I'LL MARRY YOU, PRINCESS

I'LL MARRY YOU, PRINCESS
PESTA PERAYAAN PERNIKAHAN



Setelah makan malam selesai, Rosemary buru-buru untuk tidur.


...****************...


Sama hal nya dengan sang kakak. Bella yang saat ini sedang berada di istana Elevan pun,  setelah makan malam selesai ia juga memutuskan untuk segera berganti baju, kemudian beristirahat bersama Clark.


"Bagaimana perasaanmu saat ini suamiku?". Tanya Bella dalam pelukan Clark.


"(tersenyum)".


"Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata istriku. Bahagia dan bahagia, semuanya terasa lega". Jawab Clark.


"(tersenyum)".


"Kita seharusnya istirahat sekarang, besok pagi kita harus bersiap-siap untuk perayaan yang di adakan kerajaan atas pernikahan kita". Pinta Bella.


"(tertawa kecil)".


"baiklahh, tetapi sekarang?". Tanya Clark.


"(mengangguk)".


"Iya, sekarang". Balas Bella.


"Tapi, aku menginginkanmu sekarang". Ucap Clark.


"(tersenyum)".


"Kau menginginkan aku ya". Gumam Bella.


"(tertawa kecil)".


"Ah tidak, jangan sekarang. Besok saja, ayo tidur istriku". Ajak Clark.


"(tersenyum)".


"Terserah kau saja, suamiku". Jawab Bella.


Bella dan Clark pun akhirnya memutuskan untuk tidur karena kelelahan.


...****************...


Keesokan paginya, di istana Ardarish. Rosemary sedang merias dirinya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya yang ternyata itu adalah sang kakak, Auraline.


"Tteokk tteokk". Suara ketukan pintu kamar Rosemary.


"(membuka sedikit pintu)".


"Rose? boleh aku masuk? (tersenyum)". Tanya Auraline.


"(menoleh)".


"Oh tentu saja kak. Silahkaan masukk, ada apa kak?". Jawab Rosemary.


"(tertawa kecil)".


"Tidak ada apa-apa. Apa kau akan merias wajahmu lagi?". Tanya Auraline.


"(mengangguk tersenyum)".


"Tentu saja. Ini kan pesta perayaan, kita harus terlihat bersinar". Gurau Rosemary.


"(tertawa)".


"Kalau begitu, aku juga mau". Ucap Auraline.


"(tersenyum)".


"Boleh, ayo kita lakukan". Balas Rosemary.


"Tapi, kau terlihat sudah memakai riasan wajah".


"Lihatlah dirimu, Rose. Kau memang begitu cantik. Hans benar benar beruntung bisa mendapatkanmu". Ucap Auraline.


"(tersenyum)".


"Ah kakak ini bisa saja. Aku memang sudah menyelesaikan riasanku. Biar ku bantu kakak merias wajah kakak". Balas Rosemary sembari menyisir rambut panjangnya itu.


"(mengangguk tersenyum)".


"Baik baik. Bisa kita mulai sekarang?". Tanya Auraline tidak sabar.


"(tertawa kecil)".


"Tentu saja. Ayo kak". Balas Rosemary tertawa kecil.


"Mengapa tidak dari dulu saja aku tahu kalau kau pandai merias wajah Rose". Ucap Auraline


"(tertawa)".


"Sayangnya, disini tidak ada foundation, concelar, countour dan highlighter. Jika ada, pasti riasannya akan terlihat lebih bagus". Balas Rosemary sembari memakaikan alas bedak pada wajah Auraline. 


"Apa itu, Rose?".


"Aku tak pernah mendengar alat riasan seperti itu. Darimana kau tau tentang alat alat itu". Guman Auraline.


"(tertawa kecil)".


"Kan sudah kubilang, aku sering mempelajari tata riasan kak. Maka dari itu, aku tau tentang itu semua". Balas Rosemary.


"Nah, itulah yang ku suka darimu".


"Kau itu suka belajar banyak hal".  Ucap Auraline.


"(tersenyum)".


"Kakak, suka sekali memuji ku". Gumam Rosemary.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu lagi, dari sang ibu, ratu Mia.


"Tteookk tteokk, Rose?". Suara ketukan pintu.


"Iya? buka saja". Jawab Rosemary.


"(membuka pintu)".


"Rose? ah ada Auraline juga". Kata ratu Mia.


"Haha iya ibu".


"Aku rasa, kita harus terlihat lebih cantik di acara pesta perayaan kak Bella, ibu". Jawab Auraline.


