
"Iya kak".
"Pemandangan disini benar-benar bagus. Kita bisa melihat pemukiman warga dan ladang yang hijau". Balas Rosemary terpukau.
"Disana juga terlihat ada sebuah istana".
"Coba lihatlah ke belakang". Saut Hans menyuruh melihat ke belakang.
"(menoleh)".
"Wahh kau benar. Bagus sekali, istana siapa ya itu?". Tanya Rosemary.
"Entahlah".
"Tapi istana itu beruntung. Bisa melihat keindahan gunung setiap hari. Awan berkabutnya pun, terlihat sejuk sekali". Balas Royland.
"Betul sekali kak".
"Aku rasa, kita akan selalu memakain pakaian tebal jika tinggal disana". Saut Hans.
"(tertawa kecil)".
"Kau ini ada ada saja". Balas Rosemary.
"Oh iya, apa kalian pernah mendengar cerita tentang goa misterius di hutan ini?". Tanya Royland kepada ketiga orang tersebut.
"Goa apa itu kak? kenapa disebut sebagai goa misterius?". Tanya balik Rosemary.
"Ah goa itu".
"Aku pernah mendengarnya. Konon katanya, goa tersebut bisa mengeluarkan air yang bisa merubah benda menjadi keras seperti batu". Saut Auraline.
"(menoleh)".
"Nah, kau benar. Goa itu disebut misterius, karena goa tersebut yang mengeluarkan air yang sampai sekarang tidak diketahui dari mana asalnya. Jawab Royland.
"Apakah kita akan kesana?". Tanya Hans.
"Boleh. Goa itu tidak berbahaya kok. Disana juga banyak pengunjung". Jawab Auraline.
"Ayo kita kesana". Ajak Royland.
"Apa tidak berbahaya disana?". Tanya Rosemary sedikit takut, ragu-ragu untuk mengunjungi goa yang dimaksud.
"(tertawa kecil)".
"Memang banyak orang yang menduga kalau goa tersebut menyeramkan dan berbahaya karena julukanya sebagai goa misterius, tetapi sebenarnya goa misterius itu tidak menyimpan bahaya apapun sama sekali". Jawab Auraline.
"Betul itu, Rose. Kau tenang saja". Saut Royland.
"Baiklah kalau begitu, ayo kita kesana". Kata Rosemary.
"Lalu tenda kita bagaimana?". Tanya Hans.
"Tidak apa-apa. Tidak mungkin ada yang mencuri tenda kita, lagipula banyak juga pengunjung yang meninggalkan tenda mereka (menunjuk tenda pengunjung lain)". Jawab Royland santai.
"Baiklahh, ayo". Balas Hans.
Mereka pun akhirnya pergi ke goa misterius yang tadi mereka bahas.
****************
Diistana Elevan.
Clark yang sudah semakin sehat itu melihat kedua adiknya itu tidak ada diistana.
"Royland dan Hans pergi kemana? mereka tidak ada di istana". Gumam Clark pada dirinya sendiri.
Kemudian raja Charless datang dan menjawab.
"Royland dan Hans pergi berkemah di hutan kota, Clark. Mereka meminta izin tadi pagi". Saur raja Charless.
"Oh begitukah ayah?".
"Tumben sekali, mereka tidak memberitahu ku?". Gumam Clark bingung.
"Mungkin mereka masih ingin kau beristirahat, Clark.". Jawab raja Charless.
"Iya mungkin, yah. Nanti saja suatu saat aku yang akan mengajak mereka berkemah lagi". Kata Clark.
Ketiga bersaudara dari kerajaan Elevan itu sangat rukun dan bertoleransi. Clark dikenal sebagai orang yang pemaaf dan rendah hati. Tidak seperti ketiga bersaudara dari kerajaan Ardarish. Yang mulai dari kecil saling bermusuhan antara anak sulung dengan anak bungsu, yaitu Bella dan Rosemary. Bella dikenal sebagai orang yang dengki dan sombong tetapi penyayang. Setiap kali ia melihat kebahagiaan Rosemary, ia akan iri dan semakin membencinya.
...****************...
Diistana Ardarish.
Bella merasa adik-adiknya tidak ada di istana. Meski begitu, ia sudah tidak menghiraukannya lagi.
"(duduk di taman sembari merajut)".
"Aku tidak melihat Rose dan Aura, kemana mereka pergi". Gumam Bella.
Tiba tiba datanglah seorang wanita yang menyapanya. Dan itu adalah bibi nya yang bernama Anna.
"Bella? kau sedang apa?". Sapa bibi Anna.
"(menoleh)".
"Bibi? aku sedang bersantai sambil merajut syal". Balas Bella.
"(duduk menghampiri Bella)".
"Syal? untuk apa?". Tanya bibi Anna.
"(menoleh dan tersenyum)".
"Untuk calon suamiku". Balas Bella.
"Oh iya, kudengar kau akan segera menikah". Ujar bibi Anna.
"(mengangguk tersenyum)".
"Iya bi. Bibi ada perlu apa kemari?". Ucap Bella.
"Hanya berkunjung Bell. Sudah lama sekali aku tidak kemari". Balas bibi Anna.
"Ah begitu rupanya". Gumam Bella.
