
"Huuueekk!!"
Tiba-tiba Rafael muntah. Dia mengeluarkan sesuatu cairan berwarna merah. Ya, itu adalah darah.
"Astaga kau kenapa Rafa?!" Seru Clara.
...
Rafael terus menerus muntah darah hingga membuat genangan darah di lantai.
"Hahaha hahaha hahaha! Itulah kemampuanku sebenarnya!!" Tiba-tiba wanita yang pingsan tadi tergelak tawa.
"Dunia ini sudah berubah. Hanya yang kuatlah yang dapat bertahan hidup!!" Lanjutnya.
Tiba-tiba dari punggung wanita itu keluar 4 buah tentakel berwarna merah menyala yang berpusat ditengah punggung. Ujung tentakelnya seperti mengeluarkan cairan asam berwarna hijau, sesaat cairan ini menetes ke lantai, tiba-tiba lantai tersebut meleleh tepat dicairan itu menetes. Ya, cairan ini bersifat korosif.
"Ternyata... melalui matamu, aku tau bahwa kau adalah seorang mutasi manusia Zombie bertipe kecepatan." Ujar wanita tersebut sambil berjalan santai menuju Rafael.
Ceklek !!
6 orang polisi yang berada di ruangan langsung menodongkan senapan milik mereka ke wanita tersebut.
Pyaak !! Ceessss !!
Wanita itu mengayunkan tentakelnya sehingga cairan yang bersifat korosif langsung memercik ke 6 buah senjata para polisi, senjata itu langsung menguap ketika terkena cairan asam bersifat korosif tersebut.
"Huwaaa !! Monster !!"
Polisi-polisi itu malah lari tunggang-langgang keluar ruangan aula. Mereka benar-benar polisi yang baru saja lulus akademi kepolisian. Sifat ketakutan mereka masih sangat kental didalam tubuh mereka.
"Sial!" Umpat Rafael sambil melempar satu pedang miliknya ke wanita itu.
Whuushh !!
Tentakel wanita itu menangkap pedang milik Rafael kemudian menghancurkannya menggunakan cairan korosifnya hingga menjadi seperti kertas yang diremuk menjadi gumpalan berbentuk bola.
"Dunia sudah berubah kawan. Mutasimu itu masih sangat lambat daripada aku. Mutasiku yang terkuat di kelompok kami!!" Seru wanita itu yang sudah berada dihadapan Rafael yang terikat di kursi.
"Teman-temanku, kalian pergilah. Cairan di tentakelnya bersifat korosif yang dapat membuat apa saja menguap dan meleleh. Hanya aku yang bisa mengalahkannya dengan kemampuan kecepatanku." Ujar Rafael kemudian menguatkan ototnya tangannya sehingga tali yang mengikatnya di kursi putus.
Tap! Tap! Tap!
"Kau bodoh Rafa! Kita harus berjuang sampai titik darah penghabisan, begitulah pahlawan Indonesia dulunya!" Seru Clara.
"Kalian..." Rafael menatap sebentar ke teman-temannya dengan perasaan bahagia mendapatkan sahabat yang sangat setia.
Teman-teman Rafael bukannya lari keluar ruangan malah mengelilingi wanita tersebut kemudian menodongkan senjata milik mereka semua, kecuali Laura yang berada di belakang Rafael ketakutan.
Whuush !!
"Eh!" Laura jelas terkejut dengan efek gelombang kemampuan kecepatan Rafael.
Rafael langsung melesat ke arah wanita itu dan mencoba menendangnya untuk membuat dia terjatuh.
Dhuak !!
"Hihihi! Bagaimana rasa darahmu yaa?" Ujar wanita itu.
Rafael langsung melompat mundur ke belakang.
"Tembak dia!!" Teriak Rafael.
Bunyi rentetan peluru terdengar sangat keras. Ak-47 milik Revi menjadi brutal dengan penggunanya juga yang tak kalah brutal, pistol silencer Bryan hanya diam tanpa bersuara namun mematikan, sniper milik Clara menembak satu persatu dengan tepat mencari titik yang lengah. Eva menggunakan pistol Glock 19 milik polisi yang dia pinjam.
"Stop !!" Teriak Rafael.
Wanita itu terlihat mengembangkan tentakelnya mengelilingi tubuhnya sebagai tameng agar peluru tidak mengenainya.
"Brengs*k! Matilah kau !!"
Rafael langsung melesat sambil memegang pedangnya menggunakan tangan kanannya, saat tinggal beberapa sentimeter jaraknya antara wanita itu dan Rafael, dia langsung mengayunkan pedangnya dengan kuat secara diagonal dari kanan atas ke kiri bawah.
Ayunannya tepat mengenai 2 buah tentakel wanita itu sehingga tentakelnya terputus dari tempatnya.
Drap!! Drap!! Drap!!
Tiba-tiba terdengar gemuruh langkah kaki dari arah luar ruangan aula.
Brak!!
Pintu aula dibuka dengan cara didobrak, menampakkan puluhan orang yang terbangun dari tidur indah mereka sejak tembakan terakhir di luar hotel selesai akibat suara rentetan tembakan tadi.
Mereka baru bisa tidur dalam kekhawatiran sesaat sejak tembakan terakhir pembasmian Zombie yang tersisa diluar hotel.
"Apa yang terjadi disini ?!!" Teriak orang yang paling depan.
"Keluar semua!! Berbahaya!!" Teriak Rafael dengan lantang hingga membuat orang-orang itu tertegun sesaat.
"KELUAR !!" Teriaknya lagi.
Orang-orang itu pun keluar kemudian menutup pintu aula dengan rapat.
"Hahaha! Percuma kau memotong tentakelku, itu akan beregenerasi dan tumbuh!" Seru wanita itu tergelak tawa.
Cratts !!
Rafael yang sedikit lengah, dia tiba-tiba ditusuk dibagian perutnya hingga tembus kebelakang menggunakan tentakel wanita itu yang tersisa 2 buah yang dia bentuk seperti bor, kemudian dia memutarnya dengan cepat.
"Ugh! Hueekk!" Rafael muntah darah yang cukup banyak.
"Hah!" Serentak semua teman-temannya jelas terkejut.
"Sekarang giliran kalian para manusia rendahan!!" Teriak wanita itu sambil menatap tajam kearah teman-teman Rafael.
~
Instagram : alif_ardra