
Rafael beranjak dari tempat tidurnya menuju ke ruangan pak Setyo tempat dimana pria yang bernama Noel berada.
...
Klek!
Rafael membuka pintu secara perlahan dan melihat siapa saja yang berada didalam ruangan.
"Masuk nak Rafael!" Sapa seseorang dari dalam ruangan.
"Baik pak!" Jawab Rafael ketika mengetahui siapa yang memanggilnya.
"Jadi bagaimana?" Lanjut Rafael sambil duduk di sofa.
"Oi, Rafa. Sopan dikit dong!" Sahut Clara.
"Hehe." Rafael hanya menunjukkan senyum pepsodentnya sambil menggaruk-garuk kepalanya.
Terlihat pria bernama Noel tersebut menatap tajam kearah Rafael, kilatan matanya menyiratkan makna kekesalan pada Rafael.
Whuush!
Rafael dengan kemampuan barunya langsung menuju dengan cepat kearah belakang pria tersebut dan menekan titik nadi karotis di lehernya menggunakan jari tengahnya.
"Siapa yang membuat serangan Zombie tersebut?" Ujar Rafael dengan nada intimidasi.
"Kalau saya tidak menjawabnya, apa yang akan kamu lakukan?" Pria tersebut malah balik bertanya.
Nyuut!
Rafael perlahan menekan jarinya sehingga membuat pria tersebut merasakan sakit yang luar biasa hebat.
"Huuaaaa!! Arrghh!" Rintih pria tersebut meronta-ronta di kursinya.
Ya, dia sudah dipindahkan dari diikatnya dia di tiang bangunan hotel. Dia dipindahkan pastinya ke ruangan pak Setyo.
"Ra-Rafa... pelan-pelan, awas dia sampai mati!" Ujar Revi.
"Gak apa sih." Jawab enteng Rafael.
Bug!
Tiba-tiba Rafael dipukul oleh Clara dibagian punggungnya.
"Oi Clara! Duh, duh, duh! Sakit nih!" Keluh Rafael melepaskan tekanan jarinya ke leher pria bernama Noel tersebut.
"Bodo amat! Coba kau rasakan sendiri rasanya ditekan dibagian itu!" Sahut Clara.
"Duh... jangan berkelahi deh!" Pungkas Laura.
"Mereka berdua ini tidak ada habisnya saling berkelahi serta berdebat." ~Batin Bryan merasa merinding dengan kelakuan kedua sahabatnya tersebut.
"Hihi... haha-haha! hahaha!" Tiba-tiba pria bernama Noel tersebut tergelak tawa.
"Loh eh... kenapa dia?" Ujar Eva.
"Habislah kalian! Anak buahku akan kembali membawa pasukan Zombie untuk menyerang kalian." Ujar pria tersebut.
"Pak, sebenarnya dia ini siapanya bapak?" Tanya Rafael pada pak Setyo yang terlihat sedang berkeringat dingin.
"Eh... i-itu nak. Begini ceritanya." Ujar pak Setyo sedikit gugup.
Pak Setyo pun mulai bercerita tentang pria bernama Noel tersebut.
#Flashback#- Pelatihan Akademi Polisi tahun 2022/2023 - 6 Bulan sebelum kiamat Zombie#
Pak Setyo saat itu sedang memantau pelatihan Akademi Kepolisian di Palu, Sulawesi Tengah. Dia melihat seseorang yang fisiknya sangat jauh dari kata lulus.
"Heemmm... saya mau lihat dia." Gumam pak Setyo.
Pak Setyo pun menghampiri lelaki yang dalam kategori tidak akan lulus mengenai fisiknya.
"Selamat siang!" Sapa pak Setyo.
"Se-selamat siang pak!" Balas lelaki tersebut.
"Kamu yang bernama Noel ?" Tanya pak Setyo.
"I-iya pak." Jawab lelaki tersebut sedikit gugup.
"Tidak perlu gugup. Saya lihat-lihat, fisik kamu itu sedikit kurang untuk masuk kategori lulus." Pak Setyo langsung ke intinya.
"Tapi pak... tes tulis saya itu lulus pak dengan nilai sempurna!" Pungkasnya.
"Walaupun begitu, tapi... ah sudahlah!" Pak Setyo langsung pergi begitu saja dari hadapan pria tersebut.
"Semangat yaa!" Seru pak Setyo berbalik sebentar.
Lelakk bernama Noel tersebut hanya mengangguk paham.
Beberapa minggu kemudian, hasil Akademi Kepolisian diumumkan. Pak Setyo nampak antusias untuk melihat siapa saja yang lulus. Saat itu pak Setyo menjabat sebagai Wakapolsek.
"Pak kepala, nampaknya anggota baru yang lulus tahun ini sangat menjanjikan!" Ujar pak Setyo kepada Kepala polisi Sektor ( Kapolsek ).
"Eh.. baik pak Bram!"
"Begitu lebih baik, haha!"
