I'LL MARRY YOU, PRINCESS

I'LL MARRY YOU, PRINCESS
BUKU PETUNJUK



Tak terasa kegiatan diskusi negara sudah selesai. Mereka benar-benar pulang sebelum rabu pagi. Tepatnya selasa sore.


"(memasukkan semua barang-barang ke dalam tas)".


"Syukurlah, kita bisa pulang lebih awal". Kata Auraline senang.


"Iya nak".


"Kau jadi tidak gelisah lagi". Jawab ratu Mia.


"(mengangguk tersenyum)".


"Iya ibu". Gumam Auraline.


Setelah semua barang sudah mereka kemas, raja Handry menyuruh beberapa pelayan yang ia bawa untuk memasukkan tas mereka kedalam kereta. Semua barang sudah dimasukkan kedalam kereta, ketiga anggota keluarga kerajaan itu pun memasuki kereta untuk segera pulang.


"Ayah? apa kita tidak membeli oleh-oleh untuk bibi Anna dan William, sebagai ucapan terima kasih telah membantu ayah untuk menjaga istana selama kita pergi". Tanya Auraline.


"Benar itu suamiku". Saut ratu Mia.


"Baiklah, kalau begitu. Kita ke toko oleh oleh dulu.". Jawab raja Handry.


Mereka memutuskan untuk membeli oleh-oleh dulu sebelum pulang.


...****************...


Di Istana Ardarish.


Rosemary baru saja selesai dari mandinya dan keluar dari kamarnya, untuk kembali membaca buku.


"Kalo gini kan seger". Gumam Rosemary.


"Selesai mandi kak?". Saut William.


"(menoleh)".


"Ah iya, Will. Kau sudah mandi?". Balas Rosemary.


"(mengangguk tersenyum)".


"Tentu saja sudah, kak". Ucap William.


"(tersenyum)".


"Nah, baguslah". Gumam Rosemary.


"Kakak, mau membaca buku lagi?". Tanya William.


"(tersenyum mengangguk)".


"Iya, kakak belum sempat membaca bukunya". Balas Rosemary.


"Ah ya sudah kak. Bacalah bukunya". Ucap William.


"(tersenyum)".


"Iya will". Gumam Rosemary.


Rosemary pun kemudian membaca buku tersebut di ruang tamu.


"(duduk)".


"Gimana bisa, James punya buku ini?". Gumam Rosemary.


Ia terus bergumam keheranan dengan apa yang ia alami di negri itu. Namun, dengan hanya bergumam tidak akan dapat menyelesaikan masalah. Rosemary kemudian membaca buku tersebut dengan serius.


Sampailah ia di sebuah penjelasan sejarah. Di dalam buku itu dijelaskan bahwa negri Fanlyland bukanlah sembarang negri. Disitu juga dijelaskan, tidak semua insan bisa menemukan negri itu. Dan jika seorang insan berhasil menemukan atau memasuki negri tersebut. Itu tandanya, mereka terikat takdir dengan semesta dan dewa Hyris.


Rosemary yang membacanya, masih belum bisa memahami. Karena sebelumnya, ia hanya menganggap bahwa dirinya kembali ke masa lalu, bukan terbangun di negri yang antah berantah itu. Saat ia kembali membaca buku tersebut, di dalam buku itu juga dijelaskan tentang dua insan yang terikat oleh takdir semesta dan dewa Hyris tersebut. Mereka yang telah terikat datang dari bangsa yang berbeda, dan telah mengalami koma di kehidupan mereka yang sebenarnya, karena jiwa mereka hidup di negri Fanlyland. Mereka tidak sepenuhnya mati, saat meninggalkan dunia mereka. Itulah mengapa mereka masih belum bisa dikatakan bereinkarnasi. Untuk alasan mengapa mereka terikat dengan takdir dewa Hyris. Sayangnya, tidak dijelaskan di dalam buku itu.


"Maksudnya? aku ini terikat takdir dengan semesta dan dewa Hyris?".


"Ah, mana mungkin. Apa hubungannya aku dengan mereka?". Gumamnya. 


"Dua insan? itu tandanya, ada orang lain yang juga mengalami hal yang sama denganku?". Gumamnya lagi semakin bingung


Tak lama setelah bergumam. Tiba tiba terdengar suara bel. Ia mengira bahwa itu adalah Bella dan Clark. Tapi ternyata, orang dibalik pintu itu James.


"(membuka pintu)".


"James? ada apa kau kemari?". Tanya Rosemary.


"(tersenyum)".


"Bagaimana kau dan Hans?". Tanya balik James.


"Masuklah, dulu". Ajak Rosemary.


"(duduk)".


"Yah, begitulah James. Aku masih belum bisa menemuinya. Aku bingung kalimat apa yang akan ku ucapkan padanya nanti". Balas Rosemary.


"(duduk)".


"(tersenyum) kau tak perlu khawatir. Semalam, aku sudah menemuinya dan menjelaskan semuanya". Ucap James.


"(tersenyum)".


"Benarkah? lalu apa dia percaya?". Tanya Rosemary.


"(tersenyum mengangguk)".


"Percaya. Tapi, dia juga masih belum bisa menemui. Mungkin, dia masih mencari waktu yang tepat". Balas James.


"(murung)".


"Ah baiklah, kalau begitu". Gumam Rosemary.


"Jika dia tak kunjung menemuimu, kau saja yang coba temui dia. Jangan takut, harga dirimu turun. Namanya pertikaian, harus ada salah satu yang mengalah. Harus ada salah satu yang bisa memahami". Tutur James.


"(tersenyum mengangguk)".


"Iya, James. Terima kasih ya". Ucap Rosemary.


"(tersenyum)".


"Iya, sama sama. Ya sudah, kalau begitu aku pamit". Pamit James.


