I'LL MARRY YOU, PRINCESS

I'LL MARRY YOU, PRINCESS
GOA MISTERIUS



Setelah memasuki goa misterius, Alex bercerita sedikit mengenai asal usul goa tersebut, mengapa semua orang menjulukinya sebagai goa misterius. Karena Alex sudah berkali-kali berkemah disana bahkan hampir ke puncak hutan bersama rekan-rekannya.


"Apa kalian sudah pernah mendengar cerita tentang asal usul goa ini?". Tanya Alex.


"(menggeleng)".


"Tidak, yang ku tahu hanya tentang air yang bisa merubah benda menjadi bantu itu, Lex". Balas Royland.


"Kau mau aku menceritakanya?". Tawar Alex.


"Iya tentu, Lex. Aku juga ingin tahu cerita itu". Balas Royland mempersilahkan.


"Iya, aku juga ingin mendengarnya". Saut Auraline.


"Jadi, goa ini ditemukan oleh ilmuan alam bernama Harry de Vunterre pada tahun 1751 silam. Saat itu goa ini masih belum sebagus ini, goa ini masih terlihat sempit sekali, selain itu lumut-lumut yang berbau juga masih menyelimuti semua penjuru goa ini. Ketika Harry de Vunterre memasuki goa ini, ia melihat air yang terus menetes, kemudian ia menghampirinya dan melihat sebuah koin yang tertetesi air tersebut berubah menjadi batu". Kata Alex bercerita.


"Begitukah?".


"Lalu apa yang dilakukan Harry de Vunterre selanjutnya dengan goa ini, hingga bisa seluas dan sebagus sekarang?". Tanya Hans yang menyimak cerita dengan serius.


"Harry de Vunterre kemudian berniat mengembangkan goa ini sebagai sarana pariwisata. Karena ia adalah seorang ilmuan alam, ia memiliki banyak rekan untuk bisa mengembangkan goa ini. Selain itu, sebab goa ini dijuluki sebagai goa misterius dikarenakan air yang terus menetes itu tidak diketahui dari mana sumbernya sampai sekarang. Untuk air pengubah benda menjadi bebatuan itu, menurut penelitian Harry de Vunterre dan rekan-rekannya mengatakan bahwa air tersebut mengandung kalsit yang memang bisa mengkristalisasikan benda secara bertahap". Jelas Alex yang mengerti semuanya.


"Oh begitu ya, ceritanya".


"Berarti tidak ada cerita mistis dibalik asal usul goa ini?". Tanya Rosemary.


"Tentu tidak ada".


"Justru orang-orang ingin sekali melihat keindahan goa ini, nampak depan memang terlihat seperti goa yang menyeramkan. Tetapi, lihat saja setelah ini kalian akan dibuat terkejut oleh keindahannnya". Jawab Alex.


"Lalu cerita tentang wanita yang terbunuh dan menjadi penghuni goa ini, hanya sebuah rumor?". Tanya Royland.


"Iya Roy, itu hanya sebuah rumor yang dikatakan warga setempat. Tetapi setelah kita menelusuri buku sejarah yang ada dimuseum, tidak ada penjelasan tentang wanita yang terbunuh". Jawab Alex.


"Kau pernah membaca buku sejarah itu?". Tanya Royland.


"Pernah. Bahkan aku sering pergi ke museum itu. Banyak sekali buku sejarah yang bisa kubaca". Balas Alex.


"Kau rajin sekali".


"Aku tak suka membaca, maka dari itu aku tidak pernah kesana". Ucap Royland.


"(tertawa kecil)".


"Lihatt lah itu..kita sudah sampai di bagian goa yang paling diminati semua orang (menunjuk ke langit-langit goa)". Tambah Alex.



"Wahh benarr. Keindahan yang Authentic". Puji Rosemary terpukau melihat keindahannya.


"Benar sekali, Rose".


"Ini baru definisi, jangan menilai sesuatu dari tampak luarnya saja. Saut Hans juga terpukau.


"Bagaimana langit langit itu bisa berwarna?". Tanya Rosemary.


"Warna itu sudah ada sejak Harry de Vunterre menemukan goa ini".


"Menakjubkan sekali kan". Balas Alex.


"Luar biasa sekali". Saut Hans.


"Ini masih spot yang pertama".


"Masih ada 2 spot lagi yang diminati para pengunjung". Ucap Alex layaknya pemandu wisata.


"Tapi Lex, ini benar-benar memukau".


"Harry de Vunterre begitu beruntung menemukan goa ini". Saut Royland.


"(tersenyum melihat keatas)".


"Kalau untuk tetesan yang mengubah menjadi bebatuan itu dimana?". Tanya Auraline.


"Ada disuatu tempat".


"Ayo, aku akan menunjukkan kepada kalian semua". Jawab Alex.


Akhirnya mereka berkeliling goa yang indah itu, untuk menemukan tetesan air yang konon katanya mengandung kalsit itu. Sesampainya disana, Alex pun mulai menunjukkannya.


"Itu dia (menunjuk tetesan air)".


"Lihat, airnya terus menetes, hingga menjadi bentuk genangan air. Meskipun terlihat seperti air mineral biasa, tapi air itu berbahaya bagi tubuh manusia". Kata Alex.



"Wah iya"


"Tapi, dimana benda-benda yang berubah menjadi batu itu?". Tanya Rosemary begitu polosnya.


"(tertawa kecil)".


