Human-Z

Human-Z
Chapter 75 : KRI 0512 dan Harapan Terakhir Manusia di Indonesia



Rafael yang berniat mengirim pesan singkat melalui radar, dia malah didahului oleh radarnya yang terganggu.


"Sepertinya mereka lebih dahulu memberi kode kepada kita," ucap Rafael pasrah.


Dalam beberapa saat, ada beberapa kapal speed boat yang sedikit lebih kecil dari speed boat milik Devin dengan beberapa senjata api mesin yang terpampang di dek depan speed boat itu.


Rafael keluar dari ruang kendali dan melihat speed boat mereka yang telah berhenti sedang dikelilingi 6 kapal speed boat, dia keluar ke dek belakang sambil mengangkat kedua tangannya.


"Hai!" sapa Rafael dengan tenang.


Para tentara mulai mendekati dan merapatkan speed boat mereka ke speed boat milik Rafael. Salah satu tentara melompat ke speed boat Rafael dengan tampang garang dan juga memegang sebuah senapan serbu.


"Kalian dari mana?!" tanya tentara itu.


"Dari Makassar dan berniat untuk ke Kalimantan Selatan atau Kalimantan Timur. Namun, perjalanan kami terhenti dengan sistem radar kami yang menangkap sebuah benda asing. Dan juga, disekeliling benda asing yang nampak besar itu juga terdapat titik-titik merah yang lebih kecil."


Penjelasan yang tenang ini membuat tentara itu terkejut. Siapa coba yang tidak tenang ketika tentara menyerbumu? Walaupun tentara-tentara itu kawan, tetapi mereka akan pertama-tama menjadi musuh terlebih dahulu untuk menginterogasi musuh itu dan didapatkan sebuah kawan.


"Kau ... Human-Z?" tanya tentara itu sedikit ragu sambil menodongkan senapan serbunya ke Rafael.


"Hei! Aku warga sipil! Kenapa kalian menodongkan senjata api kepada warga sipil yang tidak bersalah?" ucap Rafael dengan nada keras. "Hmm ... tapi memang benar kalau saya Human-Z," lanjut Rafael sambil perlahan menurunkan kedua tangannya.


Perlahan dari ruang kendali, keluar sepasang anak kecil. Hugo yang berada di depan dan Araya yang nampak sembunyi-sembunyi di belakang Hugo.


"Halo!" sapa Hugo dengan semangat.


"Laksamana Muda Pertama! Disini ada 3 orang yang selamat," ucap tentara yang sebelumnya berbicara dengan Rafael ke handsfree miliknya.


"Oh, o-oke. Baik, Ka—pten, dilaksanakan!" serunya kembali dengan nada canggung.


Nampaknya dia ditegur? Memanggil pangkat yang super panjang itu pasti merepotkankan, mungkin kah yang dipanggil itu menyuruhnya hanya memanggilnya Kapten? Batin Rafael sambil menunduk


"Apa kata kapten kalian?" tanya Rafael pelan.


"Kapten KRI 0512 menyuruh kalian untuk mengikuti kami. Tapi dia tidak memaksa. Jadi, tentukan pilihanmu!"


Tentara itupun menaiki kembali speed boat corak abu-abu dan warna laut itu. Dia menunggu pilihan yang akan dikatakan oleh Rafael.


Beberapa menit kemudian, Rafael menyalakan kembali mesin speed boatnya dan memberi kode bahwa dia akan mengikuti permintaan dari kapten kapal perang Republik Indonesia.


...


7 speed boat membelah ombak menuju sebuah kapal perang yang sangat besar. Perlahan tepat dihadapan mereka, sebuah kapal perang yang cukup legendaris. Kapal ini dalam sejarah telah mencatat 20 tahun pelayaran dalam menjaga kedamaian di lautan Indonesia. Kapal yang dibuat pada tahun 2000 dan dirilis pada tahun 2004 benar-benar menjadi kapal perang terkuat di Indonesia.


Kapal ini pernah ikut dalam gerakan perdamaian di Lebanon dalam kurun waktu 5 bulan setelah dirilis. Teknologi canggih membawa kapal ini menjadi kapal terkuat di Indonesia bahkan dijuluki The Power Of Maritime oleh dunia.


Kapal ini dipersenjatai beberapa alat, seperti rudal anti balistik, rudal anti kapal selam, rudal jelajah, meriam tingkat tinggi, serta memiliki 2 helikopter tempur terbaik dikelasnya dan juga beberapa persenjataan yang tak dapat dikatakan secara detail. Pokoknya ini salah satu kapal perang terbaik di Indonesia, apalagi pembuatnya adalah anak-anak bangsa.


