
Setelah istirahat, kelompok Rafael mulai bergerak kembali. Rafael yang sudah kembali bertenaga, Setyo yang sudah sembuh secara perlahan, mereka semua mulai bergerak menjauh dari tempat pengisian bahan bakar minyak tersebut.
Di dalam bus, Eva sibuk mengendarai busnya mengitari jalanan yang sepi dan hanya ada para zombie. Penerangan lampu jalan banyak yang mati, jadi mereka sekarang melewati kegelapan dan hanya mengandalkan lampu yang berada dimobil bus itu.
"Apa maksud dari Agus yaa?" Gumam Setyo seraya melihat keluar jendela.
Rafael yang mendengarnya berkata. "Kita hanya bisa mencari informasi lebih!"
Mereka yang mendengar itu mulai mendekat ke kursi yang ditempati oleh Rafael dan Setyo, kursi bus yang belakang. Tentu Eva masih dikursi kemudi.
"Human-Z alami... hmm... jika memang Rafa itu spesial, tentu dia diincar banyak orang. Kan banyak tuh yang mulai mengincarnya sejak dia jadi seperti ini, seperti kelompok Noel, kelompok The Red, kelompok pelabuhan dan kelompok bandara." Ujar Clara kemudian menatap tajam kearah Rafael. "Kenapa kau mengundang banyak masalah kah Rafa?!" Lanjutnya dengan tegas.
"Mana aku tau, kalau memang virus mutasi itu menginginkan seperti ini... berarti kalung ini tidak perlu!" Rafael melepas kalung besinya yang ada dileher dengan mudah.
Entah mengapa terasa sangat ringan, Rafael berpikir bahwa itu perubahannya jika virus mutasi dari CytraZ-24 yang bernama Human-Z telah menyatu pada dirinya. Entah merasa senang atau tidak, itu tergantung keadaan.
Semua orang yang berada di sana terkejut. Mereka langsung saja waspada. Melihat itu, Rafael hanya menggelengkan kepalanya kesal.
"Loh... eumm... tidak ada efek apapun?" Tanya Rafael pada dirinya.
Virus Human-Z telah menyatu ditubuhmu, Rafael!
Entah Rafael mau percaya perkataan yang ada dikepalanya atau tidak. Namun saat ini dia hanya bisa mempercayainya, karena apa? Di dunia ini sulit sudah memercayai seseorang. Orang yang Rafael sangat percaya saat pertama kali bertemu hanya Setyo dan kelompok hotel Matahari. Itu sudah terlihat dari niat baik mereka.
"Kita sampai!" Seru Eva dari kursi kemudi.
Semua orang melihat dari balik jendela, di depan mata mereka telah terpampang sebuah bangunan besar yang dominan putih serta hijau. Bangunan itu tampak seram karena penerangan hanya beberapa dengan lampu yang temaram. Saat mata mereka tertuju pada sebuah huruf-huruf besar di atas bangunan, mereka pun membelalakkan mata.
Bagaimana tidak? Tertulis di sana Rumah Sakit Sehat. Ternyata bangunan yang terlihat seram itu adalah sebuah rumah sakit. Di halaman parkiran terlihat beberapa zombie yang mulai bergerak menuju bus mereka.
Tanpa aba-aba lebih, Eva langsung menekan gas busnya hingga menabrak gerbang portal dan langsung turun ke parkiran bawah tanah. Di sana dia memarkirkannya searah langsung menuju jalan keluar. Semua orang yang tidak siap, tentu terpental ke belakang.
"Ehem... Eva?" Ujar Rafael yang dapat mengintimidasi siapa pun walaupun bukan mereka yang dipanggil.
...
Akhirnya mereka berkeliling di dalam rumah sakit. Banyak zombie yang memakai baju pasien, kemungkinan mereka terjangkiti virus itu dan tak sempat evakuasi atau melarikan diri. Sebagai penerangan, Rafael memakai senter helmnya. Helm yang terdapat senternya ada 9, sehingga cukup untuk Rafael, kelima sahabatnya, Wahyu, Setyo serta Anindira.
"Kita lebih baik tidak berpencar. Ruangannya banyak, lagipula gelap dan pasti jika berpencar ada kemungkinan untuk kesulitan saat melawan zombie. Apalagi kita tidak boleh ribut, kita hanya bisa membawa senjata jarak dekat!" Jelas Rafael.
Saat ini mereka memegang senjata jarak dekat seperti pemukul baseball yang sedikit dimodifikasi sehingga terdapat paku-paku timbul dari ujung pemukulnya, pisau yang membantu mereka juga, tentu linggis untuk Rafael.
