
Hans dan Rosemary pun kemudian memasuki aula istana. Disanalah pesta dansa sedang digelar oleh kerajaan Elevan dan Ardarish. Karena Rosemary tidak pernah berdansa, ia tidak tahu sedikitpun tentang cara berdansa. Untuk itu, ia meminta Hans untuk mengajarinya sedikit demi sedikit.
"Apakah seorang putri wajib menguasai tata cara berdansa?". Tanya Rosemary pada Hans.
"(tertawa kecil)".
"Menurut buku yang kubaca, itu wajib. Karena, kata ayah disetiap acara pernikahan akan diadakan pesta dansa". Jawab Hans.
"Ah begitu".
"Jadi, bagaimana kita akan melakukannya? sedangkan aku tidak bisa sama sekali" Tanya Rosemary.
"(tertawa kecil)".
"Kau bisa memperhatikan beberapa orang sedang berdansa disana". Balas Hans.
"(menoleh)".
"Kau juga akan memperhatikan mereka?". Tanya Rosemary.
"(mengangguk tersenyum)".
"Tentu. Karena aku sendiri juga tidak pandai berdansa". Balas Hans.
Karena sepasang kekasih itu tidak pandai berdansa, sebelum memulai berdansa, mereka terlebih dahulu memperhatikan bagaimana cara orang orang berdansa.
...****************...
Sementara itu, James dan Gloria sedang duduk bersantai sembari meminum wine.
"(menyeruput minuman)".
"James? apa kau tidak mau berdansa?". Tawar Gloria.
"(melirik)".
"Berdansa? tidak". Balas singkat James.
"Bahkan denganku, kau tidak mau?". Tawar Gloria lagi.
"(menggeleng)".
"Tidak". Balas James.
"Ayolah James. Kita gembirakan diri kita di pesta ini". Ajak Gloria.
"Sudah, kubilang tidak ya tidak!". Tegas James.
Gloria yang mendengar jawaban itu pun kesal. Dan tiba tiba, ia melihat sosok Hans yang berdiri tegap sedang memperhatikan orang orang berdansa.
"Ah, daripada aku diam saja disini. Lebih baik aku menghampirinya". Gumam Gloria sembari beranjak dari duduknya.
"(menarik tangan Gloria)".
"Kau mau menghampiri siapa?". Tanya James.
"(menoleh)".
"(menunjuk Hans) dia". Balas Gloria.
"(menoleh)".
"Kau tuli? sudah ku bilang, jangan dekati dia. Dia sudah punya pasangan". Jelas James.
"Aku tidak peduli. Yang terpenting aku akan tetap mendekatinya". Ucap Gloria.
"Jika kau tidak punya hati, setidaknya kau punya otak".
"Jangan mengambil kebahagiaan orang hanya untuk kesenangan mu sendiri!". Balas James.
"Lantas, mengapa aku tak pernah merasakan kebahagiaan?". Tanya Gloria.
"Itu karena kau tak pernah bersyukur!".
"Kebahagiaan yang semesta berikan padamu, selalu kau anggap kurang!". Balas James.
Gloria terdiam sejenak mendengar ucapan James itu.
"Cobalah untuk mengerti dengan keadaan".
"Jangan pernah memaksakan segala hal untuk bisa kau miliki". Jelas James lagi.
"(duduk)".
"Ya sudah. Aku tidak akan kesana". Balas Gloria.
"Sudah, duduklah dan nikmati saja hidangannya". Gumam James.
Karena mendengar larangan dari James, Gloria pun mengurungkan niatnya untuk menghampiri Hans.
...****************...
Kembali pada Hans dan Rosemary yang sedang memperhatikan cara berdansa.
Setelah cukup lama memperhatikan, mereka mulai sedikit paham. Terutama Hans, otak cerdasnya mampu memahami gerakan gerakan tersebut dengan cepat.
"Kau sudah paham?". Tanya Hans.
"(tersenyum)".
"Sedikit". Balas Rosemary tidak percaya.
"Ayo kita coba. Aku sudah mulai memahami gerakannya". Ajak Hans.
"(tertawa kecil)".
"Baiklah, ayo kita coba". Balas Rosemary.
Meski masih terkesan kaku, Hans mencoba mengajari sedikit demi sedikit tata cara dansa kepada Rosemary. Mulai dari teknik kaki dan teknik gerakan tangan.
Dansa itu pun akhirnya terlaksana oleh dua insan tersebut.
...****************...
Sampai akhirnya tibalah pukul 20.00, dimana acara penerbangan lampion untuk Bella dan Clark akan segera dimulai.
"Sudahkah seperti ini?". Tanya Rosemary.
"Sudah, ini sudah baguss".
"Terima kasih ya, sudah membantu ku membuat lampion ini". Jawab Hans.
"(tersenyum)".
