
"(tersenyum)"
"Buah tangan apa itu? seharusnya kau tak perlu membelinya kak, merepotkan saja". Jawab bibi Anna.
"Tidak bisa".
"Kau sudah mau membantuku. Sebentar, ku panggilkan pelayan untuk mengambilnya". Kata raja Handry.
Raja Handry kemudian memanggil pelayan dan menyuruhnya untuk mengambil buah tangan yang ia maksud.
Tak lama kemudian, pelayan tersebut kembali membawa sebuah kantong kain besar.
"Besar sekali".
"Apakah ini tidak berlebihan, kak?". Ucap bibi Anna sungkan.
"Berlebihan bagaimana Anna, kau ini adikku, tidak ada yang berlebihan dalam kebaikan". Jawab raja Handry.
"Iya, itu benar Anna. Semoga kau suka dengan buah tangan itu ya".
"(memberikan kantong kain besar itu kepada bibi Anna)". Saut ratu Mia.
"(menerima dan sedikit membuka kantong)".
"Astaga kak, bagaimana aku tidak menyukainya. Ini pasti sangatt mahal, ukiran ini terbuat dari emas". Jawab bibi Anna terkejut dengan isinya.
"(tersenyum lebar)".
"Aku melihat ukiran itu paling bercahaya, jadi aku membelikannya untukmu". Kata raja Handry.
"Kau bisa memajangnya di ruang tamu istanamu". Kata ratu Mia.
"(tersenyum)".
"Iya kak. Terima kasih banyak ya". Balas bibi Anna.
"(tersenyum)".
"Iya, sama sama. Oh iya Rose, ayah dengar sekarang Hans sedang menjalani pelatihan ksatria ya?". Ucap raja Handry.
"(mengangguk)".
"Iya ayah. Maka dari itu, tadi aku dan kak Aura pulang sore. Karena kami menunggu keberangkatnya". Balas Rosemary.
"Ah, sore tadi ya berangkatnya?". Saut ratu Mia.
"(tersenyum mengangguk)".
"Iya ibu". Balas Rosemary.
"Aku juga berencana ingin mengikutkan William ke pelatihan ksatria, kak". Saut bibi Anna.
"Bagus itu. Karena dia sudah beranjak dewasa, sudah sepantasnya dia mengikuti pelatihan itu". Balas raja Handry.
"Akan tetapi, William tidak mau jika ia belum menguasai basic ilmunya". Ucap bibi Anna.
"Aku rasa, jika Hans pulang dia bisa membantu William. Bukan begitu Rose?". Balas raja Handry.
Dalam hati Rosemary, sudah berapa orang yang telah mempercayai kemampuan Hans sebagai seorang ksatria. Mendengar banyak ucapan itu, ia merasa sangat bangga pada Hans.
"(tersenyum mengangguk)".
"Iya ayah. Aku juga berencana untuk meminta bantuan padanya". Ucap Rosemary.
"Iya ayah. Aku juga yakin dengan kemampuan Hans".
"Jangankan mengajari, dia melawan sekutu dan membawa kemenangan saja bisa". Saut Clark.
"(tersenyum)".
"Iya Clark. Dia hebat sama sepertimu". Balas raja Handry.
"(tersenyum)".
"Di balik ada adik yang hebat, ada kakak yang tak kalah hebat juga". Ucap Rosemary.
"(tersenyum)".
"Nah, kau benar Rose". Saut Auraline.
"(tertawa kecil)".
"Kalian ini bisa saja". Balas Clark.
"(tersenyum tipis)".
"Kau di puji adik adikmu, suamiku". Ucap Bella.
"(tertawa)".
"Sudah, sudah. Silahkan dinikmati hidangannya". Ucap raja Handry.
Malam itu, adalah malam yang menggembirakan bagi semua anggota keluarga. Selain itu, malam itu juga menjadi malam yang paling bahagia bagi Rosemary. Yang dimana, ia benar benar sudah dianggap sebagai adik oleh Bella.
Seperti biasa, setelah makan malam selesai, Rosemary masuk ke kamarnya untuk beristirahat.
...****************...
Keesokan paginya Rosemary menjalankan jurnal hariannya seperti biasa. Mulai dari mempelajari ilmu alam.
"Bagaimana putri Rosemary?".
"Apa kau sudah memahami semuanya". Tanya bu Claire selaku guru ilmu alam.
"(tersenyum)".
"Iya bu Claire. Aku sudah mengerti semuanya. Ini semua berkat ajaran ibu Claire, ibu memang guru ilmu alam terbaikku". Jawab Rosemary.
"(tersenyum)".
"Mula mula sekali, kau memanggilku bu Claire". Ucap bu Claire.
"(tertawa kecil)".
"Iya, aku rasa, aku lebih nyaman jika memanggil bu Claire". Balas Rosemary.
"(tersenyum)".
"Terserah putri saja".
"Sekarang, kau sudah menyelesaikan pembelajaran ilmu alam ini". Ucap bu Claire.
"Kalau begitu besok pagi aku sudah tidak belajar lagi?". Tanya Rosemary.
"(tersenyum)".
"Iya. Pembelajaranmu sudah selesai. Setelah lulus dari sekolah menengah. Sekarang kau juga lulus pembelajaran ilmu alam". Jawab bu Claire.
