
"Oh iya? pesta apa itu? Aku tidak tahu. Tanya Rosemary.
"Ayah bilang akan ada pesta dansa. Nanti kau harus berdansa denganku ya". Ucap Hans.
"Oh pesta dansa".
"Tapi aku tidak bisa berdansa". Balas Rosemary.
"(tertawa)".
"Aku juga tidak pandai berdansa. Tapi nanti kita belajar sama sama ya". Ucap Hans.
"Kau mau mempelajari cara berdansa?". Tanya Rosemary.
"Apapun itu, aku selalu ingin mempelajari segala hal".
"Memangnya kenapa?". Ucap Hans.
"(tersenyum)".
"Tidak. Ku sangka seorang ksatria tidak akan mau mempelajari hal itu". Balas Rosemary.
"Ah itu ksatria lain. Kalau ksatria pangeran Hans milik Rosemary ini berbeda". Ucap Hans.
"(senyum seringai)".
"Oh ya?". Ucap Rosemary.
"(tersenyum)".
"Iya cinta". Gumam Hans.
Sambil menunggu pesta dansa tiba, Rosemary mengajak Hans untuk membeli beberapa makanan lain yang dijual didepan pintu gerbang istana.
"(melihat beberapa penjual di depan gerbang istana)".
"Hans, (menunjuk pintu gerbang istana) disana ramai orang berjualan, bagaimana jika kita kesana?". Ajak Rosemary.
"(menoleh)".
"Boleh, ayo daripada kita bosan disini saja". Balas Hans.
"Iya kan, siapa tahu ada beberapa barang atau makanan yang bisa kita beli". Gumam Rosemary.
Kemudian mereka berjalan keluar dari istana dan melihat begitu ramainya pedagang yang bejajar sepanjang jalan menuju istana.
"Waahh ramai sekali".
"Aku jadi bingung mau membeli yang mana". Kata Rosemary bingung.
"(tersenyum)"
"Iya benar aku juga bingung". Jawab Hans.
Walaupun mereka sedang kebingungan, mereka tetap berjalan maju, untuk melihat-lihat apa saja yang dijual oleh pedagang-pedagang itu.
...****************...
Sementara itu, James juga ada di antara pedagang pedagang itu untuk melihat lihat barang atau makanan apa yang mereka jual. Disaat itulah ia bertemu dengan Gloria.
"James?".
"Kau juga ada disini?". Sapa Gloria.
"(menoleh)".
"Ah, kau. Iya". Balas singkat James.
"Kau sedang mencari apa?". Tanya Gloria.
"(menggeleng)".
"Aku tidak mencari apa apa. Hanya melihat lihat saja". Balas James.
"Ah begitu, boleh aku ikut bersamamu?". Tanya Gloria.
"Memangnya kau mau ikut aku kemana?". Tanya balik James.
"Kemanapun kau pergi".
"Boleh?". Tawar Gloria.
"(mengangguk)".
"Terserah kau saja". Balas James sembari berjalan meninggalkan Gloria.
"Ah terima kasih". Gumam Gloria sembari berjalan menyusul langkah James.
Mereka pun akhirnya menyusuri para pedagang itu bersama. Saat sedang berjalan, Gloria tidak sengaja melihat Hans dan sontak bertanya pada James.
"Ah James". Ucap Gloria.
"Iya?". Balas James.
"Apa kau mengenal pria itu?".
"(menunjuk Hans)". Tanya Gloria.
"(menoleh)".
"Kenapa kau bertanya tentang dia?". Tanya balik James.
"(menggeleng)".
"Tidak, aku hanya ingin mengenalnya". Balas Gloria.
"Memangnya kenapa kau ingin mengenalnya?".
"Aku harap, kau jangan mengganggu dia. Dia sudah punya pasangan". Ucap James.
"(tertegun)".
"Ha? dia sudah menikah? kau yakin pria muda itu sudah menikah?". Tanya Gloria tertegun.
"Belum. Tapi dia sudah punya kekasih".
"Kau jangan coba coba mengganggu hubungan mereka". Balas James.
"Ah, kan masih kekasih. Belum istri". Gumam Gloria.
"(melirik)".
"Jaga ucapanmu!". Ucap James.
"James".
"Aku tahu, kau menyukai wanita itu kan (menunjuk Rosemary)". Balas Gloria.
"(menoleh)".
"Darimana kau tahu?". Tanya James.
"Aku masih mengingat, wanita yang kau ajak ke dalam ruangan pribadimu itu, James".
"Pria mana yang mau bercinta dengan wanita yang tidak ia cintai". Jelas Gloria.
"(tertegun)".
"Oh, jadi selama ini kau yang membuat berita bohong itu?!".
"Makanya kak Bella menuduhku seperti itu". Ucap James.
"Berita bohong?".
"Aku tidak menyebarkan berita bohong. Itu berita benar". Balas Gloria.
"Dengar ya".
"Secinta apapun aku dengan dia. Aku tidak akan menodainya! jadi jaga ucapanmu, jika tidak ingin melihatku marah!". Tegas James.
"Baiklah, aku minta maaf jika salah menyebarkan berita". Ucap Gloria santai.
"(menggeleng heran)".
"Terbuat dari apa hati mu itu?! suka sekali menghancurkan hidup dan martabat orang!". Tegas James lagi.
