I'LL MARRY YOU, PRINCESS

I'LL MARRY YOU, PRINCESS
KESAL



Saat hari sudah menjelang sore. Datanglah, bapak pengirim surat yang memberikan sebuah surat balasan yang Hans kirim semalam. Rosemary yang menerimanya itu awalnya mengira Hans mengirimkan surat untuknya, bukan membalas surat yang terkirim padanya.


"Kepada, putri Rosemary". Ucap pengawal istana itu sembari memberikan sebuah surat pada Rosemary.


"Iya, makasih". Balas Rosemary kemudian mengambil surat tersebut.


Di dalam hati ia bergumam.


"Tak masalah, meski aku gagal mengirim surat padanya kemarin. Ujung ujungnya, Hans juga akan memberi ku kabar. Aku yakin, dia tak akan melupakanku". Gumamnya dalam hati sambil berjalan masuk ke dalam istana.


Rosemary bergegas memasuki kamarnya untuk membuka surat tersebut. Dan saat setelah membuka surat itu, ia malah dibuat bingung dengan apa yang dituliskan Hans di dalam suratnya.


Di dalam surat itu tertuliskan :


"Aku tak tahu, apa ini benar benar kau atau bukan, Rose. Tapi ucapanmu yang mengatakan bahwa aku adalah ksatria egois itu membuatku sakit hati. Jika setelah kepergianku ke pelatihan ini membuatmu merasa kesepian dan lebih memilih untuk menerima cinta James, ku persilahkan kau!. Tapi perlu kau tahu, aku datang ke pelatihan ini bukan hanya sekedar meraih gelar. Tapi ini menyangkut reputasi keluarga kerajaan Elevan dan untuk mendalami ilmu ksatriaku. Jika kau menganggap Hans ini tidak tulus dalam mencintaimu. Kau salah!". 


Tertanda


Pangeran Hans.


Rosemary sedikit kesal dengan isi surat tersebut. Terutama saat melibatkan nama James. Ia merasa kesal dengan Hans yang tak kunjung mempercayainya. Padahal, ia sudah menjelaskan berulang kali bahwa dirinya dengan James hanya sebatas teman biasa.


"Kenapa dia jadi melibatkan nama James?! apa maksud dari surat ini?!".


"Selalu aja, ada nama James!".


"Padahal, sudah ku bilang loh. Aku dan James itu hanya berteman!". Gumamnya kesal.


Bagaikan sedang bermimpi, Rosemary benar benar tidak tahu maksud Hans menuliskan surat itu.


"Tapi, setelah ku amati lagi. Ini bukan seperti kiriman surat, melainkan sebuah balasan surat".


"Memangnya, siapa yang mengirimkan surat pada Hans sebelumnya?". Gumam Rosemary bingung. 


Meski merasa ada yang tidak beres. Rosemary terlanjur kesal dengan apa yang Hans tuliskan di dalam surat tersebut. Rosemary pun menghiraukannya.


"Tau deh". 


"Lagian siapa juga yang ngirim surat ke dia. Nih orang iseng kali".


"Males banget! tiba tiba dituduh kayak gini! terserah lo Hans!". Gumam Rosemary kesal.


...****************...


Keesokan paginya, meski masih merasa kesal Rosemary tetap bergegas bersiap siap untuk mengunjungi Hans ke tempat pelatihan. Tak lama kemudian raja Charless pun datang menjemput.


"Sudah siapkah semuanya?". Tanya raja Charless.


"Sudah raja..". Jawab raja Handry, ratu Mia dan Rosemary secara bersamaan.


"(tersenyum) baiklah kalau begitu kita berangkat ya". Kata raja Charless.


Mereka semua akhirnya berangkat menuju tempat pelatihan yang di ikuti oleh Hans sekitar pukul 9 pagi.


...****************...


Sementara itu, Bella dan Clark yang tidak ikut ke tempat pelatihan Hans, sedang menikmati teh pagi mereka.


"Bagaimana keadaanmu sekarang, istriku?". Tanya Clark sambil menikmati tehnya.


"(tersenyum) baik-baik saja, tidak terasa pusing, tetapi terkadang masih terasa sedikit mual". Jawab Bella.


"Baiklah kalau begitu, jika terasa pusing atau mual yang berlebihan segeralah memberitahuku, nanti akan ku panggilkan tabib. Dan juga, selalu jaga kesehatan, karena kesehatanmu bisa mempengaruhi kesehatan bayi ini". Ucap Clark sembari mengelus perut Bella.


"(tersenyum)".


"Iya suamiku, aku akan selalu menjaga kesehatanku dan bayi ini". Jawab Bella.


