I'LL MARRY YOU, PRINCESS

I'LL MARRY YOU, PRINCESS
OBAT LELAH



Sesampainya mengambil kotak obat, Rosemary pun segera mengobati luka itu.


"(meletakkan kotak obat)".


"Kemarikan tanganmu". Tutur Rosemary.


"(memberikan tangannya)".


"Aku rasa sudah cukup kering luka nya". Ucap Hans sembari mengayunkan tangannya.


"(mengangguk)".


"Hanya sedikit. Tapi, yang dalam masih basah". Balas Rosemary sembari membuka perban".


"Jadi, bagaimana Rose?". Saut Royland.


"(menoleh)".


"Ah, iya kak. Jadi kemarin, kami tidak sengaja bertemu kawanan prajurit misterius yang tiba tiba menyerang kami. Dan, Hans terpaksa melawan mereka hingga tangannya terluka karena tergores pedang". Balas Rosemary.


"(terkejut)".


"Ha? bagaimana mungkin?!". Ucap Royland terkejut.


"(menaikkan bahu)".


"Entahlah kak. Mereka tiba tiba menodongkan pedang itu ke leher Rosemary. Mana mungkin aku tinggal diam". Balas Hans.


"(meletakkan 4 cangkir teh)".


"Itu bahaya sekali. Untung saja Rosemary bersamamu, Hans.". Saut Auraline.


"(mengangguk)".


"Iya kak. Kakak benar sekali". Ucap Rosemary sembari memasang perban.


"(tersenyum seringai)".


"Tentu saja. Kan ada Hans". Balas Hans.


"(menepuk pelan pipi Hans)".


"Tak usah sombong kau". Saut Rosemary sembari memasang perban.


"(tersenyum) siapa yang sombong".


"Oh iya, apa kau menggunakan obat yang berbeda?". Tanya Hans.


"(menggeleng)".


"Tidak, memangnya kenapa?". Tanya balik Rosemary.


"(tersenyum) tidak apa apa". Balas Hans.


"Perih ya?". Tanya Rosemary lagi.


"Sedikit". Balas Hans.


"Tahan ya. Efek obat kan biasanya begitu. Perih di awal. Tapi, biasanya cepat kering kok". Ucap Rosemary halus.


"(mengangguk tersenyum)".


"Iya, cinta". Balas Hans lirih.


Rosemary hanya menjawabnya dengan pandangan yang tertuju pada wajah tampan Hans. Tak lupa juga, disertai senyuman manis yang terukir di bibirnya.


"Sudah selesai". Gumam Rosemary.


"(menatap wajah Rosemary)".


"Terima kasih, mawar". Ucap Hans.


"(tersenyum)".


"Iya sama sama". Balas Rosemary.


Tidak sadar, tatapan itu terus berlanjut. Namun, tiba tiba terhenti oleh suara deham kakaknya.


"(berdeham)".


"Aku rasa kalian salah tempat (tertawa kecil)". Saut Royland.


"(tertawa kecil)".


"Atau kita yang salah tempat". Balas Auraline.


"(tersenyum malu)".


"Maaf kak". Balas Rosemary.


"(tersenyum)".


"Bercanda Rose, Hans". Ucap Royland.


"(tertawa kecil)".


"Oh iya kak. Kapan rencana nya kita main ke hutan kota?". Tanya Hans mengalihkan.


"Hutan kota yang waktu itu pernah kau ceritakan?". Saut Rosemary.


"Iya. Kapan kita kesana?". Tanya Hans.


"Kapan ya?".


"Segerakan saja. Karena 5 hari lagi, kita sudah mulai sibuk dengan persiapan acara pernikahan kak Bella". Balas Royland.


"Ah iya kau benar". Saut Auraline.


"Besok lusa saja bagaimana kak?". Tanya Hans.


"(mengangguk)".


"Boleh, boleh. Bagaimana putri?". Ucap Royland.


"(saling tatap)".


"Boleh". Balas mereka.


"(tersenyum)".


"Baiklah kalau begitu, besok lusa ya". Ucap Hans.


"(mendekatkan wajahnya)".


"Iya cinta". Balas Rosemary lirih.


Karena kedatangan Hans. Rasa lelah yang dirasakan Rosemary tiba tiba hilang. Ia merasa energinya terisi saat bersama Hans.


"Oh iya Hans, kau masih ingat James?". Tanya Rosemary.


"(menaikkan alisnya)".


"Tentu saja ingat, kenapa?". Balas Hans.


"Dia berubah, dia tidak seperti James yang dulu". Ucap Rosemary.


"Ya, dia sudah tidak mengejarku lagi. Dia bersikap lebih sopan sekarang". Balas Rosemary.


"Oh ya? baguslah kalau begitu. Itu artinya dia sudah sadar kalau kau milik orang lain". Ucap Hans.


"(berdehem)".


"Milik siapa Hans? (tertawa kecil)". Saut Auraline.


