
Sesampainya mereka di tenda, mereka mencari keberadaan sang kakak yang belum kembali ke tenda.
"(bingung)".
"Loh, kakak kemana? ku kira mereka akan datang lebih dulu?". Ucap Rosemary bingung kemana sang kakak pergi.
"(mengangguk)".
"Iya, aku juga mengira mereka sudah kembali, ternyata belum, bagaimana kalau kita cari?". Ajak Hans.
"(mengangguk)".
"Boleh, ayo". Balas Rosemary.
"Kau tidak lelah kan?". Tanya Hans.
"(menggeleng)".
"Tidak, ayo (menggenggam tangan Hans)". Balas Rosemary.
Merekapun akhirnya mencari keberadaan kakak mereka.
...****************...
Kembali pada James dan sang guru yang sedang bercakapan itu.
"Kau mau menanyakan apa, pangeran James?". Tanya sang guru.
"Dulu, kau pernah bercerita padaku. Akan ada dua jiwa yang bereinkarnasi di negri ini. Apa itu benar benar adanya?". Jelas James.
"(tersenyum)".
"Kau masih mengingat cerita itu ya". Ucap sang guru.
"(mengangguk)".
"Tentu, aku tertarik dengan ceritanya". Balas James.
"(mengangguk tersenyum)".
"Iya, cerita itu bukan sekedar cerita. Itu sebuah kebenaran". Ucap sang guru.
"Lalu, apa kau tahu siapa jiwa tersebut?". Tanya James.
"Aku tidak tahu jika itu. Yang ku tahu, jiwa yang bereinkarnasi bukanlah dari bangsa kita, melainkan dari bangsa lain". Jelas sang guru.
"Bangsa lain? maksudnya?".
"Bagaimana bisa bangsa lain tiba tiba bereinkarnasi menjadi bangsa kita?". Tanya James lagi.
"Menurutku, mereka yang bereinkarnasi itu masih belum bisa dianggap reinkarnasi".
"Karena raga mereka dikehidupan yang sebelumnya, masih belum dinyatakan mati". Jelas sang guru.
"Jadi, mereka masih bisa kembali ke kehidupan mereka yang sebelumnya?". Tanya James.
"(mengangguk)".
"Karena kemungkinan, raga mereka masih dalam keadaan sakit ataupun jatuh koma". Balas sang guru".
"Tapi, bagaimana cara agar mereka bisa kembali ke kehidupan sebelumnya?". Tanya James.
"Konon katanya, mereka harus meminum ekstrak daun indigofera tinctoria yang dicampur dengan air telaga hyris, yang letaknya berada di dekat menara hyris".
"Tapi, meski mereka sudah meminumnya, mereka akan tetap kembali ke negri ini". Jawab sang guru.
"Kenapa guru?". Tanya James.
"Mereka sudah terikat takdir". Balas sang guru.
Mendengar pernyataan dari sang guru. James teringat dengan ucapan Rosemary kapan lalu, yang menjelaskan bahwa dirinya bukan putri Rosemary, melainkan seorang rakyat biasa yang bernama Ailee.
...****************...
Hans dan Rosemary berusaha mencari sang kakak hingga akhirnya bertemu, dan ternyata kedua kakak mereka juga sedang perjalanan kembali ke tenda untuk menikmati makan siang. Sesampainya di tenda, mereka pun mulai menikmati makan siang mereka.
"Mari makan siang". Ucap Auraline.
"Mari putri". Balas Royland.
"(mengelus perutnya)".
"Aku masih kenyang kak". Saut Hans.
"(tertawa)".
"Ya jelas lah. Kau saja sudah makan lebih dulu tadi". Balas Rosemary.
"(tertawa)".
"Iya, tadi dia tidak sarapan. Makanya lapar". Saut Royland.
"(menatap Hans)".
"Kenapa kau tidak sarapan?". Tanya Rosemary.
