I'LL MARRY YOU, PRINCESS

I'LL MARRY YOU, PRINCESS
BERUBAH



Sementara itu di istana Ardarish.


Rosemary yang selesai mandi dan sudah siap untuk keluar kamar. Mengajak kakaknya, Auraline yang sedang duduk di bangku taman untuk menenun seperti biasa sambil berbincang-bincang dengannya.


"Kak".


"Kau sedang apa?". Tanya Rosemary.


"Hanya bersantai, menikmati segarnya hawa ini, Rose".


"Duduklah sini". Jawab Auraline dan mengajak Rosemary untuk duduk juga.


"Ah bosan kak".


"Bagaimana kalau kita menenun saja". Ajak Rosemary.


"(tertawa kecil)".


"Menenun? apa kau tak bosan?". Tanya Auraline.


"Tidak".


"Kakak sudah bosan ya, menenun?". Tanya balik Rosemary.


"Tidak juga, tetapi seperti ingin bersantai sejenak saat ini. Tapi, kalau kau mengajak ku, ayo saja". Balas Auraline menyetujui.


"Benar kak?".


"Kakak tidak ingin bersantai dulu saja? Aku takut mengganggu waktu bersantaimu". Tanya Rosemary.


"(tersenyum)".


"Tidak apa Rose, lagipula aku juga membutuhkan kain dari tenunan itu". Balas Auraline.


"Oh iya? untuk apa?


"Itulah mengapa aku mengajak kakak untuk menenun. Karena aku juga hendak membuat sesuatu kak". Ucap Rosemary.


"(tersenyum)".


"Tadinya aku ingin membuat sebuah setelan baju dari tenunan kain itu. Tapi, aku masih bingung. Maka dari itu, aku merenung sebentar disini. Kalau kau hendak membuat apa?". Balas Auraline.


"(tersenyum lebar)".


"Hanya sebuah benda kecil kakk. Yang nanti akan ku padukan dengan rajutan dari benang wol". Jawab Rosemary yang masih merahasiakan benda tersebut.


"Baiklah kalau begitu. Ayo, Rose kita pergi sekarang". Ajak Auraline sambil beranjak dari duduknya.


Mereka akhirnya menuju ruang tenun.  Sesampainya disana, mereka bertemu dengan bu Raviel penenun kain kerajaan dan pembuat baju kerajaan sekaligus guru yang mengajarkan Auraline dan Rosemary menenun. Rosemary mulai membuat tenunannya dengan sungguh-sungguh. Mulai dari 1 warna benang, kemudian bertambah menjadi 2 warna benang. Hingga memadukan 3 warna benang. Rosemary berniat membuat baju kecil yang akan ia pakaikan nanti di sebuah boneka rajut. Karena sangat seriusnya mereka, mereka tidak sadar bahwa saat itu sudah waktunya makan malam.


"Kak, sekarang pukul berapa?". Tanya Rosemary yang tidak bisa melihat ke arah jam karena letaknya yang agak jauh dari jangkauannya.


"(melihat jam)".


"(kaget) sudah pukul 6 malam, Rose. Ayo kita makan malam dulu. Kita lanjutkan ini besok saja". Ajak Auraline.


"Oh, iya kak ayo".


"Bu Raviel, kami turun dulu ya. Tenunan milikku ini, akan ku selesaikan besok lagi". Kata Rosemary kepada bu Raviel.


"(mengangguk tersenyum)


"Iya putri, silahkan". Balas bu Raviel.


Mereka pun bergegas turun. Karena mereka sebenarnya juga sudah merasa lapar. Sesampainya disana, benar saja raja Handry, ratu Mia, dan Bella sedang menunggunya. Kemudian mereka akhirnya menikmati makan malam mereka.


...****************...


Keesokan paginya, Rosemary terbangun lebih awal. Sebenarnya ia ingin sekali lari pagi. Tetapi ia tidak berani keluar sendirian, karena ia merasa dirinya masih dalam bahaya. Pasrahlah dia, tidak bisa kemana-mana tanpa ada penjaga. Sehingga, ia memutuskan untuk merawat tanaman kesayanganya lebih awal. Namun, saat sedang berada di kebun, datanglah James.


"Selamat pagi, putri". Kata James. tiba-tiba.


"(menoleh)".


"James? ada perlu apa kau kemari se pagi ini?". Tanya Rosemary keheranan.


"Jadi, ada yang perlu ku bicarakan padamu". Balas James.


"Apa itu?".


"Kita duduk dulu disana". Ajak Rosemary.


Duduklah mereka di bangku kebun istana.


"Semalam, saat aku pergi berburu rusa. Dan aku melihat beberapa kawanan prajurit sekutu yang sepertinya hendak melakukan aksinya. Apa mereka datang kesini?". Tanya James.


