I'LL MARRY YOU, PRINCESS

I'LL MARRY YOU, PRINCESS
BAYI BESAR



Ditengah perjalanan kembali menuju tenda. Tiba tiba ia bertemu James dan Arthur.


"Putri Rosemary?".


"Kau disini juga?". Ucap James.


"(menoleh)".


"Pangeran James? iya, Hans mengajakku kemari". Balas Rosemary.


"(tersenyum)".


"Ah begitu rupanya". Gumam James.


"Kau sendiri? dengan siapa kau kemari?". Tanya Rosemary.


"(menunjuk Arthur)".


"Aku kemari bersama temanku, Arthur". Balas James.


"(menjabat tangan)".


"Perkenalkan, aku Arthur". Ucap Arthur.


"(menerima jabat tangan Arthur)".


"(tersenyum) Rosemary". Balas Rosemary.


"Oh iya, aku juga mau mengucapkan terima kasih. Sudah membantu Hans kemarin". Ucap Rosemary.


"(mengangguk tersenyum)".


"Iya sama sama". Balas James.


"(tersenyum)".


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu ya". Ucap Rosemary.


"Ah iya, silahkan". Balas James.


Setelah berbicara singkat, Rosemary dan Auraline pun kembali ke tenda mereka. Arthur yang penasaran dengan Rosemary itu, kemudian bertanya pada James.


"Siapa dia James?". Tanya Arthur yang tidak mengetahui siapa Rosemary.


"(tersenyum)".


"Dia temanku, Ar". Balas James.


"(melirik James)".


"Teman? tapi kau nampak seperti menyukainya". Ucap Arthur.


"(tersenyum mengangguk)".


"Iya, kau benar. Aku memang menyukainya". Balas James.


"Lalu, mengapa kau tidak memperjuangkan cintamu?". Tanya Arthur.


"(menggelengkan kepala)".


"Tidak, dia sudah punya pasangan". Balas James.


"Ha? dia sudah menikah? padahal dia terlihat masih muda". Ucap Arthur berasumsi.


"(tertawa kecil)".


"Bukan, bukan menikah. Tapi, dia sudah dijodohkan dengan pria pilihan ayahnya". Balas James.


"Selagi belum menikah, kau masih bisa memperjuangkannya, James". Ucap Arthur.


"(menggeleng)".


"Ah kau ini. Aku tidak ingin mengambil kebahagiaan orang lain. Rosemary dan pasangannya itu saling mencintai". Balas James.


"(menepuk bahu James)".


"Kau yang sabar ya. Akan ada wanita yang lebih pantas untukmu kelak". Ucap Arthur.


"(menoleh dan tersenyum)".


"Tenang saja, cinta itu tak harus memiliki kan. Dia dengan yang lain pun, aku tetap mencintainya". Balas James.


"(tersenyum)".


"Ya sudah, kita dirikan tenda saja dulu". Ajak Arthur.


"Iya Ar. Ayo". Balas James.


...****************...


Sementara itu. Rosemary dan Auraline pun sampai di tenda mereka. Ia pun menceritakan pertemuannya dengan James pada Hans.


"Oh iya, Hans. Apa kau melihat James tadi?". Tanya Rosemary.


"(menggelengkan kepala)".


"Tidakk. Memangnya kenapa? apa dia kemari?". Tanya balik Hans.


"Iya".


"Aku bertemu dengannya tadi. Setelah dari kamar kecil. Aku juga sudah menyampaikan ucapan terima kasihku karena sudah menolongmu kemarin". Kata Rosemary.


"(tersenyum)".


"Itu bagus". Balas Hans.


"Kira kira, dia lewat mana. Seharusnya dia melewatimu kan?". Tanya Rosemary.


"Katanya ada 1 jalan dekat dengan goa yang bisa menembus ke tempat pemarkiran kereta, mungkin dia melewati jalan itu". Balas Royland.


"Ah iya mungkin". Gumam Rosemary.


"Kau tidak makan?". Tanya Hans.


"(menggeleng)".


"Tidak, aku tidak lapar". Balas Rosemary.


"(senyum seringai)".


"Aku lapar". Ucap Hans.


"(mendekatkan wajahnya)".


"Kau mau aku menyuapi mu?". Tanya Rosemary.


"(tersenyum)".


"Bukan aku ya, yang mengatakan. Tapi kau yang menawarkan". Balas Hans gengsi.


"Baik, baik".


"Akan ku suapi bayi besar yang satu ini". Gumam Rosemary.


Rosemary pun akhirnya menyetujui permintaan kekasihnya itu.


...****************...


Disisi lain. Setelah menemukan tempat yang pas, James dan Arthur pun segera mendirikan tenda.


"Aku rasa disini, tempat yang cocok untuk mendirikan tenda, James". Ucap Arthur sembari melepas tas nya.


"(menengok sekeliling)".


"Ah iya, Ar. Aku setuju, tempatnya cukup ramai tapi tidak terlalu padat". Balas James.


"Baiklah, ayo kita dirikan segera". Ajak Arthur.


"Ayo Ar". Balas James.


Setelah selesai mendirikan tenda, James memutuskan untuk berkeliling sebentar sendirian.


"Ar".


"Aku mau berkeliling sebentar, apa kau mau ikut". Tanya James.


"(tertawa kecil)".


"Tidaklah. Memangnya se kecil itu hatiku". Ucap James.


"(tertawa)".


"Berkelilinglah kau. Aku jaga tenda". Balas Arthur.


"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu sebentar". Ucap James sembari beranjak dari duduknya.


Berkelilinglah James menyusuri hutan kota itu. Hingga ia terhenti di sebuah pagar perbatasan hutan kota tersebut, untuk melihat pemandangan yang tadi sempat Rosemary dan Hans kunjungi.