"(tersenyum)".
"Wah, aku senang sekali". Gumam Rosemary.
"Meski pembelajaran ilmu alam yang kau tempuh hanya 5 bulan, tapi kau sudah pandai".
"Kau sungguh luar biasa". Puji bu Claire.
"(tersenyum)".
"Terima kasih untuk ibu Claire yang sudah mengajariku selama 5 bulan ini. Kalau begitu apa yang akan aku lakukan besok pagi?". Kata Rosemary berterima kasih.
"(tersenyum)".
"Sama-sama putri Rosemary. Mulai besok, mungkin kau bisa bangun lebih siang". Gurau bu Claire.
"(tersenyum)".
"Ah, aku bukan orang yang seperti itu bu. Meski begitu, aku tidak ingin bangun lebih siang". Kata Rosemary.
"(tertawa kecil)".
"Terserah putri saja kalau begitu. Kau memang seorang gadis yang rajin". Kata bu Claire.
"Terima kasih ibu Claire, kalau begitu aku kembali dulu ya". Kata Rosemary.
"Iya putri, tetap menjadi sosok putri Rosemary yang rajin dan rendah hati seperti yang aku kenal saat ini ya". Jawab bu Claire.
"(tersenyum)".
"Tentu saja bu, sampai jumpa lagi (tersenyum)". Kata Rosemary.
"Sampai jumpa juga putri". Jawab bu Claire sambil melambaikan tangannya.
Rosemary kemudian keluar dari ruangan. ia memutuskan untuk langsung berkebun sebentar kemudian mandi dan beristirahat. Saat ia berjalan menuju kebun istana, ia dihentikan oleh Gloria yang tiba-tiba berada di istana Ardarish.
"Putri Rosemary tunggu!". Panggil Gloria.
"(menoleh ke belakang)".
"Ah, kau kemari lagi? ada perlu apa sih?!". Tanya Rosemary kesal.
"Kau kenapa? sepertinya suasana hatimu sedang tidak baik". Tanya balik Gloria.
"Tidak, aku baik baik saja. Hanya saja aku tidak suka melihat kehadiranmu yang selalu ingin merusak hubunganku dan Hans!". Jawab Rosemary.
"(tertegun)".
"Maksudnya?". Tanya Gloria bingung.
"(memutar kedua bola matanya)".
"Kau tidak perlu berpura-pura bingung seperti ini!". Jawab Rosemary emosi.
"(tersenyum bingung)".
"Memangnya perlakuan macam apa yang ku lakukan? sampai hubungan kalian terancam rusak?". Tanya Gloria.
"(tertawa remeh)".
"Kau tidak sadar diri ya? di awal pertemuan saja, kau sudah bertingkah gatal pada Hans!" Balas Rosemary.
"Bertingkah gatal bagaimana? aku hanya ingin mengenalnya!". Ucap Gloria tak terima.
"Kau punya otak? untuk apa kau ingin mengenal orang yang sudah memiliki pasangan?!". Tegas Rosemary.
"Memangnya tidak boleh jika kita berteman?!".
"Egois sekali kau!". Ucap Gloria.
"(tertawa remeh)".
"Berteman? cih, omong kosong macam apa itu?!". Balas Rosemary sembari meninggalkan Gloria.
Gloria tertegun melihat keberanian Rosemary itu. Namun, ia tetap bersikeras menjadi ulat di dalam hubungan Hans dan Rosemary.
"Kau sudah berani berbicara kasar padaku ya, Rose".
"Lihat saja, aku tak akan diam saja. Gloria tetaplah Gloria". Gumamnya
...****************...
Rosemary terus berjalan menuju kebun, tanpa menghiraukan kehadiran Gloria sama sekali. Sesampainya di kebun istana, ia melihat William yang sudah berada di dalam kebun.
"Sejak kapan kau berada disini?". Tanya Rosemary.
"(menoleh)".
"Ah, kak Rosemary. Kau sudah menyelesaikan pembelajaranmu? sejak tadi aku sudah berada disini kak. Merawat tanaman ini". Jawab William.
"Ah begitu rupanya?".
"Oh iya Will. Apa kau tahu, dimana kita bisa menemukan banyak tanaman Indigofera Tinctoria?". Tanya Rosemary.
"(menoleh)".
"Indigofera Tinctoria? itu tanaman kesukaanku. Setahuku aku sering melihatnya di dekat sungai Flowbie". Balas William.
"(tersenyum sumringah)".
"Wah, tenyata kau juga menyukai tanaman itu. Lain kali, apa kau bisa mengantar kakak kesana?". Ucap Rosemary.
"(tersenyum mengangguk)".
"Bisa kak. Aku juga mau mengambilnya sedikit". Balas William.
"Ah baiklah, kalau begitu. Terima kasih ya". Gumam Rosemary.
Interaksi mereka berdua dipantau oleh Gloria dari kejauhan. Ia mencari cara untuk bisa memanipulasi Hans sekarang.
"Meski dia adikmu, tapi dia terlihat seperti pria yang sudah dewasa. Aku akan tetap mengirimkan gambar yang sudah ku ambil semalam, pada Hans". Gumam Gloria.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...