"(menggeleng)".


"Tidak. Tapi mereka bertemu denganku dan Hans saat kami sedang lari pagi". Jawab Rosemary.


"Lalu? bagaimana? apa kau dan Hans baik baik saja?". Tanya James.


"Aku baik baik saja. Hans melindungiku, tapi tangan kirinya terluka karena goresan pedang prajurit tersebut". Jawab Rosemary.


"Astaga".


"Aku tak sempat memberitahumu. Lain kali lebih berhati hati lah". Tutur James.


"(mengangguk)".


"Iya, maka dari itu aku tak keluar lagi pagi ini". Balas Rosemary.


"Baguslah, diluar bahaya. Beri tahu Hans untuk lebih berhati hati juga". Ucap James.


"James, mengapa kau tiba tiba baik pada Hans?". Tanya Rosemary.


"(tersenyum)".


"Memangnya kenapa? tidak boleh kah?". Tanya balik James.


"Bukan begitu, dulu kau benar benar ambisius. Bahkan kau juga ingin menyingkirkan Hans".


"(tersenyum)".


"Setelah ku fikir lagi. Cinta itu tak harus memiliki kan? kau dengan orang lain pun aku tetap mencintaimu.".


"Semesta punya takdir. Sekuat apapun aku berusaha mengambilmu dari Hans, jika semesta tak mengizinkan, aku takkan pernah menang". Jelas James.


Mendengar ucapan James, Rosemary terdiam sejenak. Ia tak menyangka dengan perubahan James itu.


"(tersenyum)".


"Maaf jika selama ini perlakuan ku padamu kurang sopan. Karena aku hanya ingin menghormati Hans sebagai pasanganku, James". Ucap Rosemary.


"Kau tidak perlu minta maaf".


"Aku yang seharusnya minta maaf. Seharusnya aku sadar, aku tidak perlu menggodamu". Balas James.


"(mengangguk tersenyum)".


"Terima kasih atas kesadaranmu, James". Ucap Rosemary.


Tiba tiba Hans datang dan mengejutkan mereka.


"Kau disini James?". Ucap Hans.


"(menoleh)".


"Iya Hans, hanya berbicara sedikit".


"(tersenyum)".


"Kau kemari, Hans. Ada apa?". Tanya Rosemary.


"Membicarakan apa kau dengannya?". Tanya balik Hans.


Rosemary pun menceritakan apa yang ia bicarakan tadi dengan James pada Hans.


"Ah begitu kah?".


"Kau tidak seharusnya memberitahu Rose, tentang ancaman itu, James". Ucap Hans.


"Aku memberitahu nya, agar kau dan Rose bisa lebih waspada, Hans". Balas James.


"Kenapa tidak langsung padaku saja".


"Kau membuat Rose menjadi sering gelisah, karena menghawatirkan ancaman itu". Ucap Hans.


"Memangnya kau mau mendengarkan ucapanku?". Tanya James.


"Sudahlah, jangan bertengkar".


"James, terima kasih untuk itikad baik mu memberitahuku tentang ancaman itu".


"Dan Hans, terima kasih sudah membantuku melindungi diri dari ancaman itu". Ucap Rosemary mengalihkan.


"(tersenyum)".


"Sama sama, Rose. Kalau begitu, aku pamit ya". Balas James.


"(mengangguk)".


"Iya hati hati". Ucap Rosemary.


Karena kedatangan Hans, James pun memilih untuk pulang.


"(tersenyum)".


"Mengapa kau diam saja, cinta?". Ucap Rosemary.


"(menoleh)".


"Tak apa". Balas Hans singkat.


"(mendekat dan memandang wajah Hans)".


"Kau cemburu?". Tanya Rosemary.


"Biasa saja". Balas Hans.


"(tersenyum)".


"Kau lucu sekali, jika cemburu seperti ini". Canda Rosemary.


"Habisnya, kau tiba tiba baik padanya". Ucap Hans.


"Bukan aku yang tiba-tiba baik, tapi dia yang tiba-tiba berubah menjadi orang yang lebih baik". Balas Rosemary.


"Lalu? kau tertarik padanya?". Tanya Hans.


"(tertawa kecil)".


"Tentu, aku sangat tertarik.. Padamu". Jawab Rosemary.


Hans tersenyum mendengar ucapan Rosemary, dan mencium kening Rosemary secara tiba tiba.


"(terkejut)".


"Hans?". Gumam Rosemary terkejut.


"Iya cinta?". Balas Hans.


"Kau?". Ucap Rosemary terbata bata".


"(tertawa kecil)".


"Iya". Jawab Hans singkat.


"Dasar kau ya". Ucap Rosemary


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...