
Waktu makan malam tiba, Rosemary, bibi Anna, dan William berkumpul di ruang makan kecuali Bella. Bibi Anna sudah menyuruh pelayan untuk memanggilnya tetapi pelayan bilang Bella sedang tidak lapar.
"Bagaimana bisa ia tidak lapar? jeda waktu antara makan malam dan makan siang kan cukup lama". Kata bibi Anna.
"Entahlah bi".
"Aku rasa, kak Bella sudah memasak sendiri tadi sore. Untuk dimakan bersama suaminya". Jawab Rosemary.
"Ah, pangeran Clark pulang kemari?". Tanya bibi Anna.
"(mengangguk)".
"Iya bi. Kak Bella bilang, ia akan pulang kemari selama 3 bulan ini. Setelah 3 bulan, nanti ia akan pulang ke istana Elevan". Balas Rosemary.
"Ah begitu ya rupanya". Gumam bibi Anna.
"Oh iya, Rose".
"Kapan kau akan menyusul kakakmu?". Gurau bibi Anna.
"(tersenyum)".
"Menyusul apa maksudnya bi?". Tanya Rosemary.
"Yah, menyusul".
"Melepas masa lajang". Balas bibi Anna.
"(tertawa kecil)".
"Biarkan kak Auraline dan kak Royland, mendahuluiku bi. Hans juga masih akan melanjutkan pelatihan ksatrianya". Ucap Rosemary.
"(tersenyum)".
"Oh ya? bibi juga berencana ingin mengikutkan William ke pelatihan ksatria. Tapi sifat pemalunya membuat bibi ragu". Balas bibi Anna.
"(tertegun)".
"Aku juga tidak pernah belajar ilmu ksatria, ibu. Seharusnya aku mempelajari basicnya dulu". Saut William
"(menoleh dan tersenyum)".
"Apa kau mau, mempelajari basic ilmu ksatria bersama kak Hans?". Tawar Rosemary.
"Siapa dia kak?". Tanya William.
"(tersenyum)".
"Dia kekasih kak Rosemary, Will". Balas bibi Anna.
"Oh".
"Tapi, aku tidak mengenalnya". Ucap William.
"(tersenyum)".
"Kapan kapan, aku akan mencoba memperkenalkannya padamu". Balas Rosemary.
"Dia tidak jahat kan?". Tanya William.
"(tertawa kecil)".
"Tidak. Dia baik kok". Balas Rosemary.
"(tersenyum)".
"Syukurlah, kalau begitu".
Rosemary kemudian mengingat tentang hubungannya yang sedang dalam keadaan renggang itu. Namun, ia berencana untuk mengunjungi Hans ke istananya sebelum Hans berangkat ke pelatihan.
"Baiklah kalau begitu, silahkan dinikmati makanannya". Jawab bibi Anna.
"(mengangguk tersenyum)".
"Iya bi". Balas Rosemary.
"Iya bu". Balas William.
Setelah makan malam selesai, mereka memasuki kamar masing-masing untuk beristirahat. Tak terkecuali Rosemary.
...****************...
Keesokan paginya, Rosemary kembali mengingat kejadian kemarin bersama Hans. Tetapi kemudian, ia memutuskan untuk tidak memikirkan Hans lagi, dan mencoba untuk mengisi waktunya dengan kegiatan positif. Karena ia merasa, waktunya belum tepat jika ia mengunjugi Hans sekarang.
"Rose"
"(mengetuk pintu kamar)". Panggil bibi Anna.
"(menoleh)".
"Iyaa? silahkan masuk saja". Jawab Rosemary.
"(membuka pintu)".
"Ini sudah waktunya sarapan. Ayo kita sarapan". Ajak bibi Anna.
"Baiklah bi".
"Ayo kita sarapan. Lalu, William?". Kata Rosemary.
"William sudah menunggu di ruang makan". Jawab bibi Anna.
"Oh iyaa".
"Bagaimana dengan kak Bella?". Tanya Rosemary sambil berjalan bersama bibi Anna.
