
Mereka pun memasuki kamar masing-masing untuk mandi dan berganti baju. Rosemary yang merasa sedikit lelah akibat kemahnya malam tadi, meminta izin untuk tidak menjalankan jurnalnya hari itu.
Sarapan pagi mulai tiba, raja Handry dan ratu Mia mulai bertanya bagaimana pengalaman Rosemary dan Auraline ketika berkemah disana.
"(mengiris potongan daging di piringnya)".
"Bagaimana pengalaman kalian Rose, Aura?". Tanya ratu Mia sambil menyantap sarapan paginya.
"Sangat menyenangkan ibu".
"Disana ramai sekali, dan yang paling membuat ku terpukau adalah bagian dalam goa misterius yang ada di dalam hutan kota itu". Jawab Auraline bersemangat.
"Iyaa benar ibu".
"Meski langit-langit goa itu sudah berubah menjadi bebatuan stalaktit dan stalagmit yang sedikit mengguncang mata, tetapi keindahannya sangat authentic". Saut Rosemary.
"Begitukah?".
"Lain kali kita semua berkemah disana juga". Ucap raja Handry.
"(mengangguk tersenyum)".
"Tentuu ayah, pangeran Royland tadinya juga berniat mengajak seluruh keluarganya untuk berkemah disana suatu saat". Jawab Rosemary.
"Kebetulan sekali, pasti menyenangkan nanti. Bagaimana Bella menurutmu". Ucap ratu Mia.
"Terserah saja, yang terpenting pangeran Clark ikut. Dan acaranya tidak dihari yang sama dengan rencana pernikahanku". Jawab Bella.
"Tidak mungkin kita mengambil hari yang sama untuk 2 kegiatan sekaligus, Bella". Kata raja Handry.
"(tersenyum tipis)".
"Baiklah kalau begitu". Balas Bella.
"Ya sudahh..silahkan dimakan semuanyaa". Kata ratu Mia.
"Iya ibu". Jawab Rosemary.
"Iya ibu". Jawan Auraline.
"Iya ibu". Jawab Bella.
Setelah selesai menikmati sarapan pagi, Rosemary kembali masuk ke dalam kamarnya, dan mencari apakah ada benang wol di dalam kamarnya. Setelah mencari, dan ternyata ada ia segera membuat simpul rajutan untuk membuat sebuah boneka rajut yang ingin ia berikan kepada pasangannya, Hans.
"Semoga saja, Hans menyukai boneka rajut yang ku buat ini (tersenyum)". Gumam Rosemary berharap.
Seharian Rosemary mengerjakannya, tetapi belum juga selesai, ia berniat untuk menyicilnya saja, karena ia sudah merasa lelah.
...****************...
3 Hari kemudian, datanglah keluarga kerajaan Elevan ke istana Ardarish untuk merencanakan pernikahan Bella dan Clark.
"Jadi bagaimana rencana pernikahan Bella dan Clark, raja?". Tanya raja Handry.
"Menurut anda, bagaimana jika pernikahannya dilaksanakan 2 minggu lagi, raja?". Tawar raja Charless.
"(mengangguk)".
"Boleh, aku setuju. Bagaimana dengan yang lain?". Balas raja Handry.
"(tersenyum)".
"Kalau kami, terserah kalian saja". Ucap Bella.
"(mengangguk tersenyum)".
"Iya ayah. Biar ayah dan raja Handry saja yang mengatur semuanya". Saut Clark.
"(tersenyum)".
"Intinya, yang terbaik untuk putraku". Ucap ratu Elisa.
"(mengangguk)".
"Karena Clark yang sudah sembuh. Lebih baik kita menyegerakan apa yang sudah menjadi kewajiban kita". Balas raja Charless.
"Iya kau benar". Ucap ratu Mia.
"Kira-kira apa saja yang harus kita persiapkan raja?". Tanya raja Handry pada raja Charless.
"Mungkin lebih baik kita menentukan rencana hari pernikahannya saja dulu raja Handry, untuk hal-hal yang perlu dipersiapkan, aku sudah ada kenalan yang bisa membantu kita untuk mempersiapkan barang-barang pernikahan". Jawab raja Charless.
"Menurut kalian, dihari apa kalian ingin menikah?". Tanya ratu Elisa pada Clark dan Bella.
"Terserah saja, ratu. Saya menurut saja". Jawab Bella sedikit malu.
"Kalau saya, lebih baik ayah menyuruh pendeta untuk menentukan hari dan tanggal yang baik untuk pernikahan kami ayah". Pendapat Clark.
"Baiklah kalau begitu, saya akan memanggil pendeta untuk menentukan hari pernikahan kalian". Balas raja Handry.
"Terima kasih raja Handry, sudah menjadi besan yang baik dan bijak". Gurau raja Charless.
"(tertawa kecil)".
"Tentu raja Handry..kita sudah berteman sejak kecil. Sudah sepatutnya kita menjaga hubungan baik kita (tersenyum lebar)". Jawab raja Handry.
"Terima kasih ratu Elisa, sudah merestui hubungan anak saya dengan pangeran Clark". Kata ratu Mia pada ratu Elisa berterima kasih.
"Tentu ratu Mia".
"Semoga hubungan baik kita terus terjalin hingga akhir hayat(tersenyum)". Balas ratu Elisa.
Setelah diskusi itu selesai, mereka pun menyatakan bahwa pernikahan Bella dan Clark akan dilaksanakan 2 minggu lagi.
...****************...
