
Rosemary terkejut dengan ucapan James yang memanggilnya Ailee itu.
"James?".
"Kau memanggilku Ailee?". Tanya Rosemary.
"(mengangguk)".
"Iya, namamu sebenarnya Ailee kan?". Ucap James.
"Duduklah dulu".
"Jadi, apa yang mau kau bicarakan?". Tanya Rosemary.
"(duduk)".
"Kau pernah bercerita padaku, kalau kau sebenarnya sedang jatuh koma, itu benar?". Ucap James.
"(mengangguk)".
"Iya, itu benar. Saat itu, aku sedang terbaring koma. Tetapi tiba tiba aku terbangun, namun di dunia yang berbeda". Jelas Rosemary.
"Jadi, aku pernah mendengar sebuah cerita dari seorang guru kapan lalu. Beliau mengatakan, bahwa akan ada dua jiwa dari bangsa lain yang tiba tiba bereinkarnasi di negri ini".
"Aku berasumsi itu kau". Ucap James.
"Memangnya kapan beliau menceritakan itu?". Tanya Rosemary.
"Sebenarnya sudah lama, sekitar 3 tahun yang lalu. Tapi aku kembali menanyakannya saat bertemu dengannya di hutan kota kemarin". Balas James.
"Tapi, sebentar. Bangsa lain? maksudnya?".
"Mereka bukan dari bangsa yang sama dengan kalian?". Tanya Rosemary.
"Entahlah, aku juga tidak tahu".
"Tapi, aku rasa itu kau". Jawab James.
"Jika memang itu aku, apa kau akan membenciku?". Tanya Rosemary.
"Tentu saja tidaklah. Jika memang itu kau, aku bisa membantu mu untuk kembali ke kehidupanmu sebelumnya". Jelas James.
Mata Rosemary terbelalak gembira mendengar ucapan itu.
"Kau yakin? tapi bagaimana bisa?". Tanya Rosemary.
"Guru itu bilang, kau belum sepenuhnya dikatakan sebagai jiwa yang bereinkarnasi. Karena raga mu di kehidupan sebelumnya masih belum dinyatakan mati".
"Kau harus meminum sebuah ramuan dari ekstrak daun dari sebuah tanaman, yang aku lupa apa nama tanamananya". Jelas James.
"Yah, kenapa kau lupakan". Ucap Rosemary.
"Iya aku lupa, aku akan mencari tahu lagi". Balas James.
"Baiklah, terima kasih kau sudah mau membantuku".
"Tapi, kau tak meminta imbalan kan?". Tanya Rosemary.
"(muka malas)".
"Tidak. Memangnya imbalan seperti apa yang bisa kuminta padamu". Balas James.
"Ah baiklah jika kau ikhlas membantu. Ku ucapkan terima kasih". Ucap Rosemary.
Setelah berbicara cukup panjang mengenai hal yang sebenarnya terjadi pada sosok Ailee. James pun akhirnya kembali pulang. Meski masih belum jelas, Rosemary merasa cukup senang mendengar pernyataan bahwa ia bisa kembali ke kehidupan sebelumnya.
...****************...
Hari pernikahan Bella tiba, semua orang berlalu lalang di istana sebelum akhirnya pergi keluar untuk melaksanakan upacara pernikahan yang digelar di teras istana. Rosemary berdiri di tengah pintu kamar Bella, yang sedang di rias oleh perias pilihan kerajaan. Dan tiba-tiba Auraline datang menghampirinya.
"(tersenyum)".
"Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba ya, Rose". Ucap Auraline tiba-tiba datang.
"(menoleh dan tersenyum)".
"Ah, iya kak. Syukur, mulai dari persiapan pernikahan sampai hendak upacara pernikahan kegiatannnya berjalan dengan lancar. Tidakkah kita nanti menjadi pengiring pengantinnya kak?". Balas Rosemary.
"(mengangguk)".
