Dream Destiny

Dream Destiny
Episode 26



Kastil yang besar itu terasa begitu sunyi. Dinginnya angin yang berhembus membuat kastil bagai rumah tak bertuan.Para penjaga ditiap sudut dan lorong bagai patung hidup tanpa gerak.


"Tok..tok...tok...! Hamba menghadap yang mulia raja?!"


"Masuk lah.. "


"Yang mulia... hamba membawa kabar baik. Yang mulia pangeran Argen telah menyelesaikan tugasnya dengan baik. Dalam dalam beberapa waktu dekat ini pangeran akan segera kembali"


Ajudan raja menunduk hormat sambil mengabari berita kemenangan pangeran ke 1.


"Hahahaha.... Argen putraku. Dia memang hebat. Bagaimana kabar Jongya?"


"Yang mulia... pangeran Jongya dan pasukannya bagai hilang ditelan bumi. Mata-mata yang di utus untuk mencari tahu mengabarkan bahwa pangeran sedang berada di mension lama"


"Hemm...aku sudah mengetahui hal itu"


"Ya??"


Ajudan terlihat bingung dengan perkataan sang raja.


"Anak itu tidak seambisi ibunya. Tapi aku tidak akan memaksa apapun yang menjadi pilihannya jika memang itu yang terbaik untuknya"


"Yang mulia...?"


Ajudan itu menatap sedih yang mulia raja tanpa bisa meneruskan kata-kata. Ia tahu betul jika sudah menyebut yang mulia ratu raut wajah rajanya akan berubah.


Beberapa waktu yang lalu, seseorang telah memberitahukan kepada raja tentang rahasia sang ratu. Raja yang baru mengetahui wajah asli wanita yang sangat ia cintai selama ini ternyata hanya menggunakan topeng kebaikan didepannya. Raja merasa sangat kecewa dan terpukul, Ia sangat marah dan ingin menghukum ratu atas kesalahan yang telah wanita itu perbuat. Namun ia harus menanyakan kepada putranya terlebih dahulu hukuman apa yang pantas diberikan, mengingat ratu adalah ibu dari pangeran Jongya.


Raja yang sangat menyayangi ke dua putranya dan berusaha untuk selalu bersikap adil pada keduanya. Lelaki itu terlihat murung memutuskan kembali ke ruang istirahat. Ajudan dengan setianya mendampingi raja mengikuti kemana pun raja pergi.


Kabar kemenangan pangeran ke 1 dalam merebut wilayah negara barat telah tersebar keseluruh penghuni kastil kekaisaran. Dan tentu saja berita itu sampai ketelinga sang ratu.


Ratu sangat murka, kemenangan itu berarti membawa pangeran ke 1 ke posisi putra mahkota. Sedang putranya sendiri sampai saat ini belum ada kabar berita.


Sebenarnya, pengasuh pangeran yang melayani pangeran ke 2 tahu kalau pangeran ke 2 tidak berada di negara timur. Pria tua itu sangat menyayangi pangeran ke 2 dan berusaha untuk selalu melindunginya. Ia terkadang merasa kasihan karena perlakuan sang ratu yang begitu keras sejak pangeran masih kecil. Atas usulnya, pangeran ke 2 bersembunyi di sudut kota kecil di Brilane. Ia tinggal beberapa waktu di sebuah mension kecil milik mendiang raja sebelumnya. Mension itu tidak banyak yang mengetahuinya, karena kepemilikannya memakai nama seorang Baron bangsawan rendah.


Raja yang mengetahui kabar baik itu pun segera mengeluarkan perintah untuk mempersiapkan pesta penyambutan kemenangan calon putra mahkota. Undangan pun disebar ke semua bangsawan dengan segala tingkatan status. Raja bahkan menggelar festival untuk rakyatnya.


Ratu semakin marah mendengar raja yang telah bersiap dengan pesta penyambutan. Ia memerintahkan bawahannya untuk segera mencari pangeran ke 2 dan mengumpulkan para bangsawan-bangsawan yang berada dipihaknya. Tentu saja, hal itu dilakukan tanpa sepengetahuan raja. Ratu yang merasa masih memiliki hati raja seutuhnya tidak menyadari bahwa raja telah mengetahui kejahatan-kejahatan yang ia lakukan demi mencapai posisi sekarang.


