I'LL MARRY YOU, PRINCESS

I'LL MARRY YOU, PRINCESS
KABAR GEMBIRA KEDUA KERAJAAN



"Rose?".


"(melambaikan tangannya didepan wajah Rosemary)". Kata Auraline.


"Ah maaf kak, aku melamun". Jawab Rosemary.


"(tersenyum)".


"Kau ini ada ada saja". Ucap Auraline.


Setelah bercerita cukup panjang. Rosemary pun memperhatikan kakaknya yang menenun itu.


"Kau begitu mahir menenun kak". Ucap Rosemary.


"(tersenyum)".


"Sudah menjadi kebiasaanku menenun kain seperti ini, Rose". Balas Auraline.


"Aku juga ingin bisa menenun sepertimu". Ucap Rosemary sembari memperhatikan kakaknya itu.


"Kau mau belajar menenun?". Tanya Auraline.


"(mengangguk cepat)".


"Mau mau". Jawab Rosemary.


"(tersenyum)".


"Baiklah, duduk lebih dekat denganku sini". Ucap Auraline.


"(mendekat)".


"Ini tidak mengganggumu kan?". Tanya Rosemary.


"(tersenyum)".


"Tidak, tenang saja". Balas Auraline.


"(tersenyum)".


"Baiklah kalau begitu". Ucap Rosemary kemudian mendekat.


Sembari mengisi waktu luangnya. Rosemary pun tertarik untuk belajar menenun bersama kakaknya itu. Hingga tak terasa, waktu makan malam pun segera tiba.


Namun, sekitar 10 menit sebelum waktu makan malam tiba. Datanglah Royland yang hendak menyampaikan amanah dari sang ayah. Dengan itu, disambutlah ia oleh raja Handry di ruang tamu istananya.


"Ada apa kau kemari, Roy?". Tanya raja Handry.


"Sebelumnya, mohon maaf saya datang saat menjelang makan malam". Ucap Royland.


"Tak apa Roy. Santai saja". Balas raja Handry.


"Jadi kedatangan saya kemari. Hendak menyampaikan kabar tentang kondisi pangeran Clark yang semakin membaik".


"Maka dari itu, ayah berencana untuk menyegerakan pernikahannya dengan putri Bella". Jelas Royland.


"Ah begitukah?".


"(tersenyum) saya setuju dengan rencana itu". Balas raja Handry


"Menurut pemeriksaan tabib kami, dalam minggu ini pangeran Clark sudah bisa pulih".


"Ayah juga berkata, 5 hari lagi beliau akan segera kemari bersama kami semua. Jelas Royland lagi.


"(tersenyum)".


"Baik Roy. Saya senang mendengarnya. Ini juga akan menjadi kabar baik untuk Bella". Ujar raja Handry.


"(mengangguk tersenyum)".


"Kalau begitu, saya pamit ya, raja. Terim kasih atas waktunya". Ucap Royland.


"Iya, Roy. Sama sama". Balas raja Handry.


Tak lama setelah Royland kembali pulang istananya. Waktu makan malam pun tiba. Di saat itulah raja Handry menyampaikan kabar gembira tersebut pada Bella.


"Bella?". Panggil raja Handry.


"Iya ayah?. Jawab Bella.


"Ayah ada kabar baik untukkmu". Kata raja Handry.


"Apa itu ayah?". Tanya Bella terkejut.


"Royland baru saja kesini, menyampaikan  kondisi pangeran Clark yang semakin membaik..". Kata raja Handry terpotong.


"Kalau itu, aku sudah tahu ayah. Bahkan kemarin, aku mengunjunginya dan membantunya belajar berjalan". Jawab Bella.


"Bukan hanya itu. Dengarkan ayah dulu". Kata raja Handry.


"Iya ayah". Balas Bella.


"Setelah kesembuhannya nanti, mereka akan menyegerakan pernikahan kalian. Mereka juga berencana kemari 5 hari lagi". Jelas raja Handry.


"(terkejut) ".


"Benarkah ayah? ayah tidak bercanda kan?". Ucap Bella terkejut.


"(tertawa kecil)".


"Untuk apa ayah bercanda, putriku". Balas raja Handry.


"(tersenyum)".


"Aku senang mendengarnya, ayah". Ucap Bella gembira.


"Lalu bagaimana kedepannya, suamiku?". Tanya ratu Mia.


"Kalau itu, kita diskusikan saja nanti bersama mereka ya".


"Aku sendiri juga ingin bertemu mereka lagi". Balas raja Handry.


"Persiapkan saja dirimu, Bella".


"Jaga kesehatanmu". Tutur ratu Mia.


"(mengangguk tersenyum)".


"Itu pasti akan kulakukan ibu". Jawab Bella.


Bella begitu bahagia mendengar rencana pernikahannya dengan Clark. Tak lupa juga Rosemary dan Auraline mengucapkan selamat dan memberinya doa.


