Dream Destiny

Dream Destiny
Episode 77



Suara rem mobil yang datang secara tiba-tiba membuat keributan di rumah itu. Suly datang dengan langkah cepatnya langsung menuju kamar Jongya setelah tidak menemukan pemuda itu di segala ruangan.


"Brakkk"


Jongya terkejut saat mendengar suara pintu nya dibuka dan terdorong keras ke dinding.


"Kau bisa merusak pintu itu kau tahu?!"


" Kau sudah 2 hari tidak kerja. Jelaskan padaku apa yang terjadi dengan wajah mu?! Kau sudah seenaknya membatalkan pemotretan hari ini, dan menghancurkan semua jadwal tim yang sudah terencana!"


"Ck.. Wilson"


Guman Jongya pelan.


"Jangan salahkan dia. Untung saja ada dia yang bisa menggantikan mu duluan"


"Sejak kapan kau membelanya"


Suly terdiam sesaat, terlintas saat Wilson mencium nya membuat wajah wanita itu mulai merona.


"Aku tidak membelanya dan jangan mengalihkan pertanyaan"


Suly melangkah mendekati Jongya dan duduk di kasur pemuda itu. Ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


"Kemarikan wajahmu itu"


Wanita itu lalu mengolesi luka-luka di wajah Jongya dengan salap yang ia bawa.


"Eghh..."


"Ck.. tahan sedikit, di olesi begini kau mengerang kesakitan. Tapi saat berkelahi kau tak mengerang seperti ini"


"Apa kau punya pacar Suly?"


"Untuk apa kau bertanya. Aku tak punya"


"Pantas, tidak ada yang berani mendekati mu karena kau terlalu cerewet, kau tahu?! Aaaaghh.."


Jongya meringis kesakitan karena Suly menjejali salap ke lukanya dengan kasar setelah mendengar ucapan pemuda itu.


"Obati luka mu sendiri. Kau hanya libur 3 hari, pastikan wajahmu kembali normal"


Suly meletakkan salap itu begitu saja dengan kesal lalu pergi meninggalkan Jongya.


Jongya mengusap wajahnya. Baku hantam tadi malam memberikan penilaian tersendiri baginya.


Setidaknya, lelaki itu bisa melindungi Nazyela dengan kekuatannya. Dan semoga dia juga bisa melindungi hati Nazyela dari segala luka.


Sambil meringis, Jongya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


*****


Di Sebuah gedung besar dalam ruangan yang mewah, seorang laki-laki datang memberikan laporan hasil pengamatannya kepada seorang wanita yang tengah menikmati rokok nya. Hembusan asap ia hempaskan saat mendengar ucapan salah seorang anak buahnya yang membawa berita tidak menyenangkan bagi nya.


"Jadi toko itu sudah direnovasi kembali?"


"Benar nona, dan sedang dalam tahap penyelesaian"


"Huh, apa itu ulah Ji Chang?"


"Melihat para pekerja disana sepertinya benar nona, ada anak buah tuan Ji Chang disana"


"Wanita keparat! Ini tidak bisa di biarkan"


Tangan Yoona mengepal geram. Usahanya tidak membuahkan hasil untuk mengancam Nazyela. Wanita itu mulai menyusun rencana untuk menyingkirkan Nazyela.


Aku harus minta bantuan pada ayah


Yoona tersenyum seringai setelah mendapat ide untuk melancarkan rencananya.


Wanita itu beranjak dari posisi nya, lalu mengambil tas nya dan pergi dengan di kawal oleh 2 orang anak buahnya.


"Kita menuju ke kantor ayahku"


Ucap Yoona pada supir nya.


"Baik nona"


Dan tak hutuh waktu lama mereka sampai di tempat tujuan.


Ayah nya sedang melakukan rapat pada jajarannya. Yoona menunggu di dalam ruang kerja ayahnya.


"Ceklek, krieeet..."


Suara pintu di buka.


"Yoona.. ada apa?"


Yoona langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri sang ayah yang telah duduk di kursi kerja nya.


"Ayah... apa ayah sibuk? Aku ingin ayah meluangkan waktu ayah untuk pertemuan penting"


"Pertemuan penting? Sepenting apa?"


"Ji Chang mengajak ku menemui ayah"


Mendengar ucapan Yoona sang ayah terlihat senang anaknya akan segera memberikannya cucu. Lelaki paruh baya itu tak menolak jika Ji Chang adalah calon menantunya karena ia tahu sepak terjang pemuda itu.