"(mengangguk)"
"Sudah, Bella dan Clark sudah berada di bawah". Jawab bibi Anna.
"Ah begitu, baiklah bi..". Kata Rosemary.
Sesampainya di ruang makan, Rosemary menyapa William, Bella dan Clark yang sedang menunggu.
"Pagi William". Sapa Rosemary.
"Pagi kak Rose". Jawab William.
"Pagi, kak Bella. Kak Clark".
"(mengangguk tersenyum)"
"Pagi Rose". Balas Clark.
"Pagi, Rose". Balas Bella.
"(tersenyum)".
"Ayo, silahkan dinikmati hidangannya". Ucap bibi.
"(tersenyum)".
"Baik bi". Jawab Rosemary.
"(tersenyum) iya bu..". Jawab William.
"(tersenyum)".
"Iya bi". Balas Bella dan Clark.
Merekapun akhirnya menikmati hidangan sarapan pagi.
Setelah sarapan pagi selesai, Rosemary hendak menjalankan jurnal hariannya. Tetapi, tiba-tiba William dengan beraninya mengejar dan memanggilnya untuk meminta bantuan.
"Kak, tunggu!". Panggil William.
"(menoleh)".
"Iya Will? ada apa?". Kata Rosemary.
"Kakak yakin akan memperkenalkan aku dengan kak Hans?". Tanya William
"(tersenyum)".
"Iya, tentu saja. Tapi tidak sekarang ya". Balas Rosemary.
"(tersenyum)".
"(tersenyum mengangguk)".
"Iya, sama sama. Oh iya, kakak rasa kau sudah tidak malu dan gugup lagi". Balas Rosemary.
"(tersenyum)".
"Ah iya. Setelah mengenal kakak, aku rasa kakak orang yang baik. Malu dan gugup ku tiba tiba hilang". Ucap William.
"(tertawa kecil)".
"Kau hanya perlu berpikiran positif, saat baru saja mengenal orang baru". Balas Rosemary.
"(tersenyum mengangguk)".
"Kakak juga mengajarkan banyak hal padaku. Terima kasih ya". Ucap William.
"(tersenyum mengangguk)".
"Sama sama, Will. Kalau begitu kakak pergi dulu ya, kakak mau melakukan kegiatan harian". Balas Rosemary.
"Ah iya, kak. Semangat". Ucap William.
Seusai melakukan percakapan singkat dengan William, Rosemary pun menjalankan kegiatan hariannya seperti biasa. Ia berusaha untuk tidak memikirkan Hans. Tapi hati, tidak bisa berbohong. Ia terus mengingat masa masa indahnya bersama Hans. Hal itu membuatnya tidak fokus saat menerima pelajaran dari sang guru ilmu alam.
"Rose?".
"Kau melamun?". Tanya sang guru.
"(membuyarkan lamunannya)".
"Ah, maaf guru. Aku melamun". Balas Rosemary.
"Apa kau masih merasa lelah?". Tanya sang guru.
"(tersenyum menggeleng)".
"Ah tidak, aku hanya sedang banyak pikiran saja". Balas Rosemary.
"Ah begitu, apa kau masih bisa fokus?". Tanya sang guru.
"(mengangguk)".
"Iya, aku bisa". Balas Rosemary.
"(tersenyum)".
"Baiklah, kita lanjutkan pelajarannya ya". Gumam sang guru.
Mereka pun kemudian melanjutkan pelajaran tersebut. Selesai mempelajari ilmu alam. Jam sudah menunjukkan waktu makan siang. Rosemary segera menunaikan makan siangnya dan juga segera melanjutkan kegiatan harinya. Setelah menyelesaikan semua kegiatannya. Ia pun duduk di bangku taman untuk membaca buku yang dipinjamkan James semalam.
"(duduk)".
"Mumpung lagi luang. Lebih baik gue segera membaca buku ini". Gumamnya.
"Oh iya, kalau misalkan gue berhasil bangun. Berarti, gue ninggalin Hans dong".
