I'LL MARRY YOU, PRINCESS

I'LL MARRY YOU, PRINCESS
CINTA YANG PERLAHAN TERWUJUD



DI AULA KERAJAAN


"Mohon maaf raja, bolehkah saya mengenal lebih jauh putri Rosemary?". Tanya James.


"Sekali lagi saya katakan, Rose sudah saya jodohkan. Mohon maaf pangeran James". Jawab raja Handry.


"Bukan raja, saya hanya ingin berteman dengannya". Ucap James


"Jika ingin berteman, silahkan saja". Balas raja Handry.


"Apa kau tertarik dengannya James?". Tanya raja Rolland.


"Bukan begitu ayah, ia sangat cantik..". Jawab James memuji.


"Iya, bukan hanya kau yang mengatakan hal itu pangeran James hahaha".  Saut raja Handry.


Saat setelah pembicaraan mereka selesai, raja Rolland dan James pun akhirnya kembali pulang.


...****************...


KEESOKAN PAGINYA


Cuaca terpantau cerah. Rosemary bangun lebih awal hari ini. Ia berencana untuk lari pagi hari itu.


"Pagi yang cerah hari ini..minum teh dulu lah ya, terus lari pagi ..". Ucap Rosemary.


Tak berselang lama, Rosemary pun memulai rencananya. Tak lupa juga, ia meminta izin kepada sang ibu. Saat hampir sampai gerbang istana tiba-tiba ia dikagetkan oleh kehadiran Hans.


"Haii..mau kemana kau putri? memakai baju berkuda? memangnya sudah bisa berkuda?. Ucap Hans dengan tawa kecilnya.


"Sudah jangan banyak bicara. Aku mau lari pagi. Mau ikut kah?". Balas Rosemary.


"Sejak kapan ada budaya lari pagi sambil mengenakan baju berkuda?". Kata Hans mulai mengejek.


"Tidak bisakah kau tidak mengejekku pangeran..". Ucap Rosemary mulai kesal.


"Begini saja..bagaimana kalau saya ajarkan kau cara berkuda?. Tanya Hans.


"(tersenyum) baik, dengan senang hati aku menerima tawaran itu".Jawab Rosemary senang.


"Tapi kali ini tidak gratis". Ujar Hans Jahil.


"Kenapa begitu?, memangnya berapa koin emas yang harus kubayar?". Tanya Rosemary heran


"Aku tak butuh koin emas, bayar saja dengan senyuman manismu". Balas Hans dengan senyum seringainya.


"Baiklahh (tersenyum lebar)". Ucap Rosemary.


Niat Rosemary lari pagi diurungkan oleh Hans yang tiba-tiba datang dan menawarinya untuk diajarkan berkuda.


...****************...


SEMENTARA ITU,


Di istana James, ia yang baru bangun langsung berniat pergi ke istana Ardarish untuk bertemu Rosemary.


"Hari yang cerah, sebaiknya aku pergi ke istana Ardarish untuk menemui putri Rosemary..". Ucap James.


James akhirnya mulai bersiap-siap dan meminta izin kepada raja Rolland, sang ayah. Dengan begitu, James pun berangkat menuju istana Ardarish dengan menunggangi kuda kesayangannya.


...****************...


DI ISTANA ARDARISH


"Tidak apa-apa, jangan ragu.. percayalah padaku". Jawab Hans.


"Baiklah kalau begitu, akan ku coba".Ucap Rosemary


Rosemary pun mencoba menaikinya dan berhasil.


"Wah.. aku bisa. Ini lebih mudah dari yang bayangkan. Lalu bagaimana denganmu?". Ucap Rosemary.


"Nah mudah sekali bukan... aku akan naik dibelakangmu". Balas Hans.


