I'LL MARRY YOU, PRINCESS

I'LL MARRY YOU, PRINCESS
KEBERANGKATAN



"Selamat pagi putri". Ucap Royland.


"(tersenyum)".


"Pagi pangeran". Balas Auraline.


"(tersenyum sembari melambaikan tangan)


"Selamat pagi mawar". Ucap Hans.


"(tersenyum)".


"Pagi Hansku yang tampan". Balas Rosemary.


Sekilas, Rosemary melihat leher Hans yang terluka karena perkelahian semalam. Hal itu membuat Rosemary terkejut dan menanyakannya.


"(mendekat)".


"Kenapa ini? kenapa lehermu terluka?". Tanya Rosemary kawatir.


"(menoleh)".


"Iya Hans. Aku baru tahu, lehermu terluka". Saut Royland.


"(memegang lehernya)".


"Ahh. Ini tersayat silet sedikit". Ucap Hans menyengir.


"Ah mana mungkin. Jujur saja, kenapa ini?". Tanya Rosemary.


"(mimik wajah bingung)"


"I-itu ceritanya panjang". Balas Hans.


"Kak".


"Kita masuk saja dulu ya, aku ingin mengobati luka Hans dulu". Ucap Rosemary.


"(mengangguk)".


"Iya Rose. Ayo kita masuk". Balas Auraline


Mereka pun masuk ke dalam istana untuk mengobati luka yang ada di leher Hans.


"Duduklah sebentar".


"Aku akan mengambil kotak obat". Ucap Rosemary sembari berjalan mengambil kotak obat.


"(mengangguk)".


"Baiklah". Balas Hans.


"Aku baru tahu, ada luka di lehermu Hans". Saut Royland.


"Luka ini sudah ada sejak kemarin kak". Balas Hans.


"Ha? bagaimana bisa? memangnya luka apa itu?". Tanya Royland.


"Iya Hans. Luka nya terlihat cukup dalam". Saut Auraline.


Datanglah Rosemary sambil membawa kotak obat.


"(duduk)".


"Kemari, ku obati lukanya". Ucap Rosemary.


"(mendekat)".


"Jadi kemarin pagi, sepulang dari sini, aku bertemu pasukan sekutu itu lagi". Ujar Hans.


"(terkejut)".


"Ha? lagi? bukannya mereka sudah berjanji untuk tidak mengganggumu lagi?". Saut Rosemary sembari mengobati lukanya.


"Bagaimana bisa mereka datang lagi?".


"Seharusnya kau tidak pergi sendirian Hans". Tutur Royland.


"(mengangguk pelan)".


"Mereka yang datang kemarin berbeda dengan yang datang kapan lalu". Jelas Hans.


"Lalu apa yang mereka lakukan padamu?". Tanya Auraline.


"Seperti biasa kak".


"Mereka ber 5 menyerangku. Dan salah satu pedang mereka mengenai leherku". Balas Hans.


"Bisa bisanya kau tak menceritakannya padaku Hans". Saut Royland.


"Aku bingung, menceritakannya darimana". Balas Hans.


"Bisa bisanya dia datang, seperti tidak terjadi apa apa". Ucap Royland sembari menoleh Auraline.


"Sudah tau terluka, kenapa tidak cepat cepat diobati". Saut Rosemary sembari memasang plaster.


"Lukanya sulit ku jangkau, jadi kubiarkan saja". Balas Hans.


"(memandang wajah Hans)".


"Kalau dibiarkan saja, bagaimana bisa sembuh?". Gumam Rosemary.


"Bisa, kan ada kau yang mengobatinya". Balas Hans.


"(tersenyum)".


"Kemarikan tanganmu. Sekalian ku ganti perbannya". Pinta Rosemary.


"(memberikan tangannya)".


"Kemarin juga, aku hampir tertusuk pedang. Tapi tiba tiba James datang dan menolongku". Ucap Hans.


"(menoleh)".


"James? dia datang menolongmu?". Saut Rosemary.


"(mengangguk)".


"Iya. Dia juga berkata bahwa dia sudah merelakanmu untukku". Ujar Hans.


"(tersenyum)".


"(mengangguk)".


"Semoga saja". Gumam Hans.


Setelah selesai mengobati luka Hans, Rosemary memandanginya iba.


"Lihat dirimu Hans".


"Kau dipenuhi luka". Ucap Rosemary iba.


"Tak apa apa. Aku baik baik saja kok". Balas Hans.


"Luka di tanganmu saja belum sembuh total, sudah bertambah saja di leher". Ucap Rosemary. 


"Lain kali, Hans. Jangan pergi tanpa kawan. Kau bisa mengajakku".


"Jika ada apa apa, ceritakan padaku". Saut Royland.


"(mengangguk tersenyum)".


"Iya kak. Sebenarnya aku bisa saja melawan mereka, tapi karena kondisi tangan kiriku yang masih belum sembuh, membuatku tak bisa memaksimalkan kinerja ku". Jelas Hans.


