatu Rosemary yang tergelincir).. Kata Rosemary.
Namun, Hans yang ada dibelakang Rosemary pun dengan sigap menangkap dan memeluk tubuh mungil itu.
"Ku bilang juga apa? jangan terburu-buru". Kata Hans halus.
"(berusaha berdiri tegak) iya maaf (tersenyum malu)". Jawab Rosemary malu.
"Ya sudahh ayo jalan pelan-pelan (menggandeng tangan Rosemary)". Ajak Hans.
Sesampainya ditujuan, mereka pun mulai memasuki Aula istana dengan sambutan yang meriah sepanjang istana. Semua orang diminta untuk duduk dan menyantap hidangan yang disediakan sebagai pembukaan acara. Tak lama, akhirnya rangkaian acara pertama dibuka, dengan tarian khas Fanlyland yang unik dan cantik.
"Waahh bagus sekali tariannya, lagunya juga unik dan seru" Puji Rosemary kagum.
"Kau benar, sungguh tarian klasik yang mengagumkan. Terutama ketika disaksikannya bersama denganmu". Ucap Hans.
"Kau sungguh pintar menggoda wanita, kau pasti berbohong kan". Balas Rosemary.
"Berbohong? tentu saja tidak". Saut Hans tersenyum.
"Kau bahkan terlihat seperti seorang pemain wanita". Ejek Rosemary.
"(tertawa) Jangankan pemain, wanita yang ku kenal dekat itu, hanya kau Rose". Balas Hans.
"Begitukah? memangnya kau tak pernah bertemu wanita sebelumnya?". Tanya Rosemary.
"Ya bertemu saja, tapi mereka tidak ada yang menarik". Jawab Hans.
"Mengapa begitu?". Tanya Rosemary.
"Ya memang tidak menarik. Jujur saja, sejauh ini hanya kau yang terlihat menarik di mataku". Balas Hans dengan senyum seringainya.
"Aku tak bercanda Hans". Ucap Rosemary.
"Aku juga tidak bercanda Rose". Balas Hans.
"(tersenyum) baik, baik. Aku rasa kali ini aku percaya". Ucap Rosemary.
Hans yang begitu bahagia dengan kehadiran Rosemary dalam hidupnya itu hanya bisa menjawab dengan senyuman lebarnya. Rangkaian acara selanjutnya adalah sebuah circus dan sulap. Yang membuat Rosemary terpukau kedua kalinya dengan bakat yang dimiliki pemainnya.
Tidak terasa waktu sudah sampai di acara ketiga yaitu pertunjukkan tarian penutup yang selalu membuat penonton terpukau selama perayaan festival. Rosemary yang baru melihat pertunjukkan sebagus itu sangat puas dengan festival itu.
"Pangeran, aku rasa aku ingin buang air kecil. Tunggu sebentar ya". Kata Rosemary.
"Mari ku antarkan". Balas Hans.
"Tak perlu, kau tunggu saja disini. Sebentar saja". Ucap Rosemary.
"Baiklah kalau begitu, berhati hati lah. Ku tunggu disini". Jawab Hans.
Rosemary pun memasuki istana untuk menanyakan dimana letak kamar mandi kepada pelayan istana.
"Boleh ku tau, dimana letak kamar mandi?". Tanya Rosemary.
"Di sebelah kiri aula istana, putri".Jawab pelayan.
Segeralah Rosemary menuju ke kamar mandi. setelah keluar dari kamar mandi, Rosemary yang tadinya hendak kembali menghampiri Hans dihentikan oleh James yang tiba-tiba datang.
"Hai putri, ada yang ingin kubicarakan padamu". Kata James.
"Apa itu? cepat katakan. Aku hendak pulang". Balas Rosemary.
"Ini penting, sebentar saja". Kata James.
"Baiklah, bicaralah". Balas Rosemary.
"Sebaiknya jangan disini, di dalam ruanganku saja". Ucap James.
"Kau tak macam macam kan?". Balas Rosemary waspada.
"Tidak. Kau tak perlu khawatir". Ucap James.
Pergilah mereka ke ruangan James.
"Jadi begini, aku hanya ingin memberi tahu. Bahwa akan ada ancaman bom dari sekutu sains yang semalam perang dengan kerajaan Elevan. Aku tak tahu, hal itu akan terjadi atau tidak. Tapi aku memintamu untuk berhati hati". Jelas James.
"Ancaman yang pernah dikatakan raja Rolland itu, ancaman bom?". Tanya Rosemary.
"Iya, setelah Hans berhasil membunuh pemimpin perang sekutu itu, istri dari pempimpin tersebut, mulai menciptakan bom nuklir mereka". Ucap James.
"Jadi, apa yang harus aku lakukan? apa dia akan menyerang Hans?". Tanya Rosemary khawatir.
"Aku tidak tahu, tapi sesuai informasi, istri pemimpin itu juga mengincar kerajaanmu. Kau berhati hati lah. Waspada saja". Jawab James.
"(terdiam sejenak) baiklah, terima kasih pangeran James. Kau telah memberi tahu ku". Ucap Rosemary.
"Iya sama sama". Balas James.
Tiba tiba Rosemary tak sengaja melihat ke kiri atas dinding ruangan James dan melihat sebuha foto wanita yang sangat mirip dengan sosok ibunya Ailee. Hal itu, membuatnya rindu dengan sang ibu.
"Pangeran, siapa wanita yang ada di foto itu?". Tanya Rosemary sambil berlinang air mata.
"(menoleh) itu mendiang ibuku. Beliau, sudah meninggal sejak 10 tahun yang lalu, tepatnya saat aku berumur 10 tahun". Jawab James.
"Ibumu?". Tanya Rosemary.
"(mengangguk) iya, beliau ibuku. (melihat mata Rosemary yang berlinang air) tunggu, mengapa mata mu berlinang air?". Tanya balik James.
"(mengusap air matanya) oh, tidak apa apa pangeran". Jawab Rosemary.
Melihar Rosemary yang hampir menangis itu, James kemudian mengambil tisu dan mengusap air mata yang berlinang itu.
"Mengapa kau menangis?". Tanya James.
"Tidak, tidak apa apa. Kalau begitu, aku pamit ya. Aku sudah ditunggu Hans di depan". Balas Rosemary.
"Ah, baiklah". Ucap James.
Rosemary pun akhirnya kembali dengan air mata yang terus mengalir. Selain ia sangat merindukan ibunya, ia juga khawatir dengan keadaan Hans yang terancam. Ia terus berjalan dengan mata yang tak kunjung mengering. Dan hal itu membuat Hans bertanya tanya.
"Rose? kau menangis? ada apa?". Tanya Hans panik.
"Hanss, kau terancam!". Balas Rosemary sesenggukan.
"Terancam?". Tanya Hans.
"Aku sudah tau semuanya. James sudah memberi tahu ku soal ancaman itu". Balas Rosemary.
"Apa?! tidak, dia berbohong". Ucap Hans.
"Mana mungkin dia berbohong, aku melihatnya serius ketika berbicara". Balas Rosemary.
"(memeluk erat Rosemary) sudahlah, tenangkan dirimu. Ancaman itu tak membuatku takut". Ucap Hans
"Aku takutt". Saut Rosemary
"Sudahlah, ayo kita pulang". Ajak Hans.
Mereka berdua akhirnya memasuki kereta untuk pulang. Didalam kereta, Hans terus memeluk Rosemary yang ketakutan agar ia bisa tenang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...