"Selamat ya kak".


"Semoga diberikan kelancaran sampai di hari pernikahan". Ucap Rosemary memberi selamat.


"Selamat ya. Aku ikut senang mendengarnya". Saut Auraline.


"(melirik)".


"Iya, terima kasih". Balas Bella singkat. 


Setelah makan malam selesai, mereka pun kemudian memasuki kamar mereka masing-masing untuk beristirahat. Begitu juga dengan Rosemary.


Sesampainya di ruang kamar. Ia memandangi ruang kamarnya yang begitu luas dan megah itu. Sesaat, ia tiba tiba teringat dengan kehidupan lamanya sebagai sosok Ailee. Meski tak menempati ruang kamar se megah itu, ia jauh lebih merasa bahagia dengan keluarga kecilnya itu.


"(duduk di kursi depan jendela)".


"Apa sebenarnya aku ini udah mati? Tapi, kenapa rasanya seperti masih hidup di dunia yang berbeda. Gimana bisa aku terbangun di dunia ini?".


"Mama, kak Alice. Aku ingin sekali kembali ke dunia kalian. Tapi, sosok Ailee yang kalian sayangi itu sudah sirna. Aku adalah Rosemary sekarang".  Gumamnya.


Merasa tak ada gunanya ia bersedih. Rosemary itu pun memutuskan untuk berganti baju kemudian tidur, setelah hari yang melelahkan itu ia jalani dengan sabar dan ikhlas.


...****************...


Keesokan harinya Rosemary terbangun kesiangan dan merasa tubuhnya lelah dan lemas.


"Waduhh udah pukul 07.00 aja, biasanya nggak kayak gini deh". Gumam Rosemary pada dirinya sendiri.


Akhirnya ia bergegas mandi kemudian berganti baju, ia meminta kepada guru ilmu alam untuk tidak belajar dulu di hari itu, karena ia merasa tidak enak badan. Rosemary memutuskan untuk bersantai dan menemani kakaknya, Auraline itu menenun.


"(membuka pintu)".


"Kak, kau ada di dalam?". Ucap Rosemary dari balik pintu yang masih sedikit tertutup itu.


"(menoleh)".


"Rose? kau tidak belajar?". Tanya Auraline.


"(berjalan menghampiri)".


"Entah mengapa, aku merasa sangat lelah hari ini kak". Jawab Rosemary.


"Ya sudah, duduk saja disini".


"Temani aku menenun". Ucap Auraline.


"(duduk)".


"Iya kak. Oh iya, kemana bu Raviel?". Tanya Rosemary.


"(menoleh)".


"Beliau tidak hadir sekarang. Anaknya sakit". Balas Auraline.


"Ah begitu". Gumam Rosemary.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dan salam dari seorang pria.


"Selamat pagi". Ucap lelaki tersebut.


"(menoleh)".


"Siapa kak?". Tanya Rosemary.


"(menaikkan bahu)".


"Biar ku buka kan dulu". Jawab Auraline sambil melangkah maju hendak membuka kan pintu istana.


Auraline mulai membuka pintu dan itu adalah kedua pangeran Ardarish, Royland dan Hans.


"(tersenyum)".


"Hai, selamat pagi". Sapa Royland pada Auraline.


"Ah, selamat pagi".


"(tersenyum) kau kemari? ada apa?". Ucap Auraline.


"(tersenyum sumringah)".


"Tidak ada apa apa. Kami hanya mau main main saja". Balas Royland.


"Ah begitu, baiklah masuklah kemari". Ajak Auraline.


Masuklah mereka kedalam ruangan tersebut.


"Hai mawar". Sapa Hans pada Rosemary.


"(menoleh)".


"Oh hai. Kalian kemari". Balas Rosemary.


"(menduduki sofa)".


"Iya, hanya main main saja". Ucap Hans.


"(menghampiri Hans)".


"(duduk) bagaimana luka mu?". Tanya Rosemary.


"(melihat ke arah luka nya)".


"Sebenernya perbannya harus diganti". Ucap Hans.


"Ah baiklah. Akan ku ambilkan kotak obat nya ya". Ucap Rosemary bergegas.


"Tunggu Rose". Saut Royland.


"(menoleh)".


"Kenapa kak?". Tanya Rosemary terhenti.


"Tangan Hans terluka karena apa?". Tanya balik Royland.


"Ceritanya panjang kak".


"Sebentar ya, ku ambilkan dulu kotak obatnya. Setelah inu akan ku ceritakan". Balas Rosemary.


Rosemary pun bergegas mengambil kotak obat tersebut untuk segera mengobati luka yang ada di tangan Hans itu.


"Tak apa kak, ini hanya luka kecil". Saut Hans.


"Bukan soal luka kecil nya Hans". Balas Royland khawatir.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...