
Setelah Rosemary merias wajah sang ibu, ia meminta sang ibu untuk menilai hasil riasannya itu. Betapa puasnya ratu Mia melihat hasil riasan Rosemary dan memberi nilai 100/10. Hal itu membuat Rosemary begitu senang.
"Bagaimana ibu?". Tanya Rosemary.
"(berkaca)".
"Rose? ini ibu?". Tanya balik ratu Mia.
"(tertawa kecil)".
"Tentu saja itu ibu". Saut Auraline.
"(tersenyum)".
"Ibu rasa, riasan ini membuat ibu terlihat lebih muda. Iya kan?". Ucap ratu Mia.
"(tersenyum mengangguk)".
"Iya ibu. Ibu terlihat muda dan cantik". Puji Rosemary.
"(tersenyum)".
"Jika ibu tahu kau pintar merias. Ibu akan memintamu untuk merias ibu setiap hari". Gurau ratu Mia.
"(tertawa)".
"Ibu ini ada ada saja". Saut Auraline.
"(tertawa)".
"Menurut ibu, berapa nilai yang akan ibu berikan?". Tanya Rosemary.
"100 dari 10". Jawab singkat ratu Mia.
"(tersenyum sumringah)".
"Wah, terima kasihh ibu.". Guman Rosemary.
"(mengangguk)".
"Itu benar ibu. Itu nilai yang pantas untuk hasil yang sangat luar biasa seperti ini". Saut Auraline.
"(tersenyum)".
"Ibu rasa, ibu harus segera menunjukkannya pada ayah kalian". Gumam ratu Mia sembari berdiri dari duduknya.
Mereka bertiga keluar dari kamar Rosemary dan menunjukkan kepada raja Handry hasil riasan wajah dari anak bungsunya itu.
"Suamiku, lihat".
"Bagaimana penampilanku? (tersenyum)". Tanya ratu Mia tiba-tiba berada dihadapan raja Handry.
"(tersenyum)".
"Wah, kau terlihat lebih muda. Luar biasa". Jawab raja Handry.
"Tentu saja".
"Ini hasil dari riasan wajah anak bungsumu itu (menunjuk Rosemary)". Kata ratu Mia bangga kepada Rosemary.
"(menoleh Rosemary dan tersenyum)".
"Kau berbakat dalam merias wajah, Rose. Ayah suka dengan hasilnya". Ucap raja Handry juga bangga terhadap Rosemary.
"Terima kasih ayah, ibu".
"Aku senang kalian menyukai riasannya". Balas Rosemary berterima kasih atas pujian yang diberikan kedua orang tuanya.
"Kemarilah. Duduk sini, anak anakku". Pinta raja Handry kepada Rosemary dan Auraline.
"Iya ayah..". Jawab Rosemary kemudian duduk.
"Iya ayah..". Jawab Auraline kemudian duduk.
Tak selang beberapa lama, keluarga kerajaan Elevan datang. Mereka dipersilahkan untuk masuk terlebih dahulu sambil menunggu waktu acara dan pak pendeta datang.
"Silahkan masuk raja Charless, ratu Elisa dan Ketiga calon menantuku". Kata raja Handry mempersilahkan masuk.
"Selamat pagi, Handry". Sapa raja Charless.
"(tertawa)".
"Pagi, sahabatku. Charless". Balas raja Handry.
"Kau juga besanku, sekarang". Gurau raja Charless.
"(tertawa)".
"Ah iya iya. Ayo silahkan duduk". Balas raja Handry.
"Ratu Mia?".
"Ini kau?". Tanya ratu Elisa panggling dengan riasan wajahnya.
"(tertawa kecil)".
"Iya, ini saya, ratu Elisa.". Jawab ratu Mia.
"Kau menggunakan riasan wajah, ratu?". Tanya ratu Elisa.
"(tertawa kecil)".
"Iya, kau benar". Balas ratu Mia.
"Kau terlihat lebih muda dan lebih cantik". Kata ratu Elisa.
"Saya tidak meriasnya sendiri. Ini riasan dari anak bungsu saya, Rosemary". Ucap ratu Mia.
"Oh begitukah?".
"Pintar sekali dia. Pantas saja Hans begitu mencintainya". Gurau ratu Elisa.
"(tertawa kecil)".
"Ah kau ini bisa saja". Balas ratu Mia.
Tiba-tiba Bella keluar dari kamarnya karena riasannya sudah selesai. Sambil menunggu pendeta datang, Bella dan Clark saling dipertemukan.
"Sini nak" .
"Duduk sini dulu, kita masih menunggu pendeta datang. Lagipula ini masih belum masuk waktu acara". Pintah raja Handry.
"(menghampiri kemudian duduk)".
"Iya ayah". Jawab Bella.
"Clark, kau juga kemarilah". Pintah raja Handry kepada Clark.
"(menghampiri kemudian duduk)".
"Bagaimana perasaanmu saat ini Clark?". Tanya raja Charless.
"(tersenyum)".
"Ya, antara senang dan gugup, ayah". Jawab Clark.
"(tertawa)".
"Kau tak perlu gugup, santai saja. Bukan begitu, raja Handry?". Kata raja Charless.
"(tertawa)".
"Iya kau benar". Balas raja Handry.
"Oh iya. Kemana kedua anak perempuanmu raja?". Tanya raja Charless pada raja Handry.
