
"(mengangguk tersenyum)".
"Kalau begitu, kami kembali ya. Ini sudah larut malam". Kata raja Charless.
"Ah iya, baiklah kalau begitu.". Jawab raja Handry.
Setelah semuanya jelas, bahwa Bella sementara akan tinggal di istana Ardarish, keluarga kerajaan Elevan pun kembali ke istana mereka tanpa membawa Clark.
...****************...
Keesokan paginya. Terdengar suara ketukan dari balik pintu istana. Bella yang mendengar suara tersebut kemudian membukakannya. Setelah membuka pintu, Bella terkejut karena tepat didepannya adalah adik kelas kesayangannya dulu, Gloria dari kerajaan Eilian.
"(tertegun)".
"Gloriaaa??". Ujar Bella dengan kedua bola matanya yang membulat.
"Hai kak Bella".
"Semalam aku datang, tapi aku tak bisa menjumpaimu". Sapa Gloria.
"Ah kau ini, mengapa tak menghampiriku".
"Kau sudah kembali ke sini". Tanya Bella sambil mengajaknya masuk.
"(mengangguk)".
"Sudah kak. Aku tidak nyaman berada di kota itu, jadinya aku pulang". Balas Gloria.
"(duduk)".
"Ah begitu rupanya". Gumam Bella.
Gloria sempat ditempatkan di sebuah kota yang cukup jauh dari kota Mergoriesh untuk melanjutkan pendidikannya. Berbeda dengan Rosemary yang melanjutkan pendidikannya dengan guru privat pilihan ayahnya.
"(tersenyum)".
"Bagaimana kehidupan setelah pernikahanmu?". Tanya Gloria.
"(tersenyum sumringah)".
"Ya, aku sangat bahagia". Jawab Bella.
Tiba-tiba Hans datang.
"Kak Bella".
"Permisi, boleh aku masuk? aku mau menemui kak Clark". Saut Hans.
"(menoleh ke arah Hans)".
"Iya, masuklah. Dia ada di belakang, barusaja selesai mandi". Jawab Bella.
"Ah baiklahh kalau begitu terima kasih". Kata Hans kemudian masuk.
"Siapa dia?". Tanya Gloria.
"Ah dia?".
"Dia adik suamiku". Jawab Bella.
"Siapa namanya?". Tanya Gloria.
"Hans". Balas Bella.
"(tersenyum tipis)".
"Oh, Hans. Dia tampan. Apa dia sudah punya pasangan?". Tanya Gloria.
"Dia dijodohkan dengan adik bungsu ku, Rosemary". Kata Bella.
"Oh, Rosemary. Iya iya". Gumam Gloria dengan pandangan yang tetap tertuju pada Hans.
"Kau tertarik dengan Hans?". Tanya Bella.
Mendengar ucapan itu, Gloria pun membuyarkan pandangannya dan menjawab.
"Ah tidak. Mana mungkin aku menghancurkan hubungan orang". Ucapnya tak pasti.
"Baguslah kalau begitu. Lagipula, mereka akan tetap dinikahkan meski hujan badai menghantam mereka". Ucap Bella.
"(tersenyum)".
"Ah bagaimana bisa". Gumam Gloria.
"Mereka berdua saling mencintai, Ria. Ayahku dan ayah suamiku juga sangat senang melihat hubungan mereka berdua". Ucap Bella.
"(tersenyum tipis)".
"Ah, begitu ya. Mereka beruntung". Gumam Gloria.
"Kau mau minum apa?". Tawar Bella.
"(tersenyum)".
"Terserah kakak saja". Balas Gloria.
"Ya sudah, ku ambilkan sebentar ya". Ucap Bella.
"(tersenyum)".
"Iya kak". Balas Gloria.
Meski mendapat larangan dari James berkali kali, yang namanya Gloria tetaplah Gloria. Ia tetap memutuskan untuk mendekati Hans, dan mencoba mencari waktu yang tepat untuk menghancurkan hubungannya dengan Rosemary.
"Aku rasa, aku masih bisa mendekati Hans". Gumamnya.
...****************...
