
"nah baguslah jika kau tau" gumam James.
Mendengar kata aromatherapy, Rosemary kembali teringat dengan kekasihnya yang selalu insomnia itu. "nanti jika aku sudah sembuh total, bisakah kau berikan alamat tokonya? aku akan mengajak Hans kesana. karena semalam, Hans bercerita dia selalu insomnia, dan dia pasti membutuhkan aromatherapy" terangnya panjang.
James itu tersenyum lebar ketika Rosemary rupanya tertarik dengan produk yang ia ceritakan. "wah tentu saja bisa, Rose. bilang saja padaku, jika kau akan kesana. nanti akan ku antarkan kalian" balas James semangat.
Mengangguklah Rosemary sembari tersenyum manis. "baiklah, nanti akan ku rencanakan dengan Hans" gumamnya.
Tak lama setelah itu, datanglah Auraline sambil membawa nampan berisi hidangan pagi seperti yang ia tawarkan tadi. Tak terlupa, ia juga membawakan secangkir teh untuk diberikannya pada James. "Rose, ayo makanlah dulu. setelah itu minum obat" sahut Auraline sembari mengambil piring diatas nampan yang ia bawa, dan diberikannya pada Rosemary.
Sosok gadis tahta tertinggi rakyat itu mengangguk pelan dan tersenyum. Diterimalah kemudian piring tersebut dengan kedua tangan. "baik, terima kasih banyak kak" ucapnya.
Dibalaslah ucapan terima kasih dari adiknya itu dengan senyuman tulus. Kemudian diambillah juga secangkir teh, dan diberikan pada James. "maaf, tidak ada meja. kuberikan langsung saja padamu ya, pangeran James" ujar Auraline dengan sedikit senyuman kikuknya.
Mendengarnya, James pun sontak menengadahkan kedua tangannya dan tersenyum. "tidak apa apa, putri. terima kasih ya" balasnya.
Setelah memberikan hidangan tersebut pada Rosemary dan James. Auraline pun beranjak pergi dan kembali menuju ruang makan untuk sarapan.
*
*
Sementara Rosemary sedang menikmati makanan paginya. James pun mulai melirik ke arah jam tangan yang ia kenakan di pergelangan tangan kirinya. Dilihatlah jarum jam yang telah menunjukkan pukul 9.
"sudah jam 9. aku harus segera ke toko, Rose" sahutnya tiba tiba.
Rosemary yang tadinya sedang menyendok nyendok nasi pun sontak kegiatannya terhenti. "ah begitukah? baiklah James" balas Rosemary sembari masih mengunyah sisa makanan yang ada di mulutnya.
Berdirilah sosok putra mahkota tunggal tersebut. "terima kasih ya, kau sudah mau menemuiku. aku pulang dulu" ujarnya.
Melihat James yang berdiri, gadis bangsawan itu pun seketika ikut beranjak dari duduknya. "iya sama sama, James. aku akan memberimu kabar jika aku akan mengunjungi tokomu. hati hati di jalan" balas Rosemary panjang.
"baik. sampai jumpa" badan tegapnya mulai berpaling, tangan kanannya melambai pelan ke arah Rosemary.
"sampai jumpa" gumam Rosemary sembari melambaikan tangan kanannya balik.
Selepas kepulangan James, Rosemary pun melanjutkan kegiatan makannya. Meski dengan perutnya yang susah untuk menampung makanan, akan tetapi ia tetap memaksa untuk makan. Karena setelahnya, ia harus meminum obat yang terdiri dari 4 jenis.
"kalo gue ngga maksain diri buat makan, gue jadi ngga bisa minum obat obat ini. gue pengen sembuh!" gumamnya sembari memandangi 4 jenis obat diatas piring kecil, yang terletak di dalam nampan.
Sembari terus mengunyah malas makanan yang ada dimulutnya, Rosemary menghela nafasnya panjang dengan pandangannya yang seketika kosong.
*
*
Disisi lain, di ruang makan istana Ardarish. Anggota keluarga kerajaan itu rupanya telat sarapan pagi. Sebab, di jam 9 pagi pun mereka masih belum menyelesaikan kegiatan makan mereka.
"bagaimana keadaan adikmu, Aura?" tanya sang ratu di sela sela makannya.