Saat setelah Hans menaiki kuda tersebut. Rosemary merasa sedikit canggung dengan kedekatannya itu. Namun, ia tak munafik. Di hari itu, mau tak mau ia mulai mengakui perasaanya pada Hans dalam hati. Saat mengajarinya berkuda, Hans benar benar mengajarinya dengan halus dan serius. Rosemary merasa nyaman dengan perlakuan Hans kala itu. Hingga akhirnya lama kelamaan Rosemary mulai mengerti cara berkuda.


"Bagaimana sudah mengerti cara berkuda?". Tanya Hans halus.


"Iya aku sudah mulai mengerti caranya. Terima kasihh pangerann..". Jawab Rosemary berterima kasih.


"Baiklah kalau begitu aku turun,cobalah kendarai sendiri ya..". Kata Hans.


"Baik akanku coba.." Jawab Rosemary.


Akhirnya Hans turun dari kuda yang ditunggangi Rosemary. Rosemary pun mencoba mengendarai kuda tersebut dengan hati-hati. Namun, entah mengapa saat Rosemary mengibas tali kuda tersebut, kuda tersebut bergerak tak terkontrol hingga membuat Rosemary terjatuh dan menimpa tubuh Hans. Rosemary dan Hans tak sengaja saling menatap. Disaat itu pula James datang ke istana dan melihat kejadian itu lalu menegurnya.


"(tepuk tangan) ohh jadi seperti ini kelakuan ksatria pemegang gelar Green Knight? hahaha". Ejek James pada Hans.


Mereka akhirnya bangun dan sedikit tertawa dengan kejadian tersebut hingga menghiraukan ejekan James.


"Haduhh...hahahh maaf karena terlalu bekerja keras".Ucap Rosemary pada Hans.


Hans hanya tersenyum lebar kemudian menjawab ejekan James.


"Maaf, apa yang kau katakan tadi? apa kau meremehkanku?". Tanya Hans.


"Tidak, aku hanya berkata sesuai kenyataan". Jawab James.


"Asal kau tahu. aku sedang mengajari putri Rosemary berkuda..dia tidak sengaja terjatuh saat mengendalikan kudanya! tak perlu kau membawa gelar ksatria ke dalam masalah ini!".Jelas Hans mulai emosi.


"Terlalu banyak alasan, seharusnya sebagai seorang ksatria kau harus punya wibawa. Tapi, nyatanya?". Hina James pada Hans.


"Rakyat tidak membutuhkan seorang ksatria yang berwibawa. Tetapi, rakyat membutuhkan seorang ksatria yang mampu melindungi dan mengayomi mereka! Dasar pria b*d*h. Ayo putri, kita masuk.." Balas Hans yang emosi sembari menggandeng tangan Rosemary kemudian pergi.


Perang mulut antara Hans dan James akhirnya selesai. Rosemary masih tidak berani mengatakan sepatah kata pun kepada Hans. Saat masuk istana, barulah ia berani membuka suara pada Hans.


"Pangeran Hans? apa amarahmu sudah reda?". Tanya Rosemary sedikit takut.


"(tersenyum) tidak ada amarah untukmu putri, aku hanya tidak terima jika gelar ksatria di lecehkan seperti itu". Jawab Hans.


"Begitukah? sedari malam dia sudah mulai menggodaku, tetapi godaannya membuatku tak nyaman". Ucap Rosemary bercerita.


"Pantas saja. Ia pasti akan berusaha bersaing denganku untuk mendapatkanmu". Balas Hans.


"Maaf, tapi kurasa kau yang akan jadi pemenangnya". Ucap Rosamary tersenyum.


"Sudah jelas".


"Oh iya, besok kita jadi ke festival kan? bagaimana kalau aku menjemputmu? kita berangkat lebih awal, karena aku akan mengajakmu ke pasar festival, banyak orang berjualan disana..". Ajak Hans.


"Dengan senang hati pangeran Hans yang tampan". Balas Rosemary


Mereka berdua berencana untuk berangkat lebih awal. Sebelum akhirnya Hans memilih untuk pulang, James datang dan memotong pembicaraan mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...