Saat ini Rafael, Hugo, dan Araya telah berada di atas kapal yang panjangnya 150 meter dan lebar 20 meter. Mereka berputar 360° hanya untuk mengagumi dan lagi terpana karena untuk pertama kalinya mereka menaiki kapal perang. Puluhan dan bahkan ratusan tentara bertugas untuk mengoperasikan kapal ini serta 10 buah speed boat yang dilengkapi senjata api mesin yang bertugas mengawal dan tambahan bantuan juga di sana.


"Kapal ini adalah tipe fregat dan yang terkuat dikelasnya." Sebuah suara berat terdengar dari belakang mereka bertiga.


Pria yang berdiri ini memiliki tinggi menjulang bahkan hampir menyentuh 2 meter, paling tidak tingginya 190 centimeter. Mata kecoklatannya tajam saat memandang dengan rahang yang tegas dan juga kulit sawo matang. Rambutnya pendek ala seorang tentara pada umumnya.


"Perkenalkan, saya Laksamana Muda Pertama sekaligus kapten kapal disini dan yang memimpin kapal ini untuk misi penyelamatan tingkat tinggi. Nama saya Chandra Winata, panggil saja saya Pak Chandra!"


"Oh, baiklah. Saya Rafael Smash, ini Hugo, ini Araya Clarisa. Mereka berdua adalah adikku," jelas Rafael dengan datar dan menunjuk ke arah Hugo dan Araya meskipun dia sedikit berbohong bahwa menyatakan 2 orang anak kecil itu adalah adiknya.


"Oke, kita lebih baik berbincang di ruangan saya," ucap Chandra sambil berbalik badan dan langsung berjalan.


Rafael, Hugo, dan Araya hanya mengikutinya bagai seekor anak ayam. Mereka pun telah sampai di ruangan pribadi Laksamana Muda Pertama Chandra. Mereka kemudian mulai mendengarkan penjelasan Laksamana Muda Pertama Chandra dengan seksama.


"Kapal ini, KRI 0512 sedang dalam misi penyelamatan tingkat tinggi yang diutus oleh menteri pertahanan dan juga Panglima TNI serta Presiden sendiri. Ada banyak kapal perang yang sedang bergerak saat ini, meskipun terlambat sebulan, tetapi kami tetap berjuang menyelamatkan manusia yang masih hidup.


Walaupun sebenarnya populasi manusia di Indonesia telah berkurang banyak akibat pemerintah yang sedikit lambat bergerak. Kami digerakkan sekitar 30 kapal perang kelas fregat untuk mencari manusia yang selamat ke seluruh Provinsi di Indonesia untuk dikumpulkan paling tidak di Kalimantan Timur. Kapal ini sendiri secara khusus menanggung 3 Provinsi, seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat. Karena badan kapal yang cukup besar dan juga kokoh.


Dan sepertinya kalian dalam tujuan ke Kalimantan Timur yang notabenenya adalah calon atau juga tempat yang 100% akan menjadi ibukota Indonesia baru dimasa depan. Hanya tinggal menunggu waktu saja.


Sekarang, 1 dari 30 kapal perang yang digerakkan sudah berlabuh di pelabuhan yang ada di Kalimantan Timur. Paling tidak di pelabuhan Semayang untuk berlabuhnya 30 kapal perang ini. Karena kapasitas pelabuhan, maka beberapa kapal perang akan melepas jangkar di sekitaran pelabuhan.


Dan nantinya orang-orang yang dievakuasi ini akan dikumpulkan menuju Kabupaten Penajam Paser Utara yang saat ini telah dibangun ibukota negara Republik Indonesia. Pembangunan itu sendiri telah memasuki persentase 10% sebelum zaman apocalypse zombie.


Di sanalah orang-orang kita dikumpulkan dan diberikan kehidupan yang baru, dunia yang baru bagi mereka. Apalagi sebulan terakhir tentara, orang-orang yang selamat dan tukang-tukang bangunan dari seluruh Indonesia dikumpulkan untuk pembangunan tembok besar setinggi 10 meter dan lebar 4 meter dilengkapi setiap jarak 100 meter sebuah senjata api jenis mesin berada diatas dinding didukung oleh mekanik handal dan persediaan yang dinyatakan hampir tak terbatas mengelilingi kawasan ibukota baru. Proyek itu dikenal sebagai A New Hope. Ini membuat perkembangan ibukota baru bertambah menjadi 11%.