"Itu benar sekali".


"Ibu juga mau dirias. Boleh ya, Rose?". Ucap ratu Mia.


"(mengangguk tersenyum)".


"Iya ibu. Setelah aku merias kak Auraline, aku akan merias ibu juga". Jawab Rosemary.


Setelah Rosemary menyelesaikan riasan Auraline, ia bersegera merias wajah ibunya karena sebenarnya ia tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan kegiatan lain. Ia juga harus menyambut kedatangan kedua mempelai pengantin di teras depan istana sebentar lagi.


Saat jam sudah menunjukkan pukul 08.00, tepatnya jam yang sudah ditentukan untuk menyambut Bella dan Clark sebagai pembukaan dari perayaan pernikahan mereka. Rosemary dan Auraline bersiap di depan teras istana. Semenjak, mendengar kabar bahwa ia akan segera dinikahkan. Sikap Bella nampak berubah, ia terlihat biasa saja dengan apa yang dilakukan Rosemary. Meski tidak bersikap ramah. Tapi setidaknya, dia sudah tidak pernah lagi memarahi Rosemary.


"Kak, selamaat yaa".


"Rose ikut senang, melihat kakak sudah menemukan kebahagian kakak (tersenyum lebar)". Kata Rosemary.


"Iya terima kasih" Jawab Bella.


"(tersenyum)".


"Selamat ya kak. Semoga di kehidupan yang baru, kau selalu diberkati". Ucap Auraline.


"(mengangguk)".


"Iya, terima kasih". Balas Bella.


Setelah menyambut sang pengantin. Mereka semua pun duduk di sebuah bangku yang sudah disediakan untuk keluarga besar. Duduklah mereka semua di bangku itu.


"(duduk)".


"Silahkan dinikmati, hidangannya". Ucap raja Handry.


"(duduk)".


"Baik baik, raja. Terima kasih". Balas raja Charless.


"Ratu Mia, kau kembali menggunakan riasan itu (tertawa kecil)". Gurau ratu Elisa.


"(tertawa kecil)".


"Ah kau tau saja". Balas ratu Mia.


"(tersenyum)".


"Kapan kapan, rias saya juga ya, Rose". Ucap ratu Elisa.


"(tersenyum)".


"Tentu, ratu. Akan kulakukan itu untukmu". Balas Rosemary.


"(menoleh Rosemary)".


"Kau yang merias, ratu Mia?". Tanya Hans lirih.


"(menoleh dan tersenyum)".


"(mengangguk dan tersenyum)".


"Iya iya, aku percaya padamu". Gumam Hans.


Keluarga besar kerajaan Ardarish dan Elevan berkumpul dan saling bergurau satu sama lain. Hari itu, adalah hari paling membahagiakan bagi mereka. Terutama Clark dan Bella, kedua pengantin itu merasakan kebahagiaan yang tiada tara.


Sementara mereka sedang bergurau dan bercakap cakap. Rosemary merasa ingin buang air kecil dan meminta izin untuk ke belakang sebentar.


"(berdiri)".


"Sebentar ya ayah. Aku ke belakang dulu". Izin Rosemary.


"Ah iya Rose". Balas raja Handry.


"(menoleh)".


"Mau kemana kau?". Tanya Hans.


"Ke kamar mandi sebentar". Balas Rosemary.


"Ah baiklah". Gumam Hans.


Rosemary pun kemudian segera menuju kamar mandi.


Dan saat hendak kembali. Ia teringat dengan tanaman kesayangannya, sehingga ia menyempatkan diri untuk menyiram tanaman kesayangannya itu.


Pergilah ia ke kebun istana. Dan saat perjalanan menuju istana, tiba tiba ia bertemu dengan James.


"James?".


"Kau sudah datang?". Sapa Rosemary.


"(menoleh)".


"Ah iya, Rose". Kebetulan sekali, aku bertemu denganmu". Balas James.


"Memangnya ada perlu apa?". Tanya Rosemary.


"Apa kau sibuk? jika sibuk, jangan sekarang".


"Nanti saja, jika sudah luang". Balas James.


"Tidak, aku tidak sibuk".


"Tapi sebenarnya, aku mau menyiram tanamanku". Ucap Rosemary.


"(terheran)".


"Menyiram tanaman? kau yakin?". Tanya James tidak yakin.


"(mengangguk)".


"Yakin, kenapa tidak?". Balas Rosemary.


