
"kau kenapa?" melihat tingkah kekasihnya yang terlihat aneh itu, Hans pun bertanya padanya dengan kedua tangan yang masih setia tertangkup pada wajah Rosemary.
Menggelenglah Rosemary dengan pelan. "tidak apa apa. ku kira kau akan menciumku lagi" balasnya seraya tersenyum kecut.
Hans terkekeh mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Rosemary. Ksatria pangeran itu seketika menyeringai. "kau mau aku menciummu lagi?" tanya nya seraya mendekatkan wajahnya pada wajah sang kekasih.
Sebelum Hans melancarkan aksinya, Rosemary segera melepaskan tangkupan tangan Hans itu, kemudian menutup mulutnya seraya menggeleng cepat. "tentu saja tidak" balas Rosemary.
Meski asetnya ia tutupi, Hans tidak kurang akal. Diciumlah kening Rosemary yang terselimuti poni tipisnya itu dengan singkat. "aku menang wlee" ksatria pangeran itu lagi dan lagi menjahilinya. Selepas mencium kening Rosemary, ia pun berlari kecil menghindari pukulan dari Rosemary yang seketika mulai kesal padanya.
"Hanssss! awas kau ya" sepasang kekasih itu saling kejar bagaikan anak kecil yang sedang bermain kejar kejaran.
...**************** ...
Keasikan yang sedang dirasakan sepasang kekasih dari kerajaan Ardarish dan Elevan itu, rupanya berbanding terbalik dengan putra mahkota dari kerajaan Endonie. Pasalnya, bukan keasikan ataupun keseruan yang ia rasakan. Melainkan sebuah renungan yang terselimuti oleh suasana hening di dalam ruang tamu istananya.
James terduduk bersandar di sofa panjang ruang tamunya. Pelipis kanannya ia sangga sangga dengan telapak tangan, dengan sikunya yang bertumpu pada pinggiran sofa.
Pandangannya kosong, pikirannya penuh akan kekhawatiran. Lagi dan lagi, pria rupawan bermata biru itu kembali dihantui dengan kegelisahan.
"akkhhh sialan! Gloria sialan!" James seketika mengeram kesal ketika kepala kirinya terasa sakit setelah terlalu berpikir keras.
Kali ini kepalanya ia tegakkan, kedua lengannya ia sendekapkan di depan dada, dengan posisi duduknya yang masih sama. Yakni bersandar pada sofa. Pandangannya tertuju ke arah pintu yang masih sedikit terbuka.
"sepertinya, aku harus menyusul ayah. aku khawatir jika ayah bertemu dengan wanita licik itu" gumamnya.
Tak ingin membuang waktu, James pun segera beranjak dari duduknya. Badan tegapnya seketika melangkah menuju pekarangan istana, untuk menghampiri kuda kesayangannya yang akan tunggangi.
"jangan buang tenaga dan waktu mu hanya untuk memikirkan hal yang bodoh, James. wanita licik itu, tidak pernah bisa dipegang ucapannya" gumam James dengan tubuhnya yang terus melangkah.
...**************** ...
Di dalam kereta kuda yang ia tumpangi, wanita licik itu terduduk dan bersandar di bangku kereta dengan raut wajah ketusnya. Lengan lengannya ia sendekapkan di depan dada. Kedua matanya pun tak berhenti menyelisik, menghadap ke arah jendela.
"awas saja kau, James! kau kira kau bisa menghentikanku untuk bekerja sama dengan ayahmu?! bahkan ayahmu saja punya visi dan misi yang sama sepertiku!" gerutunya.
Saking kesalnya, Gloria itu menggeretakkan kakinya dengan cukup keras. Kedua tangannya mengepal erat. Pandangannya seketika kosong. "takkan ku biarkan, aku memusnahkan dua insan itu sendirian!" gumamnya lirih.
Tak berselang lama, setelah dirinya menggerutu. Kereta yang ia tumpangi kemudian sampai di sebuah markas tersembunyi, yang tadinya sempat ia katakan pada James.
Kedatangan Gloria itu disambut baik oleh pemimpin Artha grup, yakni Ny. Advokad yang merupakan istri dari mendiang pemimpin sekutu Advokad yang pernah dikalahkan oleh Hans tempo lalu.
"salam hormat, Nyonya" ucap Gloria seraya menyatukan kedua telapak tangannya dengan rapat.
"salam hormat, putri Gloria" balas Ny. Advokad dengan gerak tangannya yang sama seperti Gloria. "mari sini, duduklah" pinta sang pemimpin.
Gloria itu tersenyum sopan, dan melangkahkan tubuhnya untuk duduk di kursi mewah yang telah di persilahkan Ny. Advokad.
"ada hal penting yang akan kubicarakan padamu, Nyonya" ucap Gloria sembari mendudukkan dirinya pelan.
Pandangan sang pemimpin seketika tertuju pada Gloria dengan serius. "apa itu?" tanya nya.
Wanita ketus tersebut menghela nafasnya panjang dengan raut wajah yang kesal. "raja Rolland sekarang tidak akan bergabung dengan kita lagi" tanpa basa basi, Gloria langsung mengatakan pernyataan tersebut.