"Dan semisal itu emang beneran. Kira kira, gimana kehidupan Rosemary setelah gue bangun". Gumamnya lagi.
Tiba tiba datanglah William.
"Kakak sedang apa itu?". Saut William.
"(menoleh)".
"Ah, William. Kakak sedang membaca buku". Ucap Rosemary.
"(duduk)".
"Ah, membaca buku. Kau suka membaca buku ya". Balas William.
Rosemary tidak sadar, ketika ia duduk santai bersama William, Gloria dari kejauhan memantaunya dan siap-siap membuat omongan yang akan ia katakan kepada Hans suatu saat nanti. Kali ini, ia membawa sebuah kamera untuk mengambil gambar agar dapat dijadikan sebagai bukti.
"Ini kesempatanku! untuk membuat berita baru".
"Kali ini, aku membawa kamera. Kau tidak akan bisa mengelak, Rose (tertawa)". Kata Gloria.
Gloria berniat untuk mempengaruhi Hans, bahwa Rosemary sudah memiliki pengganti dari Hans. Padahal ia tidak tahu kalau William adalah sepupu Rosemary.
...****************...
Kegiatan Auraline di penginapan berjalan dengan lancar. Walaupun begitu, ia tak berhenti gelisah memikirkan Rosemary. Ia benar-benar ingin sekali pulang, tetapi acara negeri masih belum juga selesai.
"Ayah, beberapa diskusi sudah diselesaikan lebih cepat daripada waktu yang ditentukan. apakah kita bisa pulang lebih cepat juga?". Tanya Auraline.
"Iya, ayah rasa seperti itu, ada beberapa orang yang mengatakan, bahwa selasa sore kita sudah bisa pulang". Jawab raja Handry.
"Ah syukurlah". Kata Auraline bahagia.
"Memangnya kenapa nak? mengapa kamu terburu-buru untuk pulang?". Tanya ratu Mia.
"(tersenyum) tidak apa-apa ibu". Jawab Auraline.
"Apa kau ada janji dengan pangeran Royland?". Tanya raja Handry.
"(tersenyum)".
"Sebenarnya, iya ayah". Jawab Auraline terpaksa berbohong.
"Ah begitu, kapan?". Tanya ratu Mia.
"Rabu siang ibu". Jawab Auraline.
"Tenang saja, kita pasti sudah sampai di istana rabu siang". Saut raja Handry.
Auraline terpaksa berbohong dengan raja Handry dan ratu Mia, ia tidak ingin kedua orang tuanya tahu kalau hubungan Rosemary dan Hans sedang tidak baik.
...****************...
Kembali pada Rosemary dan William.
"(tersenyum)".
"Aku menyukai segala hal, Will. Kecuali berkuda". Balas Rosemary.
"(tertawa)".
"Kenapa memangnya, dengan berkuda?". Tanya William.
"(tertawa kecil)".
"Kakak rasa, tak semua orang bisa mahir berkuda. Termasuk kakak". Balas Rosemary.
"(tersenyum)".
"Mungkin, karena kakak tidak menyukainya. Kegiatan itu, terasa sulit dilakukan". Ucap William.
"(mengangguk tersenyum)".
"Ah iya, kau benar". Gumam Rosemary.
"Selain membaca buku, biasanya apa yang kakak lakukan saat luang seperti ini?". Tanya William.
"Kakak suka sekali berkebun".
"Seperti menanam tanaman, menyiram dan merawatnya". Balas Rosemary.
"Wah, aku juga suka berkebun kak". Ucap William.
"Nah kalau begitu, ayo ikut kakak". Ajak Rosemary.
"Kemana kak?". Tanya William.
"Kau bilang, kau juga suka berkebun kan".
"Sekarang, saatnya kakak untuk merawat tanaman kakak. Kau mau ikut tidak?". Tawar Rosemary.
"(tersenyum sumringah)".
"Tentu saja aku ikut". Balas William.
"Ya sudah, ayo Will". Ajak Rosemary sembari beranjak dari duduknya.
Mereka kemudian menuju kebun istana yang berada di sebelah halaman belakang istana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...