"(memandang dan tersenyum)".


"Tidak salah, aku mengunjungi hutan kota ini".


"Pemandangannya sungguh indah". Gumamnya.


Ketika sedang memandangi pemandangan tersebut, tiba tiba datanglah seorang pria dewasa yang menyapa James. Pria tersebut adalah guru ilmu alam nya.


"Pangeran James? kau ada disini?". Sapa guru tersebut.


"(menoleh)".


"Guru? guru juga ada disini?". Balas James.


"(mendekat)".


"Iya, sudah lama saya tidak berkunjung kemari". Ucap guru tersebut.


"(tersenyum)".


"Begitu juga dengan saya, guru. Sudah lama tidak berkunjung kemari". Balas James.


"Saya adalah orang yang beruntung. Meski bukan anggota keluarga kerajaan, saya bisa mengunjungi hutan kota ini". Ucap guru tersebut.


"(tertawa kecil)".


"Tidak, guru. Kau sudah saya anggap sebagai anggota keluarga saya sendiri". Balas James.


"(tersenyum)".


"Terima kasih, pangeran James". Ucap guru itu.


"(tersenyum)".


"Oh iya, guru. Ada yang mau kutanyakan". Ucap James.


...****************...


Di istana Elevan.


Clark yang sudah semakin sembuh itu, kesepian karena kedua adiknya tidak ada di istana. Ia sangat ingin mengunjungi Bella, tetapi tidak bisa karena takut sang ayah tidak mengizinkannya.


"Mengapa aku bosan ya?".


"Aku ingin sekali mengunjungi putri Bella, tetapi kemungkinan besar ayah tidak akan mengizinkanku. Tapi, siapa tahu ayah mengizinkanku. Ku coba saja dulu". Gumam Clark pada dirinya sendiri.


Clark berniat untuk mencoba meminta izin kepada sang ayah, raja Charless. Setelah sedikit membujuk akhirnya ia mendapat izin, karena Clark sudah semakin sembuh, raja Charless akhirnya memberi izin dengan syarat tidak boleh terlalu lama.


"Ayah".


"Aku bosan, adik-adikku pergi semua, apa aku tidak boleh pergi juga?". Tanya Clark halus.


"(menoleh)".


"Memangnya, kau mau kemana? kau baru saja sembuh. Jangan banyak beraktivitas. Mereka terlalu jauh untuk kau susul". Tutur raja Charless.


"Aku tidak menyusul mereka ayah".


"Hanya saja aku ingin pergi ke istana Ardarish untuk bertemu putri Bella, bagaimana menurut ayah?". Tanya Clark memohon.


"Bagaimana ya?".


"Ya sudah, tapi jangan terlalu lama, kamu harus tetap istirahat nanti". Jawab raja Charless mengizinkan.


"Benarkah ayah?".


"Terima kasihh sudah mengizinkan ku. Aku tak akan lama, jika sudah selesai aku akan segera pulang". Jawab Clark sangat senang.


"Baiklah".


"Silahkan. Ayah juga kasian melihatmu selalu termenung. Kata raja Charless.


"(tertawa kecil)".


"Ayah tahu kan. Ya sudah, aku berangkat dulu ya, ayah". Pamit Clark bersemangat.


"Iya nak. Hati-hati". Balas raja Charless.


Berangkatlah Clark ke istana Ardarish. Dan sesampainya di istana Ardarish, Clark terkejut dengan keadaan istana yang begitu sepi, ia bingung dan berpikir apakah Bella sedang keluar. Lalu akhirnya ia memencet bell yang ada di pintu depan. Pintu pun akhirnya dibuka oleh seseorang yang ternyata itu adalah Bella.


"Putri Bella". Panggil Clark.


"Pangeran Clark, kau kemari?". Tanya Bella senang.


"Iya, aku bosan di istana, kedua adikku pergi berkemah". Balas Clark bercerita.


"Aku juga pangeran, aku sendirian di istana. Kedua adikku juga pergi berkemah". Jawab Bella.


"Oh".


"Mungkin mereka berempat sudah merencanakanya". Ucap Clark berpendapat.


"Iya".


"Mereka pasti sudah merencanakannya jauh jauh hari". Balas Bella.


"Iya, mungkin". Balas Clark


"Ya sudah, masuklah. Aku ingin mengajakmu membuat sesuatu di dapur". Ajak Bella.


"Baiklah". Jawab Clark.


Bella pun mempersilahkan Clark untuk masuk dan  berniat mengajaknya untuk berkreasi di dapur.


...****************...


Kembali ke Rosemary dan Hans yang sedang menikmati makanan mereka.


"Bagaimana, enak kan. Sandwich buatanku". Ucap Rosemary.


"(mengangguk sembari mengunyah makanannya)".


"Tentu saja, aku suka sandwich buatanmu". Balas Hans.


"(memberikan sebotol air mineral)".


"Ini air minumnya ya". Ucap Rosemary.


"(mengangguk kemudian mengambil botol tersebut)".


"Terima kasih, mawar". Balas Hans dengan senyuman manisnya.


"(tersenyum)".


"Iya sama sama". Ucap Rosemary.


Setelah menengguk setengah botol air mineral dan merasa kenyang. Hans pun mengajak Rosemary berkeliling.


"Apa kau mau berkelilinh denganku". Tanya Hans.


"Berkeliling? lagi?". Tanya balik Rosemary.


"(mengangguk)".


"Iya, memangnya kau tak bosan duduk disini saja?". Ucap Hans.


"(mengangguk tersenyum)".


"Iya bosan. Ya sudah ayo". Balas Rosemary.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...