
Setelah tawaran itu disetujui Rosemary, Hans pun beranjak dari duduknya.
"Memangnya kau mau mengajakku berkeliling kemana?". Tanya Rosemary.
"Yah, kemana saja. Ke hatimu pun juga bisa". Balas Hans.
"(tersenyum)".
"(mencubit pelan perut Hans) ah kau ini bisa saja". Ucap Rosemary.
"Ah, sakit".
"(tertawa kecil) tapi memang benar kan. Aku pergi ke hati mu pun bisa". Balas Hans.
"(tersenyum)".
"Ya sudah terserah kau". Gumam Rosemary.
"(tersenyum)".
"Ayo kita izin dulu mereka". Ajak Hans.
"(mengangguk)".
"Ayo". Ucap Rosemary.
Mereka pun meminta izin kepada Auraline dan Royland yang berada di samping tenda mereka.
"Kak, kami mau berkeliling sebentar ya". Ucap Hans.
"Ah iya, silahkan. Segera kembali ya, jangan berpencar". Tutur Royland.
"Iya kak". Balas mereka.
Setelah mendapat izin dari sang kakak mereka pun memulai rencana mereka.
"Ini, kita mau kemana?".
"Memangnya kau tahu jalannya?". Tanya Rosemary.
"(menoleh dan tErsenyum)".
"(mengenggam tangan Rosemary) ikuti saja aku.".
"(tersenyum)".
"Baik, baik". Balas Rosemary.
"Setahu ku, tadi disini ada sebuah bunga". Jawab Hans sambil terus menggenggam tangan Rosemary.
"Untuk apa memangnya bunga itu?". Tanya Rosemary.
"Aku ingin memetiknya untukmu". Jawab Hans.
"Ah itu dia". Ucap Hans setelah menemukan bunga yang ia cari.
"Ah bunga itu".
"Iya, aku suka bunga itu. Kalau tidak salah, namanua bunga daisy. ". Ucap Rosemary.
"Benar sekali, bagus kan?". Jawab Hans kemudian mengambil seikat bunga tersebut.
"Iya bagus".
Tapi, untuk apa itu?". Tanya Rosemary.
"(memasangkan bunga tersebut ke sela-sela rambut Rosemary).".
"Aku rasa bunga ini akan lebih indah jika tersangkut diantara helaian rambutmu". Jawab Hans.
Rosemary hanya terdiam dan menikmati saat-saat dimana bunga yang Hans genggam di pasangkan ke dalam helaian rambutnya yang lebat itu.
"(tersenyum)".
"Kau selalu bisa saja membuatku bahagia, Hans".
"Kau juga selalu memperlakukanku layaknya seorang ratu". Ucap Rosemary.
"(tersenyum)".
"Suatu saat nanti, kau pasti akan menjadi ratu. Aku mencintaimu, Rose ". Balas Hans
"Bagaimana aku tidak terpikat padamu, jika kau selalu meratukan diriku seperti ini". Ucap Rosemary.
"(senyum seringai)".
"Kan sudah kubilang, lihatlah pipi mu memerah". Balas Hans mulai bergurau.
"(memegang pipinya)".
"Ah tidak, mana mungkin". Ucap Rosemary tersipu.
"(tertawa kecil)".
"Kau selalu menyentuh pipi mu saat ku bilang memerah, padahal kau tidak akan tahu jika kau tidak berkaca". Balas Hans.
"(tertawa kecil)".
"Tapi aku tidak membawa kaca". Ucap Rosemary.
"(tertawa)".
"Tak pernah membawa kaca, tapi selalu membawa Hans". Balas Hans.
"(tersipu malu)".
"Tidak juga". Gumam Rosemary.
"(tersenyum)".
"Ah kau selalu saja seperti itu". Balas Hans.
"Dicari-cari, ternyata kalian berdua ada disini". Saut Royland yang tiba-tiba datang.
"Iyaa".
"Aku rasa, suasana disini lebih mendukung daripada di tenda tadi". Canda Auraline.