Sementara itu, Rosemary yang baru saja bangun dari tidurnya memutuskan untuk segera mandi dan bersiap siap. Selesai setelah mandi dan berganti baju, ia keluar dari kamarnya untuk pergi ke taman belakang menyiram taman kesayanganya. Saat masih sampai di ruang keluarga ia bertemu Hans yang sedang bersantai dan berbincang-bincang dengan kakaknya, Clark.
"Rose?".
"Kau baru bangun?". Kata Hans.
"Ah iya (menghampiri dan duduk)".
"Semalam aku kelelahan. Sejak kapan kau datang kesini?". Tanya Rosemary.
"Sepertinya 20 menit yang lalu". Jawab Hans.
"Kalian berbincang-bincang saja ya".
"Aku mau menghampiri istriku dulu". Saut Clark kemudian berjalan menuju ruang tamu istana.
"(tertawa kecil) iyaa kak". Jawab Hans.
"(tersenyum) iyaa kak". Jawab Rosemary.
"Tumben sekali kau, bangun se pagi ini". Ucap Rosemary.
"(tersenyum)".
"Ayah menyuruhku membawakan ini untuk kak Clark". Balas Hans.
"Apa ini? teh?". Tanya Rosemary.
"(mengangguk)".
"Iya, ini teh herbal. Kata ayah, ini untuk penyembuhan luka". Balas Hans.
"Ah begitu". Gumam Rosemary.
"Tadi kau mau kemana?". Tanya Hans.
"Aku, mau menyiram tanaman kesayanganku. Kau mau ikut?". Kata Rosemary.
"(mengangguk tersenyum)".
"Boleh. Kau sudah menggantung boneka kecil yang semalam kita beli?". Tanya Hans.
"Ah iya aku lupa. Sebentar biar ku ambil". Balas Rosemary.
Rosemary pun kemudian mengambil gantungan boneka kecil itu. Dan segera pergi ke taman istana.
"Sudah".
"Ayo kita pergi". Ajak Rosemary.
"(beranjak dari duduknya)".
"Ayo". Balas Hans.
Mereka berdua kemudian pergi ke kebun belakang istana. Sebelumnya mereka juga tidak lupa untuk mengambil air dan pupuk.
"Sampailah kita". Gumam Rosemary.
"Di bawah saja, tidak apa apa". Balas Rosemary.
"(meletakkan teko air tersebut)".
"Baiklah". Gumam Hans.
"Oh iya. Waktu itu, kau pernah bilang. Bahwa dibalik tanaman ini, ada simbol warna yang melambangkan diri kita berdua".
"Itu maksudnya bagaimana". Tanya Hans.
"Bagiku, warna hijau pada daunnya melambangkan sosok pangeran Hans yang tegas dan dermawan. Sedangkan, warna pink pada bunganya melambangkan sosok putri Rosemary yang murah hati dan penyayang". Jawab Rosemary.
"(tersenyum)".
"Kau semakin hari semakin lucu ya". Gumam Hans.
"(tersipu malu)".
"Lucu ya". Ucap Rosemary.
"(mendekat dan memeluk Rosemary dari belakang)".
"Iya, lucu sekali. Ah lihatlah, pipi mu memerah lagi". Balas Hans.
"(tersenyum)".
"Ah, kau selalu membuatnya memerah". Ucap Rosemary.
Tiba tiba, datanglah Gloria, yang memecahkan suasana hangat diantara mereka berdua.
"Permisi". Saut Gloria.
"(melepaskan pelukan dan menoleh kebelakang)".
"Iya, ada perlu apa?". Tanya Hans.
"Apa kau putri Rosemary?". Tanya balik Gloria pada Rosemary.
"Iya. Kau siapa?". Ucap Rosemary.
"Perkenalkan saya putri Gloria dari kerajaan Eilian". Balas Gloria.
"Lalu, apa tujuanmu kemari". Tanya Hans.
"Tidak ada. Aku hanya ingin berkenalan denganmu. Ah maksudku dengan putri Rosemary". Jawab Gloria.
Mendengar jawaban itu, Rosemary langsung bergumam dalam hatinya.
"Apakah ini tokoh wanita yang akan mengusik hubungan Rosemary dan Hans?". Gumam Rosemary dalam hati.
"Ya sudah".
"Karena kau sudah mengenalku, sekarang kami pergi dulu". Kata Rosemary.
