I'LL MARRY YOU, PRINCESS

I'LL MARRY YOU, PRINCESS
TAMASYA KE TAMAN ENDLAND



"(tersenyum) oh iya, aku ke kamar sebentar ya". Ucap Hans.


" Ada perlu apa?".


"Boleh aku ikut?". Tanya Rosemary.


"Jangan, tunggu sebentar disini ya (tersenyum)". Balas Hans.


"Hmm baiklah". Ucap Rosemary.


"Tunggu sebentar ya. Aku tak lama".  Ucap Hans.


"(tersenyum) iya, pergilah". Balas Rosemary.


Hans kemudian menaiki tangga untuk menuju kamarnya yang berada di lantai 2 istana. Sesampainya di kamar Hans seperti menyiapkan sebuah benda yang hendak ia berikan kepada Rosemary. Tetapi masih dirahasiakan olehnya. Entah kapan ia akan memberikannya kepada Rosemary. Setelah merasa urusannya sudah selesai, ia kemudian turun kembali untuk menghampiri Rosemary.


...****************...


Bella yang sangat bahagia atas kesembuhan Clark yang semakin berkembang itu senantiasa mendampingi, dan menyuapinya makanan.


"Bagaimana rasa makanannya? terasa enak tidak?". Tanya Bella halus.


"(mengangguk dan tersenyum) enak. Aku bersyukur, masih bisa merasakan kenikmatan makanan yang kau suapkan padaku". Jawab Clark.


"(tersenyum) syukurlah. Aku sangat senang mendengarnya". Balas Bella.


"Jika aku sudah sembuh total. Aku akan menyegerakan pernikahan kita, putri". Ucap Clark.


"(berdehem dan tersenyum) aku rasa kita berada di tempat yang salah pangeran Royland". Ucap Auraline menyeletuk.


"(melirik kemudian tersenyum) apa kau ingin seperti mereka? menyegerakan pernikahan juga?". Balas Royland tersenyum.


"(tersipu) oh tentu saja tidak. Aku masih terlalu muda untuk menyegerakan pernikahan". Jawab Auraline tersipu malu.


"(tersenyum)".


"Lebih baik kita tidak menggangu mereka, putri. Ayo kita ke depan saja". Ajak Royland.


"(tertawa kecil) aku tidak merasa terganggu. Santai saja". Saut Bella tertawa.


"Tak apa kak. Lagipula ada yang mau ku bicarakan dengan putri Auraline". Balas Royland.


"Bicara?". Saut Auraline.


"Ah baiklah kalau begitu". Ucap Bella.


"Iya, bicara sebentar (tersenyum, kemudian menggandeng tangan Auraline)". Jawab Royland.


Tinggallah mereka berdua, Bella dan Clark. Saat diluar, Auraline bertanya, apa yang hendak dibicarakan namun, Royland mengajaknya untuk berbicara di taman istana. Sesampainya di taman.


"Apa yang akan kau bicarakan pangeran? Tanya Auraline halus.


"Hmm, jadi..". Ucap Royland gugup.


"(tertawa kecil) iya apa?". Tanya Auraline tertawa.


"(bingung) mengapa kau tertawa?". Tanya balik Royland.


"(tersenyum) aku suka melihatmu gugup seperti ini, manis sekali". Jawab Auraline dengan senyum manisnya.


"(tertawa) aku jadi malu". Ucap Royland malu.


"(tersenyum) jadi? apa yang membuatmu mengajakku kemari?". Tanya Auraline.


"Apa kau ada waktu luang besok?".


"Aku ingin mengajakmu bertamasya". Jelas Royland.


"Besok?".


"Memangnya kau mau mengajakku bertamasya kemana?". Tanya Auraline.


"Ke taman endland, jika kau mau". Balas Royland.


"Tentu saja aku mau". Ucap Auraline menerima ajakan Royland.


"Baiklah kalau begitu".


"Besok pagi, aku akan menjemputmu". Balas Royland.


"(mengangguk dan tersenyum) baiklah". Ucap Auraline.


...****************...


Hans yang sudah turun dari kamarnya, tidak menemukan dimana keberadaan Rosemary. Hans menjelajahi ruangan istana tetapi tidak menemukan nya. Ternyata dan ternyata, ia berada diluar tengah berkeliling sendirian di taman istana.


"(berlari) putri, darimana saja kau? Aku mencarimu". Kata Hans.


"(menoleh) kau mencariku?".


"Ku sangka, kau sibuk. Maka dari itu, aku tak ingin mengganggumu". Jawab Rosemary.


"Kan sudah ku bilang, tunggu sebentar".


"Lagipula, aku hanya memperbaiki sedikit sesuatu". Ucap Hans.


"Ohh". Jawab Rosemary singkat.


Rosemary terlihat marah pada Hans, karena ia mengira Hans sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


"Kau terlihat marah padaku". Ucap Hans.


"Tidak, aku tidak marah". Balas Rosemary.


"(tersenyum seringai) lantas, mengapa kau bersikap tak acuh padaku?". Ujar Hans.


"Tidak Hans, aku tak marah padamu". Balas Rosemary.