"Iya, tentu. Kita diminta ibu, untuk menggiring kak Bella nanti". Ucap Auraline.
"(tersenyum lebar)".
"Ah, benarkah?". Tanya Rosemary gembira.
"(mengangguk tersenyum)".
"Iya Rose. Sudah seharusnya kita melakukannya. Hal itu juga akan dilakukan oleh pangeran Royland dan Hans untuk kakaknya nanti". Jawab Auraline.
"Ah begitu rupanya".
"Apa kak Bella sudah menyetujuinya? jika kita menjadi pengiring pengantin untuknya?". Tanya Rosemary lagi.
"Entahlah".
"Tetapi seharusnya ia sudah menyetujuinya karena ibu yang meminta kita untuk menggiringnya, lagipula siapa yang akan menggiring jika bukan adik-adiknya kecuali jika ia adalah anak tunggal". Jawab Auraline.
"Baiklah kalau begitu".
"Lalu, apa kita akan memakai baju ini? kita tidak berdandan kah?". Tanya Rosemary.
"(memperlihatkan 2 lipatan baju yang ia bawa)"
"Ini, ibu membawakan baju untuk kita pakai". Balas Auraline.
"(tersenyum)".
"Wah, kalau begitu. Ayo kita segera bersiap siap kak". Jawab Rosemary sekaligus mengajak Auraline untuk bersiap siap.
"(mengangguk tersenyum)".
"Ya sudahh. Ayo dimana? dikamarmu?". Tanya Auraline.
"Iya, ayo dikamarku saja". Jawab Rosemary sambil menggandeng tangan Auraline kemudian berjalan ke kamarnya.
Sesampainya di kamar Rosemary, Auraline yang tidak pernah merias wajahnya sendiri, bertanya bagaimana cara memakainya. Karena sosok Ailee itu sebelumnya adalah seorang MUA muda, ia pun menjelaskannya dengan lancar kepada sang kakak. Meski beberapa alat riasan itu terlihat berbeda. Tapi ia mampu mengaplikasikannya dengan mudah.
"Rose?".
"Aku tidak pernah merias wajahku sendiri. Aku selalu meminta pelayan untuk meriasku. Jadi, bagaimana cara memakainya?". Tanya Auraline.
"Pertama-tama, kita memakai ini (menunjuk alas bedak)".
"Ini alas bedak, kita tidak boleh memakainya terlalu tebal. Karena nanti terlihat tidak natural dan terkesan menor". Jawab Rosemary.
"Ah, kau tau ya cara penggunaannya".
"Lalu apalagi setelahnya?". Kata Auraline.
"Kita pakainya juga tipis saja. Jika kakak tidak bisa memakainya, biar ku bantu". Jawab Rosemary.
"(tertawa kecil)".
"Iya, kau saja yang memakaikannya. Ini sedikit susah cara pakainya". Balas Auraline.
"Sini, biar ku bantu".
"(membantu menggambar eyeliner di kelopak mata Auraline)".
"Selanjutnya kita pakai mascara (memegang mascara) ini untuk bulu mata kakak. Biar aku saja yang memakaikannya ya". Kata Rosemary.
"(mengangguk)".
"Iya Rose. Takutnya, jika aku memakainya sendiri, nanti tercoret (tertawa kecil)". Balas Auraline.
"(mengaplikasikan mascara ke bulu mata Auraline)".
"Nahh, sudah hampir selesai. Karena alis kakak cukup tipis. Selanjutnya, kita akan pakai pensil alis. Kita pakainya tipis saja". Kata Rosemary.
"Bagaimana bisa kau mengerti urutan-urutan menggunakan riasan wajah ini Rose?". Tanya Auraline.
"(menggambar alis Auraline)".
"Aku selalu mencoba untuk mempelajarinya kak. Aku rasa jika aku bisa sendiri, aku jadi bisa merias wajahku sesuai yang ku mau". Jawab Rosemary.