"Tentu saja sudah tidak ada. Karena terlihat seperti sampah yang berserakan, Harry de Vunterre mengambil semua benda tersebut. Saat menelusuri goa ini lebih lanjut, Harry de Vunterre juga menyatakan, goa ini sebagai tempat persembunyian perang. Karena tempatnya yang berserakan sampah, seperti bungkus makanan dan sepatu bekas". Jawab Alex.


"Kau ini bagaimana, Rose (tertawa kecil)". Singgung Auraline sambil tertawa kecil.


"(tersenyum malu)".


"Kan aku tidak tahu, makanya aku bertanya". Balas Rosemary.


"Kalau begitu tempat terakhir, Lex?". Tanya Royland.


"Tempat terakhir? ada disebelah kanan kita.. hanya perlu 25 langkah saja untuk kesana". Jawab Alex.


"Itukah? (menuNjuk langit-langit goa)". Tanya Hans.



"Benar sekali, indah sekali kan?". Kata Alex yang sudah terbiasa melihat pemandangan tersebut.


"Langit itu terlihat indah karena bebatuannya yang berkilau, nampak seperti kristal. Tapi juga terlihat mengerikan, karena bentuknya yang lancip". Kata Rosemary berpendapat.


"Hampir semua dinding ataupun langit-langit goa ini membentuk bebatuan stalaktit dan stalagmit". Jawab Alex.


"Tetapi meskipun begitu..tidak ada yang mengurangi keindahannya". Saut Hans.


"Benarr". Kata Royland dan Auraline bersamaan.


"Aku rasa kau sudah sering kemari". Ucap Hans.


"(mengangguk)".


"Iya, aku sering kemari". Balas Alex.


"Tapi, kenapa baru hendak mengambil gambar sekarang". Tanya Hans.


"(tersenyum)".


"Iya, aku sering lupa membawa kamera. Balas Alex.


"(tersenyum)".


"Oh begitu rupanya". Gumam Hans.


...****************...


Di istana Endonie.


Ternyata, James juga berencana berkemah di hutan kota. Ia sedang menyiapkan barang barang yang akan ia bawa kesana.


"Aku rasa ini sudah cukup. 2 malam saja lah aku disana".


"Tapi, mana mungkin aku pergi sendirian, apa aku mengajak Arthur saja ya". Gumamnya.


Akhirnya James memilih untuk mencoba mengajak temannya dari kerajaan Velorue, Arthur. Ia bersiap-siap dan bergegas mengunjungi istana Velorue. Sesampainya disana, Arthur menerima tawarannnya dan akhirnya mereka jadi berangkat.


"Apa?".


"Berkemah di hutan kota? tentu saja aku mau!". Ucap Arthur bersemangat.


"Baiklah, kalau begitu cepatlah bersiap-siap!". Tutur James


"Dalam rangka apa kau mengajakku berekemah?". Tanya Arthur bergurau.


"Suntuk sekali aku dirumah".


"Aku ingin menikmati pemandangan yang ada disana". Balas James.


"Baiklah, kalau begitu aku bersiap-siap dulu ya". Kata Arthur.


Setelah semua siap,mereka berangkat.


...****************...


Setelah menelusuri goa yang sangat luas itu, mereka mulai lelah dan berniat kembali ke tenda masing-masing. Tetapi, rasa lelah mereka terbayarkan setelah melihat pemandangan goa yang membuatnya penasaran itu. Sesampainya di tenda masing-masing, mereka menyantap makanan yang tadinya mereka bawa.


"Ini, silahkan dimakan. Aku tadi bawa sandwich, salad sayur, dan jus pepaya". Tawar Auraline.


"Tidak bawa air mineral kak?". Tanya Rosemary.


"(mengambil didalam tenda)".


"Ini ini". Jawab Auraline.


Tiba-tiba Rosemary yang tadinya tenang-tenang saja itu, malah ingin buang air kecil.


"Kak".


"Disini ada kamar mandi tidak ya?". Tanya Rosemary.


"Waduh".


"Ada tidak ya. Aku tak tahu, Rose.". Kata Auraline tidak mengetahui adanya toilet.


"(tengok kanan kiri)".


"Sepertinya ada, kita tanyakan saja pada kak Alex". Saut Hans.


"Nah iya, sebentar ku tanyakan".  Saut Royland juga.


Royland pun kemudian menghampiri Alex.


"Lex, disini ada kamar mandi, tidak ya?". Tanya Royland.


"Sebenarnya ada, tapi sempit dan kecil sekali. Letaknya di dekat goa tadi, Roy". Jawab Alex.


"Oh baiklah kalau begitu terima kasih". Kata Royland kemudian kembali ke tendanya.


Kembalilah Royland ke tenda.


"Alex bilang ada didekat goa tadi, putri". Kata Royland.


"Waduh, jauh sekali". Jawab Rosemary.


"Daripada tidak ada Rose. Kau mau ku antarkan?". Tawar Auraline.


"Tentu kak, aku tidak berani kesana sendirian". Jawab Rosemary.


"Baiklah, ayo".


"Sebentar ya. Kami tinggal dulu". Pamit Auraline kepada kedua Hans dan Royland.


"Iya, silahkan". Jawab Royland dan Hans.


Mereka kemudian menuju kamar kecil yang di maksud. Rosemary bingung bagaimana jika ingin buang air kecil ketika malam nanti. Tetapi, akhirnya ia menghiraukan pikirannya dan memilih fokus ke kamar mandi sekarang.


Setelah keluar dari kamar mandi, ia dan sang kakak segera kembali ke tenda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...