Pengasuh pangeran yang mengetahui perintah sang ratu memberi kabar ke mesion dimana pangeran tinggal untuk segera meninggalkan mension itu dan pergi ke kastil utara untuk ditemukan disana. Keberadaan mension di Brilane tidak boleh sampai diketahui oleh sang Ratu. Untuk itu pangeran di sarankan segera pindah ke kastil utara.



Berita kepindahan pangeran segera disampaikan ke Nazyela melewati burung merpati yang sudah beberapa kali mereka gunakan untuk bertukar kabar berita.


Melalui surat-surat yang dikirim oleh pangeran Jongya padanya Nazyela jadi mengerti kenapa lelaki itu tidak menginginkan posisi putra mahkota. Dan keputusan Jongya sangat disetujui oleh Nazyela.


*****


Musim kini telah berganti, cuaca semakin dingin karena sebentar lagi akan memasuki musim dingin. Para pelayan sibuk mengganti seprai dan selimut yang lebih tebal di setiap kamar tidur yang ada di dalam kastil. Kayu-kayu perapian di tumpuk disebuah gudang guna persiapan menjaga suhu di kastil agar tidak terlalu dingin. Nazyela merasa senang karena ini kali pertama ia akan melihat salju.


Nakuna mempersiapkan baju-baju yang lebih tebal untuk Nazyela gunakan saat musim dingin nanti. Ia melihat wajah sang nona yang terlihat bahagia menyambut musim salju.


"Nona ada undangan dari kekaisaran"


Lani mengantar undangan itu ke kamar Nazyela.


Kedatangan Lani membuyarkan lamunan Nazyela. Gadis itu membuka amplop lalu membacanya dengan cermat.


"Lani... apa semua gadis mendapat undangan untuk menjadi regina?"


"Apa regina? Di dalam undang nona dikatakan regina?!"


Lani sedikit terkejut dan merasa sangat senang.


"Kenapa kau sesenang itu?"


"Anda akan menjadi calon regina nona. Regina adalah calon-calon yang akan mendampingi putra mahkota yang artinya nona akan menjadi istri putra mahkota"


Jelas Lani dengan wajar berbinar.


"Apa.. ?!!"


Nazyela begitu terkejut hingga menjatuhkan cangkir yang sedang ia pegang.


Lani dan Nakuna jadi terkejut melihat reaksi nonanya. Lani bingung sang nona seakan tidak menyukai berita itu. Sedang Nakuna mengerti akan pikiran nonanya.


Tidak..! Bagaimana ini. Aku tidak ingin menjadi regina..


Nazyela tampak berpikir keras.


Sepertinya aku harus menghadap kaisar atau putra mahkota untuk mengajukan pengunduran diriku sebagai calon regina. Apa sebaiknya aku konsultasi dulu ya? Tapi sama siapa??


Nazyela merasa bingung untuk mengambil keputusan.


"Lani segera cari tahu siapa saja yang menerima undangan sebagai calon regina selain aku?!"


"Baik nona"


Undangan untuk menjadi calon regina ditujukan kepada tiga gadis yaitu Naila Bolafra, Nazyela Estelle Kley, Dan Roana Shaden. Mereka adalah para gadis yang memiliki latar belakang dengan status keluarga yang kuat.


Berbeda dengan Naila Bolafra yang juga mendapatkan undangan yang sama. Ia merasa sangat senang ketika menerima kabar itu.


Ia segera bergegas mengajak pelayannya untuk pergi ke ibu kota guna membeli gaun baru untuk pesta perayaan nanti.


Disisi lain seorang wanita juga menerima undangan yang sama untuk menjadi calon regina. Wajahnya menjadi gundah, ia juga sama seperti Nazyela, ia menolak untuk menjadi regina. Ia segera pergi untuk menemui kekasihnya dan mengabarkan berita itu. Namun sayang, pria yang ia cari sedang melaksanakan tugas dari sang ayah. Gadis itu pun kembali dengan perasaan tak menentu.


# Jangan lupa arahin jempol kamu untuk favorit❤️ kan novel aku karena favorit itu ga bayar ya guys 😉. Terus kalau udah selesai baca, like dan komen yang seru-seru oke... 😘