
Waktu makan malam pun tiba, keluarga kerajaan Ardarish menikmati hidangan makan malam tersebut dengan hati gembira, atas kehamilan Bella.
"Bagaimana Bell?".
"Apa kau sudah tidak merasa mual lagi?". Tanya raja Handry.
"(tersenyum)".
"Tidak ayah. Bahkan, aku sudah bisa merasakan bagaimana lezatnya hidangan ini". Balas Bella.
"(tersenyum)".
"Syukurlah, nak. Ibu senang mendengarnya". Saut ratu Mia.
"Wah, sebentar lagi kita punya ponakan kak". Ucap Rosemary pada Auraline.
"(tersenyum sumringah)".
"Kau benar, Rose. Aku tidak sabar ingin menggendongnya". Balas Auraline.
"(tersenyum)".
"Doakan saja, kehamilanku lancar sampai persalinan ya". Ucap Bella pada kedua adiknya.
"(tersenyum sumringah)".
"Pasti kak. Semesta selalu memberkatimu". Balas Rosemary.
"(tersenyum mengangguk)".
"Semesta memberkatimu, kak Bella". Saut Auraline.
Semenjak pernikahannya, Bella tidak lagi membenci Rosemary. Karena ia merasa sudah menemukan kebahagiaanya sendiri bersama suaminya. Hal itu, membuat Rosemary begitu bahagia hidup di dalam keluarga kerajaan itu.
Setelah makan malam selesai. Rosemary kembali ke kamarnya. Meski, Hans baru saja berangkat ke pelatihannya, Rosemary sudah merasa rindu padanya.
"Aneh banget".
"Padahal, dia barusaja berangkat loh. Kok gue udah kangen ya". Gumamnya.
Di sela sela bergumam. Ia kemudian terpikir untuk mengirim surat pada Hans.
"Ah, gimana kalo gue kirim surat aja".
"(tertawa)".
"Jadul banget ya, kalo mau ngasih kabar harus kirim surat dulu. Tapi yaudah lah". Gumamnya lagi.
Ia kemudian mengambil selembar kertas bersih dan mulai menulis. Di dalam surat tersebut, ia menulis pertanyaan mengenai bagaimana perasaan Hans ketika sampai di sana, dan nasehat untuk tetap menjaga kesehatannya. Saat Rosemary sedang menulis ia dikagetkan dengan kehadiran kakak tercintanya, Auraline.
"(membuka pintu kamar)".
"Rose? sedang apa kau?". Panggil Auraline.
"(terkejut)".
"Astaga kak! mengagetkan saja". Balas Rosemary terkejut.
"(tertawa)".
"(berjalan menghampiri) maaf, aku langsung membuka pintu. Sedang apa kau?". Tanya Auraline.
"(menulis)".
"Iya tidak apa apa. Ini aku sedang menulis surat untuk ku kirimkan pada Hans". Balas Rosemary.
"Ah begitu. Kapan kau akan mengirimkannya?". Tanya Auraline.
"(menoleh dan tersenyum)".
"Besok pagi kak". Balas Rosemary.
Setelah surat sudah dibuat olehnya, ia pun memutuskan untuk istirahat dan akan segera memberikannya kepada pengirim surat kerajaan besok pagi.
Keesokan paginya, sekitar pukul 9 pagi, ia bergegas menuju pengirim surat yang berada tidak jauh dari gerbang istana.
Hal itu diketahui oleh Gloria yang tidak sengaja melihat Rosemary saat kembali dari jalan jalan paginya.
"Itu kan Rosemary?!".
"Sedang apa dia". Gumam Gloria.
Seusai memperhatikan pergerakan Rosemary, ia pun mulai mengerti apa yang dilakukan Rosemary. Dari situlah, ia pun mulai membuat rencana buruk padanya.
"Ah, sepertinya dia sedang mengirim surat".
"Ku dengar, Hans sedang menjalani pelatihan. Surat itu pasti untuk Hans". Gumamnya.
"(tertawa)".
"Aku tau apa yang harus ku lakukan!". Gumamnya lagi.
Gloria kemudian berniat untuk mengganti surat tersebut dengan isian kata-kata kasar dan juga ucapan buruk yang sama sekali tidak pernah dikatakan oleh Rosemary. Ia pun segera pulang untuk menulis surat yang akan ia ganti tersebut.
"(berlari memasuki kamar, dan mengambil selembar kertas)".
"Aku harus bergegas. Ini kesempatanku untuk menciptakan kesalahpahaman diantara mereka lagi".
"(tertawa)". Gumam Gloria.
Gloria yang licik itu tidak segan segan mengganggu hubungan Hans dan Rosemary lagi. Ia tetap bersikeras untuk merebut Hans dari Rosemary.
Selesai menulis surat tersebut, ia pun kemudian bergegas untuk mengirimkan surat itu pada pengirim surat tadi.
"(tertawa kecil)".
"Sudah selesai. Aku harus segera memberikan surat ini".
"Aku juga akan membawa plat-rayyer untuk menyalin tanda tangan Rose nanti". Gumam Gloria sembari tertawa.
****************
Sementara itu, di istana Ardarish sedang kedatangan keluarga kerajaan Elevan. Clark yang mengetahui itu segera membawa mereka menuju kamar untuk menghampiri Bella.
"Selamat anakku".
"Kau akan menjadi seorang ibu. Dan kau Clark, kau akan menjadi seorang ayah". Ucap raja Charless.
"Iya, semoga kau selalu diberi kelancaran hingga hari kelahiran nanti ya, Bella". Saut ratu Elisa.
