Dream Destiny

Dream Destiny
Episode 92



Wilson dan Yukil bergerak menemui keluarga mereka masing-masing. Mereka meminta pada keluarganya untuk melamar pujaan hati mereka. Tentu saja ada yang bingung, namun ada juga yang senang mendapat kabar seperti itu. Tapi untunglah mereka tidak ada yang menolak.


Sir. Yukil beserta keluarganya datang ke kediaman keluarga besar Nakuna untuk melamar gadis itu. Sambutan hangat keluarga begitu positif hingga segala sesuatunya berjalan dengan lancar sesuai rencana. Sir. Yukil dan Nakuna sudah bertunangan dan akan menikah di hari yang sama dengan nona nya nanti, meski dengan kepercayaan yang berbeda.


Tinggal lah mereka menyiapkan segala sesuatunya untuk hari H nanti.


Sedangkan Wilson dan Suly bersiap berangkat menuju ke Korea untuk menjemput sang nenek. Wilson tidak membawa serta keluarganya kesana. Karena yang mewakili pihak Suly tentu saja sang nenek.


Suly memiliki 2 orang ibu. Wanita yang mengandungnya telah tiada hingga ayahnya menikah lagi. Namun karena ibu tiri tidak pernah menyayanginya, Suly tinggal bersama sang nenek. Dari pernikahan ayahnya dengan ibu tiri ia memiliki adik laki-laki yang sangat di sayangi oleh sang ayah.


Kantor agenci yang merupakan perusahaan ayahnya sudah pasti akan diberikan kepada adik laki-lakinya. Namun Suly tidak kecewa, pasalnya sang nenek berjanji akan mewariskan seluruh harta kekayaannya untuk Suly. Tentu saja itu berjumlah 3 kali lipat dari aset sang ayah.


"Kau jangan macam-macam karena tidak ada aku disana?!"


Jongya memberi peringatan kepada Wilson.


Pemuda itu hanya terkekeh mendengar ancaman sang pangeran.


Andai anda tahu yang mulia, sesungguhnya sepupu anda lah yang patut takuti. Karena dia lebih agresif dari pada aku. Tapi, aku sangat menyukainya.


Kapal pun segera berangkat meninggalkan pelabuhan. Dari Kejauhan terlihat Jongya dan para pengawal meninggalkan area pelabuhan.


"Padahal aku baru beberapa hari tiba di negara ini"


Suly terlihat lesu.


"Perjalanan ini akan berbeda karena bersamaku"


Wilson berkata sambil memeluk Suly dari belakang dan menyaksikan pemandangan laut.


"Apa kau akan melanggar janjimu pada Jongya?"


"Jangan memancingku Suly, kali ini aku juga berjanji dalam hatiku. Aku akan menyentuhmu bila kita sudah sah"


Suly berbalik badan dan kini posisinya berhadapan lekat dengan Wilson. Kedua tangan nya merengkuh ke leher Wilson.


"Apa sekedar berciuman pun tidak boleh?"


"Hehehe... apa kau ingin berciuman di tatap seluruh mata yang ada di kapal ini?"


Suly lalu memperhatikan sekitar. Dan benar saja, banyak yang melihat ke arah mereka. Gadis itu pun merasa kikuk.


"Ehem... sebaiknya di tempat aman saja"


Suly langsung melepaskan kedua tangannya dan sedikit menjaga jarak dari Wilson.


Pemuda itu hanya terkekeh melihat reaksi Suly.


Kau semakin hari semakin menggemaskan Suly. Aku tidak bisa membayangkan, bagaimana kau di atas ranjang nanti.


*****


Semakin hari Nazyela dan Jongya semakin dekat. Mereka sering bertemu di ibu kota Britaraya. Setelah hari itu Jongya tidak menunda kesempatan untuk melamar Nazyela. Ia pun telah berbicara pada ayahnya sang raja. Raja sangat antusias menyambut kabar baik itu. Semua urusan diserahkan pada putranya untuk mempersiapkan segala sesuatunya.


Argen sang putra mahkora membantu sang adik mengurus pernikahannya. Ia yang lebih dulu menikah pada saat Jongya baru kembali dari Korea dan kini bersiap menyambut buah hati yang berusia 3 bulan dalam kandungan ibunya. Argen menikahi seorang putri yang berasal negara sebelah barat. Negara yang tidak jadi ia perangi karena telah jatuh cinta pada sang putri penguasa di negara itu.


"Jadi kau ingin menikah sekaligus dengan bawahanmu?"


"Benar kak"


"Sebaiknya nanti kau pakai saja aula istana, karena tamu yang datang pasti tidak sedikit"


"Apa boleh begitu?"