"Itulah mengapa, kau harus mengajak orang lain jika ingin bepergian Hans". Saut Rosemary.


"(tersenyum)".


"Iya iya". Balas Hans.


"Ya sudah. Kita berangkat sekarang?". Tanya Royland.


"Ayo, kita berangkat". Balas Hans.


"Ayo". Saut Rose dan Aura.


Berangkatlah mereka menaiki kereta kuda yang dibawa Hans dan Royland.


"(melihat tas yang dibawa Hans)".


"Tasnya besar? untuk apa?". Tanya Rosemary.


"Tentu saja, kan isinya banyak. Ada tenda dan peralatan penting lain. Jawab Hans.


"Tenda? untuk apa? kita menginap disana?". Tanya Rosemary lagi.


"(tertawa kecil)".


"Tentu, Rose. Semua orang yang datang kesana pasti menginap, minimal semalam". Saut Auraline.


"(melirik Hans)".


"Oh begitukah?". Gumam Rosemary.


"(menaikkan bahu)".


"Aku juga baru tahu, saat kak Roy bilang tadi". Balas Hans.


"Disana nanti, kita akan bertemu banyak orang dari berbagai kerajaan".


"Hutan kota itu tidak pernah sepi pengunjung". Jelas Royland.


"Ah begitu". Balas Rosemary.


Dalam perjalanan, mereka bersenang-senang dan bercerita. Disitulah Hans mengungkapkan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ksatrianya kepada Rosemary.


"Oh iya, Rose. Aku ingin menceritakan sedikit rencana ku". Ucap Hans ingin menceritakan sesuatu.


"Rencana apa itu? ceritakanlah". Jawab Rosemary penasaran.


"Begini, ada 1 lagi gelar ksatria yang ingin aku capai, dan ini tingkat tertingi, bukan tingkat pemuda seperti yang aku pegang saat ini. Aku harus menjalani pelatihan selama 2 minggu,  untuk meraih gelar tersebut, bagaimana menurutmu?". Tanya Hans meminta pendapat.


"Jadi, kau ingin mengikuti pelatihan ksatria lagi? hanya untuk memegang gelar terakhir?". Tanya balik Rosemary seperti tidak menyetujui Hans.


"Bukan begitu maksudku".


"Aku hanya ingin memperdalam ilmu saja. Lagipula ini juga untuk kepentingan kita bersama. Aku juga ingin membuat ayah bangga padaku". Kata Hans  membujuk.


"(melirik)".


"Tapi lihatlah keadaanmu sekarang, aku tidak ingin kau kelelahan". Kata Rosemary masih tidak setuju.


"Aku mohon izinkan aku ya. Pelatihannya akan dimulai 4 minggu lagi". Kata Hans memohon.


"Kau benar-benar ingin mengikutinya?". Tanya Rosemary.


"(mengangguk tersenyum)".


"Iya. Aku ingin sekali bisa menyelesaikan pendidikan ksatria. Jawab Hans.


"Baiklah, ikutlah".


"Tapi, kau akan meninggalkanku?". Tanya Rosemary.


"(tersenyum dan mengangkat kedua tangan Rosemary)".


"Hanya 2 minggu saja. Jawab Hans.


"(tersenyum)".


"Baiklah. Aku juga tidak ingin membatasi keinginanmu. Tapi, jaga dirimu baik baik ya disana". Ucap Rosemary.


"Pasti itu". Balas Hans.


Setelah Rosemary menyetujui rencana Hans. Hans lega dan semakin semangat untuk mengikuti pelatihan tersebut. Tak terasa perjalanan sudah semakin dekat dengan Hutan Kota Fanlyland, dari tampak samping terlihat banyak lampu-lampu pengunjung yang terpasang menandakan keadaan hutan tersebut sedang ramai. Rosemary terkejut, dari namanya hanya disebut hutan kota, tetapi nampak seperti hutan besar yang menyeramkan. Tetapi, dilihat dari lampu-lampu yang terpasang itu membuat Rosemary yakin, bahwa hutan tersebut aman dan ramai, lagipula mana mungkin Royland mengajaknya ke tempat yang berbahaya.


"Itu tampak samping hutan kota banyak pengunjung bukan?". Ucap Royland.


"Darimana kau tahu kalau hutan tersebut banyak pengunjung, kak?". Tanya Hans.


"Lihat saja, lampu-lampu yang terpasang itu, lampu tersebut milik para pengunjung". Jawab Royland.


"Ah begitu". Gumam Hans.


Sampailah mereka didepan gapura Hutan Kota Fanlyland. Kusir kereta kuda yang tadinya mereka tumpangi, Royland suruh menunggu di tempat sekaligus parkir kereta yang tempatnya disamping kiri dinding hutan kota tersebut. Mereka mulai memasuki hutan dan bertemu dengan orang-orang dari berbagai kerajaan di negara Fanlyland.


"Disini saja kah kita mendirikan tenda?". Tanya Royland.


"Baiklah, disini saja Bagus. Kita bisa melihat pemandangan dari atas sini". Jawab Auraline.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...