I'LL MARRY YOU, PRINCESS

I'LL MARRY YOU, PRINCESS
KESEMBUHAN PANGERAN CLARK



"Iya kak Auraline, silahkan masuk." Jawab Rosemary mempersilahkan masuk.


"Boleh aku duduk disini?". Tanya Auraline sambil menunjuk sofa kamar milik Rosemary.


"Iya kak, silahkan. Mengapa kakak kemari? ada yang ingin ditanyakan?" Tanya balik Rosemary.


"Tidakk (melambaikan tangan kanannya) aku mendengar suara rintihan tangismu. Ada masalah apa kau? kau bisa menceritakannya padaku". Jawab Auraline tersenyum tipis.


"(memeluk Auraline dan menangis) apa kakak tahu? baru saja aku sampai ke istana, aku sudah dituduh dengan kak Bella". Jelas Rosemary.


"(tersenyum tipis) iya, aku mendengar keributan itu".  Ucap Auraline.


"Tidakkah mungkin, seorang Rosemary lemah dengan tuduhan yang tidak benar adanya itu". Tambah Auraline.


"(menangis) tapi hatiku sakit kak, dengan tuduhan itu. Aku mencintai Hans, tidak ada niat sedikitpun dariku untuk menghianatinya". Balas Rosemary.


"Iya Rose. Kakak percaya itu. Kau tak perlu merasa sedih. Kakak akan selalu ada disini, dan mendukungmu". Ucap Auraline.


"Jangan pernah merasa dirimu sendirian". Tambahnya.


"(sesenggukan) terima kasih kak. Kakak begitu baik padaku". Balas Rosemary.


"Bagaimana bisa akua meragukan kakak yang begitu baik padaku". Tambahnya.


"Sudah ya, jangan menangis lagi. Lihatlah mata mu sembab. Tak baik juga berlarut larut dalm kesedihan". Ujar Auraline.


"(mengusap air matanya) iya, kakak benar. Lagipula aku sudah besar". Balas Rosemary.


"Nah itu tau. Mau jadi anak kecil lagi kau?". Canda Auraline.


"(tertawa) tidak mau". Balas Rosemary.


...****************...


SEMENTARA ITU,


Di istana Endonie, James di ruangan pribadinya memikirkan keadaan Rosemary.


"Mengapa tadi Rose tiba tiba menangis?". Tanyanya.


"Ia menangis karena Hans yang terancam, atau karena melihat foto mendiang ibu?". Tanyanya bingung.


Tiba tiba datanglah seseorang yang mengetuk pintu ruangannya.


Tteook teokk tteokk..


"Masuklah!". Jawab James.


Datangalah seorang Gloria, yang ternyata anak dari sahabat raja Rolland.


"Hai James. Aku tadi melihatmu mengajak seorang wanita kemari. Siapa dia?". Tanya Gloria.


"Kau tak perlu tau!. Mengapa kau masih saja kemari?!". Tanya Balik James.


"Tidak bolehkah aku kemari, James?!. Aku hanya ingin bertemu denganmu". Ucap Gloria.


"Untuk apa kau bertemu denganku?! tak ada gunanya". Balas James.


"Mengapa kau bersikap seperti itu padaku, James?!". Tanya Gloria.


"Itu karena kau wanita yang licik. Aku tak mau berhubungan dengan wanita licik sepertimu". Balas James.


"Licik? itu bukan licik tapi cerdas". Ucap Gloria santai".


"Cerdas katamu? mengambil hak rakyat itu cerdas katamu? membina kerja sama dengan sekutu hanya untuk kepentinganmu sendiri?". Tanya balik James.


"Tidakkah kau merasa?! apa yang kau lakukan itu berdampak untuk kerajaan lain!". Pekik James.


"Ayolah, James. Kau selalu saja seperti ini". Rayu Gloria.


"Jika mereka berhasil melakukan uji coba nya, kita juga akan memperoleh keuntungan". Jelasnya.


"Ucapanmu itu hanya membuatku kesal".


"Jika tidak ada yang penting, silahkan keluar dari ruanganku!". Ucap James.


"Baik, jika itu yang kau mau!".


"Jika proyek ini berhasil, akan kupastikan, kau tak akan mendapatkan bagian". Ancam Gloria.


"(berdiri dari duduknya) dan akan kupastikan proyek ini tidak akan pernah berjalan!". Balas James.


Gloria yang kesal, sontak meninggalkan James yang juga dalam keadaan emosi.


...****************...


KEMBALI PADA ROSEMARY DAN AURALINE.


"Oh iya kak, aku heran, mengapa aku jarang sekali melihat kakak dan pangeran Royland menghabiskan waktu sepertiku dan Hans?". Tanya Rosemary.