"(tersenyum)".
"Kau pintar ya. Kau punya jiwa mandiri. Definisi wanita mahal". Ucap Auraline.
Mendengar ucapan sang kakak, ia hanya tersenyum dan teringat pujian yang pernah Hans ucapkan padanya.
"(tersenyum)".
"Sudah kak". Ucap Rosemary.
"Sudah?".
"Rangkaian selanjutnya?". Tanya Auraline.
"(mengambil sebuah kotak blush)".
"Selanjutnya, kita pakai blush atau perona pipi ini. Kakak bisa pakai yang warna pink atau peach". Balas Rosemary.
"Peach? yang mana itu?". Tanya Auraline.
"(tertawa kecil)".
"Itu kan ada dua kotak. Disamping blush warna pink, itulah warna peach". Balas Rosemary.
"(tertawa kecil)".
"Ah iya iya. Kalau begitu, riasan bibir dipakai di akhir ya?". Tanya Auraline.
"(mengangguk)".
"Iya kak. Karena sifatnya basah. Takutnya nanti, tidak sengaja tergeser tangan. Hancurlah, riasan wajahnya (tertawa)". Balas Rosemary sembari menggunakan blush.
"(tertawa)".
"Ah iya kau benar". Gumam Auraline .
"(tersenyum)".
"Sudah kak? kita pakai lipstik sekarang ya". Kata Rosemary.
"(mengangguk)".
"Pilih warna yang mana ini?". Tanya Auraline.
"Saranku, jangan pakai yang terlalu merah. Supaya terlihat lebih muda dan menyatu dengan riasan wajah kita sekarang".
"Kita pakai yang warna ini saja". Balas Rosemary sembari mengambil lipstik yang ia pilih.
"Ah baiklah. Ini langsung dipakai kan?". Tanya Auraline.
"Betul langsung dipakai mengikuti garis bibir kakak".
"Pelan pelan saja memakainya". Jawab Rosemary.
"Baik, Rose". Kata Auraline.
Setelah semua rangkaian riasan wajah selesai. Mereka masing-masing, Rosemary dan Auraline keluar untuk melihat prosesi periasan kakaknya, sudah selesai atau belum. Saat mereka berdua keluar dari kamar betapa terkejutnya semua orang melihat kecantikan mereka, terutama Rosemary.
"Rosemary, Auraline. Kalian merias wajah?". Tanya raja Handry.
"(mengangguk)".
"Iya ayah". Jawab mereka.
"(tersenyum)".
"Bagus. Kalian terlihat begitu cantik". Puji raja Handry yang duduk di ruang tamu kerajaan.
"(tersenyum mengangguk)".
"Kau benar, suamiku. Gaun kalian cocok dipadu padankan dengan riasan wajah kalian". Puji ratu Mia.
"(tersenyum malu)".
"Ah ibu. Aku tidak menyangka riasan wajah berhasil. Ini berkat Rosemary ibu. Dia yang mengajariku tadi. Jawab Auraline.
"(tertawa kecil)".
"Hanya sedikit yang ku ajarkan, ibu". Ucap Rosemary.
"Wah, kalau begitu. Bagaimana jika ibu kau rias juga, Rose?".
"Lagipula, upacara pernikahannya masih 2 jam lagi". Tawar ratu Mia.
"(tersenyum)".
"Ibu juga ingin dirias seperti ini?". Tanya Rosemary.
"(tersenyum mengangguk)".
"Tentu saja. Ibu juga ingin terlihat cantik". Balas ratu Mia.
"Ah ibu sudah cantik, meski tanpa riasan wajah".
"Ya sudah, ayo bu. Kita ke kamarku". Ucap Rosemary.
Kemudian mereka memasuki kamar Rosemary. Dan Rosemary pun mulai merias wajah sang ibu dengan senang hati dan menjelaskan sedikit beberapa urutan pemakaian menurutnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...