"Apa tidak susah menyiram tanaman menggunakan gaun seperti itu?". Tanya James.


"Ya, mau bagaimana lagi". Balas Rosemary.


"Mau kubantu?". Tawar James.


"Jika kau berkenan, boleh saja". Balas Rosemary.


"Ya sudah ayo". Gumam James sembari berjalan menghampiri Rosemary.


Se usai mendapat tawaran bantuan kecil dari James, mereka pun segera menuju kebun istana untuk menyiram tanaman tersebut.


"Mana teko airnya?". Tanya James.


"Ada di ruangan itu. Aku akan mengambilnya". Balas Rosemary.


"(mengangguk)".


"Baiklah, ku tunggu". Gumam James.


Rosemary pun mengambil teko tersebut, di sebuah ruangan yang berisi peralatan kebun.


"(memberikan teko air)".


"Ini. Tapi aku tidak merepotkanmu kan?". Ucap Rosemary.


"(menggeleng dan tersenyum)".


"Tidak, Ailee yang cantik". Balas James.


"Mulai kau ya". Gumam Rosemary.


"Ah tidak, aku hanya bercanda".


"Ya sudah, biar ku isi dulu teko ini". Ucap James.


"Baiklah, terima kasih ya". Balas Rosemary.


James hanya menjawab dengan anggukan dan senyuman, kemudian pergi mengambil air. Sesampainya mengambil air, ia pun mulai bertanya tanaman mana yang mau disirami.


"Sudah ini".


"Tanaman mana yang mau disiram?". Tanya James.


"(berdiri dan menunjuk tanamannya)".


"Ini, tanaman yang ini". Balas Rosemary.


"(menoleh)".


"Baiklah, aku akan menyiramnya". Ucap James.


"Terima kasih, sudah membantuku".


"Oh iya. Apa ada yang mau kau bicarakan lagi padaku?". Tanya Rosemary.


"Sebenarnya tidak ada".


"Tapi, semalam aku menemukan sebuah buku sejarah fanlyland di perpustakaanku. Siapa tahu, kau mau meminjamnya". Balas James sembari menyiram tanaman tersebut.


"(tertegun)".


"Apa? buku takdir?". Tanya Rosemary.


"Bukan lah. Buku takdir mana mungkin aku yang membawanya". Balas James.


"Ah ku kira buku takdir". Gumam Rosemary.


"Bukan, Rosemary".


"Hanya sebuah buku sejarah. Yang mungkin saja, ada beberapa penjelasan untuk masalahmu itu". Ucap James.


Rosemary terdiam sejenak dan berpikir, mungkin saja ada beberapa hal yang bisa ia ketahui dari buku itu tentang masalah yang ia alami.


"Baiklah, aku mau meminjamnya". Ucap Rosemary.


"Ya sudah. Lain kali, aku akan datang kemari membawa buku itu". Balas James.


Setelah kegiatan menyiram sudah mereka lakukan. Rosemary pun berterima kasih pada James yang membantunya itu. Dan memutuskan untuk kembali mengampiri keluarga besarnya itu. Karena merasa ditinggal cukup lama, sesampainya disana Hans langsung mengutarakan banyak pertanyaan padanya.


"(duduk)". 


"Aku kembali". Gumam Rosemary lirih.


"Dari mana saja kau? kau benar benar buang air kecil? kenapa lama sekali?". Ucap Hans lirih.


"(tersenyum)".


"Iya. Tapi, aku sekalian menyiram tanaman, makanya lama". Balas Rosemary lirih.


"Ah pantas saja".


"Ku sangka kau sudah lupa denganku". Gumam Hans lirih.


"Bagaimana kalo kita ke taman saja?". Tawar Rosemary pada Hans.


"Kenapa kau tiba tiba mengajakku ke taman". Tanya Hans.


"(tersenyum)".


"Aku yakin, kau tidak nyaman disini. Ada ayah, ada ibu. Kau jadi tidak bisa leluasa berbicara denganku". Balas Rosemary.


"(tersenyum)".


"Ah kau tau saja". Gumam Hans.


Mereka pun memutuskan untuk duduk di taman istana setelah mendapat izin dari kedua orang tua mereka.


"(duduk)".


"Kalau begini kan enak". Gumam Hans.


"Sudah kuduga. Kau tidak akan nyaman duduk di suasana se ramai itu". Ucap Rosemary.


"(tertawa)".


"Oh iya. Ku dengar, nanti malam akan ada pesta". Balas Hans.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...