Dream Destiny

Dream Destiny
Episode 50



Alhamdulillah sampai juga di pertengahan abad episode😁. Yang selalu baca maupun yang dukung karyaku dengan like dan komennya terima kasih banyak🤗.


Pergerakan jempol kalian sangat berarti buatku🙏.


*****


Suasana mencekam saat pertemuan dua keluarga bangsawan kelas atas bertemu dalam sebuah ruangan. Tatapan - tatapan dalam diam menusuk hingga ketulang-tulang. Perang dingin antara Khiden Bolafra dan Histon Kley membuat orang-orang yang hadir disana cukup tegang.


"Ayah....?!"


Bisik Nazyela mengingat kan ayahnya tujuan utama mereka datang kekediaman Bolafra.


"Ehem..., maaf saya datang secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan terlebih dahulu"


Tuan Histon sedikit canggung memulai pembicaran mereka.


"Benar, kedatangan mendadak anda membuat kami tidak dapat menyambut anda dengan persiapan maksimal"


Khiden Bolafra menjawab ucapan Histon dengan dingin.


"Oh... bagi ku ini lebih dari sekedar cukup"


"Jadi ada hal penting apa hingga Kley sekeluarga berkunjung ke kediaman kami?"


Khiden Bolafra yang tidak suka basa basi langsung menanyakan tujuan Kley bertandang kerumahnya.


"Putraku mencintai putri anda Khiden. Dan tujuan kami kesini untuk melamar Naila menjadi isteri Adrian putraku"


Khiden cukup tenang mendengar penuturan Histon. Khiden lalu memandang putrinya Naila. Gadis itu tengah asik saling melempar pandang dengan Adrian.


Pria paruh baya itu memang sudah mengetahui hubungan mereka sebelumnya. Ketika raja mengatakan pembatalan regina hari itu juga Naila mengatakan ia mempunyai seseorang yang ia sukai.


"Hmm... jangan di tunda lagi, segera persiapkan segala sesuatunya!"


"Ya?!"


Tuan Histon terlihat bingung. Ternyata sangat mudah menghadapi Bolafra pikirnya.


Adrian dan Nazyela juga ikut tersentak mendengar restu yang lolos begitu saja.


Mereka lalu mengakrabkan diri karena sebentar lagi mereka akan menjadi besan. Perbincangan mereka menjadi lebih santai, sikap dingin dan acuh lewat begitu saja.


Diskusi pun menghasilkan pesta akan di gelar di kediaman Kley. Dan setelah pesta pengantin akan pulang di rumah baru mereka. Khiden hanya memberikan keluarga Kley persiapan selama satu bulan. Nazyela adalah orang yang paling bersemangat menyanggupi permintaan Bolafra.


Setelah diskusi selesai mereka melanjutkan makan siang dan berakhir ke party gaden.


Aneka desert dan minuman serta makanan lainnya tersaji disana.



Walau kata Khiden jamuan mereka tidak maksimal namun itu hanyalah perkataan sengaja yang ingin membuat kesal Kley. Nyatanya jamuan yang di siapkan sangatlah mewah. Tentu saja kabar kedatangan mereka lebih dulu di ketahui Bolafra. Karena Adrian langsung mengirimkan merpati post kepada Naila.


Adrian membawa Naila mendekati Nazyela.


Naila sedikit gugup saat berhadapan dengan Nazyela. ia teringat pernah mengancam dan menampar gadis itu.


"Naz...?"


Sapa Adrian menggandeng Naila.


"Oh...calon kakak iparku"


Nazyela menyambutnya dengan senyum hangat.


Naila langsung berhambur memeluk Nazyela. Gadis itu sempat terkejut namun ia segera membalas dengan dekapan hangat.


"Maafkan aku Nazyela, sungguh aku benar-benar menyesal telah memperlakukan mu dengan kasar waktu itu"


Mereka lalu melepaskan pelukan. Namun saling berpegangan tangan.


"Aku sudah memaafkan mu sejak lama. Jangan di pikirkan lagi. Masa lalu sudah menjadi masa lalu. Lebih baik kita jadikan hari ini hari yang baik untuk menyambut hari esok yang lebih baik lagi"


Naila tidak menyangkan wanita yang dulu sangat ia benci ternyata memiliki hati seluas samudra. Ia merasa malu akan sikapnya yang lebih kekanak-kanakan mengingat usianya yang lebih tua 3 tahun dari Nazyela.


Kecanggungan pun hilang dengan sendirinya. Percakapan menjadi lebih hangat dan rasa kekeluargaan pun lebih terasa. Daniel mendekati ketiga orang itu.


"Oh... tuan Daniel, apa sebaiknya mulai dari sekarang aku memanggil mu kak Daniel?"


Sapa Nazyela dengan tersenyum ramah.


"Mungkin sebaiknya begitu, karena sebentar lagi kita akan menjadi keluarga. Apa kabarmu lady Nazyela?


Daniel menyambut sapaan Nazyela dengan hangat.


" Aku baik-baik saja. Sejak hari itu setiap mendengar permainan piano orang lain aku jadi ingat permainan kakak sangat lembut dan juga terasa hangat menyentuh ke hati"


"Hehehe... kau memujiku terlalu berlebihan lady"


Daniel merasa tersanjung.


"Serius..., Seolah-olah permainan itu mengatakan apa yang sedang kakak rasakan"


"Aku senang permainan ku bisa menghiburmu lady"


"Rasanya aku ingin mendengarnya sekali"


"Hohoho... sungguh, wah aku merasa tersanjung"


Trus dan terus percakapan itu tiada henti antar Nazyela dan Daniel. Bahkan Adrian dan Naila sampai ternganga melihat keakraban mereka.


Bisik Adrian.