"(tersenyum)".
"Terima kasih ayah, ibu. Aku dan suamiku akan selalu menyayangi bayi ini hingga dewasa nanti". Jawab Bella sambil mengelus perutnya.
"Terima kasih juga ayah, sudah menyempatkan waktu untuk menjenguk istriku. Padahal tadi ayah hendak berangkat untuk menjenguk Hans". Saut Clark.
"(tertawa kecil)".
"Tidak apa-apa, lusa saja kami kesana". Jawab raja Charless.
"Tteokk ttokkk".
"Rose..". Panggil Auraline.
"(menoleh ke arah pintu)".
"Iya kak, masuk saja". Jawab Rosemary.
"(membuka pintu kemudian masuk)".
"Sedang apa kau?". Tanya Auraline.
"Merajut kak".
"Karena waktuku sedang luang, jadi aku memutuskan untuk merajut saja". Jawab Rosemary.
"Ah begitu".
"Begini Rose, kakak kesini ingin memberi tahu kau bahwa raja Charless berencana untuk berkunjung ke pelatihan Hans besok lusa. Apabila kau ingin ikut, kau bisa mengajukan perizinan padanya". Kata Auraline.
"(terseyum lebar)".
"Benarkah? tentu saja aku ingin ikut!!". Jawab Rosemary.
"Kalau begitu cepatlah keluar!".
"Raja Charless berada di kamar kak Bella". Kata Auraline.
"Ah baiklah kak".
"Ayo antarkan aku kesana". Ucap Rosemary.
"Iya, ayo". Balas Auraline.
****************
Gloria pun akhirnya menghampiri pengirim surat tersebut dan mengatakan bahwa ia disuruh Rosemary untuk mengganti surat tersebut.
"Pak, saya diminta putri Rosemary untuk menggantikan surat yang ia kirim tadi dengan surat ini (menyerahkan surat yang ia buat)". Kata Gloria.
"Begitukah? tetapi mohon maaf, anda siapa ya? mengapa tidak putri Rosemary sendiri saja yang mengantarkan suratnya?". Tanya bapak pengirim surat itu ragu dengan ucapan Gloria.
"(wajah jutek)".
"Bapak tidak percaya dengan saya?!, saya ini putri kerajaan Eilian!. Putri Rosemary tidak bisa mengantarkannya sendiri karena ia sedang sibuk berkebun hingga membuat tangannya kotor!". Jawab Gloria emosi.
"(tersenyum)".
"Oh begitu, saya hanya bertanya putri tidak bermaksud membuatmu emosi seperti ini". Kata bapak pengirim surat.
"Kalau begitu, mana suratnya pak?".
"Biar saya ambil kembali". Ucap Gloria.
"Ini benar benar pinta sang putri Rosemary kan?". Balas bapak pengirim surat tak percaya.
"(mengangguk)".
"Iya pak. Kalau bapak tidak percaya, bapak tanyakan saja langsung!". Tegas Gloria.
"Ah ya sudah".
"Ini (memberikan surat yang Rosemary kirimkan)". Balas bapak pengirim surat.
"Sebentar ya pak".
"Saya bawa sebentar". Ucap Gloria.
Setelah membawa surat yang asli, Gloria langsung membawa nya menjauh ke suatu tempat untuk menyalin tanda tangan Rosemary.
"(memberikan surat)".
"Ini pak. Kata putri Rosemary, suratnya sudah benar. Tadi ada kesalahan ucapan". Ucap Gloria sembari memberikan surat tersebut.
"Baiklah, kalau begitu".
"Suratnya saya terima". Balas pengirim surat tersebut.
Setelah ia mengganti surat tersebut. Gloria memanggil pelayan dan menyuruhnya untuk meletakkan surat buatan Rosemary di dalam laci meja kamar Rosemary.
****************
Akhirnya Rosemary dan Auraline pun sampai di kamar Bella.
"Raja Charless?". Panggil halus Rosemary.
"(menoleh)".
"Iya nak?". Jawab raja Charless.
"Apakah besok lusa, anda akan berkunjung ke pelatihannya Hans?". Tanya Rosemary.
"Iya, saya berencana untuk mengunjunginya besok lusa. Memangnya kenapa?". Jawab raja Charless.
"Saya boleh ikut kah?". Tanya Rosemary.
"(tersenyum)".
"Tentu saja boleh, ikutlah". Jawab raja Charless.
"Iya, Rose. Ikutlah nak". Saut ratu Elisa.
"(tersenyum lebar)".
"Terima kasih raja Charless, ratu Elisa". Kata Rosemary.
"Iya. Lusa nanti sekitar pukul 9 kau harus sudah siap ya. Kau tunggu saja di teras depan". Kata raja Charless.
"Oh, saya di jemput? apa tidak saya saja yang datang kesana raja?". Tanya Rosemary.
"Tidak, tidak perlu. Biar kami saja yang kemari. Lagipula saya juga hendak mengajak raja Handry dan ratu Mia". Jawab raja Charless.
"Ah begitu. Apa kalian sudah bertemu dengan ayah dan ibu saya, raja?". Tanya Rosemary.
"(tersenyum)".
"Belum, nak. Dimana ya mereka". Jawab raja Charless.
"Iya Rose. Kemana mereka?". Tanya ratu Elisa.
"Biar saya panggilkan dulu". Kata Rosemary.
"Ah baiklahh". Gumam raja Charless.
Setelah mendapat izin dari raja Charless, Rosemary benar-benar lega dan tidak sabar untuk bertemu Hans besok lusa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...