
Matahari telah menyingsing menerangi bumi. Burung-burung berkicauan terbang kesana-kemari, orang-orang hotel mulai beraktivitas seperti biasa. Ada yang memanen sayuran di kebun sayuran kecil di balkon atap, ada beberapa anak yang bermain kejar-kejaran di dalam aula, ada yang berolahraga di balkon atap.
Ya, aula telah dibersihkan dalam sekejap oleh para polisi dan murid SMK Misu serta pak Setyo.
Beberapa orang nampak acuh tak acuh mengenai apa yang terjadi beberapa jam yang lalu.
Di kamar milik murid SMK Misu ...
"Tch! Merepotkan tadi! Pengen tidur saja gak bisa!" Keluh Revi membantingkan badannya di kasur tempat tidurnya.
"Yang penting orang-orang hotel gak tau. Itu saja, jangan sampai mereka tau ada sesuatu yang gak masuk akal!" Sahut Rafael sambil membuka bajunya.
"Kiyaaa!! Ro-roti sobek!" Seru Laura sambil memalingkan wajahnya dan tersepu malu dengan pipi merona.
"Loh... perutku dah sembuh yaak. Cepat juga regenerasinya, hanya dalam beberapa jam, lubang di perutku sembuh. Benar-benar tadi itu menyakitkan!" Ujar Rafael sambil mengusap-usap perutnya.
"Iya! Roti sobekmu tambah elegan akibat regenerasimu itu!" Pungkas Clara sambil mendorong Rafael dari belakang.
Clara dan Rafael saling dorong dan bahkan sama-sama memegang senjata. Rafael dengan linggisnya, Clara dengan snipernya.
"Jadi... bagaimana selanjutnya?" Tanya Bryan menyelak perkelahian kecil antara Rafael dan Clara.
"Apa ?!" Serentak Rafael dan Clara menoleh ke Bryan.
"Masa kita hanya menetap di hotel ini terus. Hotel ini akan terus dalam bahaya nantinya!" Sentak Bryan.
"Yaudah! Ayo kita pindah!" Ajak langsung Rafael.
"Tidak semudah itu. Kita harus konfirmasi dengan pak Setyo dulu." Sahut Revi.
"Aku sudah siap nih untuk mengemudi !!" Seru Eva dengan girangnya.
"Aaarrgh!! Breng*ek!! Pedangku dihancurkan oleh wanita tentakel itu!" Teriak Rafael frustasi.
"Tak apa, Rafa. Kan masih ada linggis kesayanganmu!" Sahut Revi sambil tertawa renyah.
"Oke! Kita akan kembali melakukan petualangan!" Seru Rafael sambil mengepalkan tangan kanan keatas.
____
Akhirnya mereka mengonfirmasi kepada pak Setyo tentang mereka akan keluar dari hotel karena jika ada Rafael, hotel akan dalam bahaya.
Organisasi yang disebut oleh wanita tentakel itu sangat berbahaya. Mereka melakukan apa saja untuk mendapatkan seorang Human-Z.
Pak Setyo mengizinkan mereka dan bahkan menyiapkan perbekalan untuk keenam murid SMK Misu tersebut.
Pak Setyo yang sedang duduk di kursinya di belakang meja kantornya. Dia sedang mengisap sebatang rokok dan memandang pemandangan pagi keluar jendela.
Dia membelakangi keenam murid SMK Misu.
"Jadi kalian ingin keluar dari hotel yaa?" Ujar pak Setyo.
"Iya pak! Jika tidak, hotel akan dalam bahaya. Informasi dari wanita itu harus dipercaya juga. Hanya dalam beberapa hari saya datang, hotel langsung dalam bahaya." Jawab Rafael dengan cepat.
"Si Noel dalam keadaan kelaparan untuk makan. Dia membutuhkan darah atau daging manusia. Dia di ruangan bawah tanah. Sudah diperbaiki juga ruangannya." Ujar pak Setyo sambil mengisap rokok miliknya.
"Hu! Kami jadi perokok pasif, mengisap asap yang keluar dari hidung dan mulutnya!" ~ Batin Clara risih dengan pak Setyo.
"Berhati-hatilah. Nampaknya terjadi perubahan drastis mengenai gerombolan Zombie. Nampaknya mereka tidak terlalu agresif saat matahari terbit, mereka akan lebih agresif sesaat matahari terbenam. Perubahan ini terjadi akibat Zombie-zombie itu sudah mengalami mutasi." Jelas pak Setyo.
"Ya pak! Kami juga sudah merasa seperti itu!" Sahut Clara cepat.
"Okelah kalau kalian sudah tau. Bus dan perbekalan kalian sudah tersedia di parkiran. Berjuanglah mencari keluarga kalian dan pangkalan militer darurat itu." Ujar lirih pak Setyo.
****
Keenam murid SMK Misu sudah bersiap-siap disamping mobil bus mereka.
"Yosha!! Kita akan melakukan petualangan untuk mencari keluarga kita!!" Seru Rafael.
"Jangan lupa pangkalan, tehe~" Sahut Laura tersenyum malu.
Mereka pun berangkat dari hotel tersebut kearah sembarang. Mereka berniat hanya untuk mengelilingi kota Palu untuk mencari siapa saja dan yang lebih utama keluarga mereka.
....
Disisi lain, di hotel, ruangannya pak Setyo.
Dia sedang menunduk lesuh.
"Haaa... hanya Rafael yang mereka cari. Saya tidak nampaknya. Jadi hotel akan aman ditanganku!" Seru pak Setyo.
"Berjuanglah kalian mencari keluarga kalian. Bapak yakin, keluarga kalian masih selamat dan menyelamatkan diri ke tempat aman." ~ Ucap pak Setyo di dalam hati sambil tersenyum tipis.
~
Instagram : alif_ardra