
"Hei! Jangan buat masalah dengan murid SMK Misu..." Bisik Rafael ke telinga lelaki itu.
"Kamu berpengalaman nampaknya. Kalau ikut kita, kami akan membuat kamu nyaman kok!" Sahut Clara.
"Bagaimana ?" Ujar Rafael.
....
Rafael menunggu jawaban lelaki yang sedang gemetaran ditangan Rafael. Tentu Rafael menyadari ketakutan lebih pada lelaki asing itu.
Grep !!
Rafael menambah cengkraman tangannya ke kedua tangan lelaki asing itu.
"Ja... wab..." Bisik Rafael penuh intimidasi.
"Ka-kalau aku tidak jawab... apa maumu!" Bentak lelaki asing itu.
"Mau jadi santapanku atau santapan para Zombie lainnya ?" Tanya Rafael dengan tatapan mata nyalang namun dingin.
"Ka-kamu Human-Z ?!!" Sentak lelaki itu.
"Kalau iya kenapa... aku butuh makanan nih!" Rafael mengangguk ke Clara.
Clara turun dari bus dan langsung menahan lelaki itu ditanah dengan membuat lelaki itu bertelungkup ditanah. Lehernya ditahan lutut Clara, serta tangannya tentu juga ditahan.
"Aku seret beberapa Zombie dulu deh!" Rafael pergi ke sembarang arah.
___
Beberapa menit kemudian Rafael datang dengan menyeret 2 Zombie. Cara menyeretnya sedikit kejam, dengan menarik kaki para Zombie.
Kepala para Zombie terantuk-antuk kerikil di jalanan.
"Woy!! Hati-hati. Bisa mati Zombienya nanti kalau tergoyang otaknya!" Seru Clara.
"Aman."
Rafael melempar kearah lelaki asing itu kedua Zombie itu. Clara dengan cepat masuk ke dalam bus dan menutupnya.
"Zombie bermutasi. Di saat matahari terbit sampai terbenam, indra mereka memburuk. Berkebalikan dengan beberapa hari lalu." Ujar Rafael.
"Jadi cepatlah jawab... sebelum Zombie-zombie itu mencium aroma tubuhmu, ehh tuh aja sudah diendus-endus kamunya!" Lanjut Rafael menunjuk Zombie.
"Hiiiiy~ men-menjauhlah!" Lelaki itu ingin kabur.
Whuush !! Craatts !!
"Eh!" Lelaki itu terdiam kaku dan pucat.
Rafael dengan kecepatannya langsung memukul kedua Zombie itu hingga kepalanya hancur lebur dan darahnya muncrat dimana-mana.
"Rasa darah Zombie lumayan juga!" Rafael mengelap darah yang terciprat di pipinya dan dia menjilatnya.
Tatapan mata merah Rafael sangat dingin. Serasa seperti singa yang hendak menerkam rusa yang seluruh kakinya telah patah. Cocok ketika melihat lelaki asing itu yang gemetaran terdiam kaku.
"Siapa sih kamu ?!" Tanya Rafael dengan kesal.
Tang !!
Rafael mengayunkan linggisnya ke tiang lampu hingga membuat bunyi yang nyaring.
Drap !! Drap !! Drap !!
Tiba-tiba gemuruh langkah kaki terdengar.
"Hahaha!! Mereka sudah datang! Habislah kau Human-Z !! Kami 'Hunter' !!" Seru lelaki asing itu.
"Hunter ?!" Rafael tersentak.
Segerombolan orang berlari kearah bus murid SMK Misu. Mereka nampak sangar dengan tubuh yang berperawakan tinggi besar. Tatapan mereka seperti hyena yang ingin memangsa mangsanya dengan cepat.
"Satu.. dua... tiga.. sepuluh.. total sepuluh yaa!" ~ Ucap Rafael dalam hati dengan penuh kewaspadaan.
Disisi lain, didalam bus.
"Banyak sekali orang-orang itu !! Besar-besar badannya !! Hiiiy~" Laura ketakutan.
"5 lawan 11. Kira-kira siapa yang menang?" Tanya Clara menoleh pada semua temannya.
"Ayo kita bantu Rafa!" Usul Revi.
"Tentu!" Serentak Eva dan Bryan.
"Laura. Kau kali ini memiliki misi utama. Jagalah bus ini!" Ujar Clara.
"Uhum!" Laura menganggukkan kepalanya dengan semangat.
Keempat murid SMK misu pun bersiap-siap. Bryan dengan pistol silencernya, Revi dengan Ak-47, Eva dengan Glock-19 milik polisi yang adadi hotel, dan Clara dengan sniper andalannya.
Drrkk !!
Pintu mobil bus terbuka. Keempat murid SMK Misu itu menampakkan diri mereka diantara Rafael dan kesebelas gerombolan orang asing.
"Hahaha! Hanya para kecoak!" Ejek seorang yang paling depan digerombolan itu.
Lelaki asing yang pertama tadi sudah bergabung dengan gerombolan itu.
"Haha! Kecoak kalau sudah dalam mode berserk itu menakutkan lho!" Rafael tergelak tawa.
"Iya benar. Kita kecoak yang siap dalam mode berserk lho!" Sahut Bryan.
"Haa~ ada-ada saja mereka. Tapi benar juga yaa! Kecoak kalau dalam mode berserk atau yaitu mode terbang itu menakutkan!" ~ Ucap Clara dalam hati dengan perasaan geli.
"Siapkah tim Elang ? Kuartet.. eh lima yaa.." Ujar Rafael sedikit kikuk.
"Haha! Mereka ini hanya membual saja nampaknya!" Ejek pemimpin gerombolan terdepan.
"Beruntung lelaki tadi belum beritau kalau aku itu Human-Z atau apalah itu..." ~ Ucap Rafael dalam hati dengan lega.
"Serang mereka !!!" Teriak pemimpin gerombolan yang berada terdepan.
Kelima murid SMK Misu saling lirik dan mengangguk nampak paham apa yang akan mereka lakukan.
~
Instagram : alif_ardra
Facebook : Alif Ardra