Saat ini mereka berada di ruangan arsip dokumen. Mereka ke sana untuk mencari informasi tentang kehancuran umat manusia ini. Menurut perkiraan Setyo, seharusnya rumah sakit besar dapat menyimpan hal begituan.
"Ugh... jaman moderen, arsipnya berada dikomputer apalagi diberikan sandi." Gerutu Anindira kesal.
"Bryan, ketua keamanan dan Informasi Teknologi seluruh organisasi di sekolah. Bisa?" Ujar Rafael menggoda Bryan.
Ya, Bryan sangat menyukai hal-hal yang berbau pemrograman apalagi peretasan sebuah firewall atau apapun itu. Dengan segera Bryan mengambil tempat dan segera menekan-nekan keyboard komputer dengan cepat. Matanya melihat banyak huruf-huruf dan angka pemrograman dilayar komputer.
Ya, beruntung generator cadangan rumah sakit masih berfungsi, jadi mereka nyalakan terlebih dahulu untuk menerangi jalannya mereka mengelilingi rumah sakit.
|
Bryan tiba-tiba berdiri sehingga mengagetkan mereka semua yang sedang sibuk dengan lamunan mereka masing-masing. Semuanya langsung mendekat pada Bryan yang sedikit gemetaran.
Rafael mendekatkan wajahnya pada beberapa arsip yang baru saja dibuat sejak virus kehancuran umat manusia merebak di dunia.
...----------------...
Saya kepala dokter di rumah sakit ini sekaligus kepala ilmuan dalam meneliti sebuah virus yang baru-baru ini tersebar di seluruh dunia. CytraZ-24, virus ini dapat membuat manusia menjadi agresif, ah... sepertinya itu umum. Oke, Human-Z, virus hasil mutasi dari CytraZ-24. Human-Z bisa dibilang virus berakal sehat, itu aneh dalam dunia kedokteran. Virus ini mampu membuat tubuh inangnya menjadi kuat berkali-kali lipat dari manusia biasa dan bahkan mampu memodifikasi sel-sel tubuh menjadi beberapa senjata, misalnya tentakel.
Saya rasa ini aneh, namun ini adalah hasil penelitian hari ke 21 sejak virus CytraZ-24 muncul. Human-Z sendiri terbagi atas 2 kategori, yaitu alami dan buatan. Human-Z alami adalah sebuah perubahan yang dialami inangnya tanpa memakai alat pengikat leher, namun biasanya inangnya harus melakukan itu diawal saat terjangkiti CytraZ-24. Setelah beberapa hari maka Human-Z terbentuk dan menjadi bagian dari inangnya dan itu tergantung lagi virusnya yang menjadi berakal sehat mau bergabung atau tidak, namun kami menganggap mereka itu parasit. Waktu inangnya bersama virus ini hanya benar-benar 1 tahun, tapi itu penelitian lainnya lagi, kami para peneliti belum yakin juga. Ingat! Virus atau parasit Human-Z alami ini menjadi berakal sehat, sehingga dia mampu memilih bergabung kepada inangnya atau menyerahkan kepada CytraZ-24 yang tertidur setelah mutasi untuk bangun dan menjadikan inangnya Undead atau Zombie.
Sedangkan untuk Human-Z buatan, itu sebuah metode yang kami lakukan. Metode itu berujung kematian setelah 7 hari virus itu bersarang pada tubuh manusia. Tetapi, metode ini pun tersebar luas ke seluruh dunia. Entah apa tujuan mereka, padahal waktu mereka hanya 7 hari setelah dilakukan metode itu. Kami menggunakan alat yang mampu merangsang CytraZ-24 untuk bermutasi menjadi Human-Z dan akhirnya kami masukkan kepada manusia.
Untuk vaksinnya... Kami sangat membutuhkan bahan terakhir yaitu jantung dan otak Human-Z alami, sudah 2 orang rekan kami mengorbankan diri namun mereka sangat tidak cocok. Jelas kami sudah meneliti sehingga tahu bahan pembuatan vaksin itu dan bahan utamanya adalah jantung dan otak Human-Z alami. Para Undead mulai merangsang masuk rumah sakit, kami para peneliti terdesak! Kami butuh Human-Z alami yang banyak untuk meneliti apakah cocok! Tak ada waktu lagi! Setelah diteliti lebih lanjut virus CytraZ-24 ini, kami memprediksi setelah 2 bulan terinfeksi maka para undead atau yang lebih dikenal zombie akan segera kebal senjata api! Itu prediksi, tapi kami takut jika terjadi!