"(menoleh)".
"Ah tidak kak. Kami hanya mau memetik bunga daisy ini". Jawab Hans mengalihkan tuduhan.
"Iya kak".
"Kata Hans, ada bunga yang bagus disini, jadi aku penasaran. Maka dari itu aku mengikutinya". Saut Rosemary.
"Baik, baik".
"Ya sudah, kami juga mau berkeliling". Kata Auraline.
"(mengangguk)".
"Iya, ayo putri. Siapa tahu nanti aku juga menemukan bunga (tertawa)". Ajak Royland sembari menyinggung Hans dan Rosemary.
Akhirnya mereka berpisah saling berkeliling dengan pasangan masing-masing. Rosemary yang menyukai bunga tersebut, ingin sekali memetik beberapa bunga untuk digunakan sebagai hiasan kamar.
"Boleh tidak ya, aku memetiknya untuk kujadikan hiasan kamar?". Tanya Rosemary.
"Baru saja aku mau mengatakannya".
"Aku lihat banyak yang memetiknya. Petiklah secukupnya". Balas Hans.
"Bolehkah?".
"Memangnya bunga ini tidak ada pemiliknya?". Tanya Rosemary.
"(menaikkan bahu dan tersenyum)".
"Mana ku tahu. Tapi, aku lihat juga banyak pengunjung yang memetiknya". Balas Hans.
"Ah baiklah kalau begitu, aku akan memetiknya 7 tangkai bunga saja". Gumam Rosemary.
"Iya boleh".
"Anggap saja itu hadiah dari saya". Kata Hans.
"Kalau begitu, aku juga harus memberimu hadiah". Balas Rosemary yang sudah menyiapkan hadiah apa yang hendak ia berikan.
"(tersenyum)".
"Ya, sebagai hadiah saja dariku". Balas Rosemary.
"(tersenyum)".
"Tidak perlu, sudah sewajarnya seorang lelaki sepertiku memberi sebuah hadiah kepada wanita yang dicintainya". Kata Hans tidak ingin merepoti Rosemary.
"Tapi aku sudah menyiapkannya".
"Dan jika aku memberimu sebuah benda rajutan apakah kau mau?". Tanya Rosemary.
"Apapun yang kau berikan, aku pasti menyukainya". Jawab Hans.
"(tersenyum)".
"Aku juga menyukai, semua hal yang kau berikan padaku". Ucap Rosemary.
"(tersenyum)".
"Memangnya hadiah apa yang akan kau berikan padaku?". Tanya Hans.
"Ada lah, itu rahasia". Balas Rosemary.
"Rahasia, rahasia".
"Begitu sekarang ya". Ucap Hans.
"(tersenyum manis)".
"Namanya juga hadiah pasti harus rahasia lah". Kata Rosemary.
"(mendekat dan tersenyum)".
"Ya sudah, tersarah kau saja". Balas Hans.
Usai berbicara panjang dan saling puji dengan kekasihnya, Rosemary pun memetik beberapa tangkai bunga daisy itu untuk dibawa pulang.
...****************...
Sementara itu, Royland dan Auraline yang tidak ingin kalah dengan sang adik, ikut berkeliling hutan tersebut. Saat itu, Royland bertanya kepada Auraline, apa yang diinginkan oleh Auraline darinya.
"Putri, apa yang sedang kau inginkan?".
"Siapa tahu, aku bisa memberikannya". Tanya Royland.
"(tersenyum menggeleng)".
"Aku tidak menginginkan apapun pangeran. Aku hanya menginginkan kak Bella dan Rose akur seperti kakak beradik pada umumnya". Balas Auraline.
"(menoleh dan tersenyum)".
"Bukan itu sebenarnya jawaban yang ku mau". Ucap Royland.
"(tersenyum)".
"Aku memang tidak menginginkan apapun. Tapi, apapun yang kau berikan padaku, aku pasti menyukainya". Balas Auraline.
