
Gloria nampak seperti sedang merencanakan sesuatu yang buruk untuk Rosemary.
...****************...
Bella yang tadinya hendak menikmati teh favoritnya, tiba-tiba merasa mual dan tidak enak badan. Ia mencoba untuk memberi tahu kepada suaminya tentang keadaannya saat itu.
"Suamiku".
"Badanku terasa tidak enak hari ini. Kepalaku tiba tiba pusing, dan terasa mual". Kata Bella dengan raut wajah pucat memelas.
"(raut khawatir)".
"Iya istriku, wajahmu pucat sekali, beristirahatlah sekarang! aku akan segera memanggil tabib". Balas Clark khawatir.
"Ah baiklah".
"Kalau begitu aku istirahat dulu". Ucap Bella sambil berjalan pelan menuju kamarnya.
"Biar ku bantu ya (menghampiri badan lemas Bella)". Balas Clark sambil membantu Bella yang sedang berjalan lemas menuju kamarnya.
Setelah Clark membaringkan Bella, ia segera memanggil tabib untuk memeriksa keadaan Bella. Tak lama kemudian, tabib pun datang dan mulai memeriksa Bella.
...****************...
Sementara itu, Rosemary yang sedang berkebun bersama William, tiba tiba didatangi oleh James.
"Rose?". Panggil James.
"(menoleh)".
"James? ada apa kau kemari?". Balas Rosemary.
"(tersenyum dan menghampiri)".
"Tidak ada. Aku sering melihat Gloria ada disini, memangnya ada perlu apa dia?". Tanya James.
"(menoleh)".
"Entahlah. Aku juga tidak tahu, aku juga terganggu sekali dengan kehadirannya". Balas Rosemary sembari menggunting dedaunan kering.
"Terganggu? memangnya apa yang dia lakukan padamu?". Tanya James.
"(menoleh)".
"Apa kau tahu, wanita mu itu berusaha merusak hubunganku dan Hans". Balas Rosemary.
"Wanita mu?!".
"Maaf Rose. Aku saja sebenarnya tidak mau dekat dengannya". Ucap James.
"Yah, begitulah. Pria mana yang mau dengan wanita murah". Gumam Rosemary.
"Memangnya apa yang dia lakukan untuk merusak hubunganmu dan Hans?". Tanya James.
"(menoleh)".
"Dia berusaha memfitnah Hans, agar aku membenci Hans". Balas Rosemary.
"(tertegun)".
"Kau serius?!". Ucap James.
"(mengangguk)".
"Serius!". Balas Rosemary.
"(menggeleng heran)".
"Padahal, sudah ku larang dia untuk tidak mengganggu kalian". Ucap James.
"Ya sudahlah, James".
"Orang yang keras kepala, tetaplah keras kepala". Balas Rosemary.
"(mengangguk)".
"Oh iya, siapa itu? (menunjuk William)". Tanya James.
"Dia adik sepupuku".
"Namanya William". Balas Rosemary.
"Oh, adik sepupu". Gumam James.
"(mengangguk tersenyum)".
"Iya. Will, kemarilah". Panggil Rosemary.
"(menoleh)".
"Iya kak". Balas William.
"Perkenalkan, ini James. Teman kakak yang semalam datang". Ucap Rosemary.
"(menjabat tangan)".
"(tersenyum) James". Ucap James.
"(tersenyum)".
"William". Balas William.
"(tersenyum)".
"Kau terlihat gagah sekali, bahkan lebih tinggi dariku". Gurau James.
"(tertawa kecil)".
"Kau bisa saja kak". Balas William.
...****************...
Setelah tabib memeriksa keadaan Bella, begitu bahagianya Clark mendengar kabar bahwa Bella sedang mengandung.
“Putri Bella baik-baik saja pangeran, ia merasa pusing dan mual karena ia saat ini sedang mengandung”. Ujar tabib.
“Apa? Benarkahh? Puji tuhan, bagaimana dengan keadaan janinnya?”. Jawab Clark sambal tersenyum gembira.
“Untuk keadaan janinnya syukurr baik-baik saja. Saya menyarankan putri Bella untuk banyak beristirahat akhir-akhir ini, karena kandungannya masih berumur sekitar 3 minggu. Sebab dalam timester pertama, kandungannya masih lemah. Terutama pada kehamilan pertama”. Kata tabib.
“Ah begitu".
"Apa ada obat untuk mengatasi pusing dan mualnya?”. Tanya Clark.
“Saya sudah meresepkan obat untuk diminum nanti setelah makan, pangeran. Untuk saat ini, biarkan putri Bella untuk istirahat terlebih dahulu”. Jawab tabib.
“Baiklah saya akan menyampaikannya kepada putri Bella, terima kasih”. Jawab Clark.
“Baik pangeran".
"Kalau begitu saya permisi dulu”. Ucap tabib.
Clark kemudian segera memasuki kamar dan menyampaikan kabar gembira itu pada Bella. Betapa senangnya Clark mendengar kabar tersebut.
“Istriku".
"Apa tabib sudah memberitahumu?”. Tanya Clark dengan nada yang halus.
"Tidak, dia hanya memeriksaku saja". Balas Bella sembari tetap berbaring.
"(tersenyum sumringah)"
"Saat ini kau sedang mengandung anakku” Jawab Clark.
“(duduk)".
"Apa? (tersenyum) kau tidak bercanda kan?”. Tanya Bella masih tidak percaya.
“Untuk apa aku bercanda, ini serius (tertawa kecil)”. Jawab Clark.
“(mengelus perutnya dan tersenyum)".