"Aku terlambat bangun". Balas Hans.
"Kau pasti lelah karena perkelahian itu ya". Ucap Rosemary dengan pandangan sendunya pada Hans.
"(tersenyum)".
"Tidak. Kalaupun aku merasa lelah, ketika aku melihatmu rasa lelah itu akan hilang". Balas Hans.
"(tersenyum)".
"Kau ini, bisa saja". Gumam Rosemary.
...****************...
Di Istana Ardarish.
Bella dan Clark sudah menyelesaikan kegiatan mereka dan membawa hasil karya ke meja makan. Sesuai dengan ucapan ratu Mia, mereka akan menyantap hidangan penutup buatan anaknya itu setelah makan siang selesai. Setelah mereka menyantap hidangan utama, Bella segera mengambil hidangan penutupnya ke piring yang sudah disiapkan.
"Ini untuk ayah". Ucap Bella
"(menaruh piring didepan raja Handry)".
"Ini untuk ibu". Ucap Bella
"(menaruh piring didepan ratu Mia)".
"Dan ini, untuk pangeran Clark". Ucap Bella
"(menaruh piring di depan pangeran Clark)".
"(tersenyum)".
"Ibu rasa, kau punya bakat dalam bidang memasak, Bell. Lihat kue nya nampak sempurna". Puji ratu Mia.
"Benar sekali istriku".
"Sepertinya ini bakat terpendammu, Bell". Saut raja Handry juga memuji.
"(tersenyum)".
"Terima kasihh ayah ibu, ini semua juga untuk kalian. Semoga kalian menyukainya". Ucap Bella berharap mereka menyukainya.
Mereka mulai menyantap hidangan buatan Bella, dan dibuat terkejut dengan rasanya yang begitu lezat. Perpaduan antara bahan pokok ubi dan selai coklatnya terasa sangat enak sekali.
"Bella".
"Apa ini benar-benar buatanmu? rasanya enak sekali". Kata raja Handry terkejut dengan kelezatannya.
"Iyaa benar".
"(tersenyum)".
"Syukurlah, jika kalian menyukainya. Aku tidak membuatnya sendiri. Aku juga dibantu dengan calon suamiku". Jawab Bella senang atas pujian yang diberikan oleh ayah dan ibunya.
"(melongo)".
"Calon suami?". Saut ratu Mia.
"(tertawa kecil)".
"(mengangguk tersenyum) baiklah, kalian memang pasangan yang serasi". Gurau raja Handry.
"(tersenyum)".
"Kau ini bisa saja". Gumam Clark pada Bella.
Tak terasa semuanya sudah menikmati hidangan siang hari. Clark ingat dengan ucapan sang ayah yang memintanya untuk segera pulang, jika sudah selesai. Hingga akhirnya ia berpamitan untuk pulang.
"Aku rasa, aku harus segera pulang putri".
"Aku pamit dulu ya, lain kali aku akan kemari lebih lama". Kata Clark pamit.
"(menoleh)".
"Kenapa cepat sekali? padahal aku ingin kau disini lebih lama". Balas Bella.
"Iya, lain kali aku akan kemari lagi".
"Ayah memintaku untuk tidak lama lama keluar dari istana". Ucap Clark.
"Ah baiklah".
"Terima kasih sudah menemaniku tadi ya, aku sangat senang sekali". Balas Bella berterima kasih walaupun dengan berat hati ia harus melepas Clark untuk kembali ke istananya.
"(mengangguk tersenyum)".
"Iya, sama sama". Gumam Clark.
"Aku juga titip salam untuk raja Charless dan ratu Elisa ya". Ucap Bella.
"Baik. Aku pamit pulang ya". Balas Clark.
"Iya, hati hati". Ucap Bella.
Istana Ardarish kembali sepi, Bella memilih untuk masuk saja ke kamarnya.
...****************...