"(menoleh dan tertawa)".


"Memang benar kan kak. Rosemary itu milikku". Balas Hans.


"(tertawa)".


"Iya benar sekali adikku. Auraline juga milikku". Saut Royland.


Mereka saling bercanda dan tertawa kala itu. Rasa lelah yang Rosemary rasakan benar benar sirna, semenjak kedatangan Hans. Meski tak mudah beradaptasi di dunia baru nya. Karena bantuan Hans, ia bisa melewatinya dengan sabar hingga sampai di titik ini.


Tanpa disadari, mereka berbincang bincang hingga menjelang sore. Melihat awan senja sudah menampakkan dirinya, Hans dan Royland pun memutuskan untuk kembali pulang ke istana.


"Sudah semakin sore, ayo kita pulang Hans!". Ajak Royland hendak berdiri dari duduknya.


"Ah iya kak. Ayah dan ibu pasti mencari kita". Kata Hans sembari berdiri dari duduknya.


"Memangnya tadi kalian tidak izin?". Tanya Auraline.


"(tertawa kecil)".


"Tidak. Karena, kami tidak rencana kemari tadi. Sepulang dari pembagian hak rakyat, Hans tiba tiba mengajakku untuk berkunjung kemari". Balas Royland.


"Hmm. Pantas saja".


"Ya sudah, segeralah pulang. Raja Charless pasti mencari kalian". Tutur Auraline.


"(tersenyum)".


"Iya, aku pulang dulu ya". Ucap Royland.


"Hati hati di jalan". Balas Auraline.


"(tersenyum)".


"Aku pulang ya. Terima kasih sudah mengobati luka ku". Ucap Hans juga.


"(mengangguk tersenyum sembari mengusap pelan kepala Hans)".


"Iya sama sama. Hati hati ya.". Balas Rosemary.


Kedua pangeran itu pun segera pulang ke istana mereka. Sementara Rosemary dan Auraline memutuskan untuk membersihkan diri mereka masing masing.


...****************...


Sesampainya di di istana Elevan. Hans dan Royland yang baru saja pulang, mengendap-endap untuk langsung memasuki kamar mereka masing-masing agar tidak ketahuan sang ayah dan ibu.


"Langsung masuk ke kamar saja ya!". Ucap Royland dengan nada sangat lirih.


"(mengangguk pelan)".


"Iyaa kak semoga saja ayah tidak melihat kita". Jawab Hans dengan nada yang juga sangat lirih.


Mereka berusaha memasuki kamar mereka masing-masing. Tetapi, tiba-tiba raja Charless berada di belakang mereka dan mengagetkan mereka.


"Darimana saja kalian, putra-putraku?". Tanya raja Charless.


Hans dan Royland terkejut dan saling lirik, kemudian menjawab.


"(menoleh)".


"Ayah?". Ucap mereka terkejut.


"Dari mana saja kalian?".


"Bukankah ayah hanya menyuruh kalian untuk membagikan hak rakyat?". Tanya raja Charless.


"(tersenyum malu)".


"Iya ayah, maafkan kami. Sepulang dari pemukiman rakyat, Hans tiba tiba mengajakku untuk mengunjungi istana Ardarish". Jawab Royland.


"(tertawa kecil)".


"Kalian ingin menemui Rosemary dan Auraline?". Tanya raja Charless.


"(menunduk)".


"Iya ayah, hanya ingin berbincang bincang saja". Balas Royland.


"Kalian yakin hanya ingin berbincang?".


"Atau kalian ingin segera menikah juga?". Curiga raja Charless.


"(menggelengkan kepala cepat)".


"Tidak ayah. Hans masih ingin melanjutkan pendidikan ksatria tingkat terakhir". Balas Hans.


"(melirik Hans)".


"Ah yang benar saja kau? apa kau tak lelah?". Saut Royland heran.


"(menoleh Royland)".


"Tentu saja benar. Lagipula pelatihan itu hanya berjalan 2 minggu". Balas Hans yakin.


"Oh benarkah? itu bagus sekali Hans".


"(senyum melirik pada Royland) lalu bagaimana denganmu Roy?". Tanya raja Charless.


"(menoleh)".


"Ah tentu saja tidak ayah. Tidakkah mungkin jika aku menikah di usiaku yang masih muda ini". Jawab Royland.


"(tersenyum)".


"Ya sudah, kalau begitu. Lain kali izin dulu pada ayah. Jangan langsung pergi pergi saja". Tutur raja Charless.


"(mengangguk)".


"Iya ayah, maafkan kami". Balas Royland.


"(mengangguk)".


"Iya yah. Hans minta maaf". Saut Hans.


"Iya nak. Sudah masuklah ke kamar kalian". Ucap raja Charless.


"(mengangguk)".


"Iya ayah". Balas mereka.


Setelah menjelaskan pada sang ayah. Mereka pun memasuki kamar mereka masing masing untuk membersihkan diri mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...