Mereka begitu bahagia mendengar kabar tersebut. Akhirnya pasangan suami istri itu hendak dikaruniai seorang anak.
...****************...
Sementara itu, setelah William dan James sudah saling mengenal, mereka kembali ke kegiatan mereka masing masing. James kembali duduk, sedangkan William pun kembali merawat tanamannya.
"Apa kau tidak bosan selalu kemari, James?". Tanya Rosemary.
"(tertawa kecil)".
"Justru, aku bosan di istana". Balas James.
"Ah, kau tidak punya teman ya". Gumam Rosemary.
"(tertawa kecil)".
"Aku ini sudah anak tunggal, ibuku tiada pula". Ucap James.
Mendengar ucapan James tentang ibu. Rosemary teringat dengan apa yang ia baca semalam di buku yang James pinjamkan padanya. Ia pun, mencoba menanyakannya pada James.
"Kau yang sabar ya, James". Balas Rosemary.
"(mengangguk tersenyum)".
"Iya Rose". Gumam James.
"Ah iya, ada yang mau ku tanyakan padamu". Ucap Rosemary.
"Apa itu?". Tanya James.
"Kita bicarakan di dalam saja". Balas Rosemary.
"Ah baiklah". Gumam James.
"Will, kakak tinggal sebentar ya". Ucap Rosemary pada William.
"(menoleh)".
"(menangguk) iya kak". Balas William.
“Kamu benar, tetapi kita tidak bisa diam begitu saja!, saya membutuhkan Hans!”. Kata Gloria.
Rosemary dan James kemudian memasuki istana untuk segera membicarakan urusan mereka.
...****************...
Setelah mendengar kabar gembira dari sang tabib, Clarkbpun memberi tahu raja Handry dan ratu Mia.
"(tersenyum lebar)”.
“Benarkah itu nak?". Tanya raja Handry.
“(tersenyum lebar)".
"Lalu dmana Bella sekarang?”. Tanya ratu Mia.
“Tadinya aku memanggil tabib karena ia merasa tidak enak badan, lalu setelah tabib memeriksanya, tabib mengatakan bahwa ia sedang mengandung. Dan sekarang ia sedang beristirahat di dalam kamar”. Jawab Clark.
“Kalau begitu aku ingin melihat keadaanya sekarang!”. Kata ratu Mia.
“Benar itu istriku, ayo kita kesana".
"Oh iya nak, kau segeralah memberi kabar pada keluargamu juga ya”. Ucap raja Handry sekaligus meminta Clark untuk mengabari kabar gembira itu kepada keluarganya.
"(mengangguk)".
“Baik ayah”. Jawab Clark.
Clark kemudian segera menuju istana Elevan.
Sessampainya raja Handry dan ratu Mia dikamar Bella.
“Bagaimana keadaanmu nak?”. Tanya raja Handry.
“(terkejut)".
"Ayah?! aduh ayah mengangetkan aku saja!”. Kata bella terkejut.
“Iya".
"Seharusnya, Bella kita bangunkan dulu!”. Saut ratu Mia.
“(tertawa kecil)"
"Iyaa iyaa maaf ayah terlalu bersemangat”. Jawab raja Handry.
“(tertawa)".
"Keadaanku baik-baik saja saat ini ayah, ibu”. Kata Bella sambil membangunkan dirinya.
“Syukurlah. Untuk saat ini, jangan banyak melakukan aktivitas berat ya nak, karena kandunganmu masih lemah”. Kata ratu Mia.
“Iya ibu, tabib tadi juga sudah mengatakan hal itu. Oh iya kemana suamiku?”. Kata Bella.
“Suamimu, ayah suruh untuk memberi tahu kabar gembira ini pada keluarganya”. Jawab raja Handry.
“Ah begitu”. Gumam Bella.
...****************...
Sementara itu, di ruang tamu.
"Jadi,apa yang mau kau tanyakan?". Tanya James.
"Begini, semalam. Aku sudah membaca buku yang kau pinjamkan padaku separuh. Dan di dalam buku tersebut dijelaskan, bahwa negri Fanlyland ini bukanlah sembarang negri. Memangnya, negri Fanlyland ini neGri apa?". Jelas Rosemary.
James terdiam sejenak.
"Maaf Rose".
"Sepertinya yang tau ini, hanya guruku".Ucap James.
"(menghela nafas panjang)".
"(mengangguk) iya James. Sepertinya aku harus mencari kejelasannya pada gurumu". Balas Rosemary.
"Bisa ku tahu, kau datang dari dunia mana?".
"Karena guru ku bilang, jiwa reinkarnasi itu datang dari dunia yang berbeda dari kami". Tanya James.
"Lah, memangnya kalian semua ini berbeda denganku?". Tanya balik Rosemary.
"(menaikkan bahu)".
"Aku tidak tahu. Guruku bilang, kita itu berbeda". Balas James.
Rosemary berpikir sejenak. Dalam benaknya ia bingung dan bertanya tanya, memangnya apa yang membedakan dari mereka berdua.
"Ya sudah, lupakan saja. Yang terpenting, kau sudah menemukan resep ramuan yang ku maksud". Balas James.
"(mengangguk)".
"Iya James. Itu lebih penting. Untuk pertanyaan yang ku tanyakan tadi, aku akan mencoba mencari tahunya sendiri". Ucap Rosemary.
"(tersenyum)".
"Aku juga akan mecoba menanyakannya pada guruku". Balas James.
"Baiklah, James. Terima kasih ya". Gumam Rosemary.
"(mengangguk tersenyum)".
"Iya, sama sama".
Setelah berbicara cukup panjang. James pun kembali pulang, karena hari juga sudah semakin sore.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...