Dengan segenap kekuatan, dinding itu selesai dengan sangat cepat dan hanya memakan waktu sebulan ini. Bagaimana bisa? Ribuan orang bekerja di sana selama 30 hari 30 malam secara bergantian dan bergilir. Itu kerja rodi jika pada zaman penjajahan dulu, tetapi ini malah inisiatif tukang-tukang bangunan di seluruh Indonesia dan juga beberapa ratus tentara dan relawan yang membuatnya tanpa paksaan sedikitpun. Tentara pengaman juga turut andil dalam mengamankan nyawa mereka disaat beberapa kali serangan zombie.


Semuanya ... itu adalah harapan terakhir manusia di Indonesia. Semua itu kita kerjakan bagai kerasukan. Tanpa mengenal lelah, kita rakyat Indonesia akan melewati ini semua. Inilah The New World. Walaupun cakupannya belum seluruh dunia, tetapi ini sudah sebagai gerak awal manusia menghadapi zaman ini dan lebih tepatnya di Indonesia."


Penjelasan yang sangat panjang. Hugo dan Araya bahkan tertidur seperti mendengar sebuah dongeng anak untuk tidur dimalam hari. Rafael sendiri hanya berdecak kagum.


Ternyata sebulan ini mereka benar-benar gila-gilaan melakukan misi ini! proyek dinding A New Hope dan juga pengumpulan manusia untuk membentuk The New World mereka laksanakan secara bertahap! Menakjubkan! Batin Rafael sambil menggelengkan kepalanya dan tak bisa berkata-kata.


"Ah, iya! Letnan Kolonel Angkatan Darat yang bernama Hendro sedang berada di rumahnya di Makassar bersama beberapa tentara dan orang-orang lainnya!" seru Rafael sedikit senang.


"Pak Hendro?! Senior itu?! Dia masih saja Letnan Kolonel yaa, seharusnya dia sekarang mampu menembus perwira tinggi atau lebih tepatnya dan paling tidak di Brigadir Jenderal!" pekik Chandra terkejut.


"Kenapa bisa begitu, Pak?" tanya Rafael penasaran.


"Dia hanya mau saja. Sehingga kami setiap satuan mulai Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara menyebutnya seorang senior diatas senior. Dia tidak mau naik ke tingkat itu hanya untuk seorang juniornya yaitu Kolonel Gideon yang mungkin jika kita tidak masuk zaman kiamat zombie, Kolonel Gideon bisa menjadi Brigadir Jenderal Angkatan Darat! Salah satu pencapaian terbesar Indonesia saat ini. Seorang calon Brigadir Jenderal Angkatan Darat pada umur 28 tahun!" jelas Chandra dengan raut wajah yang tak dapat diartikan.


"Ah, sudahlah. Lebih baik kita segera mengevakuasi orang-orang Sulawesi Selatan. Kita setiap berlabuh pada sebuah Provinsi memerlukan waktu 7 hari. Jadi, dalam 7 hari itu kita mengumpulkan sebanyak mungkin orang-orang yang berada pada Provinsi itu walaupun mungkin tidak semuanya kita evakuasi," lanjut Chandra dengan sedikit sedih.


"Hemm ... begini, ketika mengevakuasi mereka, jangan katakan bahwa Rafael Smash ada di sini. Saya sebenarnya sedang melakukan pengasingan diri dari mereka. Akibat saya, satu-persatu rekan dan sahabat pergi untuk selamanya. Human-Z memancing selalu bahaya menurutku," ucap Rafael sambil tertunduk lesu.


"Hmm ... baiklah, selama itu baik buatmu. Aku Chandra Winata menyatakan untuk merahasiakan keberadaan seorang Rafael Smash kepada Letnan Kolonel Hendro!" ucap Chandra dengan lantang.


Pembicaraan diselesaikan dengan waktu yang memakan 30 menit. Di 30 menit itulah kapal perang ini berjalan menuju ke Sulawesi Selatan, diiringi pada samping kanan kiri dan belakangnya speed boat Angkatan Laut dan speed boat Devin dikendarai oleh tentara yang diutus oleh Chandra.


Rafael, Hugo, dan Araya malah kembali ulang ke Sulawesi Selatan. Namun, sekarang mereka tak perlu lelah-lelah untuk bertarung. Sekarang bersama para tentara Angkatan Laut, maka mereka dijamin aman. Kapal ini juga sebenarnya baru keluar dan dikirimkan yang terakhir setelah kapal perang ke 29. Rafael, Hugo, dan Araya masih ada 3 jam lagi untuk sampai di Sulawesi Selatan kembali dengan kecepatan kapal perang yang pelayarannya secepat 30 knots dan maksimalnya jika dalam saling kejar-kejaran atau perang dapat menyentuh 50 knots. Sungguh cepat!


****