"untuk apa aku bercanda. makanya, beliau sudah tidak pernah mendatangi konferensi. ternyata ini alasannya!" balas Gloria dengan nada bicaranya yang ia tinggikan.
Ny. Advokad mendengus kesal. Pandangan nya ia palingkan begitu saja.
"kenapa Nyonya tidak langsung saja melakukan pengeboman itu?! jika pengeboman itu segera dilakukan, aku yakin ksatria kegelapan itu pasti akan musnah! begitu juga dengan si gadis mawar itu!" Gloria itu melirik kesal Ny. Advokad dan terus menggerutu.
Mendengar ucapan Gloria, Ny. Advokad seketika berdiri dan menggeretakkan kakinya. "tidak! aku tidak ingin mereka musnah begitu saja! aku ingin mereka menderita terlebih dahulu!" ujarnya.
"sebegitu dendamnya kah kau, Nyonya pada kedua insan itu?" di kala api kemarahan masih menyala dan menyelimuti sang pemimpin, Gloria justru malah mengutarakan pertanyaan padanya.
Ditolehlah Gloria itu dengan raut wajah datarnya. "tentu saja! aku dan suamiku dibuang oleh dewa Hyris dari Anggara karena kehadiran si mawar itu! dan sekarang, dengan mudahnya si ksatria itu membunuh suamiku!!" Ny. Advokad menjawab pertanyaan itu dengan amarahnya yang semakin menyala.
Sebelum Rosemary lahir di negri Fanlyland, Ny. Advokad merupakan seorang insan berilmu, bernama Hailian yang diangkat dewa Hyris sebagai anaknya. Bahkan Ny. Advokad tinggal bersama dewa Hyris di Anggara saat itu. Sedangkan, Anggara sendiri merupakan sebuah istana besar milik dewa Hyris yang berada di langit dan tak nampak oleh mata insan biasa.
Kemudian, setelah kurang lebih 5 tahun ia tinggal di Anggara. Ny. Advokad mendengar percakapan para pengawal istana yang mengatakan bahwa akan ada insan yang terlahir serta juga diangkat sebagai anak dewa Hyris. Dan Ny. Advokad, meyakini bahwa insan tersebut adalah Rosemary. Dari situlah, Hailian atau Ny. Advokad itu merasa kehidupannya akan terusik oleh kehadiran insan tersebut.
Lalu suatu ketika. Hailian tanpa kesadarannya itu malah melakukan perbuatan keji. Ia melakukan hubungan terlarang dengan seorang pria yang juga sama sama diangkat sebagai anak oleh dewa Hyris. Dan pria tersebut bernama Advokad. Mengetahui hal tersebut, dewa Hyris begitu murka. Pasalnya mereka melakukannya tanpa ada ikatan pernikahan.
Sehingga pada saat itu, dewa Hyris terpaksa harus menikahkan kedua insan tersebut dan memutus hubungan mereka sebagai anak.
Akan tetapi, bukannya menyadari kesalahannya sendiri. Hailian justru menyalahkan kehadiran Rosemary sebagai pemicu dirinya telah diturunkan kembali ke negri Fanlyland.
Rasa dendam yang ada di hati Ny. Advokad membuatnya semakin nekat untuk mengancam kedamaian sepasang kekasih itu.
...**************** ...
Disisi lain, kedua insan yang sedang menjadi topik pembicaraan musuhnya itu justru masih saja saling kejar hingga sampai di penghujung tangga.
"Hans! kau jangan lari!" teriak Rosemary sembari nafasnya yang terengah engah.
Mendengar teriakan Rosemary yang disertai dengan nafas yang terengah engah itu, Hans sontak berhenti dan menoleh ke arahnya.
Namun, bukannya ikut berhenti Rosemary justru tak mampu menge-rem badannya yang masih berlari itu. Sehingga tubuh mungilnya terpaksa harus menabrak badan gagah milik Hans.
"aduh! kenapa tiba tiba berhenti?!" rintihnya.
Karena yang menabrak tidak ada bandingannya, Hans tidak berkutik sama sekali meski Rosemary telah menabraknya cukup keras.
Ksatria pangeran itu malah terkekeh dan memeluknya. "hayoo siapa yang menyuruhku berhenti?" balas Hans.
Gadis mungil itu sontak melepaskan pelukan tersebut dengan raut wajahnya yang kembali kesal. "aku tidak bilang berhenti!" ujarnya.
"kau bilang, jangan lari. ya sudah aku berhenti saja" balas Hans halus.
"iya kan tapi kau bisaa.." belum sempat Rosemary menyelesaikan bicaranya, Hans mengacungkan jari telunjuknya di depan bibir tipis Rosemary.
"ssstt, sudah. jangan keras keras bicaranya. lihat dibawah ada banyak orang. kemarikan tanganmu, biar ku genggam" ksatria pangeran itu berucap dengan begitu lembut. Diulurkanlah tangan kanannya itu pada sang kekasih.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...