"Iya, kemana mereka ya. Padahal, tadi ada disini bersama kami. Jawab raja Handry.
"Mungkin mereka sedang kebelakang sebentar". Ucap ratu Mia.
"Itu mereka bukan? dari belakang". Saut Royland.
"Oh iya benar, itu mereka". Jawab raja Handry.
"Dari mana saja kalian?". Tanya ratu Mia.
"Maaf tadi kami kebelakang sebentar". Jawab Auraline.
"Iya ibu".
"Aku yang meminta kak Auraline untuk menemani ku ke belakang". Saut Rosemary.
"Ah ya sudah".
"Kemarilah duduk dulu". Ucap ratu Mia.
Tamu-tamu undangan mulai berdatangan dan duduk di tempat duduk yang disediakan. Pendeta pernikahan pun juga sudah datang. Segera mereka melaksanakan upacara pernikahannya. Pendeta mulai menyuruh Clark dan Bella untuk datang dari pagar istana. Diiringi dengan Auraline dan Royland disebelah kanan, kiri. Sedangkan Bagian belakang diisi dengan Hans dan Rosemary disambung dengan kedua orang tua dari masing-masing pengantin. Berjalan menuju teras istana untuk pengucapan janji dan pemasangan cincin pengantin. Sesampainya di teras istana mereka saling mengucapkan janji pernikahan dengan dibina oleh pendeta, kemudian pemasangan cincin pernikahan. Acara pernikahan berjalan dengan sangat lancar. Setelah semua ritual pernikahan di selesaikan, Bella dan Clark diminta raja Handry untuk menemui para tamu undangan. Rosemary yang sudah bertemu dengan Hans tentu saja kemana-mana bersama Hans. Mereka dan kakak mereka masing-masing, Royland dan Auraline duduk untuk menyantap makanan sambil menemui Alex bersama adiknya yang menghadiri pernikahan Bella dan Clark.
"Bagimana rasa sup nya, aku rasa sedikit keasinan". Tanya Rosemary pada Hans.
"(menyeruput kuah sup)".
"Aku rasa enak enak saja, karena aku tadi belum sarapan (tertawa kecil)". Jawab Hans.
"Ah pantas saja, kau selalu melupakan sarapan". Ucap Rosemary.
"Aku tadi terlambat bangun, maka dari itu aku tidak sarapan". Balas Hans.
"(tersenyum)".
"Kau juga selalu saja terlambat bangun". Gumam Rosemary.
"Di malam hari, aku tidak bisa tidur. Sekalinya tertidur, seringkali di jam 1 pagi". Ucap Hans.
"Sepertinya kau perlu aromatherapy". Balas Rosemary.
"(mengangguk)".
"Iya, aku butuh itu. Tapi tidak tahu membelinya dimana". Ucap Hans.
"Kapan kapan saja, kita membelinya. Aku akan menanyakan pada kak Auraline, siapa tahu dia mengerti tempat menjual aromatherapy". Balas Rosemary.
"(tersenyum)".
"Baik, cintaku". Gumam Hans.
Usai bercakap singkat, mereka pun menghabiskan makanan mereka.
"Lainkali, kita berkemah lagi ya Lex. Aku akan mengajak keluarga besarku". Ajak Royland.
"Tentu saja, ayo Roy".
"Aku juga akan mengajak adikku. Kau mau ikut Ell?". Balas Alex.
"(mengangguk tersenyum)".
"Boleh kak. Aku juga belum pernah berkemah". Ucap Ellie.
"(tersenyum)".
"Bagus itu, semakin ramai jadi semakin menyenangkan". Saut Auraline.
...****************...
Acara pernikahan berjalan dengan lancar. Setelah acara selesai, Bella diminta raja Charless untuk pulang ke istana Elevan. Karena suaminya adalah anak pertama, ia akan menjadi bagian dari anggota keluarga kerajaan Elevan
"Putri Bella pulang ke istana Elevan ya". Pinta raja Charless.
"(mengangguk)".
"Baik raja". Jawab Bella.
"Mulai sekarang Panggil saya ayah".
"Jangan raja lagi (tertawa kecil)". Kata raja Charless.
"(tersenyum mengangguk)".
"Baik ayah". Jawab Bella.
"Hari sudah menjelang sore, apa kau hendak pulang sekarang?". Tanya raja Handry kepada raja Charless.
"Iya sepertinya kita harus pulang sekarang".
"Karena ada beberapa dekorasi yang belum terpasang. Aku lupa tidak menyuruh pelayan untuk memasangnya". Jawab raja Charless.
"Oh begitukah".
"Ya sudah tidak apa-apa". Kata raja Handry.
"Ya sudah kalau begitu kami pulang dahulu". "Bella kami bawa ya". Pamit raja.
"(mengangguk tersenyum)".
"Iya ayah. Bella kami bawa ya". Saut Clark.
"(mengangguk tersenyum)".
"Iya nak. Bawalah istrimu ini". Jawab raja Handry.
Keluarga kerajaan Elevan pun akhirnya pulang. Untuk segera menyiapkan beberapa dekorasi yang belum terpasang untuk acara besok, yaitu pesta perayaan pernikahan Bella dan Clark secara besar-besaran.
...****************...
Jam makan malam tiba, Rosemary yang sudah merasa lelah itu hanya makan sedikit, dan terburu-buru untuk tidur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...