Human-Z

Human-Z
Chapter 22 : Bantuan Kecil



"Fuuuuh~" Rafael menarik nafas dalam-dalam kemudian dia hembuskan.


....


Rafael kembali menyerang makhluk mengerikan itu secara brutal. Rafael mengayunkan linggisnya secara vertikal dari atas ke bawah berniat menghancurkan kepalanya yang menjulang tinggi keatas akibat leher yang panjang.


Syuuung !!


Leher panjang orang itu berayun dan menghindari serangan Rafael, kemudian dia membuat tangannya kembali memanjang dan meruncing.


"Monster Zombie mutasi ini berbahaya!" Gumam Rafael.


JLEB !!


Dengan teknik yang Rafael miliki, dia menangkis ayunan tangan monster mutasi itu. Ayunan tangannya tepat menusuk badannya sendiri. Monster mutasi itu berputar-putar untuk mencabut tangannya sendiri, dia nampak kesusahan.


"Hahaha!" Rafael tergelak tawa melihat tingkah monster mutasi itu.


BLAAAM !!


Tiba-tiba dari arah belakang monster mutasi terlihat debu yang menjunjung tinggi menutupi pandangan.


"Apa-apaan suara keras itu ?!" Gumam Rafael terkejut.


Monster mutasi itu terpancing dengan sesuatu yang terjatuh dari langit dan menimbulkan suara keras. Debu-debu yang tersebar kemana-mana perlahan menghilang.


"Ma..ka..nan.." Monster Zombie mutasi itu berjalan kearah sosok yang berdiri tegak di jalanan.


"Siapa orang itu ?" Rafael memicingkan mata demi melihat siapa yang berada di tengah jalan sana.


Rafael menoleh sesaat ke arah bus kemudian langsung melesat kearah sosok yang berdiri tegak ditengah jalanan itu.


"He-hei! Sedang apa kamu disini ?! Cepat pergi, disini berbahaya!" Ajak Rafael sambil menarik tangan orang itu.


"Cih! Aku membantumu tau!" Nada ketus keluar dari mulut orang itu.


Namun, nada ketus itu terdengar merdu menurut Rafael.


"Pe-perempuan ?!!" Sentak Rafael.


Dar !! Dar !!


Langkah kaki monster Zombie mutasi semakin mendekat. Pergerakannya terbilang lambat untuk berpindah, namun saat sedang diam dan menggerakkan seluruh anggota tubuhnya, itu sangat cepat.


"Ke belakangku." Singkat wanita itu.


"Tapi.."


"IKUTI SAJA !!!" Suara wanita yang merdu tadi menjadi menyeramkan.


Baru saja berucap satu kata, Rafael langsung dibentak begitu saja. Rafael langsung saja ciut ketika mendengar bentakan itu.


"Perempuan ini menakutkan~" Gumam Rafael.


"Semenakutkan kah aku ?" Tanpa diduga, wanita itu mendengar gumaman Rafael.


"Eeh! Mon.. Zombie.. kuat itu datang!" Rafael seketika menjadi gagap.


Pedang yang disarungi wanita itu dipinggangnya dia cabut. Pedang dengan pegangan berwarna emas, memiliki banyak tonjolan yang berkilauan seperti permata namun saat dipegang memberi kesan yang nyaman, ujung pedangnya membuat kesan bahwa pedang itu benar-benar tajam.


Sreet !!


Wanita itu menusuk telapan tangannya sendiri dengan pedang miliknya. Darahnya mengucur membasahi mata pedang tersebut.


"A-apa kenapa ?!" Jelas Rafael keheranan.


"Nanti aku jelaskan. Sekarang kamu duduk manis disitu, lihat pertarunganku yang tidak sampai 20 detik ini!"


Wanita itu langsung berlari kearah monster Zombie mutasi tersebut. Dia melompat melewati atas badan monster itu ke belakang tubuhnya. Dengan segenap tenaga wanita itu mengayunkan pedangnya secara diagonal.


Sesaat hanya berjarak 1 meter dari tubuh monster Zombie mutasi itu, dengan cepar wanita itu membalik mata pedangnya ke yang bagian tumpulnya.


"Kenapa harus pakai sisi tumpul ?!" ~ Ucap Rafael dalam hati yang penasaran.


Dhuak !!


Tubuh monster Zombie mutasi itu terhempas ke samping ketika mengenai sisi tumpul pedang milik wanita itu. Hempasannya berjarak sekitar 5 meter ke samping.


Tak mengulur waktu lagi, wanita itu langsung mendekati monster Zombie mutasi yang sedang sempoyongan menjaga keseimbangan tubuhnya.


Wanita itu menghentakkan kakinya lalu melompat secara vertikal keatas, saat tubuhnya ditarik gravitasi bumi, dia dengan cepat memutar pedangnya secara 360 derajat ke depan.


Syiiing !!


Alhasil, tubuh monster Zombie mutasi itu terpotong-potong dengan kecil, namun beberapa saat kemudian sel-sel kecil kembali mulai menganyam tubuh tersebut.


"Woee !! Dia mulai beregenerasi tuh !!" Teriak Rafael.


Dengan santainya wanita itu berjalan menghampiri Rafael. Wanita itu mengedipkan satu matanya dan berkata. "Bantuan kecil~"


Rafael tersentak tersipu malu dan langsung memalingkan wajahnya ke arah sembarang.


Csssssh !!


Secara tidak terduga, sel-sel yang ingin menganyam kembali tubuh monster Zombie mutasi itu menguap ke udara. Alhasil, tubuh itu hancur sempurna dan mati.


"Ba-bagaimana bisa ?!" Seru Rafael.


"Darahku mengandung anti body dari virus Zombie atau Human-Z seperti kalian. Ketika darahku menyentuh sel-sel dalam tubuh kalian, otomatis sel kalian akan meleleh dan sel itu akan mati." Jelas wanita itu sambil duduk bersila di tanah kemudian mengambil sebuah kain kecil lalu mengelap pelan mata pedang miliknya.


"Hu.. Human-Z ?! Bagaimana kau tau tentang itu ?!" Sentak Rafael.


"Haaa~... begini penjelasannya.." Wanita itu menarik nafas dalam dan dihembuskan.


Rafael matanya berbinar menunggu penjelasan dari orang asing yang baru saja dia temui.


~


Instagram : alif_ardra


Facebook : Alif Ardra