"ah syukurlah kalau begitu. ibu dan ayah akan menghampirinya setelah ini" ujar ratu Mia lega.
"aku ikut, bi. aku juga ingin melihat keadaan kak Rose" mendengar hal itu, William pun menyaut dan berencana untuk ikut.
Mengangguklah ratu Mia sembari tersenyum. "iya Will, ikutlah" balas beliau.
"jika Rosemary belum sembuh total, lebih baik besok kita tidak usah berangkat bu. kesehatan Rosemary lebih penting" sahut Bella tiba tiba.
Ucapan Bella yang tiba tiba itu terdengar mengherankan di telinga mereka. Auraline, ratu Mia beserta raja Handry sontak terbungkam dengan kedua mata yang membelalak.
"kau serius, Bella?" tanya raja Handry tak percaya.
Melihat suasana yang seketika begitu hening membuat Bella terkekeh. Ia menyadari bahwa ayah, ibu dan adiknya tak mempercayai ucapannya. "tentu saja serius ayah. aku dan Rosemary sudah menjalin hubungan baik. sampai kapanpun Rosemary itu adikku" terangnya.
Clark seketika mengalungkan lengannya pada sang istri, putra pertama Elevan itu begitu bangga atas kesadaran istrinya. "iya ayah, Bella yang lama sudah hilang. dan berganti menjadi Bella yang baru" sahut Clark sembari menyunggingkan senyumannya.
Kerukunan ketiga putrinya itu merupakan suatu kebahagiaan tak terhingga bagi raja Handry dan ratu Mia. Layaknya sedang berbahagia pada umumnya, mereka pun tersenyum dengan lega. Dan dari ucapan Clark, mereka mengerti bahwa Clark lah yang mencoba memberi nasehat pada anaknya.
*
*
Hari sudah cukup siang, dan Hans pun akhirnya sampai di istana Ardarish. Suasana hatinya seketika kembali memburuk, ketika ia memasuki ruang tamu istana. "aduh, kenapa lagi ini? kenapa suasana hatiku tiba tiba memburuk" gumamnya lirih.
Sembari menunggu William yang sedang dipanggil oleh pelayan, ia pun terduduk di sofa ruang tamu. Dan lama setelahnya, William pun datang.
"pagi kak Hans" sapanya seraya mengangkat tangan kanannya.
Menolehlah Hans sembari tersenyum "pagi Will" balas Hans. Merasa ada yang kurang dengan ruang tamu istana itu, Hans pun teringat dengan Rosemary yang senantiasa menunggunya disana. Namun, pagi yang sudah sedikit siang itu, bahkan tak terlihat sedikit pun sehelai rambutnya. "hmm, mana Rosemary? biasanya dia sudah menungguku disini" tanya ksatria pangeran itu.
Mendengar pertanyaan Hans, raut wajah William seketika memasam. Ia takut jika Hans khawatir dengan Rosemary setelah ia memberitahunya jika sang kakak itu sedang sakit. "hmmm, itu kak. kak Rose sedang sakit. tapi, tapi dia sudah lebih baik dari semalam. jadi kau tidak perlu khawatir" terangnya gugup.
Kata sakit terdengar begitu rancu di telinga Hans. Kedua matanya seketika membelalak. "sakit? sakit apa dia? bisa ku lihat keadaannya sekarang?" balas Hans panik.
William mengangguk cepat. "iya kak, ayo ku antarkan kesana. aku yakin, kak Rose pasti menunggumu" ujar William yakin.
Tanpa menunggu apapun, Hans dan William segera menghampiri Rosemary. Dengan langkah mereka yang begitu cepat, mereka pun akhirnya sampai. Di kamar itu, tidak hanya terdapat Rosemary. Tapi seluruh anggota keluarga termasuk Bella dan Clark berada disana.
Sebagai seorang Rosemary, kedua mata jelinya seketika menangkap jelas sang kekasih yang sedang memasuki kamarnya. "Hans?!" panggilnya semangat.
Melihat keadaan kekasihnya yang begitu semangat dengan kehadiran dirinya, Hans pun tersenyum lebar. Langkahnya kembali ia percepat dan menghampiri sang kekasih.
Dipeluknya singkat tubuh mungil yang terduduk diatas ranjang itu dengan hangat. "kau sakit apa?" tanya nya halus.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...