"Kau menunggu lama ya?"? Tanya Hans.


"Tidak". Jawab Rosemary.


"Ah ayolah, jangan begitu cintaku". Ucap Hans.


"Apanya yang jangan?". Tanya balik Rosemary.


Hans hanya terdiam dan merengut.


"(melirik Hans dan tersenyum) iya iya. Ayo kita duduk di taman. Sudah jangan merengut". Ucap Rosemary.


"Ayolah". Balas Hans.


Berjalanlah mereka menuju taman, kemudian bertemu Royland Auraline juga sedang duduk di taman tersebut.


"Kakak".


"Kakak, ada disini juga". Sapa Rosemary.


"(tersenyum) iya Rose".


"Pangeran Royland, mengajakku kemari". Jawab Auraline.


"Ah begitu".


"Oh iya, besok pangeran Hans mengajakku ke taman Endland. Apa kakak dan pangeran Royland mau ikut?". Ajak Rosemary.


"Pas sekali".


"Pangeran Royland juga mengajakku kesana besok". Balas Auraline.


"Tentu".


"Kita bisa berangkat bersama". Saut Royland.


"Iya kak".


"Aku setuju, biar ramai juga". Ucap Hans.


...****************...


Tak terasa akhirnya keluarga kerajaan Ardarish pun kembali ke istana mereka. Rosemary tidak sabar untuk bertamasya besok, ia jauh lebih bahagia sejak mengenal dekat sang kakak yang baik itu, Auraline. Meski kakak sulungnya sangat membenci dirinya, ia masih bersyukur karena adanya Auraline. Saat sampai di istana, mereka semua hendak ke kamar masing-masing. Tetapi, Rosemary menghentikan langkah Auraline sebentar.


"Kak". Ucap Rosemary.


"Iya, ada apa Rose?". Tanya Auraline.


"Tidak apa apa kah, jika kita tak mengajak kak Bella?". Tanya Rosemary gelisah.


"(tersenyum) meski pangeran Clark sudah pulih. Ia masih belum bisa berjalan lancar".


"Apabila kita mengajak mereka, itu akan menyulitkan mereka nanti". Jawab Auraline.


"Ah benar juga".


"Ya sudah kak". Ucap Rosemary.


"Iya".


"Jangan lupa besok bangun yang pagi". Ucap Auraline.


"(tersenyum) tentu". Jawab Auraline.


...****************...


Pagi yang cerah tiba. Setelah malam panjang yang ditunggu-tunggu oleh Rosemary. Ia mulai menyiapakan semua makanan dan minuman yang hendak ia bawa untuk bertamasya. Dan juga dibantu oleh Auraline.


"Sudah Rose? apa ada yang kurang?". Tanya Auraline.


"Sepertinya semua sudah lengkap kak, mulai dari piring, sendok, garpu, gelas, makanan dan minuman sudah ada di tas ini". Jawab Rosemary.


"Baiklah kalau begitu kita bawa saja ke depan ya. Kita tunggu pangeran menjemput". Kata Auraline.


"Baiklahh, ayo kak". Ajak Rosemary.


Menunggulah mereka di teras istana. Tak lama kemudian, para pangeran datang untuk menjemput mereka berdua.


"Silahkan putri". Kata Hans dan Royland bersamaan.


Rosemary dan Auraline hanya bisa menjawabnya dengan senyuman dan anggukan. Hingga akhirnya perjalanan pun dimulai.


"Dimana letak taman itu? jauh dari istana kah?". Tanya Rosemary.


"Tidak terlalu jauh, putri. Letaknya dekat dengan air terjun flowbie yang kita datangi kemarin". Jawab Hans.


"Kalian kesana kemarin?". Tanya Auraline.


"(tersenyum) iya kak. Tapi tak lama, hanya untuk sekedar menenangkan diri saja". Jawab Rosemary.


"Iya, itu benar". Saut Hans.


"Kita yang belum pernah kesana ya, putri". Celetuk Royland pada Auraline.


"Iya".


"Kita jarang sekali, bermain ke luar". Ucap Auraline.


"Tak apa, lagipula kita akan melewatinya sebentar lagi". Jawab Royland.


Perjalanan terus berlanjut hingga sampai melewati Air terjun yang mereka maksud.


"(menujuk ke arah jendela) nah itu dia, air terjun flowbie". Ucap Royland.


"Memang benar benar indah". Jawab Auraline.


"Aku terpukau melihat kejernihan airnya". Saut Rosemary.


"Aku rasa, kita bisa menikmati keindahan air terjun itu di taman endland".


"Bukan begitu kak". Tanya Hans.


"Ah iya kau benar Hans".


"Kalau begitu kita ambil tempat yang paling utara saja. Supaya bisa terlihat". Jawab Royland.


Sampailah mereka semua di Taman Endland. Auraline dan Rosemary turun sambil membawa peralatan makan. Royland dan Hans membawa sebuah tikar sebagai alas mereka.


"Kita gelar tikar disini saja ya?". Ucap Royland.


"Iya kak disini saja". Jawab Hans.


"(menggelar tikar) silahkan taruh semuanya disini". Kata Hans.


"Baik". Jawab Rosemary.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...