I'LL MARRY YOU, PRINCESS

I'LL MARRY YOU, PRINCESS
KEBERANGKATAN PANGERAN HANS



Keesokan paginya Auraline pun akhirnya mengantar Rosemary ke istana Elevan untuk menemui Hans. Sesampainya disana, Hans sedang bersantai diruang tamu setelah selesai mengemasi barang-barang yang akan ia bawa ke pelatihan. Rosemary yang melihat itu, sontak langsung menghampirinya.


"Hans?". Panggil Rosemary.


"(menoleh)".


"Rose?". Balas Hans.


"(berjalan mendekat)".


"Kau mau pergi kemana? kenapa ada tas besar disini?". Tanya Rosemary.


"(tersenyum)".


"Pelatihan itu dimajukan, Rose". Balas Hans.


"(berkaca kaca)".


"Hans, apa kau sudah memaafkanku?". Tanya Rosemary.


"(tersenyum sembari menangkupkan kedua tangannya pada wajah Rosemary)".


"Mengapa aku harus memaafkanmu, padahal kau tidak bersalah?". Balas Hans.


"(menangis)".


"Kau akan meninggalkanku?". Gumam Rosemary sembari menangis.


"(menyeka air mata Rosemary)".


"Hei hei. Jangan menangis, aku tak akan lama". Ucap Hans halus.


"(sesenggukan)".


"Aku minta maaf. Jika aku menyakiti hatimu semalam, Hans". Gumam Rosemary.


"Aku yang minta maaf, aku terburu emosi".


"Aku minta maaf ya". Balas Hans.


"(menggeleng)".


"Aku memaklumimu. Tapi sungguh, aku dan James tidak ada hubungan apapun. Kami hanya berteman. Semalam dia hanya akan meminjamkan buku saja padaku". Jelas Rosemary sembari sesenggukan.


"(menyeka air mata Rosemary)".


"Iya, iya. James sudah menjelaskannya padaku. Sudah ya, jangan menangis lagi". Balas Hans halus.


"(menyeka air matanya kembali)".


"Baiklah, aku lega. Kau tidak lagi marah padaku". Gumam Rosemary.


"(tersenyum)".


"Rose bilang, ia menangis karenamu selama 12 jam, Hans". Saut Auraline.


"(tertawa kecil sembari sesenggukan)".


"Ah tidak. Mana mungkin". Bohong Rosemary.


"(tertawa kecil)".


"(menatap Rosemary) apa itu benar?". Tanya Hans.


"(menangis)".


"Iya, Hans". Balas Rosemary sembari menangis lagi.


"(tertawa)".


"Kau lucu sekali, jika menangis seperti ini". Gumam Hans.


"(menghentikan tangisnya)".


"Ah sudahlah, aku terlalu berlebihan". Ucap Rosemary.


"(menangkupkan kedua tangannya pada wajah Rosemary)".


"Sudah. Hentikan tangismu. Yang sudah terjadi biarlah berlalu". Gumam Hans halus.


"(mengangguk tersenyum)".


"Iya". Balas Rosemary.


"(tersenyum)".


"Apa pangeran Royland ada di istana, Hans?". Tanya Auraline.


"Ada kak".


"Sebentar aku panggilkan". Jawab Hans.


"(tersenyum)".


"Iya Hans". Kata Auraline.


Semua kesalahpahaman sudah terselesaikan. Hubungan istimewa Hans dan Rosemary kembali terjalin. Mereka berempat kembali berkumpul dan saling bertukar cerita.


"Bagaimana? apa semua sudah baik-baik saja?". Tanya Royland.


"(tersenyum)".


"Tentu. Kami baik baik saja. Iya kan, Rose ?". Balas Hans.


"(tersenyum lebar)".


"Dari sini aku belajar, hubungan yang baik itu harus dijaga. Dan kepercayaan didalam hubungan itu sangat dibutuhkan". Kata Rosemary.


"Betul itu Rose".


"Dan di setiap hubungan pasti ada ujian. Tapi dibalik ujian itu, pasti ada pelajaran yang didapatkan". Saut Auraline.


