
Rosemary yang kesal kemudian memasuki kamarnya untuk mendinginkan hatinya.
"Selalu seperti ini mengapa ia tidak bisa berfikir dewasa?" Keluh Rosemary.
"Tookk-Tokk, Rose". Suara ketukan dari luar pintu kamar Rosemary.
"Iya? siapa?". Tanya Rosemary pada orang dibalik pintu kamarnya itu.
"Aku Rose, Auraline boleh aku masuk?". Tanya Auraline.
"Oh iya kak".
"Silahkan masuk". Balas Rosemary kemudian membuka pintu.
"Ada apa kak?". Tanya Rosemary kebingungan.
"Tidak ada".
"Aku kemari, hanya ingin mengatakan. Jangan dibawa ke hati ya Ucapan kak Bella tadi". Jawab Auraline.
"(tersenyum)".
"Ah itu, tentu saja tidak kak. Lama kelamaan kalimat itu sudah terbiasa terdengar di telingaku". Ucap Rosemary.
"(tersenyum)".
"Syukurlah kalau begitu. Ya sudah, aku kembali". Balas Auraline lega.
"(mengangguk tersenyum)
"Baik kak". Balas Rosemary.
Rosemary pun akhirnya memutuskan untuk pergi mandi kemudian istirahat sebentar.
...****************...
Sekitar pukul 18.00, Rosemary yang masih tertidur lelap itu tiba tiba di datangi oleh James.
"Dimana ya putri Rosemary?". Tanya James pada dirinya sendiri.
"Ada perlu apa kau kemari, James?". Saut Bella yang tiba-tiba berada di belakang James.
"(menoleh)".
"Ah putri Bella? aku mau menemui putri Rosemary". Jawab James.
"Apa kau tak tahu? dia sepertinya lelah, sepulang dari tamasya nya bersama Hans". Ucap Bella.
"(tersenyum)".
"Ah begitukah? aku rasa besok saja aku kembali lagi". Tanya James.
"Kau tidak cemburu dengannya?". Tanya balik Bella.
"(tersenyum)".
"Cemburu? memangnya aku berhak cemburu?". Ucap James.
"Ku kira kau akan terkejut dan marah dengan Rosemary". Ucap Bella.
"Marah? mengapa harus marah?". Balas James bingung.
"Wanita yang telah menjadi pemuas nafsumu berkencan dengan pria lain". Ucap Bella ketus.
"Ha? apa yang kau maksud?!". Tanya James terkejut.
"Sudahlah, kau tak perlu berpura pura tidak tahu".
"Aku tahu, setelah acara festival arrayan selesai. Kau mengajak Rose ke ruangan pribadimu kan?!". Ucap Bella.
"Iya, memang waktu itu aku mengajaknya".
"Tapi asal kau tahu, tak sedikitpun aku menyentuh Rosemary!". Jelas James.
"Alasan saja". Balas Bella.
"(menggelengkan kepala) kau jangan menuduh kami sembarangan!".
"Aku bukan orang yang seperti itu". Jelas James tak terima.
"Begitukah?". Ucap Bella singkat.
"Tak apa jika kau tak percaya, yang terpenting semesta tahu kebenarannya". Balas James kemudian meninggalkan Bella.
Setelah mendengar ucapan Bella yang menyakiti hatinya. James memilih untuk meninggalkan Bella. Karena merasa tak percaya dengan ucapan Bella, ia mencoba mencari Auraline untuk menanyakan keberadaan Rosemary.
"Permisi putri Auraline, apa kau tau dimana putri Rosemary?". Tanya James.
"Oh, Rosemary sedang beristirahat di kamarnya sejak tadi sore". Jawab Auraline.
"Ah begitu, baiklah terima kasih, putri". Balas James berterima kasih.
"(mengangguk tersenyum)
"Sama sama". Ucap Auraline ramah.
James merasa lega setelah mendengar jawaban dari Auraline. Sehingga memutuskan untuk pulang saja. Namun, Saat James sedang berjalan menuju pintu keluar istana, tiba tiba ia bertemu Rosemary yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Putri Rosemary".
"Aku dari tadi mencarimu..". Kata James.
"(menoleh) pangeran James?".
"Ada perlu apa kau kemari?". Tanya Rosemary.
"Tidak, aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu". Balas James.
"Oh ya?".
"Apa itu?". Tanya Rosemary.
"Soal itu..". Ucap James terpotong.
"Tunggu, lebih baik kita duduk saja di ruang tamu". Ajak Rosemary.
"Ah iya, baiklah". Balas James.
Rosemary merasa, James sebenarnya orang baik. Sehingga, sekarang ia mencoba bersikap ramah padanya.
"Silahkan duduk, pangeran". Ucap Rosemary.
"Jadi, apa yang mau kau tanyakan". Tanya Rosemary.