"Tentu ayah"


Yoona tersenyum senang rencana pertama nya berhasil.


Ia pun lalu mengobrol santai dengan sang ayah.


"Tok... tok.. tok, ceklek..."


"Tuan, Direktur dari Sujin grup datang menemui untuk anda"


"Suruh dia masuk. Ayah ada pembicaraan penting dengan Sujin grup"


"Baiklah lah ayah.."


Yoona keluar ruangan setelah ayahnya meminta nya untuk keluar secara halus.


"Kita ke tempat kerja Ji Chang sekarang. Perintah Yoona pada anak buahnya"


Supir pun membawa Yoona ke tempat kerja Ji Chang.


Dengan langkah gontai dan menggoda Yoona melangkah menuju ruangan Ji Chang.


Wanita itu langsung membuka pintu dan masuk tanpa permisi begitu saja.


Ji Chang yang sedang membersihkan senjatanya beralih memandang orang yang muncul dari balik pintu. Namun ia kembali fokus pada senjatanya.


"Ayahku ingin bertemu dengan mu"


Sesaat Ji Chang berhenti pada apa yang ia kerjakan setelah mendengar ucapan Yoona . Ayah Yoona adalah kolega terbesar nya, ia tidak pernah menolak misi yang di berikan oleh pria tua itu.


"Dimana?"


"Restoran XXX, jam 8 mlm besok"


"Baiklah"


Ji Chang tidak menolak ajakan itu, lalu kembali fokus pada senjatanya.


Perlahan Yoona mendekati Ji Chang dan mengusap pelan punggung lebar pemuda itu. Wanita itu memutari Ji Chang dari belakang lalu duduk di meja kerja pemuda itu tepat di samping senjata Ji Chang.


Ji Chang mulai jenuh, ia tahu Yoona akan berusaha menggodanya.


"Turun lah.. selagi aku meminta mu baik-baik"


"Kau jauh berubah setelah mengenal wanita itu. Kau lupa akan kedekatan kita bertiga dulu"


"Jangan mengingatkan ku pada masa lalu?!"


"Tapi itu kenyataan. Padahal kita dulu begitu dekat bahkan aku tak pernah mempermasalahkan jika aku memelukmu"


"Haaah, sudahlah Yoona. Sudah berapa kali aku katakan padamu, kau hanya teman dari mendiang istriku dan kita bersama hanya sebatas rekan kerja tidak lebih"


Yoona turun dari meja itu dan langsung memeluk erat Ji Chang.


"Kenapa kau tidak pernah melihat ketulusan ku sekali pun. Apa kurang nya aku bagi mu?"


"Ceklek... oh, maaf jika aku mengganggu. Ceklek"


Ji Chang mencoba melepaskan diri dari pelukan Yoona. Namun ia terlambat saat seseorang masuk dan melihat adegan itu.


"Nazyela tunggu. Lepas Yoona?!"


Dengan sedikit hentakan kasar, Ji Chang berhasil melepaskan diri dari pelukan Yoona dan langsung mengejar Nazyela.


Yoona tersenyum puas walau Ji Chang menolaknya dengan kasar. Setidaknya dia telah mendapat 2 kebaikan sekaligus. Ji Chang setuju menemui ayahnya dan Nazyela melihat mereka berpelukan yang pasti memperburuk hubungan Ji Chang dengan gadis itu.


Yoona senang sekali sampai sejauh ini rencananya berjalan dengan lancar.


"Kita kembali"


Perintah Yoona pada anak buahnya.


Flash Back On.


Nazyela tersenyum sambil mengepak kotak makan siang yang ia buat untuk Ji Chang. Ia berencana untuk memberi kejutan dengan makan siang bersama dengan lelaki itu.


Senyum manis nya merekah menanggapi sapaan anak buah Ji Chang saat bertemu dengannya. Tanpa beban ia membuat pintu ruang kerja dan terkejut melihat kekasih nya sedang berpelukan dengan wanita lain.


Nazyela langsung berlari meninggalkan Ji Chang walau lelaki itu berteriak memanggilnya.


Flash Back Off📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat.


~Jangan lupa favorit ❤️


~Rate⭐⭐⭐⭐⭐


~Hadiah


~Vote


Terima kasih 🤗


👉Jika kalian menyukai komedi baca juga karya Author berjudul Bukan Soulmate. Semoga kalian suka😉