"(tersenyum sambil melirik Auraline)".


"Aku rasa kau semakin bijak sekarang". Puji Royland.


"(tersenyum)".


"Di dalam kehidupan ini. Kita harus selalu berpikiran bijak, pangeran". Balas Auraline.


"(tersenyum)".


"Kak Auraline memang yang terbaik". Saut Rosemary.


"(tersenyum)".


"Bagaimana dengan pelatihanmu pangeran? kau jadi berangkat sore nanti kah?". Tanya Auraline.


"Tentu".


"Hari ini adalah hari yang ku tunggu-tunggu. Jawab Hans bersemangat.


"(tersenyum)".


"Jaga kesehatanmu disana ya. Dan jangan kau lupakan aku". Ucap Rosemary.


"(tertawa kecil)".


"Mana mungkin aku melupakan kekasihku yang sangat cantik ini". Gurau Hans.


"(tersenyum)".


"Hmm, mulai lagi mereka, pangeran". Singgung Auraline.


"(tertawa kecil)".


"Kau ini, bisa saja". Ucap Rosemary tersipu malu.


"Semangat Hans".


"Banyak orang yang gagal ketika mengikuti pelatihan itu, karena ujian yang diberikan cukup sulit dan berat. Tetapi aku yakin, keteguhanmu akan membawamu menuju kesuksesan". Kata Royland.


"(tersenyum lebar)".


"Iya kak. Terima kasih ya". Jawab Hans.


...****************...


Di Istana Ardarish.


William mencari keberadaan Rosemary. Tapi ia tidak menemukannya. Ia berencana untuk mengajaknya berkebun sembari menanyakan kapan ia bisa bertemu dan belajar dengan Hans.


"Kemana ya kak Rose?".


"Tumben sekali, aku tak melihatnya sejak dari pagi. Padahal aku mau mengajaknya berkebun dan bertanya tentang kak Hans". Gumam William.


William kemudian mengambil air dan pupuk. Dan segera merawat tanamannya.


Bella yang sedang berjalan menuju taman, melihat William yang sedang berada di kebun istana. Kemudian ia pun menghampirinya.


"William? kau berkebun sendiri?". Tanya Bella.


"(menoleh)".


"Ah kak Bella, Iya kak". Balas William.


"Kemana Rose?".


"Bukannya, biasanya kau berkebun dengannya?". Tanya kak Bella.


"Kak Rose sepertinya pergi".


"Aku tidak tahu kemana". Balas William.


"Ah begitu rupanya".


"Jika kau butuh teman, ajak kakak iparmu juga". Tawar Bella.


"(tersenyum)".


"Aku masih belum mengenalnya kak. Lain kali, aku akan mengajaknya". Balas William.


"Iya, ajak lah dia tak apa". Gumam Bella.


"(mengangguk tersenyum)".


"Iya kak". Balas William.


"Ya sudah. Lanjutkan, aku mau masuk dulu". Ucap Bella.


"Baik kak". Balas William.


Sementara Bella kembali ke dalam, William pun melanjutkan kegiatannya.


...****************...


Hari sudah mulai sore, Hans pun akhirnya berangkat ke pelatihan.


"Aku berangkat dulu ya, Rose". Kata Hans berpamitan.


"(tersenyum)".


"Iya, Hans. Baik-baik ya disana. Semangat, kau pasti bisa meraih gelar terakhir". Jawab Rosemary.


"(tersenyum mengangguk)".


"Terima kasih telah mengizinkanku mengikuti pelatihan ini. Aku akan segera kembali membawa gelar itu pulang". Ucap Hans.


"Jaga kesehatanmu ya Hans. Jangan lupa untuk selalu berdoa". Saut Royland.


"Iya".


"Jangan sampai lalai untuk berdoa". Tambah Auraline.


"Terima kasih kakak-kakakku".


"Aku akan selalu mendengar nasehat kalian". Jawab Hans.


"Ayah, ibu (berlutut didepan raja Charless dan ratu Elisa)".


"Berkati aku, agar aku bisa menyelesaikan ini semua dengan lancar ya". Kata Hans.