"(mendekat dan memandang Auraline)"
"Aku akan mencoba meminta kak Clark untuk menasehatinya. Mungkin saja, kak Bella bisa lebih mengerti jika calon suaminya yang menasehatinya". Ucap Royland.
"(menoleh dan tersenyum)".
"Ah iya, kau benar. Terima kasih ya. Aku jadi merepotkanmu". Balas Auraline.
"Tidak, itu tidak mereporkan sama sekali".
"Justru aku senang bisa membantumu". Ujar Royland.
"Kalau begitu aku harus memberimu sesuatu". Kata Auraline.
"(menggelang)".
"Jangan, aku yang ingin memberimu sesuatu". Balas Royland.
"Begini saja, jika kau memberi ku sesuatu, aku juga harus memberi mu sesuatu. Bagaimana?". Tawar Auraline.
"(tersenyum)".
"Ya sudah, terserah kau saja. Ayo kit lanjut jalan". Jawab Royland.
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan mereka berkeliling hutan, saat berkeliling-keliling mereka menemukan sebuah bunga yang sangat besar hampir seukuran tubuhnya. Auraline terkejut melihatnya.
"Andai saja saya memiliki camera pollaroid, mungkin aku bisa mengambil gambar bunga ini". Kata Auraline berharap.
"Apa kau menginginkan camera itu putri?". Tanya Royland.
"Jika ditanya ingin atau tidak, jawabannya memang ingin, pangeran.
"Tetapi, masalahnya aku tidak bisa memakainya (tertawa)". Jawab Auraline.
"(tertawa)".
"Kau ini bagaimana. Lain kali, kita coba tanya saja pada Alex. Dia kan punya camera itu". Ucap Royland.
"Ah iya, boleh". Balas Auraline.
...****************...
Setelah 7 tangkai bunga sudah dipilih dan dipetik oleh Rosemary, ia mulai memasukkanya ke dalam toples yang dibawa oleh Hans. Kemudian mereka berniat untuk mengambil air dari sumber air terjun disebelah hutan kota yang menyambung sampai air terjun Flowbie.
...****************...
Di istana Ardarish
Clark dan Bella yang sedang berkreasi di dapur dihampiri oleh ayah dan ibunya.
"Calon pengantin sedang berkreasi".
"Ingin membuat apa kalian?". Ucap raja Handry tiba-tiba hadir di belakang mereka.
"Ayah? ibu?".
"Ah, kami hanya mencoba membuat hidangan penutup dari ubi yang dipadukan dengan selai coklat". Jawab Bella menjelaskan niatnya.
"Oh ya? kelihatannya lezat?
"Apa boleh nanti jika sudah matang, kami mencobanya sedikit". Gurau ratu Mia.
"(tersenyum)".
"Tentu saja. Kami pasti akan memberikanya pada kalian". Saut Clark.
"(tertawa kecil)".
"Ya sudah lanjutkan, kami tunggu di ruang makan". Ucap raja Handry kemudian meninggalkan Bella dan Clark.
"Bagaimana? apa sudah pas rasanya? apa kurang manis?". Tanya Bella.
"(mencicip)".
"Wah ini terlalu manis". Balas Clark.
"Waduh, terlalu manis ya". Ucap Bella.
"Iya, karena aku mencicipinya sambil melihatmu. Makanya, jadi semakin manis". Gurau Clark.
"(tersenyum)".
"Ah, kau ini ada ada saja". Balas Bella.
Bella yang melihat calon suaminya itu sudah semakin sembuh, merasa sangat bahagia.
...****************...
Sesampainya di sumber air terjun, Rosemary pun berusaha mengambil air tersebut.
"Bisakah kau meraihnya? kalau tidak sampai biar aku saja". Kata Hans.
"Bisaa kok".
"Tunggu ya. Ini tinggal sedikit sajaa sudah sampai". Jawab Rosemary.
"Baiklah hati-hati". Kata Hans.
"Sudah".
"Ayo kita kembali ke tenda. Sepertinya sudah waktunya makan siang". Ucap Rosemary kemudian mengajak Hans kembali ke tenda.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...