I'LL MARRY YOU, PRINCESS

I'LL MARRY YOU, PRINCESS
KEMARAHAN PUTRI BELLA



Setelah tikar sudah tergelar, makanan dan minuman pun sudah tertata. Mereka pun duduk dan bersantai.


"Mari, dimakan makananya". Ucap Auraline.


"Wah, pas sekali. Kami belum sarapan". Saut Royland.


"(tersenyum) nah, kalau begitu segeralah makan". Balas Auraline.


"(berdehem)".


"Makan sendiri? (tersenyum tipis)". Ucap Royland.


"(tersenyum) kau mau aku menyuapimu?". Tanya Auraline.


"Boleh". Jawab Royland.


"Baiklah, sini buka mulutmu". Ucap Auraline sambil mengambil sepotong roti lalu menyuapkannya pada Royland.


Hans yang melihatnya pun sontak tersenyum dan melirik ke arah Rosemary.


"(tersenyum) apa? kau mau juga?". Tanya Rosemary.


"(mengangguk) mau sekali". Balas Hans.


"Ya sudah sini, buka mulutmu". Ucap Rosemary.


Melihat tingkah Hans dan Rosemary, kedua kakaknya itu terhibur dan tertawa.


"Kalian ini lucu sekali".


"Baru kali ini, aku melihat Hans bertingkah seperti anak kecil". Saut Royland.


"(tertawa) aku bertingkah seperti ini hanya kepada Rose, kak". Balas Hans.


Tamasya hari itu, benar benar membuat Rosemary bahagia. Ia tertawa dan membicarakan banyak hal dengan orang orang tersayangnya.


...****************...


Di istana Ardarish, Bella yang sendirian itu merasa kebingungan, karena sejak dari pagi ia tak melihat kehadiran Auraline ataupun Rosemary.


"Aura kemana? aku rasa kemarin malam ia ada dikamarnya".


"Rosemary juga tidak kelihatan". Ucap Bella.


"Ada apa Bell?". Tanya ratu Mia yang tiba-tiba datang.


"Ibu?".


"Apa ibu tau kemana Auraline?". Tanyanya balik.


"Oh Aura?".


"Ia dan Rosemary pergi ke taman endland sejak pagi tadi". Jawab ratu Mia.


"Apa?".


"Bahkan mereka tak ada niatan untuk mengajakku?". Kata Bella mulai kesal.


"Ibu rasa, mereka diajak oleh Roy dan Hans". Ucap ratu Mia.


"Mana mungkin. Pasti Rose meminta Aura untuk tidak mengajakku". Balas Bella.


"Apa yang kau maksud Bella?".


"Tidak mungkin ia melakukan hal itu. Ibu mengerti, alasan mereka tak mengajakmu. Itu karena mereka tahu kau tak akan menerima ajakan tersebut". Balas ratu Mia.


"Ah sudahlah ibu".


"Di dunia ini memang tidak ada yang memihakku". Balas Bella.


"Tidak bisakah kau menyayangi Rosemary?".


"Ia adik kandungmu". Ucap ratu Mia.


"Aku?".


"Menyayangi orang yang telah merenggut duniaku? tidak akan ibu!". Jelas Bella ketus.


Merasa kecewa dengan jawaban sang ibu. Bella pun meninggalkan ratu Mia dan berencana pergi ke istana Elevan untuk menemui calon suaminya.


...****************...


Di taman Endland yang indah dengan pemandangan air terjun Flowbie yang mengalirkan air bersih dan deras, membuat empat orang bangsawan itu merasa nyaman dan betah disana. Namun, Rosemary tiba-tiba kembali teringat dengan Bella.


"Kak, aku tiba tiba teringat kak Bella".


"Mengapa kita tidak mengajaknya saja". Ucap Rosemary.


"Rose, tak mungkin kak Bella bisa ikut".


"Aku yakin, ia pasti menolak ajakan kita". Balas Auraline.


"Iya Rose. Lagipula, tidak mungkin juga ia meninggalkan kak Clark". Saut Royland.


"Kau tak perlu khawatir Rose. Tenang saja". Ucap Hans tersenyum.


"Tapi kak, mengapa kak Bella begitu membenciku?". Tanya Rosemary.


"Sejak kau lahir, semua orang begitu memperhatikanmu Rose.


"Mereka semua memuji rupa mu yang begitu cantik dengan rambut pirangmu itu". Jelas Auraline.


"Kau benar putri. Aku ingat betapa meriahnya berita kelahiran Rose kala itu". Saut Royland.


"Oh ya kak?".


"Bukankah itu terlalu berlebihan". Balas Rosemary.


"Berlebihan?".


"Tentu saja tidak, kau memang benar benar cantik". Saut Hans.


"(tersenyum) benarkah?". Ucap Rosemary.


"Dan kala itu, para raja yang datang melihatmu, begitu terkesima dan ingin menjadikanmu sebagai menantunya".


"Padahal kau masih bayi". Ucap Auraline.


Rosemary hanya terdiam mendengar tentang dirinya yang begitu istimewa di mata orang lain.


"Tapi ternyata, semesta memilih raja Charless sebagai ayah mertua mu". Tambah Auraline.


"(tersenyum menoleh Hans) sebuah cerita yang luar biasa kak". Balas Rosemary.


"Kau lah yang sangat luar biasa, Rose". Saut Hans.


"(berdehem) luar biasa (tertawa kecil)". Celetuk Royland.