Jika ada yang membaca ini dan kamu Human-Z alami, kami harap bantuannya dan itupun jika kami masih selamat!
Kesempatan terbentuknya manusia menjadi Human-Z alami hanya 10%. Mereka yang gagal hanya akan menjadi zombie tanpa arah. Parasit Human-Z benar-benar pilih-pilih inang. Jelas kami kesulitan untuk membuat vaksinnya, karena 20 orang yang kami masukkan virus CytraZ-24 malah hanya 2 yang jadi Human-Z alami, itupun mereka juga gagal sebagai kecocokan dalam pembuatan vaksin.
aahh... saya buru-buru mengetik, zombie sudah masuk!! sekian, kami para peneliti pamit. Semoga ada peneliti yang menemukan arsip berkas hasil dari penelitian 21 hari kami! Sayonara~
...----------------...
Tanpa terasa, ruangan itu seketika menjadi hening. Mereka masih tertegun ketika melihat pesan terakhir dari pihak peneliti rumah sakit. Mereka sedikit merasa kasihan, namun itu memang sebuah perjuangan yang tidak sia-sia.
Mereka telah menemukan bahan dari vaksin CytraZ-24, tetapi satu bahan membutuhkan organ manusia yang memang gila. Otak dan jantung? Itu sangat gila. Otomatis para Human-Z alami harus mengorbankan diri mereka untuk pembuatan vaksin dan itu belum tentu cocok juga.
"Ti-tidak bisa hanya darah? I-itu... Ra-Rafael jangan berpikir yang aneh-aneh!" Ujar Laura terbata-bata seraya menatap Rafael dengan ragu.
"Jadi Human-Z memilih untuk bergabung padaku?" Ujar Rafael kemudian menatap Setyo. "Serta pak Setyo?" Lanjutnya.
Rafael menghiraukan perkataan Laura. Dia tidak peduli untuk sekarang, lagipula waktu mereka pun masih sangat lama. Ya, itu tergantung berjalannya waktu. Saat ini mereka hanya dapat melihat kebenaran yang memang benar-benar dapat dipercaya. Tanpa kebohongan, lagipula untuk apa seorang kepala dokter sekaligus kepala peneliti mau berbohong? Itu tidak penting pada kehidupannya saat diambang kematian.
Rafael pun menyalin semua arsip yang ada tentang virus itu pada handphonenya. Entah mengapa, Rafael berpikir itu arsip yang sangat penting untuk ke depannya.
Rafael menatap ke arah semua orang. Mereka menunggu apa yang akan dilakukan lagi oleh Rafael. Setyo pun bertindak demikian, dia saat ini hanya sedang syok akibat arsip dokumen itu.
Rafael menghela nafas kemudian berkata, "Kita istirahat disini sampai besok. Kita harus berkumpul dalam satu ruangan, gunakan benda apa saja untuk memblokir lantai ke arah lantai 1 dan ke arah lantai 3. Kita mungkin bisa gunakan ruangan arsip ini, karena lumayan luas!" Jelas Rafael.
Saat ini mereka berada di ruangan arsip dokumen pada lantai 2. Sehingga disarankannya untuk menutup akses menuju lantai 1 dan 3 untuk sementara waktu. Karena mereka tidak tahu apakah akan ada zombie naik ke lantai 2 dari lantai 1 atau zombie yang akan turun ke lantai 2 dari lantai 3.
"Baiklah, kita akan berganti untuk berjaga setiap sejam." Ujar Setyo.
"Jadi kesimpulannya, Human-Z alami terbentuk di dalam tubuh dan sesuai pilihannya untuk bergabung atau tidak dan Human-Z buatan terbentuk di luar tubuh dengan memakai alat canggih kemudian dimasukkan begitu saja pada tubuh manusia sehingga Human-Z buatan ini tidak dapat pilih-pilih, tetapi kelemahannya adalah masa hidupnya hanya 7 hari. Terus bahan terakhir vaksin ini adalah otak dan jantung Human-Z alami. Hadeh... kepala dokter ini lumayan bertele-tele dalam menjelaskan, tapi sepertinya memang begitu." Jelas Bryan menyimpulkan banyak paragraf dari catatan terakhir kepala dokter tersebut.
Mereka yang ada di sana hanya manggut-manggut seakan paham. Awalnya memang mereka sedikit kurang paham penjelasan panjang dokter tersebut dan akhirnya Bryan mau membantu menyimpulkan.
"Sebenarnya aku paham, thor!" Batin Rafael seraya menatap ke arah cctv yang ada di sana.