"(tersenyum) pertanyaanmu ada ada saja Rose".


"Oh ya? mengapa sekarang tidak kak?".


"Apa karena aku dan Hans?". Tanya Rosemary.


"Oh tentu saja tidak. Sejak 3 tahun yang lalu kami bertemu. Tidakkah mungkin kami tidak bosan jika kami sering bertemu".


"Lagipula, Royland juga sering kemari. Meski hanya menatapnya saja, itu sudah mengobati rasa rinduku padanya". Jelas Auraline.


"Meski pemalu, ternyata kakak orang yang romantis juga ya (tersenyum)".


"Dari sini aku belajar, semakin dewasa pemikirannya, semakin dewasa juga perlakuannya". Ucap Rosemary.


"(tersenyum) iya Rose. Kami itu sama sama pemalu orangnya. Terutama Royland, ia tidak akan berbicara jika itu tak penting". Jelas Auraline.


"Oh ya kak? berbeda dengan adiknya. Kalau adiknya, segala jenis candaan pun ia ucapkan (tertawa)". Ucap Rosemary.


"(tertawa) iya, kau benar". Balas Auraline.


Tiba tiba datanglah pelayan yang mengetuk pintu kamar Rosemary.


"Permisi, putri raja meminta putri untuk berkumpul di ruang tamu keluarga". Kata pelayan.


"Oh begitukah baiklah kami akan turun". Jawab Auraline halus.


"Mari Rose, kita turun sepertinya ada informasi yang penting". Ajak Auraline.


"Baikk kak mari". Jawab Rosemary.


Merekapun turun dan mendapati Royland sedang menduduki sofa ruang tamu sambil berbincang dengan raja Handry.


"Pangeran Royland?..ada apa kemari?". Tanya Auraline tercengang.


"Iya putri Auraline, aku hanya ingin memberi tahu raja soal kesembuhan pangeran Clark". Jawab Royland.


"(duduk di samping Royland) benarkah itu? syukurlah apa kita harus kesana ayah?". Tanya Auraline.


"Pangeran Clark sembuh? kalau begitu kita harus kesana ayah,aku ingin melihat keadaan sekarang". Saut Bella memaksa.


"(mengangguk) baiklahh kita akan kesana sekarang. Bersiaplah kalian semua ya". Ucap Raja Handry.


Mendengar kabar bahagia dari Royland, mereka pun bergegas menuju istana kerajaan Elevan. Sesampainya disana mereka mulai memasuki kamar Clark dan melihatnya sudah bisa duduk dan makan sendiri. Dan seperti biasa Rosemary dan Hans saling bertemu.


"Pangeraann (berlari kecil) aku sangat merindukanmu, aku senang sekali kau kembali pulih". Ucap Bella terharu.


"(tersenyum) iya putri, semesta masih mengizinkan aku untuk hidup di dunia ini". Jawab Clark tersenyum.


Rosemary dan Hans yang bersebelahan saling lirik dan tersenyum. Namun, tiba-tiba Hans menggandeng tangan Rosemary dan mengajaknya keluar.


"Eh? mau kemana pangeran? mengapa kau mengajakku keluar?". Tanya Rosemary.


"Kau pasti merindukanku. Maka dari itu, sekarang kau kemari (senyum seringai)".Ucap Hans mulai mengajak bercanda.


"Apa lah kau ini? aku kesini karena ingin melihat kesembuhan pangeran Clark".


"Lagipula, kita sudah seharian ini menghabiskan waktu bersama (tersenyum)". Balas Rosemary.


"(tertawa) iya iya. aku hanya bercanda".


"Aku berencana ingin mengajakmu ke sebuah taman". Ucap Hans.


"Taman?".


"Bukankah kita sudah memiliki taman istana? mengapa harus pergi ke taman lain". Tanya Rosemary.


"Iya taman".


"Taman ini berbeda, bukan seperti taman istana biasa. Aku yakin kau pasti menyukainya". Balas Hans.


"(berfikir) bagaimana ya?".


"Rosemary mau tidak ya? (melirik dan tersenyum seringai)". Ujar Rosemary.


"Apa kau menggodaku? (tersenyum seringai)". Tanya Hans.


"(tersenyum) tidak, aku tidak menggodamu. Aku hanya berpikir, mau atau tidak". Balas Rosemary.


"(tersenyum dan langsung memeluk Rosemary) kalau kau menolak, ku makan kau nanti". Ucap Hans bergurau.


"Makan saja kalau bisa, wlee". Balas Rosemary.


"(tersenyum) dasar bunga mawar".


"(melepaskan pelukannya) jadi bagaimana? mau tidak?". Tanya Hans.


"(tersenyum) iya iya. Mau cintaku". Jawab Rosemary.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...