"Iyaa Hans anakku, kami selalu memberkatimu. Semesta akan selalu menjagamu". Jawab raja Charless.


"Semoga kau selalu diberi kesehatan dan kelancaran disana ya". Kata ratu Elisa.


"Terima kasihh ayah, ibu".


"Hans berangkat dulu". Kata Hans sambil berdiri.


"Iyaa hati-hati anakku". Jawab raja Charless.


Tepat pukul 16.00, Hans berangkat ke pelatihannya. Perlahan, punggung tegap itu menghilang dari pendangan Rosemary. Meski begitu, ia harus tetap tegar atas keberangkatan Hans ke pelatihan tersebut. Setelah itu, Rosemary dan Auraline memutuskan untuk pulang.


"Hari sudah semakin sore, kami pulang dulu ya pangeran, raja, ratu". Kata Auraline berpamitan.


"Iya, mohon maaf jika kedatangan kami merepotkan raja dan ratu". Kata Rosemary.


"Merepotkan apanya, justru kalian datang membawa kebahagiaan bagi putra-putra kami. Dan itu juga membuat kami bahagia". Kata ratu Elisa.


"(tersenyum)".


"Baiklah kalau begitu kami pulang raja, ratu..". Kata Rosemary berpamitan.


Mereka berdua kemudian pulang ke istana Ardarish.


...****************...


Dalam perjalanan. Hans memegang sebuah boneka rajut kecil yang diberikan oleh Rosemary padanya.


"Kak Auraline benar, di setiap ujian hidup, pasti ada pelajaran yang bisa didapat. Dengan ini, kami bisa belajar dari kesalahpahaman kemarin. Komunikasi dan kepercayaan itu sangat penting dalam hubungan". Gumam Hans kembali tersenyum setelah masalahnya selesai sebelum pelatihannya dimulai.


...****************...


Sesampainya Rosemary dan Auraline di istana Ardarish, mereka bertemu William yang sedang melamun di teras istana.


"Hei, jangan melamun!". Ucap Rosemary.


"(tertegun)".


"(tertawa kecil) ah kakak, aku tidak melamun". Jawab William.


"(tersenyum)".


"Jika bukan melamun, lalu apa?". Saut Auraline.


"(tersenyum)".


"Aku sedang berpikir kak". Jawab William. 


"Berpikir? apa yang sedang kau pikirkan?". Tanya Auraline.


"Ibu mau aku ikut pelatihan ksatria kak".


"Tapi, setidaknya aku harus menguasai basic ilmu nya dulu". Balas William.


"Ah begitukah?".


"Aku rasa, Hans bisa membantu. Iya kan Rose?". Ucap Auraline.


"(mengangguk)".


"Iya kak. Aku juga berencana untuk meminta bantuan pada Hans, setelah ia pulang nanti". Ucap Rosemary.


"Memanganya kak Hans kemana kak?". Tanya William.


"Hans sedang menjalani masa pelatihan ksatria tingkat akhir, Will".


"Barusaja dia berangkat, sore ini". Balas Rosemary.


"Wah, kak Hans sudah sampai di Green knight?!". Ucap William.


"(mengangguk tersenyum)".


"Iya, sekarang dia mau meraih gelar terakhirnya". Saut Auraline.


"Hebat sekali".


"Aku rasa, aku beruntung jika bisa belajar dengannya". Puji William.


"(tersenyum)".


"Jangankan ilmu ksatria, ilmu mengambil hatinya Rosemary pun dia bisa". Gurau Auraline.


"(tertawa kecil)".


"Ah, kakak ini ada ada saja". Balas Rosemary.


"(tertawa)".


"Iya kak. Itu benar sekali". Gumam William.


...****************...


Makan malam tiba, seluruh anggota keluarga menyantap hidangan makan malam. Suasana makan malam kala itu sangat ramai, karena bertambahnya 3 anggota keluarga, yaitu pangeran Clark, bibi Anna, dan William.


"Oh iya Anna, kemarin aku sempat membelikanmu buah tangan. Tapi, aku lupa belum memberikannya padamu". Ucap raja Handry.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...