I'LL MARRY YOU, PRINCESS

I'LL MARRY YOU, PRINCESS
KABAR TERKAIT PEPERANGAN



"Mengapa pangeran Royland kemari? tidak biasanya dia seperti ini..". Tanya Rosmary sambil memasuki istana.


"Mungkin ada sesuatu yang harus disampaikan". Jawab Hans.


Mereka melihat pangeran Royland berada di aula istana bersama raja Handry, dan menyuruh pelayan untuk memanggil semua keluarga kerajaan. Saat setelah semua anggota kerajaan berkumpul di aula istana, pangeran Royland pun mulai mengatakan tujuannya datang ke istana.


"Saya kemari ingin memberi tahu bahwa pangeran Clark ditemukan terluka parah di pediaman, saya mohon raja bantu kami, dengan mengerahkan sedikit pasukan perang milik raja. Dan, Hans kau harus menggantikan pangeran Clark disana. Untuk berjaga jaga apabila tiba tiba ada serangan tak terduga dari sekutu". Jelas Royland.


"Apaaa? lalu bagaimana keadaannya sekarang? aku ingin menemuinya!!". Saut Bella panik.


"Baiklah pangeran, saya akan segera mengirim pasukan perang kesana. Kami juga akan secepatnya datang ke istana Elevan untuk melihat keadaan pangeran Clark. Jangan khawatir kami siap membantu". Ucap raja Handry.


"Kami benar-benar berterima kasih raja. Saat ini pangeran Clark masih belum sadarkan diri, tetapi sudah mendapatkan penanganan dari tabib keraajaan". Ucap Royland.


"Baik kalau begitu, mari kita kesana sekarang". Ajak raja Handry.


Keluarga kerajaan Ardarish bergegas pergi ke istana Elevan untuk melihat keadaan pangeran Clark. Sebelum itu, raja Handry sudah menyuruh pesuruh kepercayaannya untuk menginformasikan perajuritnya agar menyiapkan pemberangkatan pelaksanaan perang di lapangan Mergoriesh.


...****************...


Sesampainya di istana Ardarish keluarga kerajaan Elevan dikagetkan dengan keadaan Clark yang sangat memperihatinkan, sekujur badannya luka-luka dan dirinya tidak sadarkan diri. Meski begitu ia masih bisa diselamatkan. Bella yang melihat itu sangat terkejut hingga membuat semua orang ikut menangis.


"Pangeraaann...bangunlah..aku ada disini...". Ucap Bella sembari menangis dan menggengam tangan Clark.


Clark yang tak sadarkan diri, tentu saja tak menjawab sepatah kata pun.


Disisi lain, Hans dipanggil oleh raja Charless untuk menyiapkan alat-alat yang selalu ia pakai untuk berperang dan segera berangkat ke pediaman pasukan Elevan. Setelah mempersiapkan semua alat yang hendak ia bawa, Hans duduk di taman istana sembari menunggu para pasukan perangnya mempersiapkan diri mereka. Lalu, datanglah Rosemary.


"Pangeran apa kau tidak mempersiapkan dirimu dengan berlatih?". Tanya Rosemary.


"Berlatih? untuk apa? aku sudah memegang ilmunya. Selain ilmu, kita juga harus yakin dan percaya diri" Jawab Hans.


"Bukankah lebih baik kau tidak menyombongkan dirimu?" Ucap Rosemary pelan.


"Aku tidak menyombongkan diriku. Tapi aku hanya percaya pada diriku sendiri. Dan semesta tidak akan berpihak pada kejahatan, rakyat Elevan tidak akan hidup jika berada di tangan mereka.". Jelas Hans.


"Baiklah jika kau berkata begitu, aku juga percaya kau tidak akan pulang membawa tangan kosong". Ujar Rosemary.


"Tentu saja, kau tenang saja". Balas Hans


"Entah, aku tak bisa tenang. Aku dihantui ketakutan". Ucap Rosemary jujur.


"Ketakutan hanya akan membawa kegelapan. Kau itu indah, jangan biarkan kegelapan itu menyelimuti dirimu". Balas Hans.


"Aku rasa kau semakin bijak sekarang". Ucap Rosemary.


"Aku rasa kau juga mulai mencintaiku". Balas Hans dengan senyum seringainya.


"Tidakk, a-aku hanya menghawatirkan para rakyatt, itulah yang aku takutkan". Ucap Rosemary sedikit kesal..


"(senyum seringai) tidakkah mungkin kau tidak terpikat padaku, Rosemary". Balas Hans menyombong.


