
"Seberat apakah hari ini bagimu? coba ceritakan padaku, aku siap mendengarkan". Ujar Hans menawarkan dirinya sebagai pendengar.
"Tunggu aku selesai mandi dulu ya. Tubuhku ini kotor haha" Ucap Rosemary meringis.
"Yah, baiklah akan ku tunggu". Jawab Hans.
Bersiaplah kemudian Rosemary untuk mandi, di perjalanan menuju kamarnya ia berpapasan dengan Auraline yang sedang termenung. Ditanyalah ia dengan Rosemary.
"Adaa apa kak? apa ada masalah?". Tanya Rosemary halus.
"Emm..emm..aku tak sengaja mendengar percakapan ayah dan raja Rolland". Balas Auraline gelisah.
"Ada apa dengan percakapannya?". Tanya Rosemary.
"Aku mendengar raja Rolland berkata "Jika hal itu tidak bisa diatasi, ancaman kerajaan akan datang ke kerajaan ini raja!.". Aku tak tahu apa maksud ucapan raja Rolland itu". Jelas Auraline.
"Benarkah itu?apa hanya itu yang kakak dengar?". Tanya Rosemary.
"Iya, hanya itu. Selebihnya aku tidak tahu. Karena suara mereka terlalu kecil. Tetapi,selagi ayah tidak mengatakan apapun. Kita tak perlu khawatir. Balas Auraline.
"(berfikir) apa kita harus bertanya sesuatu kepada ayah kak?". Tanya Rosemary gelisah.
"Tak perlu Rose, kita hanya perlu waspada saja. Jawab Auraline
Rosemary hanya menjawabnya dengan anggukan gelisah, kemudian memasuki kamarnya untuk mandi.
...****************...
Hans yang sedang menunggu di ruang tamu istana itu kebetulan bertemu dengan raja Handry dan langsung diajaknya pergi ke ruangan pribadi raja untuk menanyakan keadaan Clark.
...****************...
Disamping itu, Rosemary yang selesai mandi dan berdandan itu, keluar dari kamarnya untuk turun dan menghampiri Hans yang menunggu nya di ruang tamu istana.
"Ehh..kemana dia?apa dia udah pulang?mana mungkin..Hans nggak pernah kayak gitu.". Kata Rosemary.
Kemudian ia keluar dan melihat kuda yang ditunggangi Hans masih ada di halaman istana. Rosemary semakin bingung, entah kemana perginya Hans. Lelah mencari ke halaman istana yang luas itu, akhirnya Rosemary masuk dengan hati kecewa padahal ia hendak menceritakan hari-harinya yang berat itu. Saat sampai di tangga istana, yang ia cari pun akhirnya ketemu, Hans dan raja Handry turun dari atas melalui tangga itu.
"Pangeran Hans, aku mencarimu dari tadi". Kata Rosemary.
"(menoleh) saya akan pikirkan hal ini baik-baik dengan ayah dan kakak, raja. Raja tak perlu khawatir kami siap membantu. Kalau begitu saya permisi". Kata Hans berpamitan untuk menghampiri Rosemary.
"Baikk Hans". Jawab raja Handry.
"(menghampiri Rosemary dengan senyum seringainya) ada yang bisa saya bantu putri?". Tanya Hans memulai candaan.
"Hemm..kemana saja kau? aku mencarimu dari tadi!". Jawab Rosemary sedikit kesal.
"Sekarang kan sudah ketemu, ayo kita duduk di taman". Ajak Hans.
"Baiklah ayoo".Balas Rosemary.
Pergilah mereka ke taman istana. Sesampainya disana, Rosemary menceritakan semua hal yang ia alami termasuk tentang kejadiannya dengan James tadi.
"Begitukah? mungkin dia benar-benar mencintaimu putri.." Pendapat Hans.
"Sudah ku bilang, jangan mengganggu. Tapi dia masih saja menggangguku". Balas Rosemary.
"Kau tak perlu khawatir, bila ia keterlaluan biar aku yang bertindak (sambil memukul pelan dadanya). Ujar Hans.
"Kau bertingkah layaknya pahlawan, Hans". Balas Rosemary dengan senyuman tipis.
"Aku memang pahlawan, pahlawan milik rakyat sekaligus pahlawan milik Rosemary". Ucap Hans.
"(senyum seringai) bisa saja buaya satu ini". Balas Rosemary.
"Aku bukan buaya, aku seorang ksatria". Ucap Hans.
"(tertawa) iya iya, ksatria tampan. Oh iya, ada yang mau kutanyakan padamu". Ujar Rosemary.
"Apa itu?". Tanya Hans.
"Tadi kak Auraline mengatakan bahwa ia mendengar percakapan ayah dengan raja Rolland, terkait ancaman yang mengancam kerajaan ini. Apa kau tau maksud perkataan raja Rolland?". Balas Rosemary.