"Mengapa terburu-buru?". Tanya Gloria.
Rosemary langsung menggenggam tangan Hans dan pergi menjauh dari Gloria, tanpa menjawab sepatah katapun.
"Memangnya dia siapa Rose?
"Sejak aku datang tad, dia sudah duduk bersama kak Bella di ruang tamu". Kata Hans.
"Aku juga tidak tahu".
"Tetapi sepertinya dia tertarik denganmu". Jawab Rosemary.
"Lalu?"
"apakah itu berpengaruh kepadaku? tentu saja tidak, Rose". Ucap Hans meyakinkan.
"Meskipun begitu, aku tidak suka".
"Aku merasa memiliki saingan". Balas Rosemary kesal.
"(senyum seringai)".
"Kau kira? aku tidak punya saingan". Ucap Hans.
"Aku rasa tidak ada". Balas Rosemary.
"Ada, banyak". Ucap Hans.
"Siapa? James?". Tanya Rosemary.
"Ya, salah satunya". Balas Hans.
"Kau kan sudah tahu, dia berubah sekarang". Ucap Rosemary.
"Iya, memang".
"Tapi, dia tetap mendekatimu. Dan aku juga tidak suka". Balas Hans.
"(tersenyum)".
"Lalu, harus bagaimana?". Tanya Rosemary.
"(tersenyum menatap Rosemary)".
"Dari sini, kita bisa belajar. Selalu ada manusia lain yang mau merusak hubungan baik diantara manusia. Terutama tentang perasaan cinta".
"Jadi, yang harus kita lakukan, yaitu menjaga hubungan ini tetap kokoh. Hiraukan apa yang sepatutnya dihiraukan". Jelas Hans.
"Begitu ya".
"Baiklah, kau membuatku tenang". Balas Rosemary.
"(memeluk Rosemary)".
"Hanya semesta yang tau mengenai takdir kita. Semesta juga tidak akan salah dalam menyatukan sebuah hati". Jawab Hans.
Saat itu, Rosemary merasa sedih ketika mendengar ucapan Hans tentang takdir. Ia berpikir bagaimana jika takdirnya bukan bersama Hans. Sanggupkah ia menerimanya.
Setelah Rosemary benar-benar tenang, Hans pamit untuk pulang. Gloria yang melihat Hans sudah keluar dari istana Ardarish, kemudian menghampiri Rosemary dan mengajaknya bicara.
"Putri Rosemary?".
"Apa kita bisa bicara sebentar?". Tanya Gloria.
"(tatapan datar)".
"Jika tidak penting, tidak usah". Jawab Rosemary.
"Ini sangat penting untukmu putri".
"Bagaimana jika kita duduk di taman saja?". Kata Gloria.
"Baiklah". Jawab singkat Rosemary.
Mereka berdua kemudian duduk di taman istana.
"Ada apa?". Tanya Rosemary.
"Sebelumnya aku minta maaf jika aku terkesan ingin merusak hubungan spesialmu dengan pangeran Hans. Tapi, sudah sepantasnya kau tau lebih dalam tentang dirinya". Jawab Gloria.
"Memangnya ada apa dengan pangeran Hans?". Tanya Rosemary.
"(tersenyum)".
"Semalam, aku sempat bertemu dengannya. Sebelum ia menghampiri mu dan membawakan seikat bunga, aku melihatnya memasukkan sebuah serbuk putih di minuman James". Balas Gloria.
"Ah mana mungkin".
"Hans bukan pria yang seperti itu!". Ucap Rosemary tak terima.
"(tersenyum tipis)".
"Sudah ku duga, kau tidak akan percaya". Balas Gloria.
"Bagaimana aku bisa percaya. Yang kau katakan itu semua fitnah!". Ucap Rosemary.
"Kau yang tenang".
"Aku hanya memberitahumu. Jika kau tidak percaya, ya sudah". Balas Gloria.
"Mana buktinya?!". Tanya Rosemary.
"Yah, aku memang tidak punya buktinya. Aku tidak punya kamera untuk mendapatkan gambarnya sebagai bukti". Balas Gloria.
"Cih, omong kosong!". Gumam Rosemary.
Rosemary yang merasa kesal kemudian meninggalkan Gloria.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...