Tanya Jongya memastikan.


"Tentu saja, kau kan juga pangeran negeri ini"


Argen menegaskan.


"Berarti setelah kau, barulah upacara asisten kalian?"


"Benar kak, karena kepercayaanku berbeda dengan mereka"


"Baiklah..., bagaimana jika kita membuat pernikahan masal untuk para rakyat juga?"


"Maksud kakak untuk mereka yang kurang mampu"


"Benar. Kita tinggal menyiapkan beberapa orang untuk pengukuhan janji sakral mereka"


"Tidak apa, ini adalah pernikahan terbesar negara ini"


Pembicaraan yang singkat itu cukup membuat hati Jongya tenang. Ia tidak perlu memikirkan lagi dimana pernikahannya akan di gelar. Dukungan sang kakak sangat berarti baginya. Selain dia dan para asisten, rakyat juga bisa merasakan kebahagiaan.


Sementara itu, di kediaman bangsawan Kley.


Para pelayan sudah heboh dengan berita pernikahan masal itu. Bahkan ada juga beberapa dari mereka yang ingin mengikuti pernikahan masal itu.


Nakuna terlihat ragu-ragu di hadapan Nazyela yang sedang menikmati teh dan camilannya siang itu.


"Kau kenapa?"


Nazyela yang mengamati sikap gadis itu menjadi penasaran.


"Nona... em... jika saya bertanya apakah nona janji tidak akan tertawa?"


Belum lagi mengetahui pertanyaan dari Nakuna, Nazyela sudah menahan tawanya dan hanya tersenyum. Dalam kepala Nazyela berpikir pastilah Nakuna akan menanyakan hal yang sedikit aneh hingga membuat gadis itu kikuk.


"Apa yang ingin kau tanyakan?"


"Bagaimana caranya mengurus orang setelah sunat?"


"Hah?!"


Nazyela kebingungan mendengar pertanyaan Nakuna.


"Itu... kami ingin memeluk agama yang sama dengan nona, lalu Yukil juga berencana ingin sunat"


"Alhamdulillah... hehehe"


Nazyela lalu menjelaskan bagaimana cara merawat orang setelah bersunat dan apa saja yang tidak boleh mereka makan sementara waktu. Lalu Nazyela juga menjelaskan sedikit perihal pernikahan ala muslim dan tetang Islam. Meski saat Ji Chang mendapatkan penerangan tentang Islam Nakuna dan Sir. Yukil juga ada disana, namun Nazyela mencoba untuk tetap mengingatkan kepada asisten terdekatnya itu.


"Aku akan mengutus pengawal ke istana untuk menyampaikan pada pangeran bahwa kalian akan memeluk agama Islam. Nantinya dia akan membantu kalian mengenalkan pada ustad yang membantunya"


"Dimana yang mulia bisa bertemu mereka nona"


"Negara ini sudah mulai berkembang Naku, banyak pedagang dan pemuka agama yang membawa ajaran mereka untuk di sebarkan. Dan yang mulia bertemu mereka saat perjalanan pulang ke Theora. Aku hanya tahu ini dari cerita pangeran"


"Saya salut sama pangeran, karena sangat mencintai nona, yang mulia sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Sepertinya jika tuan Ji masih hidup mungkin yang mulia akan menunggu janda nona jika nona tidak bahagia dengan tuan Ji"


"Ck.. huss?!!"


"Maaf nona... "


Nakuna tertunduk merasa bersalah dengan apa yang baru saja ia katakan.


Namun ucapannya mungkin ada benarnya dalam hati Nazyela.


*****


Waktu pun bergulir dengan cepat, tak terasa sudah 2 bulan waktu berjalan dan tinggal sebulan lagi masa persiapan.


Wilson telah kembali dari Korea membawa sang nenek serta Suly ke negara Theora. Nenek di sambut hangat oleh sang raja. Wanita tua itu terkesima dengan istana yang baru pertama kali ia lihat.


Sang raja juga mengijinkan untuk mengundang Rena, dari kakak dari sang ratu untuk berkumpul bersama keluarganya di istana.


Perjumpaan anggota keluarga yang sudah lama terpisah pun menciptakan ke haruan dalam istana itu.


Suara gelak tawa terdengar begitu membahagiakan mengisi ruang-ruang dalam istana.


📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat.


~Jangan lupa favorit ❤️


~Rate⭐⭐⭐⭐⭐


~Hadiah


~Vote


Terima kasih 🤗


*Ada kisah Dara dan Damar yang bikin penasaran, yuk coba baca😉*


.