
Keenam murid SMK Misu memberhentikan bus mereka di depan minimarket hanya untuk sekedar istirahat dan mengisi perbekalan.
"Hooaaamm... masih ngantuk nih. Semalaman nggak bisa tidur." Keluh Eva sambil menutup mulutnya saat menguap.
"Mau ganti kendarain ?" Sahut Bryan.
"Emang kau tau ?!" Sentak Eva.
"Nggak sih, hehehe!" Bryan menggaruk kepalanya padahal tidak gatal.
"Yaudah. Setiap sejam istirahat aja. Sudah 1 jam nih sejak keluar dari hotel, tapi nggak bertemu siapa saja. Malah para Zombie." Ujar Revi.
"Benar apa kata pak Setyo. Ternyata para Zombie saat matahari terbit, mereka tidak terlalu agresif. Berarti mutasi para Zombie telah terjadi." Ujar Clara sambil mengokang sniper miliknya.
"Aku ada cerita nih." Sahut Rafael sambil memakan makanan ringan yang dia ambil dari dalam minimarket.
Saat ini mereka sedang berada di dalam bus. Perbekalan juga mereka sudah isi kembali. Sekarang mereka hanya istirahat sejenak kemudian melanjutkan perjalanan kembali.
"Apa tuh ceritanya ?" Ucap Laura.
"Gini... waktu si Noel itu tertangkap, kan aku itu kelelahan. Nah aku ketiduran, eh tiba-tiba kayak berasa jatuh gitu. Tak lama kemudian aku berada di ruangan putih semua tuh." Ujar Rafael dengan kalimat menggantung.
"Terus apa ?!" Sahut Clara.
"Dih, dengarkan dulu lah!" Sentak Rafael menatap tajam kearah Clara.
"Tiba-tiba di ruangan putih itu ada seseorang yang sangat familiar dan bahkan keluargaku sendiri, ayahku." Ujar Rafael kembali menggantung kalimatnya.
"Hmm..." Clara menatap dingin kearah Rafael.
"Gantung terus!!" Sahut Bryan.
"Dahlah. Kan aku buat kalian penasaran hehe!" Rafael hanya cengengesan.
Ceklek !!
Tiba-tiba Clara mengokang sniper miliknya kemudian siap menembak ke arah Rafael.
"E-e-eeeh..." Jelas Rafael terkejut.
"Tenanglah!" Bryan menghadang Clara.
"Aku lanjut." Sahut Rafael.
"Saat itu ayahku berucap untuk menemuinya dan keluarga kalian itu di Barat Daya dari kota Palu ini." Singkat Rafael.
"Apa itu kenyataan ?" Lanjut Rafael tertunduk lesu.
"Apa salahnya mencoba ke Jakarta. Pasti Barat Daya kota Palu itu adalah pangkalan militer darurat." Sahut Bryan.
"Jika memang benar disana. Aksesnya apa?" Timpal Clara.
"Nanti kita lihat. Sekarang kita harus mencari kemungkinan manusia yang masih hidup." Ujar Revi.
"Yaudah. Eva, lanjutin tuh ngendarain busnya!" Ujar Rafael sambil menoleh ke Eva.
"Ugh."
Eva sedang tertidur pulas di kursi kemudi bahkan sampai membuat pulau di sandaran jok mobilnya.
"Hiiiiy~ Eva mah jorok!" Laura merasa jijik.
Rafael maju dan menyalakan bus. Sesaat kemudian dia membunyikan klakson stir mobil.
Pip !!
Eva tersentak kaget dan langsung menekan gas.
Brrrrmm !!
Suara mobil bus menggelegar.
"Fuuuh~ beruntung masih netral." Clara nampak lega.
"Hoaaamm... masih ngantuk juga." Eva mengucek matanya.
"Bangun. Kita langsung pergi. Noh bus dikerumuni semut." Lakar Rafael.
"Bukannya Zombie ?" Sahut Laura.
Dor !! Dor !!
"Tunggu. Jangan jalan dulu." Rafael menahan Eva.
"Aku akan pergi lihat." Usul Clara.
"Bahaya. Kita tunggu sampai siapa saja yang menembak itu ke mobil kita." Balas Rafael.
"Ide bagus." Sahut Bryan.
Dor !! Dor !!
Suara tembakan kembali terdengar, satu persatu Zombie yang mengerumuni mobil bus murid SMK Misu berjatuhan.
"Itu..." Tunjuk Laura pada ujung gang didepan mobil bus.
"Menarik. Sepertinya dia sudah berpengalaman." Ucap Rafael.
Lelaki berjubah hitam lengkap dengan pelindung tangan serta kaki yang dibuat dari kain tebal yang dililit. Dia nampak me-reload senjata sejenis riffle miliknya.
Dia menoleh ke arah bus. Lelaki itu perlahan berjalan ke bus. Tepat didepan pintu depan bus, lelaki itu berencana membuka paksa bus itu menggunakan batu yang berada di pinggir jalan.
Drrrrk !!
Rafael dengan cepat membuka pintu bus sehingga lelaki asing itu terhempas ke belakang akibat terkejut.
"Waahh!! Fuuuhh~ bikin kaget saja." Lelaki itu menarik nafas lega.
"Siapa kamu ?!" Sentak Rafael.
"Aku yang seharusnya tanya siapa kamu. Masuk di dalam bus ku lagi." Jawab lelaki asing itu dengan kesal.
"Woy!! Ini bus kita!" Sahut Clara dari belakang Rafael.
Dia telah siap dengan sniper miliknya.
"Ini bus kita lho!" Sahut Revi juga dari belakang Clara.
Dia pun telah siap dengan Ak-47 miliknya.
"Ka-kalian... dasar penjarah! Orang ini bus milikku!" Orang asing itu nampak tak mau kalah.
Dia menodongkan senjata sejenis riffle miliknya.
"Haaa~.. diberitau nggak mau dengar yaa!" Ujar Rafael.
Whuuush !!
Tiba-tiba Rafael menghilang dari pandangan lelaki asing itu bersamaan dengan hempasan angin kencang serta bunyi suara angin yang berderuh.
"Dimana dia ?!" Sentak lelaki asing itu.
"Aku dibelakangmu, penjarah amatiran!" Sahut Rafael menyentuh pundak lelaki asing itu.
Tep !!
Lelaki asing itu jelas terkejut dan langsung menembakkan peluru ke sembarang tempat.
Dor !! Dor !! Dor !! Dor !!
Clara dan Revi yang berada di pintu bus langsung menunduk. Rafael dengan cepat menahan lelaki itu dengan membawa kedua tangannya ke belakang.
Senjata lelaki itu dibuang kearah Revi. Rafael membisikkan sesuatu ke telinga lelaki asing itu.
"Hei! Jangan buat masalah dengan murid SMK Misu..." Bisik Rafael ke telinga lelaki itu.
"Kamu berpengalaman nampaknya. Kalau ikut kita, kami akan membuat kamu nyaman kok!" Sahut Clara.
"Bagaimana ?" Ujar Rafael.
~
Instagram : alif_ardra
Facebook : Alif Ardra