Tiba-tiba Gloria datang lagi.


"Hai kak Bella". Sapa Gloria.


"Gloria? sejak kapan kau disini? kemari duduklah disini!". Balas Bella.


"Eh, apa aku tidak menggangu waktu kalian?". Tanya Gloria.


"Tentu tidak Gloria, silahkan duduk". Saut Clark.


"Iya. Duduklah disini bersama kami". Ucap Bella.


"Baiklah kalau begitu, terima kasih sudah mempersilahkanku untuk duduk". Ucap Gloria kemudian duduk disamping Bella.


"Selamat pagi kak, bagaimana kabarnya?". Ucap Royland dengan tubuh yang bergerak maju menghampiri sang kakak.


"(berdiri kemudian memeluk Royland)".


"Royland adikku! kabar ku sangat baik". Jawab Clark.


"(tertawa)".


"Tidak biasanya kakak memelukku seperti ini". Gumam Royland keheranan.


"(melepaskan pelukannya dan tertawa)".


"Aku hanya teringat masa kecil kita. Yang dimana kita berdua menjaga Hans yang masih bayi. Dan sekarang aku yang akan segera memiliki bayi". Ucap Clark.


"(tersenyum lebar)".


"Ah iya. Bayi Hans". Gumam Royland.


"Ku kira kau juga ikut menjalani pelatihan itu bersama Hans". Ucap Clark sembari kembali duduk.


"(menggeleng dan tertawa)".


"Tidak, aku tidak pernah terlalu antusias dalam ilmu ksatria". Jawab Royland.


"(tersenyum) duduklah disini!". Ucap Clark dengan tangan yang menepuk pelan bangku taman.


"Sebentar kak, aku kesini hendak bertemu dengan putri Auraline, berada dimana dia sekarang?". Tanya Royland.


"Aku rasa tadi dia berada di ruang tenun". Saut Bella.


"Ah baiklah, terima kasih kak. Kalau begitu aku pergi dulu". Jawab Royland.


Royland kemudian menghampiri Auraline yang katanya sedang berada di ruang tenun.


"Mohon maaf, apa dia adik pangeran Clark?". Tanya Gloria.


"Iya, itu adikku yang pertama". Jawab Clark sembari menyeruput tehnya.


"Ah begitu". Kata Gloria.


"Kenapa? tampan?". Saut Bella.


"Namanya juga laki-laki mana ada yang cantik kak". Jawab Gloria.


"Ia sudah memiliki pasangan, Gloria. Begitu juga dengan adikku yang kedua". Kata Clark.


"Iya, pangeran". Balas Gloria.


Mendengar ucapan Clark mengenai "adiknya yang kedua", Gloria langsung teringat dengan Hans. Dia juga mulai berasumsi dengan yakin, jika hubungan Rose dan Hans sekarang dalam keadaan memanas karena surat yang semalam ia kirimkan pada Hans dengan mengatasnamakan Rosemary. 


...****************...


Dalam perjalanan menuju tempat pelatihan, Rosemary teringat dengan surat yang semalam Hans kirimkan padanya. Hatinya masih merasa kesal. Tapi, ia harus tetap mengunjungi Hans. Alih alih mendapatkan kejelasan dari maksud surat tersebut.


"Surat itu kira kira maksudnya apa ya?!".


"Gue takut nanti Hans malah marah sama gue. Padahal gue nggak ngirim surat apapun sebelumnya. Tapi gue juga kesel, dia nuduh nuduh ga jelas gitu". Gerutunya dalam hati.


"Rose?". Panggil ratu Mia.


"Ah, iya ibu? ada apa?". Balas Rosemary sembari membuyarkan lamunannya.


"Jangan melamun, ibu lihat dari tadi kau melamun saja". Kata ratu Mia.


"Apa kau sakit nak?". Saut raja Charless.


"(tersenyum menggeleng)".


"Ah tidak, aku hanya merasa sedikit mengantuk". Balas Rosemary.


"Ya sudah, tidurlah nak jika kau mengantuk". Ucap ratu Elisa.


"(mengangguk sambil tersenyum)".


"Iya ratu". Jawab Rosemary.


Rosemary pun memutuskan untuk tidur sebentar. Tetapi, tidak bisa. Ia tetap memikirkan masalah yang sama. Tak lama kemudian, mereka sampai. Kehadiran raja Charless dan raja Handry disambut dengan baik. Mereka semua kemudian diminta untuk duduk ditempat yang sudah disediakan untuk keluarga peserta pelatihan saat berkunjung, sambil menunggu Hans yang sedang dipanggil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...