10 Hari Berlalu
Tak terasa hari pernikahan Bella sudah semakin dekat, tinggal 4 hari lagi. Raja Handry dan raja Charless mulai sibuk menyiapkan semua perlengkapan yang akan digunakan saat pernikahan. Clark juga sudah terlihat kembali sehat dan bugar, lukanya sudah mengering hanya tinggal bekas luka yang masih belum memudar. Boneka rajut yang Rosemary buat juga sudah selesai, hanya saja ia belum memberikannya kepada Hans.
Diistana Ardarish.
Semua pelayan menyiapakan dekorasi ke semua penjuru istana. Istana Ardarish terlihat begitu ramai karena para pelayan yang berlalu lalang untuk mendekor seisi istana. Ratu Mia dan Bella duduk di bangku taman dan berbincang-bincang.
"Bagaimana perasaanmu Bella? gugup atau senang?". Tanya ratu Mia.
"Bagaikan mimpi, terima kasih ibu sudah merestui aku dengan pangeran Clark". Jawab Bella sangat senang menunggu hari pernikahannya.
"Ibu ikut senang jika kamu senang Bella".
"Pangeran Clark juga orang yang baik, mana mungkin ibu tidak merestuimu dengannya". Kata ratu Mia.
"Jika ia bukan orang yang baik, aku juga tidak mau menikah dengannya ibu". Gurau Bella.
Sementara itu, Rosemary yang tadinya berada dikamar, tiba-tiba keluar karena ia melupakan jam menyiram tanaman kesayangannya. Segera ia mengambil teko penyiram tanaman kemudian pergi ke kebun kerajaan.
...****************...
Di Istana Elevan.
Hans dan Royland membantu memasang beberapa dekorasi di kamar sang kakak yang hendak menikah itu.
"Kak, ini dipasang disini? apa lebih keatas saja?". Tanya Hans sambil memasang sebuah kain gantung berisi kata-kata motivasi untuk rumah tangga.
"Iya, disitu saja kelihatan rapi". Jawab Clark.
Setelah dekorasi kamar diselesaikan, jam makan siang tiba, ketiga pangeran tampan itu bergegas menuju meja makan. Kali ini raja Charless tidak hadir saat makan siang karena beliau sedang pergi bersama raja Handry untuk membeli perlengakapan lainnya yang belum tersedia. Saat sedang menyantap hidangan makan siang, ratu Elisa menanyakan sesuatu kepada Clark.
"Clark, putraku".
"Bagaimana perasaanmu? apa kau sudah siap untuk menikahi putri Bella?". Tanya ratu Elisa halus.
"(menoleh)".
"Tentu saja siap ibu. Apa ibu masih meragukanku". Gurau Clark.
"(tertawa kecil)".
"Tentu tidak, putraku. Ibu hanya ingin memastikan saja". Balas ratu Elisa.
"(tertawa)".
"Mana mungkin dia mau berlama lama melajang ibu". Saut Hans.
"(tertawa)".
"Kau ini ya. Suatu saat kau akan tahu bagaimana rasanya berada di posisiku". Balas Clark.
"Ah, kalau itu. Biar kak Royland yang merasakan dulu". Ucap Hans.
"(tertawa)".
"Pasti itu". Balas Royland.
Setelah makan siang selesai, Clark mengatakan kepada kedua adiknya bahwa ia ingin beristirahat. Tetapi tidak dengan Hans dan Royland.
"Royland, Hans".
"Aku ingin beristirahat. Aku sedikit lelah". Kata Clark.
"Silahkan beristirahatt".
"Aku pikir kau memang harus beristirahat kak. Kau sudah bekerja seharian". Jawab Hans.
"(mengangguk)
"Iya, istirahat saja kak. Jaga kesehatanmu". Saut Royland.
"Baiklah kalau begitu".
"Aku masuk ya (membuka pintu kamarnya kemudian masuk)". Jawab Clark.
"Baik kak". Balas Hans dan Royland.
Setelah Clark masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat, kedua adiknya itu mulai berencana untuk pergi ke istana Ardarish.
"Kak".
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?". Tanya Hans.
"Apa kita pergi ke istana Ardarish saja sekarang?". Tanya balik Royland.
"(tersenyum)".
"Baik, aku tak akan menolak jika itu". Balas Hans.
"Aku juga sudah rindu dengan Aura. Sudah lama tidak bertemu". Ucap Royland.
"Aku juga rindu dengan Rose". Balas Hans.
"Ya sudah, ayo berangkat". Ajak Royland.
"Kalian mau kemana?". Tanya ratu Elisa tiba-tiba datang.
"Ibu?".
"(tersenyum) k-kita mau pergi ke istana Ardarish. Bolehkah?". Tanya Royland.
"Iya ibu. Bolehkah?". Saut Hans.
"(tertawa kecil)".
"Ibu tidak pernah mengekang kalian, tetapi mengapa kalian tidak pernah meminta izin dulu kepada ayah ataupun ibu?". Tanya ratu Elisa.
"itu karena kami tidak menemukan keberadaan ayah ataupun ibu. Bukan begitu Hans?". Jawab Royland.
"(mengangguk)".
"Benarr ibu. Kami sering mencari kalian, tetapi tak kunjung ketemu jadi kami langsung berangkat". Kata Hans.
"Ya sudah, ya sudah. Kalian berangkatlah nanti keburu sore". Jawab ratu Elisa.
"Baik ibu. Kami berangkat". Kata Hans dan Royland kemudian langsung berangkat menuju istana Ardarish.
Sesampainya di istana Ardarish. Hans tidak menemukan keberadaan Rosemary, sedangkan Royland sudah bertemu dengan Auraline.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...