"Justru aku yang ingin menanyakan hal ini padamu. Bahkan aku baru kali ini melihat Daniel tertawa berbicara kepada wanita"


Balas Naila berisik.


Adrian menoleh tak percaya apa yang di katakan Naila.


"Memangnya kakakmu itu orang yang bagaimana?"


"Mengerikan ia tak pernah tersenyum apa lagi tertawa. Ia dingin sedingin kutub salju di utara"


Naila mengoceh tanpa melihat ke arah Adrian. Matanya terus memandang pemandangan yang langka didepannya.


Adrian ternganga tak percaya. Pemuda itu hanya bisa diam dan menghela napas.


*****


Kabar akan pernikahan kedua bangsawan kelas atas tersebar keseluruh penjuru kekaisaran. Bahkan Anggota keluarga kerajaan juga akan menghadiri pernikahan itu.


Banyak bangsawan yang terkejut namun ada juga yang menyambut dengan suka cita. Bangsawan-bangsawan yang memiliki hubungan politik maupun bisnis terhadap kedua bangsawan itu merasa sangat di untungkan. Sedangkan mereka yang memusuhinya merasa cemas akan kekuasaan mereka. Kekuatan militer dan penguasa bisnis bersatu siapapun bergidik ngeri membayangkan hal itu.


Nazyela sibuk menyiapkan segala sesuatunya untuk pernikahan sang kakak. Untung lah dia memiliki beberapa asisten yang cekatan dan pandai hingga mempermudah dirinya mengurus semua segala sesuatunya. Apa lagi Kley memiliki banyak aset yang diperlukan dalam persiapan pernikahan itu seperti, toko gaun, toko makanan, toko bunga, dan lain-lain tak bisa disebut kan satu persatu.


Nazyela mempersiapkan gaun indah dan baju yang berkualitas tinggi untuk ke dua calon pengantin.


"Lani bagaimana baju pengantin mereka?"


Nazyela mencoba mengecek kembali kinerja para asistennya.


"Sudah siap nona"


Jawab Lani singkat.


"Naku bagaimana dengan makanannya?"


"Semua telah sesuai dengan perintah nona"


Nakuna penuh percaya diri.


"Sir. Yukil apakah para kesatria telah siap?"


Beralih Nazyela menanyakan pada lelaki yang ada di hadapannya.


"Mereka telah menempati posisinya masing-masing. Dan saya juga telah menambahkan beberapa pasukan ke amanan hingga radius 1km"


Nazyela manggut-manggut mendengar jawaban mereka.


"Bagus kalau begitu mari kita berpesta?!"


Nazyela merasa sangat senang, segala sesuatunya berjalan lancar hingga hari yang di tunggu tiba.


Pesta meriah yang di gelar tidak tanggung-tanggung, bahkan rakyat biasa juga ikut menikmatinya. Di kota Brikalis dimana kastil Kley berada, Nazyela mempersiapkan makanan dalam skala besar untuk di sajikan kepada seluruh warga kota Brikali. Mereka yang tidak bisa berada di kastil dapat menikmati pesta di tengah-tengah kota dengan hiburan nyanyian serta tarian yang menjadi ciri khas kota itu.


Di kastil , Raja dan kedua pangeran duduk di kursi tamu VIP yang sudah mirip dengan singgasana istana. Bolafra dan Kley duduk mendampingi raja. Pesta dansa baru saja dimulai setelah kedua mempelai dinyatakan resmi menjadi suami istri.


Para tamu menikmati pesta dengan gembira di ballroom. Dan mereka yang ingin menikmati dengan lebih fresh memilih ke area taman.


Nazyela dapat bernapas dengan lega. Tugasnya telah selesai dan berjalan dengan lancar. Gadis itu beristirahat sejenak di balkon kastil.


Nazyela duduk dilantai menyembunyikan dirinya dari keramaian yang ada. Gadis itu cukup lelah menyapa semua tamu yang datang menghampirinya. Apa lagi dia kerap kali beradu tatapan dengan seseorang yang kembali mengusik hatinya.


"Ini untukmu..."


Nazyela terkejut saat seseorang datang dan memberikan setangkai bunga padanya. Gadis itu menerima bunga itu namun enggan berkata apa-apa.



"Tidakkah gaunmu akan kotor, kenapa kau memilih duduk dilantai?"


"Aku tidak apa-apa, kembali lah yang mulia.."


"Yang mulia?? Apa kau benar-benar sudah melupakan perasaan kita?"


"Aku lelah..."


Hanya kata itu yang lolos dari bibir tipis Nazyela.


Dengan gerakan cepat dan tanpa permisi Jongya menggapai wajah Nazyela dengan kedua tangannya dan langsung mencium bibir tipis gadis itu itu.


Nazyela terkejut bukan main. Ia tak menyangka Jongya akan melakukan hal itu padanya.


" Mmph.. mmph.. mmp!!"


Nazyela mencoba melepas pangutan yang memaksanya itu. Ia memukul bahu dan mendorong tubuh Jongya agar lelaki itu melepaskan ciumannya. Namun kekuatan fisiknya kalah jauh dengan kekuatan Jongya hingga ia tidak dapat membuat Jongya melepaskan pangutannya. Tidak hilang akal begitu saja, gadis itu lalu menggigit bibir Jongya hingga berdarah.


Jongya pun melepas ciumannya dan menyeka darah yang keluar di sudut bibir ya.


"Maafkan aku.., aku terlalu merindukanmu"


Jongya tertunduk merasa bersalah, lelaki terlihat begitu menyedihkan.


Tubuh Nazyela yang bergetar karena menahan segala rasa di hatinya hanya mampu menitikkan air mata tanpa mampu berkata apa-apa.


📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat. Terima kasih 🤗