
Rafael yang sedikit lengah, dia tiba-tiba ditusuk dibagian perutnya hingga tembus kebelakang menggunakan tentakel wanita itu yang tersisa 2 buah yang dia bentuk seperti bor, kemudian dia memutarnya dengan cepat.
"Ugh! Hueekk!" Rafael muntah darah yang cukup banyak.
Rafael terkapar tak berdaya di lantai.
"Hah!" Serentak semua teman-temannya jelas terkejut.
"Sekarang giliran kalian para manusia rendahan!!" Teriak wanita itu sambil menatap tajam kearah teman-teman Rafael.
....
"Aku... aku mempunyai harga diri!! Bajing*n!!" Dengan penuh emosi, Clara berlari kearah wanita itu.
Dhuak !!
Clara diraih oleh tentakel wanita itu kemudian dia melemparkannya ke arah pintu aula sehingga pintu aula itu terbuka dalam keadaan rusak parah.
"Aku hanya ingin makan yang masih hidup yaa. Jangan buat aku kesal karena kalian tidak kooperatif dengan keadaan, waktuku tidak lama lagi!!" Teriak wanita itu.
"HUWAAAA !! MO-MONSTER !!!" Teriak orang-orang yang melihat penampakan mengerikan dihadapan mereka.
Mereka semua berlarian menjauhi ruangan aula tersebut.
"I-itu bukannya anak bernama Rafael ? Dia sangat berbeda sekali dari tampilan awalnya. Sekarang dia tampan sekali~" Gumam seorang wanita sambil berjingkrak kesenangan.
______
"Aku... aku harus melakukan sesuatu!" Rafael dalam keadaan terhuyung-huyung mencoba mengambil linggis miliknya, karena pedangnya telah dipatahkan sesaat dia ditusuk tadi.
Klontang !!
"Woi Zombie bodoh !! Disini lawanmu !! Jangan coba-coba kau menyentuh orang-orang itu !!" Teriak Rafael sambil membenturkan linggisnya di lantai.
"Aku bukan Zombie !! Aku adalah Human-Z !!" Teriak balik wanita itu dengan nafas yang berburu.
"Ahay! Informasi yang berharga!" Rafael tersenyum licik ketika mendengar sebutan yang asing keluar dari mulut wanita tersebut.
"Hup!" Wanita itu secara spontan menutup mulutnya.
Whuushh !!
Rafael melesat dengan kemampuan kecepatannya dan mengayunkan linggis miliknya secara diagonal sehingga membuat goresan besar di badan bagian depan wanita tersebut.
"Sialan kau !!" Wanita itu mengayunkan tentakelnya kearah Rafael.
Namun dengan cepat Rafael menghindarinya dengan mundur kembali ke belakang, kemudian langsung menghilang sekejap dalam pandangan wanita tersebut.
"Hah! Dimana dia ?!" Seru wanita tersebut.
______
"Bagus Rafa!" Ujar Clara lirih sambil memegang perutnya.
"Ah! Kau tidak apa-apa?!" Bryan bersama ketiga temannya datang melihat kondisi Clara.
"Lumayan sakit. Tapi tidak apa-apa kok." Jawab Clara mencoba berdiri.
"DUDUK SAJA !!" Titah Revi dengan raut wajah menyeramkan.
"I-iya deh!" Terpaksa Clara mengikuti kemauan Revi.
Jdarr !!
"Salam kenal dariku!" Seru Rafael sambil berjalan santai memegang linggis miliknya yang berlumuran darah.
"Bagaimana bisa ?!" Ujar Bryan beranjak menuju ke Rafael.
2 menit sebelumnya ~
Rafael yang menghilang dalam sekejap dari pandangan mata wanita itu langsung tepat berada di belakang wanita itu.
"Sip! Mari kita bermain!" Ujar Rafael sambil bersiap mengayunkan linggisnya.
Wanita itu yang lengah hanya tertegun sesaat ketika tentakelnya yang tersisa 2 buah ditebas sampai ke akar-akarnya. Ya, Rafael mengayunkan linggisnya dan tepat menebas 2 buah tentakel yang tersisa dibagian terdekat dengan punggung kulit wanita tersebut sehingga baju wanita itu robekannya tambah menjadi besar dan menjadi terbuka.
"Aaaahh! Me-melorot!" Rafael menutup matanya karena melihat kejadian tak terduga dihadapannya.
"Kiyaaaa!! Dasar mes*m!!" Wanita itu berbalik dan berencana menyerang dengan tangan kosong.
Duak !!
Rafael menendang perut wanita tersebut dengan kemampuan kecepatannya sehingga wanita itu terpental hingga sampai sekitar 4 meter jaraknya disamping Clara dan teman-temannya berada.
"Maaf yaa!" Gumam Rafael kembali tenang.
Kembali ke waktu sekarang ~
Rafael selesai menceritakan kejadian yang teman-temannya tidak perhatikan. Clara hanya menganga melihat kejailan Rafael.
"Dasar mes*m! Mencoba membuka baju seorang wanita dengan alasan untuk memotong tentakelnya!" Seru Clara sambil menunjukkan wajah jijik.
"E-ehh! Bu-bukan begitu, hanya saja..." Rafael mati kutu dengan pernyataan dari Clara.
Tiba-tiba wanita bertentakel itu bersuara dengan nada yang hampir hilang, namun masih dapat didengar. Rafael dan teman-temannya menyimak perkataan wanita tersebut.
"Organisasiku, mereka mencari orang-orang yang terinfeksi virus Zombie dan berubah menjadi Human-Z akibat perlakuan khusus. Namun mereka akan membunuh siapa saja yang mengganggu rencana mereka. Walaupun itu adalah manusia terakhir di dunia, mereka akan tetap membunuhnya..."
"Noel, dia adalah partnerku. Nampaknya kalian berhasil menangkapnya. Setelah pak tua itu melempar jatuh Noel, anggota tim kami sang pengendali zombie malah mati ditangan sniper handal kalian. Hatinya tergoyahkan akibat ketua timnya dalam bahaya, jadi dia mengendalikan Zombie untuk menjadi matras ketua tim Noel saat terjun bebas..."
"Ini informasi yang sangat berharga, waktuku tidak lama lagi sebelum meledak. Virus mutasi tentakel ini akan membuat inangnya meledak dalam 7 hari setelah terinfeksi. Ini adalah hari terakhirku dan detik terakhirku."
Blub !! Blub !! Dar !!
Sesaat setelah wanita itu berucap, tubuhnya langsung menggelembung kemudian meledak hingga membuat seluruh organ tubuhnya dan anggota tubuhnya berhamburan.
"Haaa... kenapa muncul orang-orang aneh yaa sekarang sejak kita datang di hotel ini." Rafael hanya menghela nafas panjang tidak mengerti dengan keadaan sekarang.
"Itu karena dirimu, bodoh!" Bentak Clara.
"Mana pak Setyo ?" Tanya Rafael mengelak dari pernyataan Clara.
"Dia kayaknya istirahat di balkon atap." Jawab Clara ketus sambil memalingkan wajah.
"Informasi berharga didapatkan !!" Seru Bryan.
"Mari kita dengar radio dini hari lagi !!" Teriak Laura.
Dia seketika ditatap oleh kelima temannya dengan tatapan mematikan.
"Pangkalan, pangkalan, pangkalan. Itu terus setiap hari !!" Anggap remeh Rafael.
~
Instagram : alif_ardra