"Percaya dirimu terlalu tinggi pangeran".Ujar Rosemary


"Jika tidak tinggi, itu bukan Hans namanya haha". Jawab Hans tertawa kecil


Rosemary hanya tersenyum melihat tawa kecil Hans. Meski selalu membuatnya kesal, sejujurnya Rosemary tidak ingin Hans meninggalkannya. Akan tetapi, hal itu sudah menjadi kewajiban Hans.


...****************...


Semua prajurit mulai di persiapkan, alat-alat sudah terpakai rapi pada badan mereka, tak luput juga Hans yang sudah siap untuk mengambil kemenangan perang demi rakyatnya.


"Jaga diri baik baik pangeran, aku percaya padamu!". Ucap Rosemary memberi semangat


(mengangguk dan memberi senyuman lebar pada Rosemary).


Tak selang beberapa lama keluarga kerajaan Ardarish kembali pulang ke istana mereka. Di perjalanan pulang Rosemary mulai bertanya tanya pada dirinya sendiri, mengapa ia masih saja memikirkan Hans.


"Kenapa ya, gue kek khawatir bangett gitu. Padahal dia nyebelin. Apa karena gue mulai cinta sama dia? aah ga mungkin, ga mungkin bangett!". Gumamnya dalam hati.


...****************...


SESAMPAINYA di PEDIAMAN.


"Pangerann...apa pedang ini diletakkan disini?". Tanya seorang prajurit.


"Iya..letakkan saja serapi mungkin ya..". Jawab Hans.


"Baik pangeran". Jawab prajurit.


Saat setelah prajurit itu pergi, Hans mulai berbicara sendiri.


"Mengapa aku jadi terus memikirkan Rose ya?". Ucap Hans.


"Tidakkah mungkin ia benar benar tidak terpikat denganku? lihat saja Rose, kaulah gadis masa depanku" . Gumam Hans lagi.


...****************...


Sementara itu, di kerajaan Elevan tiba-tiba dikagetkan dengan kesadaran Clark. Ratu Elisa yang saat itu sedang menjaganya pun kemudian memanggil pelayan untuk memberi tahu raja.


"Clark..bagaimana keadaanmu nak?". Tanya ratu Elisa.


"Saaakkitt ibu". Jawab Clark merintih.


"Yang kuat ya, ibu yakin kau pasti akan segera sembuh". Ucap ratu Elisa.


"Bagaimana dengan perang itu bu?". Tanya Clark gelisah.


"Hans sudah menggantikanmu, kau tak usah khawatir. Fokus saja dengan kesembuhanmu". Jawab ratu Elisa.


Kemudian sang raja datang bersama tabib kerajaan untuk memeriksa keadaan Clark.


KEESOKAN HARINYA


Rosemary bangun dan mulai menjalani jurnalnya. Disamping itu, iya juga terus memikirkan Hans.


"Sekarang perang itu pasti sudah dilaksanakan... lebih baik gue berdoa deh, daripada gelish terus menerus". Ujar Rosemary.


Ia pun akhirnya pergi ke gereja untuk mendoakan Hans, sebelum melaksanakan semua jurnalnya.


DI PEDIAMAN HANS


Benar saja sesuai dugaan, sekutu kembali menyerang pediaman pasukan prajurit Elevan. Dan menemui serta mengancam Hans selaku pemimpin perang.


" Tidakkah mungkin semesta memberikan kemenangan pada oknum kejahatan seperti kalian?!". Ucap Hans dengan lantang pada pemimpin sekutu itu.


"Kita buktikan saja dulu! seharusnya kau sadar, kakakmu saja tak mampu mengalahkan kami". Jawab pemimpin sekutu.


"Begitukah?!". Ucap Hans.


"Kami memang sengaja tidak membunuh Clark, karena kudengar ia akan segera menikah. Maka dari itu, kau yang seharusnya ku musnahkan pria kecil!". Jelas pemimpin sekutu.


"Apa kau bilang? pria kecil?! baiklah, akan ku buat kalian malu karena gugur di tangan pria kecil!". Ujar Hans membara.


Perang pun dimulai, satu demi satu prajurit dari masing-masing pihak mulai berkurang. Namun, dengan ilmu dan kekuatannya, Hans hampir menghabiskan semua prajurit sekutu hingga tersisa sangat sedikit, hal itu membuat pemimpin sekutu kuwalahan menghadapi prajurit Hans yang masih tersisa banyak. Hingga titik terakhir Hans mengakhiri perang itu dengan membunuh tragis pemimpin sekutu. Setelahnya Hans dan prajurit yang tersisa sekitar 34 orang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...