Tak terasa hari sudah semakin sore, Rosemary sedikit takut untuk tidur di hutan tersebut, padahal hutan tersebut memang biasa digunakan pengunjung untuk berkemah.
"Kak".
"Hari sudah semakin sore, sebentar lagi malam apa kita aman disini?". Tanya Rosemary gelisah.
"Rose".
"Hutan ini memang digunakan pengunjung untuk berkemah. Tentunya aman disini lagipula disini sangat ramai, lihat saja lampu lampu mereka, akan segera mereka ganti menjadi lampu lentera malam". Jawab Auraline santai.
"Memangnya, kenapa dengan lampu lentera malam?". Tanya Rosemary.
"Lampu lentera malam, lebih terang dari lampu yang mereka gunakan sekarang". Balas Auraline.
"Ah begitu rupanya". Gumam Rosemary.
Malam hari pun tiba, lampu lampu malam terpasang berjajaran dan sangat rapi sehingga kegelapan malam di hutan itu tidak terlihat lagi.
"Ternyata memang terang dan aman ya kak".
"Aku pikir kita akan tidur dalam keadaan remang remang seperti tadi". Kata Rosemary.
"(tersenyum)".
"Tentu saja tidak, Rose. Kak Royland bilang, hutan ini selalu terang. Karena lampu yang dipasang oleh para pengunjung. Bukan begitu kak". Saut Hans kemudian menyinggung Royland.
"(mengangguk)".
"Iya. Hutan kota ini tidak pernah sepi. Selalu ramai. Balas Royland.
"(mendekatkan wajahnya)".
"Jadi, kau tak perlu khawatir ya". Ucap Hans.
"(mengangguk tersenyum)".
"Iya".
Mereka menikmati saat-saat itu. Hingga Rosemary mengantuk dan memilih tidur lebih dulu.
Keesokan paginya sekitar pukul 06.00 mereka bangun dan membereskan peralatan untuk kembali pulang ke istana masing-masing.
"Tak terasa sudah pagi saja". Kata Hans sambil memasukkan sedikit demi sedikit perlatan yang tercecer.
"Lain kali kita kemari lagi, dan mengajak semua anggota keluarga kerajaan bagaimana?". Tawar Royland.
"(mengangguk tersenyum)".
"Boleh kak, pasti seru". Balas Hans.
"Ide bagus itu".
"Kita bisa menelusuri jalan yang ada di daerah hutan ini bersama-sama nanti". Jawab Auraline bersemangat.
"(tersenyum)"
"Boleh, boleh". Saut Rosemary.
Setelah semua peralatan masuk kedalam tas masing-masing mereka kembali ke istana.
Sesampainya di gerbang istana Ardarish, mereka saling berpamitan dan akhirnya berpisah.
"Bagaimana perasaanmu Rose?". Tanya Auraline.
"Senang sekali kak".
"Rasanya seperti sedang bermimpi sebagai seorang putri yang beruntung". Jawab Rosemary.
"(tertawa kecil)".
"Kau tidak bermimpi, kau memang seorang putri yang beruntung". Ucap Auraline.
Rosemary hanya menjawabnya dengan tawa kecil, sambil mengingat bahwa dirinya memang sedang bermimpi menjadi seorang putri yang beruntung.
Sesampainya di depan pintu istana mereka di hadapkan dengan Bella yang tiba-tiba keluar entah hendak kemana.
"Oh, kalian sudah pulang?".
"Dari mana kalian?". Tanya Bella.
"Kami pulang dari berkemah kak". Balas Auraline.
"Ah begitu, ya sudah masuklah kalian".
"Kalian pasti lapar, segera bersihkan diri kalian. Lalu sarapan". Ucap Bella.
Rosemary dan Auraline terdiam sejenak dan saling pandang, melihat perlakuan kakaknya yang tiba tiba baik. Tapi, itulah yang selama ini mereka inginkan.
"(mengangguk tersenyum)".
"Baik kak". Balas Rosemary.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...