"Kemana adik adikmu? aku rasa istana ini sepi sekali". Tanya bibi Anna.
"Mana lah ku tahu, bi. Mereka selalu pergi bermain bersama kekasih mereka, entah pergi kemana". Balas Bella.
"Mereka tidak mengajakmu?". Tanya bibi Anna.
"(menggelengkan kepala)".
"Tidak".
"Ya sudah tak apa. Kau lanjutkan merajutmu. Bibi mau bertemu dengan ayahmu". Ucap bibi Anna.
"(tersenyum)".
"Iya bi".
Setelah bibi Anna masuk ke dalam istana, Bella pun kembali melanjutkan kegiatan merajutnya.
...****************...
"Mengapa semakin masuk, semakin gelap ya? aku jadi ragu untuk kesana". Tanya Rosemary ragu.
"(tertawa kecil)".
"Namanya juga hutan. Suasana semakin gelap karena kita semakin menjauh dari tenda pengunjung". Jawab Hans.
"Nah, kau betul Hans".
"Tapi kau tak perlu khawatir Rose. Disana banyak sekali pengunjung". Saut Royland.
"(menunjuk)".
"Ah lihat itu, Rose. Banyak sekali pengunjungnya". Ucap Auraline.
"(menoleh)".
"Wah, iya. Kakak benar. Lagipula, untuk apa aku takut. Kan ada Hans".
"(menoleh dan tersenyum)".
"Kenapa jadi aku?". Gurau Hans.
"(mengangguk tersenyum)".
"Kau tidak akan membiarkanku ketakutan kan". Balas Rosemary.
"(mendekat dan tersenyum seringai)".
"Ah tentu saja tidak". Ucap Hans.
"(melirik kedua adiknya itu)".
"(tersenyum) kalian ini ada ada saja". Saut Auraline.
"Biasa lah itu, masih muda". Balas Royland.
Setelah mereka bergurau sambil berjalan menuju goa misterius, mereka mulai serius dengan perjalanan masing-masing. Sesampainya disana, benar saja goa misterius itu dipadati oleh pengunjung dari berbagai kerajaa. Banyak juga dari mereka yang membawa sebuah kamera polaroid 635Cl untuk mengambil gambar goa tersebut.
Rosemary tidak mengira jika di dunia yang ia tinggali itu, sudah terdapat kamera. Hal itu, membuatnya penasaran dan bertanya mengapa kerajaannya tidak memiliki kamera tersebut.
"Yang mereka bawa itu apa kak? kamera?". Tanya Rosemary.
"(melihat benda yang dibawa seorang pengunjung)".
"(mengangguk) iya, itu kamera". Balas Auraline.
"Wah, dia punya kamera".
"Kenapa kita tidak memilikinya?". Tanya Rosemary.
"Memangnya untuk apa?".
"Mereka yang memiliki kamera, biasanya orang yang gemar fotografi". Balas Auraline.
"Ah begitu ya (tersenyum)". Gumam Rosemary.
Saat hendak memasuki goa, Royland tiba-tiba disapa oleh teman lamanya.
"Royland!". Sapa seorang lelaki.
"(menoleh ke sumber suara)".
"Alex? bagaimana kabarmu?". Balas Royland.
"Syukur, baik".
"Bagaimana denganmu?". Ucap Alex.
"Baik juga".
"Kau mau masuk juga?". Balas Royland.
"(mengangguk tersenyum)".
"Aku ingin mengambil gambar, di dalam goa itu". Ucap Alex.
"Kau datang bersama siapa?". Tanya Royland.
"Aku sendirian saja". Jawab Alex yang berkemah sendirian.
"Ah kau sendirian". Gumam Royland.
"Iya".
"Ini Hans? (menunjuk Hans)". Tanya Alex.
"(mengangguk tersenyum)".
"Iya. Aku Hans, adik kak Royland". Jawab Hans dengan sopan.
"Ah, kau sudah besar saja Hans". Kata Alex.
"(tersenyum)".
"Iya kak".
"Lalu, dua perempuan ini?". Tanya Alex lagi.
"(tersenyum)".
"Kalau yang ini (menggengam tangan Auraline) calon istriku, Auraline". Jelas Royland.
"Oh, kau sudah mau menikah? selamat ya, Roy". Balas Alex memberi selamat.
"(tertawa kecil)".
"Ah tidakk tidak. Masih belum waktunya". Saut Auraline malu.
"(tertawa)
"Tidak apa-apa semakin cepat semakin baik. Kalau ini siapa (menunjuk Rosemary)". Tanya Alex.
"Ini adikku, namanya Rosemary. Dia kekasihnya Hans". Jawab Auraline memperkenalkan.
"(melirik Hans)".
"Sejak kapan kau jadi kekasihku?". Gumam Rosemary lirih.
"(mendekat)".
"Entahlah, yang terpenting kau milikku". Balas Hans lirih.
"(tersenyum)".
"Ah iya". Balas sapaan Alex dari Rosemary.
"Baiklah. Kalau begitu mari kita masuk?". Tanya Alex.
"Oh iya, ayo masuk.". Ajak Royland.
Mereka mulai memasuki goa tersebut. Dan benar saja, banyak pengunjung yang berkeliling didalam sana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...