"Kau kira, dengan hanya meminta maaf. Martabatku akan kembali baik lagi?!". Gumam James sembari berjalan meninggalkan Gloria.
...****************...
Disisi lain, Rosemary dan Hans sedang melihat sebuah gantungan boneka kecil.
"Lihat ini, lucu sekali". Gumam Rosemary.
"(menoleh)".
"(tersenyum) ah iya. Lucu seperti kau". Ucap Hans.
"Aku menginginkannya. Tapi, mau ku gantungkan dimana boneka itu". Gumam Rosemary.
"Kau bisa menggantungkanya di tanaman kesayanganmu". Balas Hans.
"Jika nanti kehujanan bagaimana?". Tanya Rosemary.
"(tertawa kecil)".
"Kebun istana kan ada atap. Mana mungkin kehujanan".
"Ah iya ya".
"Baiklah, kalau begitu ayo kita membelinya. Ajak Rosemary.
"(mengangguk tersenyum)".
"Ayo ayo". Balas Hans.
Merekapun segera menghampiri pedaganga tersebut dan membeli sebuah gantungan boneka kecil itu. Rosemary berniat membeli dua gantungan itu. Satu untuk dirinya dan satu untuk Hans kekasihnya.
"Berapa harganya bi?". Tanya Rosemary.
"20 koin perak saja, putri". Balas pedagang tersebut.
"Kalau begitu aku beli dua ya".
"Yang ini, dan yang ini". Ucap Rosemary.
"Untuk apa kau membeli dua?". Tanya Hans lirih.
"Sebentar, ku bayar dulu". Balas Rosemary kemudian membayar gantungan boneka tersebut.
Setelah membayar, ia pun kemudian memberikan gantungan tersebut kepada Hans.
"Nah, yang satu ini untukmu".
"(memberikan gantungan tersebut)". Gumam Rosemary.
"(tertawa)".
"Kau memberikanku hadiah lagi?". Ucap Hans.
"(tersenyum)".
"Ya sudah. Kalau tidak mau". Gumam Rosemary hendak mengambil kembali gantungan tersebut.
"(mendekatkan wajahnya)".
"Apapun yang kau berikan padaku, aku akan menerimanya, cinta". Ucap Hans.
"(tersenyum)".
"Nah, begitu. Mungkin kau bisa menggantungkannya di loop pelana kuda mu". Balas Rosemary.
"(tersenyum mengangguk)".
"Iya akan ku lakukan. Terima kasih". Gumam Hans.
Setelah membeli gantungan, mereka kembali berjalan menyusuri para pedagang pedagang itu. Sosok Ailee yang merasa tak pernah dicintai dengan hebat oleh seorang pria, kini telah merasakannya. Ia begitu bersyukur bisa mengenal Hans yang selalu sabar menghadapi perilakukanya, mengajarkan banyak hal baru padanya, dan selalu menemani hari harinya.
...****************...
Malam pun tiba, semua tamu undangan juga sudah berkumpul untuk berpesta dansa. Rosemary duduk sendirian di kursi tamu sambil menunggu Hans yang masih berganti baju. Tiba tiba, datanglah James.
"Rose?".
"Kau sendirian?". Tanya James.
"Ah, tidak. Aku sedang menunggu Hans".
"Kau? sendirian?". Tanya balik Rosemary.
"Tidak, aku datang bersama ayah". Balas James.
Tiba tiba Gloria datang dan menyaut pembicaraan mereka.
"(menggandeng tangan James)".
"Dia juga datang bersamaku". Saut Gloria.
"(tersenyum)".
"Ah, baguslah. Silahkan masuk". Balas Rosemary.
"(tersenyum)".
"Baiklah. Aku masuk dulu ya, Rose". Ucap James.
"(mengangguk tersenyum)".
"Iya James.
Setelah James dan Gloria masuk. Rosemary masih terduduk menunggu Hans yang masih belum juga keluar dari ruangan.
"Ku kira, dia benar benar mencintaiku".
"Ternyata banyak cabang (tertawa)". Gumam Rosemary.
"Hans ini juga lama banget sih".
"Cewe aja kalah lama loh. Mana banyak banget orang lagi, malu gua diliatin mulu". Gumamnya lagi.
Tak lama setelah ia bergumam. Hans datang menghampirinya dan membawa seikat bunga mawar.
"Maaf menungguku lama". Ucap Hans.
"Kau ini dari mana saja".
"Lama sekali". Balas Rosemary.
"(tersenyum)".
"Iya, aku minta maaf. Aku tadi membeli ini untukmu (memberikan seikat bunga mawar)". Ucap Hans.
"(tertegun)".
"(menerima bunga tersebut) wah, ini untukku?". Balas Rosemary.
"Iya lah. Untuk siapa lagi". Ucap Hans.
"(tersenyum)".
"Wah, terima kasih banyak". Balas Rosemary senang.
"(tersenyum manis)".
"Sama sama, cinta. Lihatlah, dua mawarku begitu indah dipandang". Gumam Hans.
"(tersipu)".
"Ah, kau ini bisa saja". Ucap Rosemary.
"Kita ke Aula sekarang?". Tanya Hans.
"(tersenyum mengangguk)".
"Ayo". Balas Rosemary.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...