"Kau sudah mengetahuinya? untuk saat ini aku belum bisa menjelaskan secara detail tentang soal itu. Karena raja memintaku untuk merahasiakan ini sementara waktu. Kau tak perlu khawatir, aku dan anggota keluarga kerajaan Elevan akan membantu kalian". Jelas Hans pelan.
"Mengapa harus dirahasiakan? sebaiknya aku perlu tahu!". Kata Rosemary kesal.
"Bukan begitu. Aku hanya melaksanakan amanah dari raja Handry". Jawab Hans.
"Baiklahh.. aku memang tak perlu tahu". Kata Rosemary kesal.
"(tertawa kecil) kenapa? kau marah padaku? tak perlu kau pikirkan itu, cintaku". Balas Hans.
"Apa? apa kau bilang? cintaku?". Tanya Rosemary terkejut.
"Iya, cintaku. Salahkah?". Tanya balik Hans.
"(tersenyum kecil) tidak ada yang salah darimu". Balas Rosemary.
"(tersenyum) aku tau kau tersipu, lihat kedua pipimu. Tiba tiba merona". Ucap Hans tertawa.
“Merona? Tidakk”. Balas Rosemary tak terima.
“(tersenyum dan mendekatkan wajahnya) kau itu milikku Rosemary”. Ucap Hans.
Rosemary hanya tersenyum dengan kedua pipinya yang merona itu.
“Baiklah, hari sudah menjelang malam, aku pamit pulang ya”. Ujar Hans sambil beranjak dari duduknya.
“ Ah iya, terima kasih sudah mendengar ceritaku”. Balas Rosemary.
“Iya, sama sama. Sampai jumpa besok pagi”. Ucap Hans sambil menunggangi kudanya.
“Iya pangeran, hati hati”. Balas Rosemary sambil tersenyum.
...****************...
KEESOKAN PAGINYA
Pukul 07.30,
Rosemary terbangun dari tidurnya yang nyenyak itu dan bersiap untuk pergi ke festival yang dijanjikan Hans.
“Akhirnyaa..hari yang gue tunggu tiba.. ternyata semakin gue mengenal Hans, gue jadi tau kalo Hans itu sebenernya orang yang penyayang”. Kata Rosemary.
Saat setelah selesai berbicara sendiri, Rosemary mulai mandi dan bersiap-siap.
Jam menunjukkan pukul 08.15, waktunya sarapan. Kali ini sarapan pagi lebih diundur karena akanada festival, jadi semua keluarga kerajaan disibukkan dengan penampilan mereka.
“Pagii Rose,”. Sapa ratu Mia.
“Pagi ibu, ayah, kak Auraline, kak Bella..”. Balas Rosemary.
“Pagii nak,.”. Balas raja Handry.
“Pagii Rose,,”. Balas Auraline.
“Pagi..” Balas Bella singkat.
...****************...
DI ISTANA ARDARISH.
Jam menunjukkan pukul 08.30.
“Sudah pukul 8.30 sudah saatnya aku menjemput Rosemary. Ucap Hans.
Berangkatlah Hans menuju istana Ardarish untuk menjemput Rosemary.
...****************...
Sesampainya di sana ia bertemu dengan Rosemary yang sudah menunggunya di ruang tamu istana.
“Permisi..saya mencari putri Rosemary..” Ucap Hans bergurau.
“(tersenyum) iya saya sendirii.. Jawab Rosemary.
“Mari putri, kita berangkat”.Ajak Hans.
“Mari pangeran”. Balas Rosemary.
Pukul 09.03 akhirnya mereka berdua berangkat lebih dahulu. Tak lama kemudian mereka sampai di lapangan kerajaan Endonie untuk pergi ke pasarnya dahulu.
“Ohh ini pasarnya.. banyak orang yang berjualan ya. Tetapi, apa boleh kita membelinya?. Tanya Rosemary.
“Tentu saja boleh..kau boleh membeli apapun disini. aku ingin melihat beberapa perlengkapan pedang.. apakah kau mau ikut?”. Kata Hans.
“Tentu.. aku tidak bisa sendirian disini, aku ikut saja kemana kau pergi”. Balas Rosemary.
“Baiklah kalau begitu. Kita hanya punya waktu 1 jam disini..karena nanti pukul 10.00 semua anggota kerajaan dinegara Fanlyland akan memasuki Aula kerajaan Endonie untuk menyaksikan Festival Arrayan”. Jelas Hans.
“Begitukah? Baik pangeran”. Jawab Rosemary.
Hans dan Rosemary pun akhirnya mengelilingi pasar tersebut. Hingga tidak sadar waktu, jam sudahmenunjukkan pukul 09.50.
“Pangeran..apa kita harus pergi ke aula sekarang?”. Tanya Rosemary sambil berjalan.
“Iya. Jam nya sudah menunjukkan pukul 09.50”. Kata Hans sambil menunjuk jam besar yang ada di tengah dinding istana Endonie.
Mereka kemudian kembali dan melanjutkan perjalanannya menuju istana Endonie, untuk menyaksikan festival sekaligus menunggu anggota keluarga mereka masing-masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...