"(mengangguk tersenyum)".


"Baiklah, hati hati ya". Balas Rosemary.


Setelah mengetahui kabar tentang hubungan Hans dan Rosemary, James pun kembali pulang. William yang tadi sempat melihatnya, kemudian bertanya pada Rosemary, siapa pria yang tadi datang.


"Kak?". Panggil William.


"(menoleh)".


"Iya Will?". Balas Rosemary.


"Tadi, siapa yang datang?".


"Apa dia orang yang kakak maksud tadi? kak Hans?". Tanya William.


"(tertawa kecil)".


"Bukan. Dia teman kakak, namanya James". Balas Rosemary.


"(berjalan mendekat)".


"Oh, kusangka kak Hans. Ternyata bukan". Gumam William.


Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara ketukan pintu yang sedikit keras.


"Tteokkk ttteokkk"..


"Iya kak".


"Buka saja dulu pintunya". Jawab William.


Rosemary kemudian membuka pintu, dan ternyata orang yang berada dibalik pintu adalah Gloria.


"(membuka pintu)".


"Putri Gloria?". Kata Rosemary.


"Putri Rosemary?".


"Hai selamat sore". Sapa Gloria.


"Sore".


"Ada apa kau kemari?". Tanya Rosemary.


"Aku kemari, ingin menemui kak Bella".


"Apa dia ada di istana?". Ucap Gloria.


"Tidak ada".


"Dia dari tadi pagi pergi, ke istana Elevan bersama suaminya". Balas Rosemary.


"Ah, sayang sekali".


"Ya sudah kalau begitu". Gumam Gloria.


"Iya". Balas singkat Rosemary.


"Oh iya putri, cepat sekali ya kau, mencari pengganti dari pangeran Hans". Singgung Gloria.


"Mohon maaf, kalau bicara mulutnya dijaga ya".


"Ini adik sepupu ku!". Jawab Rosemary terpancing emosi.


"Ah adik sepupu". Gumam Gloria.


"Hati hati kalau bicara!". Jawab Rosemary kesal.


"(tersenyum)".


"Ya sudah, aku pergi dulu". Kata Gloria sambil berjalan.


"(berjalan masuk)".


"tidak berpikir dulu kalau mau bicara.". Kata Rosemary semakin kesal dengan kelakuan Gloria.


"Memangnya dia siapa kak?". Tanya William.


"Dia putri Gloria dari kerajaan Eilian". Jawab Rosemary.


"Ah, aku tidak pernah mendengarnya?". Ucap William.


"Kakak juga barusaja mengenalnya". Balas Rosemary.


"Ya sudah lah kak. Biarkan saja". Kata William pasrah.


"(mengangguk)".


"Iya Will. Kakak kesal sekali dengannya". Ucap Rosemary.


"Sabar saja ya kak. Jika dia berani membuat berita bohong, laporkan saja pada kak Hans". Balas William.


"(tersenyum)".


"Pasti". Gumam Rosemary.


Hubungan mereka bagaikan saudara kandung, mengingat bahwa masa kecil Rosemary di asuh oleh ibu William, yaitu bibi Anna. Sehingga mereka layaknya memiliki ikatan batin kakak beradik.


...****************...


Raja Handry, ratu Mia , dan Auraline akhirnya sampai di istana. Auraline sangat bahagia, karena ini sudah saatnya untuk mengembalikan suasana panas antara Hans dan Rosemary. Dengan segera ia turun dari kereta dan menemui Rosemary yang berada di ruang tamu istana.


"Rosemary!". Sapa Auraline.


"(terkejut)".


"Kakak! (berlari kemudian memeluk Auraline) kakak sudah pulang, aku menunggumu". Kata Rosemary.


"Iya, syukurlah kakak masih punya waktu untuk mengembalikan hubungan baikmu dengan Hans". Jawab Auraline.


"Memangnya, ada yang akan kakak katakan padaku?". Tanya Rosemary.


"Kita bicara di kamar saja". Jawab Auraline.


"(mengangguk)".


"Baiklahh kalau begitu kak". Kata Rosemary.


Sesampainya di kamar, Auraline mulai menanyakan bagaimana hubungannya dengan Hans.


"Bagaimana sekarang, hubunganmu dengan Hans?".


"Sebelum kakak berangkat ke diskusi negeri, kakak sempat melihat pertikaian kalian". Ucap Auraline.


"(tersenyum)".


"Syukurlah kak. James membantuku untuk meyakinkannya, semalam". Balas Rosemary.


"(lega)".


"Jadi, kau sudah bertemu dengannya?". Tanya Auraline.


"(menangis)".


"Belum kak. Hans juga tidak mengunjungiku. Biasanya dia selalu kemari, tapi semenjak kemarin dia benar benar tidak ada kabar". Balas Rosemary.


"Itulah mengapa, kakak ingin kau mengunjunginya". Ucap Auraline.


"(sesenggukan)".


"Tapi, aku tidak tahu apa yang akan ku ucapkan padanya nanti. Aku bingung kak". Balas Rosemary.


"Apapun itu, Rose".


"Yang terpenting, kau bisa menemuinya dulu". Ucap Auraline.


"(sesenggukan)".


"Apa kakak tahu, seharian ini aku terus memikirkan dia". Balas Rosemary.


"Sudah kakak duga". Gumam Auraline.


"(sesenggukan)".


"Semalam, aku juga menangis kurang lebih selama 12 jam". Balas Rosemary.


"Astaga, kau berlebihan Rose". Gumam Auraline.


"Lalu, apa yang harus aku lakukan?". Tanya Rosemary.


"Besok pagi, kakak akan antarkan kau ke istana Elevan". Jawab Auraline.


"(sesenggukan)".


"Baiklahh kak". Ucap Rosemary pasrah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...