Mereka berdua terbilang sangat akrab.
"Heemm... nampaknya Noel tidak lulus." ~Batin pak Setyo setelah melihat list anggota kepolisian baru yang lulus.
Duarr!!
Tiba-tiba terdengar ledakan yang sangat keras dan terlihat asap hitam membumbung tinggi ke langit.
"Siaga 1! Serangan!" Kapolsek berseru pada beberapa anggotanya.
Beberapa hari mereka dalam siaga 1, akhirnya tertangkap yang melakukan serangan tersebut. Dia adalah Noel.
"Fwuuuhh... kenapa kamu?" Tanya pak Setyo di ruangan interogasi.
"Entahlah. Saya hanya ingin seperti itu." Jawab santai lelaki tersebut.
"Pak, saya serahkan lebihnya. Saya mau menenangkan diri terlebih dahulu." Ujar pak Setyo kepada penanggung jawab interogasi tersebut.
"Siap pak!"
Pak Setyo ke ruangan bersantai, disana terdapat pak Bram.
"Oh pak Bram sedang ada disini yaa!" Sapa pak Setyo ramah.
"Iya pak. Saya kecewa terhadap keponakan saya." Jawab lirih pak Bram.
"Jadi dia adalah keponakan pak kepala yaa. Sayang sekali nampaknya." ~ Batin pak Setyo.
Akhirnya Noel divonis 20 tahun penjara akibat serangan bom miliknya. Namun dia melarikan diri sesaat wabah Zombie menyerang Indonesia serta Dunia.
****
Pak Setyo selesai menceritakan apa yang terjadi pada Noel. Rafael dan teman-temannya menyimak dengan baik
"Sepertinya dendam pak. Dia tersinggung akibat bapak bilang fisiknya tidak cukup syarat lulus." Bisik Rafael ke pak Setyo.
"Bapak menyesali ucapan bapak. Tapi
yaa mau bagaimana lagi." Ujar pak Setyo
"Emm... mau bicara?" Tanya Clara pada pria bernama Noel tersebut.
"Saya saat ini sudah berbicara. Pertanyaan bodohmu itu tidak masuk akal." Jawab Noel.
"Eh!" Clara terkejut dan membuat raut wajah malu.
Tiba-tiba bangunan hotel bergetar hebat dan terdengar suara gemuruh kembali.
"Eh a-apa ini?!" Seru pak Setyo.
Whuush!
Rafael dengan cepat langsung menyergah pria tersebut dan membantingnya bersamaan dengan kursi kayu tersebut.
"Apa yang terjadi hahh?!!" Teriak Rafael pada pria tersebut.
"Ugh! K-kan saya sudah bilang. Anak buah saya akan datang menyerang manusia seperti kalian kembali. Kamu... sih anak bernama Rafael harus ikut dengan saya!" Jawab pria tersebut mencoba berdiri.
Ikatan di kursinya terputus akibat bantingan dari Rafael tadi.
Syuung!
Rafael kembali berada di belakang pria tersebut dan meraih leher prianya kemudian berniat menekan nadi karotis miliknya menggunakan jari tengahnya.
"Jangan bergerak yaa!" Bisik Rafael ditelinga kanan pria tersebut.
"Ah! Mau tidak mau harus mengikutinya. Saya bisa mati seketika juga kalau ditekan secara kuat dibagian leherku ini." ~ Batin pria bernama Noel tersebut.
"Lakukan pencegahan penyerangan kembali!" Seru pak Setyo.
"Siap!" Serentak kelima teman Rafael.
"Kalau bisa perintahkan para survivor lainnya untuk membantu juga. Rekan bapak dan kelima temanku tidak akan cukup menahan serangan kali ini sepertinya." Ujar Rafael sambil menggiring pria dalam pegangannya menuju ke balkon atap.
Ketika mereka sampai di balkon atap, dengan cepat Rafael mengikat bahkan merantai pria tersebut disalah satu tiang penyanggah dengan kuat, serta mengaitkan pemicu bom yang daya ledaknya 1 meter ke lehernya kemudian ke tiang penyanggah. Jika dia bergerak sedikit saja, maka pemicu yang mengait di tiang penyanggah akan terlepas dan bom dilehernya akan meledak.
"Jangan kemana-mana yaa!" Ujar Rafael sambil menatap tajam pria tersebut.
"Ugh! Cuma anak-anak tapi auranya kuat sekali. Dia seperti singa yang ingin menerkam saya hidup-hidup." ~Batin pria tersebut gemetaran.
"Haa... serangan lagi, aku harus cepat menyelesaikannya!" ~Batin Rafael sambil melihat ribuan Zombie dari segala penjuru menyerang hotel lagi.
Rafael meninggalkan seorang diri pria bernama Noel tersebut di balkon atap menuju ke lantai dasar untuk membantu mengatasi serangan Zombie yang terjadi lagi.
~
Instagram : alif_ardra