"Iya sama sama. Memangnya, lampion ini untuk apa?". Tanya Rosemary.
"Lampion ini, nanti akan kita terbangkan bersama. Semua para tamu undangan juga akan mendapat 1 untuk masing-masing pasangan. Kegiatan ini selalu dilakukan ketika malam pesta perayaan pernikahan, sebagai ucapan kepada sang pengantin atas kehidupan baru yang akan dijalani. Kata kak Royland begitu". Jawab Hans.
"Oh jadi begitu".
"Tapi, mengapa kita harus membuatnya sendiri?". Tanya Rosemary lagi.
"(tersenyum)".
"Karena di dalam lampu ini sudah ku tuliskan nama kita berdua". Jawab Hans.
"Untuk apa?". Tanya Rosemary masih belum jelas.
"(tersenyum)".
"Kata nenek moyang dulu, jika kita menuliskan kedua nama pasangan di sebuah lampion pernikahan, pasangan tersebut akan diberkati sampai ke pernikahan". Jawab Hans.
"(tertegun)".
"Begitukah? memangnya itu terbukti benar?". Tanya Rosemary.
"(menaikkan bahu)".
"Entahlah, tapi kata kak Royland. Banyak yang melakukan ini". Jawab Hans.
"Ada ada saja".
"Ya sudah, ayo kita bawa keluar". Ajak Rosemary.
"(mengangguk tersenyum)".
"Iya ayo. Acara penerbangannya pun akan segera dimulai". Balas Hans.
Kemudian mereka membawa lampion itu keluar dari istana. Setelah sampai di halaman istana, beberapa tamu undangan sudah banyak yang berkumpul. Dan bertemulah mereka dengan Auraline dan Royland.
"Darimana saja kalian?". Tanya Auraline.
"(tertawa kecil)".
"Ah kakak. Kami tadi membuat lampion di kamar, Rose. Kalian mencari kami?". Balas Hans.
"(tersenyum)"
"Iya kak. Hans mengajakku membuat lampion ini". Saut Rosemary.
"(menggeleng heran)".
"Kalian ini, ada saja ya kegiatannya. Ayah dan ibu tadi mencari kalian". Ucap Royland.
"Oh ya? lalu sekarang dimana mereka?". Tanya Hans.
"Mereka sudah naik ke menara untuk menemani penerbangan lampion kak Bella dan kak Clark". Balas Royland.
"Yah". Gumam mereka.
"Sudahlah, tak apa apa. Lagipula tadi mereka mencari kalian hanya karena akan menawari kalian makan". Ucap Auraline.
"(mengangguk)".
"Ya sudah, ayo segera keluar. Acaranya akan segeta dimulai". Ajak Royland.
Bella dan Clark yang sudah menaiki menara istana pun sudah memegang lampion pengantin yang siap untuk diterbangkan. Para pelayan kerajaan juga sudah mulai membagikan lampion-lampion untuk para tamu undangan.
"Lihat, acaranya akan segera dimulai". Kata Hans bersemangat.
"(tersenyum)".
"Iya, Hans. Langit malam ini sebentar lagi akan dipenuhi oleh Lampion yang menyala". Jawab Rosemary.
"(tersenyum)".
"Tentu". Gumam Hans.
Sorak-sorakan tamu undangan terdengar sangat keras setelah kehadiran pengantin baru itu diatas menara. Dengan menggunakan pengeras suara, suara Bella tetap terdengar meski ia berada di atas menara istana.
"Para hadirin sekalian, karena lampu lampion sudah kami bagikan, mari kita terbangkan lampion ini dengan semua harapan-harapan kalian, hitung mundur akan kami ucapkan".
Kata Bella mempersiapkan.
"5, 4, 3, 2, 1, Terbang". Ucap Bella dan Clark bersama sambil menerbangkan lampion yang ada ditangan mereka.
Rosemary dan Hans pun sama. Mereka tidak bisa berhenti untuk tersenyum, langit-langit malam mulai dipenuhi dengan lampion-lampion yang menyala itu
"(tersenyum sambil melihat keatas langit)".
"Walaupun hanya sekedar menerbangkan lampion. Aku sangat merasa bahagia". Gumam Rosemary dalam hati.
Tak terasa, pesta perayaan pernikahan itu sudah selesai. Kedua keluarga kerajaan, berkumpul di ruang keluarga istana.
"Bagaimana Bella? kau sudah siap untuk pulang ke istana kami?. Tanya raja Charless.
"Jadi begini ayah, boleh tidak jika aku tinggal disini sementara. Selama 3 bulan saja. Tapi, itu jika ayah berkenan". Balas Bella.
"(tersenyum)".
"Begitukah. Baiklah, tidak apa apa.". Ucap raja Charless.
"(tersenyum)".
"Terima kasih ayah". Balas Bella.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...