
"Serang mereka !!!" Teriak pemimpin gerombolan yang berada terdepan.
Kelima murid SMK Misu saling lirik dan mengangguk nampak paham apa yang akan mereka lakukan.
.....
Whuuush !!
Rafael dengan kecepatannya langsung berlari kearah belakang para gerombolan yang menyebut nama mereka sebagai Hunter.
"Di-dimana dia..." Pemimpin terdepan gerombolan itu nampak keheranan.
"BOS DIA HUMAN-Z !!!" Teriak lelaki asing yang sebelumnya.
Craattss !!
Di belakang gerombolan terjadi hingar-bingar. Salah satu orang yang paling belakang langsung saja dibunuh oleh Rafael.
"Kalian tidak pantas hidup!" Seru Rafael dari belakang sambil memegang kepala orang paling belakang.
Para gerombolan itu menoleh ke belakang dan seketika mereka tertegun ketika melihat teman mereka mati dalam sekejap di tangan Rafael.
"Aku mau makan tubuhnya sih... tapi jijik pada orang yang tidak pantas hidup kayak kalian!" Lanjut Rafael melempar kepala orang itu ke pemimpin gerombolan terdepan.
"HUAAAAH !!!" Pemimpin itu ketakutan bukan main saat menangkap lemparan Rafael.
"Hahah! Badan besar tapi hatinya teddy bear !!" Bryan tergelak tawa.
Whuush !!
Rafael melesat kembali pada teman-temannya.
"Inilah kecoak mode berserk !!" Seru Rafael kesenangan sambil mengangkat tinggi linggisnya ke udara.
"Bos... bos... Hiiiy~" Salah satu orang dibelakang pemimpinnya ingin memanggil bosnya, namun tidak jadi ketika melihat pandangan kosong bos mereka.
Kretek !! Kretek !!
Pemimpin mereka mulai berbentuk tidak beraturan. Tangannya patah ke belakang, leher kepalanya memanjang, kakinya membesar.
"Hueeek~" Clara sedikit tidak tahan dengan perubahan pemimpin gerombolan itu.
"Dia... apakah Human-Z atau apalah itu ?!!" Rafael bertanya-tanya dipikirannya.
Syuung !! Brak !!
Dalam sekejap mata, tiang lampu yang berada di samping kelima murid SMK Misu itu tumbang.
"Haa~ haa~... ka.. li.. an... mengganggu... ke... te.. nanganku..." Pemimpin gerombolan itu berucap dengan nada berat dan tersendat-sendat.
Tubuh pemimpin gerombolan itu berubah menjadi sosok yang sangat menjijikkan. Lehernya memanjang keatas, tangan yang patah tadi tumbuh sejumlah tangan lainnya, kakinya membesar dan berlubang-lubang, lubangnya terisi sejenis cairan berwarna hijau.
"A.. ku.. la.. par.."
Syuung !!
Tangan pemimpin itu memanjang dan langsung menyambar semua anak buahnya dibelakangnya. Dia mengikat semua anak buahnya dengan tangan panjangnya kemudian perlahan dari lengannya keluar tentakel kecil berwarna hitam.
Tentakel itu menusuk kesepuluh anak buahnya. Beberapa saat kemudian tubuh anak buahnya mengering kehabisan darah.
Seluruh tubuh anak buahnya mati mengering dan menghitam.
"Kalian berlima masuk kedalam bus!!" Perintah Rafael.
"Ta-tapi Rafa..."
"Tidak ada tapi-tapi, Clara! Masuk cepat!!" Teriak Rafael menggelegar.
Kelima temannya langsung masuk ketakutan. Padahal mereka tadinya berani.
Rafael memasang kuda-kuda dan bersiap menyerang. Linggisnya dia lempar ke arah leher orang itu. Lehernya putus seketika namun beberapa saat kemudian muncul sejenis sel-sel kecil menjalin kembali dan menyambung lehernya kembali.
"Wah! Berbahaya orang ini!" Gumam Rafael.
Whuush !!
Rafael melesat ke belakang orang itu untuk mengambil linggisnya kembali.
JLEB !!
"AAAARGHHH!!"
Seketika tangan orang tersebut memanjang dan ujungnya dia runcingkan kemudian menusuk badan Rafael dengan cepat saat Rafael baru saja menunduk ingin mengambil linggisnya.
Tubuh Rafael kembali berlubang dibagian perutnya. Organ tubuhnya berhamburan di tanah. Entah kenapa Rafael masih bisa hidup dan sadar.
"Kau..." Rafael menatap tajam orang itu.
Whuush !! Sreet !!
Dalam keadaan luka berat, Rafael memompa tubuhnya agar tetap kuat. Dia melesat dan langsung mengayunkan linggisnya ke tubuh orang itu.
Tubuh orang itu langsung terbelah dua. Namun kembali muncul seperti sel-sel kecil yang mulai menyambungkan kembali tubuhnya. Rafael menyadarinya dan langsung kembali memutuskan sel-sel kecil itu lagi. Rafael membabi buta serangannya kali ini.
Atas, bawah, kanan, dan kiri. Ayunan demi ayunan menghancurkan tubuh orang itu dengan kecepatan tinggi Rafael.
Sementara itu, disisi lain. Disebuah gedung yang tak jauh dari tempat bus SMK Misu. Dari balik tirai jendela, seorang wanita dengan wajah datar nan dingin. Wanita itu menatap sangat dalam pertarungan antara Rafael dan pemimpin gerombolan tersebut.
"Ckckck! Dasar Human-Z yang gagal bermutasi !!" Keluh wanita itu.
"Aku mendapatkan informasi terbaru ketua Lee!" Wanita itu memegang telinganya.
Terlihat ditelinganya terdapat sebuah alat komunikasi yang terpasang.
"Jika dalam 2 menit kau tidak mampu membunuhnya, aku akan membantumu, kau aset yang berharga!" Seru wanita itu dengan santainya.
____
Rafael terlihat kelelahan namun pemimpin gerombolan itu tak kunjung juga menandakan kematiannya. Sel-sel kecil itu terus menganyam dan menyambung kembali anggota tubuh yang terlepas-lepas dan hancur tersebut.
"Sialan!" Umpat Rafael kesal.
"A... ku.. la.. par.. butuh.. makanan.." Pemimpin gerombolan itu terus menerus mengatakan kata yang sama dengan nada yang menyeramkan yang bisa membuat bulu kuduk berdiri.
"Fuuuuh~" Rafael menarik nafas dalam-dalam kemudian dia hembuskan.
~
Instagram : alif_ardra
Facebook : Alif Ardra