"Sebelumnya aku mohon maaf, jika pertanyaan ini sedikit menyinggung privasimu". Balas James.
"(tersenyum) tak apa, tanyakan saja dulu". Ucap Rosemary.
"Waktu itu kau tiba tiba menangis setelah melihat foto mendiang ibuku, apa kau mengenalnya?". Tanya James halus.
"(terdiam)".
"Ceritanya panjang, pangeran". Balas Rosemary.
"Panjang?".
"(menarik nafas panjang)".
"Jadi sebenarnya, aku bukan putri Rosemary, aku hanya orang biasa yang sedang koma dirumah sakit karena kecelakaan. Tapi, tiba tiba aku terbangun sebagai sosok putri yang disegani banyak orang". Jelas Rosemary.
"Ha? kau tak bercanda kan?". Tanya James.
"(tersenyum tipis) untuk apa aku bercanda?". Tanya balik Rosemary.
"Tapi mana mungkin hal itu bisa terjadi?". Ucap James tak percaya.
"(menaikkan bahu) mana ku tahu". Balas Rosemary.
"Lalu, apa hubungannya dengan mendiang ibuku?". Tanya James.
"Mendiang ibumu, benar benar mirip dengan ibuku yang asli".
"Itulah mengapa aku menangis saat melihatnya, aku merindukan ibuku". Jelas Rosemary.
"(iba) putri, aku tidak tahu apa yang kau katakan itu benar atau tidak".
"Tapi aku harap kau bisa menerima takdir yang semesta berikan padamu". Ucap James.
"(tersenyum) iya pangeran. Ternyata kau orang yang baik".
"Terima kasih ya". Balas Rosemary.
"(mengangguk tersenyum) sama sama".
Tak lama setelah itu, Bella datang melewati mereka.
"(melirik) bisa bisanya, kau Rose". Saut Bella.
Rosemary dan James tak merespon sepatah kata pun, karena percuma saja merespon pun tak ada gunanya.
Setelah merasa urusannya sudah selesai. James memutuskan untuk pulang.
...****************...
Makan malam pun tiba.
"Selamat makan malam anak-anakku..". Kata ratu Mia pada ketiga anaknya itu.
"Selamat makan malam ibu, ayah". Jawab bersamaan ketiga putri tersebut.
"Bagaimana hubunganmu dengan Hans, Rose? semakin membaik?" Tanya raja Handry.
"(mengangguk tersenyum) syukur ayah, kami semakin dekat. Dia orang yang baik. Jawab Rosemary.
"Sudah tahu begitu, kau masih saja mendekati James". Saut Bella menuduh.
"Apa yang kau maksud Bella?". Kata ratu Mia.
"Itu benar ibu, meski ayah sudah menyatakan perjodohan itu. Ia tetap saja dekat dengan pria lain.". Balas Bella menghina.
"Tidak ibu, kami hanya berteman. Tak sedikit pun aku berniat untuk menghianati Hans". Jelas Rosemary.
"Alasan saja kau, dasar gatal". Balas Bella.
"Sudah cukup, ayah tidak ingin mendengar pertengkaran kalian!". Saut raja Handry.
"Bella!".
"Jaga ucapanmu!". Saut ratu Mia.
"Kau benar benar keterlaluan kak!". Ucap Rosemary
Mendengar ucapan sang kakak, Rosemary sakit hati. Ia memilih untuk meninggalkan acara makan malamnya itu.
...****************...
Pagi yang cerah akhirnya tiba, seperti biasa Rosemary menjalani lari pagi sebentar sebelum ia menjalani kegiatan hariannya. Rosemary mulai mengenal kawasan kerajaannya yang dekat dengan pemukiman rakyat berjarak sekitar 1 km dibawah istana Ardarish. Saat hendak sampai di pemukiman rakyat, ia bertemu Hans yang ternyata juga sedang berlari pagi.
"Cintaku?!". Sapa Hans.
Mendengar ucapan itu, Rosemary langsung menoleh dan sudah tertebak jika itu adalah Hans.
"(menoleh dan tersenyum)".
"Kau juga lari pagi, cintaku?". Tanya Rosemary.
"(datang menghampiri)".
"(tersenyum) tentu. Sudah ku duga, aku pasti bertemu denganmu". Balas Hans.
"(tersenyum)".
"Ya sudah, ayo lanjut". Ajak Rosemary.
"Ya ayo". Ucap Hans sambil berlari kencang.
"Hei, kau meninggalkanku?!". Balas Rosemary.
Mereka berlari cukup jauh dan memutuskan untuk duduk sebentar di samping jalan.
"(ter engah engah) aku lelah, istirahat dulu lah". Ucap Hans.
"Bisa bisanya kau meninggalkanku". Balas Rosemary baru saja datang.
"(tertawa) kasian sekali". Ejek Hans.
Tiba-tiba datanglah seorang prajurit yang menodongkan pedang ke leher Rosemary.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...