"(malu) ah bagaimana jika kita berjalan kesana. Aku bosan, duduk duduk saja". Ucap Hans mengalihkan.


"Ya sudah ayo". Ajak Royland.


Mereka pun memutuskan untuk berjalan jalan mengelilingi taman endland.


...****************...


Sesampainya Bella di istana Elevan, ia mulai menghampiri Clark yang sedang melamun di depan cendela kamarnya.


"Pangeran?".


"Sedang apa kau?". Tanya Bella.


"Bella".


"(tersenyum) iya".


"Kau tau, aku sedang kesal dengan adikku". Ucap Bella.


"Ada apa? Ada masalah?". Tanya Clark.


"Mereka seperti tidak menghargai aku sebagai kakak mereka".


"Apa kau tau? mereka diam diam pergi ke taman endland tanpa mengajakku". Jelas Bella.


"Tenangkan dirimu Bella".


"Mungkin mereka tidak mengajakmu, agar kau bisa mengunjungi ku (tersenyum)". Ucap Clark.


"Bukan begitu, pangeran". Ucap Bella tak lega.


"Sudahlah, tenangkan dirimu".


"(tersenyum) setidaknya kau bertemu denganku sekarang". Balas Clark menenangkan.


"(tersenyum) ya sudahlah". Ucap Bella.


"Apa kau mau membantu ku?". Tanya Clark.


"Tentu, kau perlu bantuan apa?". Balas Bella bertanya.


"Aku ingin membiasakan diriku untuk berdiri dan berjalan".


"Tapi aku butuh seseorang untuk membantuku menopang badan". Ucap Clark.


"Aku bisa membantumu. Mari". Ajak Bella.


"Baiklah, terima kasih". Balas Clark.


Sedikit demi sedikit Bella membantu Clark untuk berjalan. Setelah sekitar 2 minggu ia hanya terbaring lemah karena kakinya yang terluka parah membuat Clark tidak bisa menggerakkan kakinya sedikitpun.


...****************...


Tak terasa hari sudah mulai sore, Auraline dan Rosemary memutuskan untuk mengajak kedua ksatria tersebut pulang.


"Pangeran, hari sudah semakin sore. Mari kita kembali pulang ke istana". Ajak Auraline.


"Iya pangeran. Sebelum hari semakin gelap". Saut Rosemary.


"(mengangguk) kau benar. Mari kita pulang. Jawab Royland.


"Iya kak". Saut Hans.


Mereka mulai membereskan semua peralatan dan tikar yang mereka gelar tadi. Dan mulai memasuki kereta.


"Bagaimana hari ini? kau merasa senang?". Tanya Hans pada Rosemary.


"(mengangguk tersenyum) senang, aku sangat senang sekali". Jawab Rosemary.


"Bagaimana jika kita ke hutan kota lain kali?". Ajak Royland.


"Boleh boleh saja". Jawab Auraline.


"Iya kak boleh". Saut Hans.


"(tersenyum) hutan kota?". Tanya Rosemary.


"Iya, hutan kota".


"Kau mau kan?". Ucap Hans.


"Oh, tentu saja aku mau". Balas Rosemary.


...****************...


Setelah melewati perjalanan yang cukup lama, mereka pun sampai di gerbang istana Ardarish.


"Sampailah kita".


"Aku pamit pulang ya, putri". Kata Hans berpamitan.


"Iya pangeran".


"Hati hati ya, terima kasih juga sudah mengajakku bertamasya". Jawab Rosemary berterima kasih.


"(tersenyum)".


"Iya sama sama". Ucap Hans.


"Kami pulang dulu ya". Kata Royland.


"Iya pangeran, hati hati". Jawab Auraline.


Masuklah mereka berdua kedalam istana dan berpapasan dengan Bella yang baru saja pulang dari istana Elevan.


"Dari mana saja kalian berdua?!".


"Begini sekarang tingkah kalian?!". Tanya Bella marah.


"Maksud kakak apa?".


"Kami berdua hanya pergi ke taman". Jawab Auraline.


"Kau sudah tak menganggapku sebagai kakak lagi?".


"Apa kau mengajakku?! atau izin padaku?!". Ucap Bella kencang.


"Bukan begitu kak, aku kesana karena pangeran Royland mengajakku".


"Dan, fikirku kakak tidak akan mau jika ku ajak untuk ikut". Jelas Auraline.


"(mengangguk) iya kak, itu benar". Saut Rosemary.


"Ku sangka kau terkena pengaruh buruk dari bunga mawar ini!". Ucap Bella ketus.


"Cukup kak!".


"Tidak bisakah kau menyayanginya?!". Balas Auraline.


"Sudah berapa kali aku mendengar kalimat itu?!". Ucap Bella kesal.


"Aku tahu kak".


"Mungkin memang aku selalu menjadi pembawa sial bagimu". Saut Rosemary.


"Kau sadar?!".


"Sejak kau lahir, semua orang hanya perhatian padamu!".


"Bahkan tak ada satupun orang yang memperhatikanku!!". Balas Bella kencang.


"Bella! cukup!".


"Kau selalu memicu keributan!". Saut ratu Mia.


"Ah sudahlah aku lelah". Ucap Rosemary tak tahan dan meninggalkan mereka.


"(melirik) aku juga lelah". Saut Auraline dan meninggalkan mereka juga.


"Apa ucapanku salah?".


"Apa ibu pernah memperhatikanku?".


"Tidak kan?!". Ucap Bella pada sang ratu kemudian pergi meninggalkanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...